
"Yati, beberapa hari lalu, ayahmu ingin pergi ke Singapura untuk berziarah ke makam ibumu. Dia merasa bahwa ini adalah langkah yang penting untuk mengenang dan melepas rindu pada mendiang kekasihnya."
Yati, meskipun sedih, mengangguk memahami keinginan ayahnya. Dia tahu betapa pentingnya momen berziarah ini bagi Tuan Wasito.
Mr. Andre kemudian melanjutkan, "Selain itu, Tuan Wasito juga ingin menjalani perawatan kesehatan di Singapura. Dia yakin bahwa di sana, dia akan mendapatkan perawatan terbaik yang mungkin tidak tersedia di sini."
Yati memikirkan saran Mr. Andre dan menyadari bahwa keinginan ayahnya harus dilakukan dengan segera.
"Baiklah, Yati setuju untuk membantu mengatur perjalanan ke Singapura dan memastikan bahwa ayah akan mendapatkan perawatan yang terbaik."
Dengan persetujuan Yati, mereka mulai merencanakan perjalanan ke Singapura untuk berziarah dan perawatan kesehatan Tuan Wasito. Keputusan ini diambil dengan penuh perhatian terhadap keinginan dan kebutuhan Tuan Wasito.
Dengan hati yang lapang dan penuh pengertian, Biyan sepakat untuk mengundur acara lamarannya demi kepentingan kesehatan dan keinginan Tuan Wasito. Mereka bersama-sama memutuskan untuk segera pergi ke Singapura untuk berziarah ke makam ibu Yati dan memberikan perawatan terbaik untuk Tuan Wasito.
"Yati, yang terpenting sekarang adalah kesehatan dan keinginan Ayahmu. Aku, sepenuhnya mendukung keputusan untuk pergi ke Singapura."
"Terima kasih, Biyan. Ini sangat berarti bagiku, dan aku tahu, Ayah akan menghargai dukunganmu."
"Ya, aku akan memberikan kabar ke saudara-saudaraku terlebih dahulu."
Yati mengangguk setuju, kemudian segera mempersiapkan diri untuk keberangkatan mereka.
Mereka mempersiapkan segala hal dengan cepat untuk perjalanan ke Singapura. Biyan dan Yati saling memberikan dukungan dan memastikan bahwa Tuan Wasito akan mendapatkan perawatan yang terbaik di sana.
Mr Andre, juga mendampingi mereka yang akan pergi ke Singapura. Dia ingin memastikan, jika Tuan Wasito akan mendapatkan perawatan terbaik di "negara kepala Singa" tersebut.
"Terima kasih, Mr Andre. Anda, telah membantu banyak." Biyan, mengucapkan terima kasih mewakili Yati dan Tuan Wasito.
Puk.
"Tenanglah, tidak perlu berterima kasih." Mr Andre, menepuk pundak Biyan dengan tersenyum tipis.
__ADS_1
Setelah tiba di Singapura, mereka dengan hati-hati merencanakan setiap langkah perjalanan mereka, mulai dari berziarah ke makam ibu Yati hingga memastikan Tuan Wasito mendapatkan perawatan medis yang berkualitas.
Kedekatan dan kepedulian mereka satu sama lain semakin menguat dalam momen-momen sulit ini.
Biyan, Yati, Mr Andre dan Tuan Wasito tiba di Bandara Changi di Singapura dengan didampingi oleh tim medis yang telah dipersiapkan dengan cermat.
Tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat siap memberikan perawatan terbaik untuk Tuan Wasito selama perjalanan dan selama mereka berada di Singapura.
"Tuan Wasito, akan diberikan perawatan medis terbaik selama perjalanan dan selama beliau berada di Singapura. Jika ada keluhan atau gejala apa pun, tolong beri tahu kami dengan segera."
"Terima kasih, dokter. Saya sangat menghargai perhatian dan bantuan Anda," Mr Andre, mewakili sebagai keluarga Yati.
Saat mereka tiba di Singapura, mereka menuju langsung ke tempat ziarah makam ibu Yati.
Biyan dan Yati berdiri bersama dengan Tuan Wasito, memberikan waktu dan ruang untuk berziarah dengan tenang.
'K-amu ... adalah wanita masa laluku yang begitu berkesan. Begitu banyak yang telah terjadi sejak itu,' batin Tuan Wasito dengan mata berkaca-kaca.
Dia merenung sejenak, membiarkan emosi membanjiri hatinya. Meskipun hubungan mereka kini telah berubah, rasa cinta dan kenangan akan masa lalu tetap terasa kuat.
'Aku berharap kamu tenang di atas sana. A-ku, a-ku berjanji akan menjaga Yati dengan baik.' Tuan Wasito, membatin lagi.
Pria yang semakin terlihat tua itu tidak bisa berkata-kata, karena memang kesusahan. Jadi ia hanya berbicara di dalam hati.
Setelah berziarah, dia berbalik untuk melihat Yati dan Biyan yang ikut berdoa, dengan menunggu di belakang. Kini, wajahnya terlihat lebih tenang dan keputusan yang kuat untuk memastikan kebahagiaan Yati di masa depan.
Meskipun penuh dengan kompleksitas dan rasa penyesalan dari masa lalu, Tuan Wasito berusaha untuk menerima dan memahami bahwa kehidupan terus bergerak maju. Dia ingin memastikan bahwa Yati mendapatkan cinta dan kebahagiaan yang sejati bersama Pria yang akan mendampinginya, yaitu Biyan.
"Kita langsung ke rumah sakit, baru setelah itu beristirahat ke hotel terdekat."
"Ya, begitu lebih baik."
__ADS_1
Semua orang mengganguk, saat mendengar perkataan Mr Andre. Pria itu, seperti pemimpin tim yang sesuai dengan pengalamannya sebagai ambassador.
Setelah berziarah, mereka menuju ke rumah sakit di Singapura di mana Tuan Wasito akan mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Tim medis bekerja sama dengan staf rumah sakit untuk memastikan bahwa Tuan Wasito mendapatkan perawatan terbaik dan mendapat pantauan medis yang berkala.
Selama masa perawatan di Singapura, Biyan dan Yati tetap bersama-sama mendukung Tuan Wasito. Mereka menghabiskan waktu bersama di rumah sakit, mengobrol, dan memberikan semangat untuk memastikan bahwa Tuan Wasito merasa nyaman dan terjaga.
Perjalanan ini tidak hanya menjadi tentang perawatan medis, tetapi juga tentang kebersamaan dan dukungan satu sama lain di dalam keluarga. Mereka berdua berkomitmen untuk menjaga Tuan Wasito dan memastikan bahwa ia mendapatkan perawatan terbaik untuk pulih sepenuhnya.
"Tuan Wasito, kami akan memantau kondisi Anda dengan cermat. Harap beri tahu kami jika Anda merasakan hal-hal yang tidak biasa," pinta tim dokter yang menanganinya.
"Ter-ima k-asih atas per-hat-tiaaannn dan per-rawataan A-nda. S-aya sang-aat meng-hargainya," respon Tuan Wasito, meskipun berbicara dengan susah payah.
Tuan Wasito dirawat di salah satu rumah sakit terkemuka di Singapura, di bawah pengawasan ketat dari tim medis yang sudah siap sedia untuk memberikan perawatan terbaik.
Mereka memonitor kondisinya secara teratur, memberikan obat-obatan yang diperlukan, dan memastikan bahwa ia mendapatkan istirahat yang cukup.
"Tuan Wasito, kami selalu ada di sini untuk Anda. Segera sembuh dan kembali pulih sepenuhnya."
"Ayah. Ayah harus kuat. Kita bersama-sama di sini, demi ayah."
"Kamu, bisa Tama. Kamu adalah Pria yang kuat," kata Mr Andre, memberikan semangat kepada Tuan Wasito.
Biyan dan Yati selalu berada di samping Tuan Wasito, memberikan dukungan dan kenyamanan selama masa perawatan di rumah sakit. Begitu juga dengan Mr Andre, yang selalu datang setiap hari.
Meskipun tidak pernah menginap di rumah sakit, Mr Andre selalu menyempatkan diri datang, sebab ia juga ada beberapa urusan yang kebetulan ada di negara Singapura ini.
Walaupun berada di rumah sakit, suasana tetap hangat dan penuh kasih di sekitar Tuan Wasito. Dia merasa dikelilingi oleh cinta dan perhatian yang tulus dari Biyan dan Yati, juga sahabatnya di masa lalu, yaitu Mr Andre.
"Ter-rima k-asih. Kal-lian ad-dalah orang-orang yang b-aik, yang h-arus ba-hagia."
Tuan Wasito, menjeda kalimatnya. Pria itu tampak mengatur nafasnya karena kesusahan untuk mengeluarkan kata-kata.
__ADS_1
"A-ku ... a-ku mau per-gi ..."