Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Harus Bisa Menolak


__ADS_3

Yati dan Biyan terbangun siang hari. Bahkan, siang juga sudah hampir sore.


"Emhhh..."


"Hemmm..."


Keduanya sama-sama mengeliat. Merenggangkan otot-otot tubuh mereka, yang terasa kaku dan tidak bisa digerakkan dengan bebas.


"Hah, jam berapa ini?" tanya Yati, saat sadar jika hari sudah tidak lagi pagi.


Dengan gerakan cepat, Yati bangun dari tempat tidur, dan melihat ke atas meja. Handphone miliknya, sedang dia cas tadi, dan di nonaktifkan juga.


Sekarang, Yati melepaskan charger baterai handphone miliknya, dan mengaktifkan kembali handphonenya, untuk melihat apakah ada pesan atau panggilan telpon yang masuk.


Dan ternyata benar. Ada banyak pesan dan juga panggilan telpon untuknya, dari beberapa nomer. Dan yang paling banyak adalah dari Mr Akihiko.


"Ah, ini pasti karena Aku tidak datang ke panti pijat," gumam Yati seorang diri.


Yati bergegas menuju ke arah kamar mandi, untuk membersihkan dirinya sendiri. Dia ingin pergi ke tempat kerjanya, dan tidak memerlukan ijin dari Biyan, yang sekarang ini kembali memejamkan matanya.


Biyan kembali tertidur pulas, dan tidak memperhatikan Yati, yang saat ini sudah siap untuk berangkat kerja.


Yati hanya bisa menggeleng, melihat kekasih mudanya itu.


Dan tanpa menimbulkan suara, Yati keluar dari dalam kamar kostnya, meninggalkan Biyan yang masih dalam keadaan tidur.


Dia hanya mengirim pesan pada Biyan, jika ada makanan yang bisa di makan, di dalam lemari pendingin dan juga meja makan.


Yati segera berangkat ke tempat kerjanya. Dia harus bisa mencari alasan, supaya Mr Akihiko tidak marah ataupun banyak bertanya, tentang keberadaan yang tidak berkabar sedari pagi.


Sambil mengemudikan mobilnya, Yati memasang handset saja, untuk menghubungi Mr Akihiko.


Tut tut tut


Tut tut tut


Panggilan telpon yang dilakukan oleh Yati, tidak segera tersambung. Bisa jadi, Mr Akihiko juga sedang menghubungi dirinya.


Akhirnya, Yati menutup panggilan telepon yang dia lakukan. Dia menunggu, hingga Mr Akihiko menghubunginya kembali.


Dsn benar saja, tak lama kemudian handphone miliknya kembali berdering. Ada panggilan dari Mr Akihiko yang masuk.


Dengan cepat, Yati menerima panggilan telpon tersebut.


..."Halo Mr Akihiko. Maaf, handphone Yati sedang tidak aktif, dan ada beberapa hal yang sangat penting, yang harus dilakukan. Sekali lagi maaf Mr."...

__ADS_1


..."Apa itu miss Yeti? kenapa tidak memberitahu terlebih dahulu. Saya jadi bingung ini."...


..."Iya Mr maaf."...


..."Sekarang ada di mana Kamu?"...


Akhirnya, Yati menjelaskan pada Mr Akihiko, jika dia sedang dalam perjalanan menuju ke kantor Mr Akihiko sendiri.


Dia juga mengatakan jika, saat ini sedang menyetir mobil sendiri.


..."Apa? Kamu segera matikan handphone Kamu. Dan cepat datang?"...


..."Iya Mr."...


Klik!


Begitulah akhirnya. Yati harus di nasehati dan di marahi terlebih dahulu, karena di anggap ceroboh oleh Mr Akihiko.


Tapi itu tidak masalah untuk Yati sendiri. Yang penting, Mr Akihiko memaklumi kondisi dirinya, meskipun sebenarnya Mr Akihiko juga tidak tahu apa-apa tentang keadaan dirinya saat ini.


Tak lama kemudian, mobil Yati memasuki halaman restoran Jepang milik Mr Akihiko. Dia memarkirkan mobilnya di tempat biasa, dan segera keluar dari dalam mobil.


Yati berjalan dengan cepat, agar tidak tambah terlambat datang.


Dan benar saja, Mr Akihiko sudah menunggu kedatangan Yati, di depan pintu ruangannya.


"Maaf Mr," jawab Yati, tanpa menjelaskan pada yang dia lakukan, sebelum menjawab pertanyaan dari Mr Akihiko tadi.


Mr Akihiko juga tidak lagi bertanya-tanya. Dia tahu bahwa, anak buahnya itu, tidak akan menjawab pertanyaan darinya. Karena dia paham dengan benar, bagaimana watak anak-anak buahnya.


Akhirnya, Yati pergi ke lantai atas, ke tempat di mana dia harus bertugas, sebagai penanggung jawab atas panti pijat.


*****


Biyan terbangun dari tidurnya. Dia meraba-raba tempat tidur, tapi dia tidak menemukan kekasihnya, yang tadi tidur bersama dengannya.


"Miss. Miss Yeti!"


Biyan memanggil-manggil nama Yati. Tapi sepertinya tidak ada yang menyahuti panggilannya.


"Ke mana dia?" tanya Biyan, pada dirinya sendiri.


Akhirnya, Biyan bangun dari tempat tidur, dan memeriksa ke kamar mandi. Tapi ternyata kamar mandi juga dalam keadaan kosong.


Begitu juga saat Biyan mencari keberadaan Yati ke dapur. Dia tidak menemukan kekasihnya. Dan yang membuat Biyan bingung adalah, handphone milik Yati juga tidak ada di atas meja.

__ADS_1


Sekarang Biyan sadar bahwa, dia ditinggal sendirian di kamar kost milik pacarnya. Setelah menyadari jika dia sendirian, Biyan mengambil handphone miliknya, untuk memeriksa, apakah ada pesan masuk dari kekasihnya itu.


Ternyata memang benar. Ada satu pesan yang masuk, dari kekasihnya, miss Yeti. Dari pesan tersebut, Biyan merasa lega, karena miss Yeti hanya pergi ke tempat kerjanya, dan bukan pergi berkencan dengan orang lain.


Setelah selesai mandi, Biyan mencari makanan yang sudah dipesan oleh Yati untuknya. Dia menyantap makanan tersebut, sebelum pulang, karena perutnya sudah memberontak, dan ingin segera diisi.


Setelah merasa cukup kenyang, Biyan pergi dari kamar kost milik Yati.


Dia baru pulang ke rumah. Dan akan kembali menemui pacarnya itu, nanti malam, saat miss Yeti-nya itu sudah bebas dari tugas kerja.


*****


"Miss Yeti. Miss Yeti!"


Yati menoleh dengan cepat, saat ada suara yang dia kenal, memanggil namanya.


Dengan tersenyum manis, Yati memutar tubuhnya, kemudian berjalan menuju ke arah orang yang tadi memangil namanya.


"Mr Johan. Bukannya Anda sudah kembali ke Amerika sana?"


Yati bertanya, pad Mr Johan. Orang yang tadi memanggil-manggil namanya.


"Iya. Hari ini Aku kembali ke Amerika. Tapi pesawat ditunda untuk sehari lagi. Oleh karena itu, Saya datang menemui Kamu lagi miss Yeti. Aku masih merasa rindu, pada Bee."


Mendengar jawaban dan penjelasan yang diberikan oleh Mr Johan, Yati tersenyum sendiri.


Dia tahu, jika mantan suaminya itu hanya mencari sebuah alasan, agar bisa kembali bertemu dengannya. Karena dulu, saat masih menjadi suaminya, Mr Johan juga pernah melakukan hal yang sama seperti yang saat ini dilakukan olehnya.


"Apa Mr Johan merasa lapar? Jika iya, Saya bisa menemani Mr untuk makan di restoran yang ada di bawah."


Yati memberikan sebuah penawaran untuk Mr Johan. Dan tentunya, ini juga hanya sebuah alasan dari Yati sendiri, untuk menolak ajakan kencan dari Mr Johan secara tidak langsung.


"Miss Yeti. Saya datang ke sini, hanya untuk bisa bertemu dengan miss Yeti. Bukan untuk makan."


"Tapi Mr, Anda tahu betul, bagaimana Mr Akihiko membuat peraturan. Dan Anda, ataupun Saya sendiri, tidak mungkin bisa melakukan apa-apa, yang di larang di tempat ini."


Yati mencoba untuk menjelaskan dan memberikan pengertian kepada Mr Johan. Dia tidak mau jika, Mr Johan akan merasa tersinggung, karena penolakannya.


Penolakan yang dilakukan oleh Yati, bukan tanpa sebab. Yati tidak mau terlibat dalam urusan seperti ini, jika di luar pekerjaan yang dia miliki, atau ada sesuatu yang membuatnya terpaksa harus melakukan semua cara, agar mendapat apa yang dia inginkan.


Sama seperti yang dilakukan kemarin, saat Biyan, kekasihnya itu ada dalam masalah.


Dan secara kebetulan, pokok permasalahannya adalah laporan yang dibuat oleh Mr Johan, atas apa yang dilakukan oleh Biyan terhadapnya.


Taki itu juga karena Yati merasa bersalah pada pihak keluarga Biyan. Dan bukan karena apa yang menurut Mr Johan sendiri.

__ADS_1


Jika Yati, miss Yeti-nya itu, masih benar-benar merasa sangat merindukannya, sama seperti yang dulu pernah mereka berdua jalani.


__ADS_2