
Hari itu, suasana di kantor perusahaan cabang terasa tegang. Berbagai masalah dengan kerjasama baru saja muncul dan menimbulkan kekacauan dalam rencana bisnis. Karena situasi yang semakin memburuk, Mr Ginting merasa perlu untuk segera mengadakan pertemuan mendadak dengan tim manajemennya.
Mr. Ginting melangkah masuk ke ruang rapat dengan langkah tergesa-gesa.
"Semua orang, saya ingin kita mengadakan pertemuan mendadak sekarang juga. Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut."
Tim Manajemen terkejut, permintaan Mr Ginting ini.
"Tentu, Mr. Apa yang terjadi?" tanyanya kemudian.
Mr. Ginting dengan segera, mengambil posisi di depan layar presentasi. Melakukan tugasnya sebagai pemimpin rapat.
"Masalah dengan kerjasama yang baru saja selesai membuat rencana kita terganggu. Kita harus segera menemukan solusi dan menyelesaikan masalah ini," ungkapnya dengan tegas.
Dalam pertemuan tersebut, Mr. Ginting memproyeksikan data dan informasi terkait masalah tersebut di layar presentasi. Ia secara tegas menguraikan masalah yang ada dan dampaknya terhadap rencana bisnis perusahaan.
"Kita harus bekerja sama untuk menemukan solusi terbaik. Kekacauan ini harus diatasi dengan cepat," kata Mr. Ginting berbicara dengan tegas.
Tim Manajemen segera berdiskusi secara intens, mencoba mencari solusi sesuai dengan masalah yang ada di lapangan.
"Kami akan mencari solusi dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini, Mr."
Mr. Ginting mengangguk setuju, ikut serta dalam diskusi mereka.
"Baiklah. Saya harap kita bisa menemukan solusi yang tepat dalam waktu singkat. Kita tidak punya banyak waktu," ujarnya kemudian.
Saat mencari solusi dalam pertemuan mendadak, suasana di ruang rapat menjadi tegang dan penuh perdebatan. Meja-meja dan kursi-kursi teratur rapi di sekitar ruangan, dengan layar presentasi besar di dinding di depan.
Tim Manajemen masih berdiskusi dengan serius.
"Ide ini bisa menjadi solusi jangka pendek, tapi bagaimana dengan dampak jangka panjangnya?"
Sebuah layar presentasi menampilkan data-data dan grafik yang menggambarkan masalah dan dampaknya terhadap rencana bisnis. Mr Ginting berdiri di depan layar, berpikir untuk bisa mengambil keputusan tegas dan ketegasan dalam menghadapi situasi yang sulit.
Mr. Ginting mengacungkan jari, menginterupsi untuk menyampaikan sesuatu yang ada dibenaknya.
"Kita harus mencari solusi yang tidak hanya mengatasi masalah saat ini, tetapi juga melindungi rencana jangka panjang kita."
Seorang anggota tim mencatat poin-poin penting dalam catatan di depannya, sementara anggota tim lainnya mengeluarkan laptop dan mulai mencari informasi tambahan sebagai bagian dari upaya mencari solusi.
Tim Manajemen sedikit berdebat dengan antusias untuk mendapatkan solusi yang terbaik.
"Bagaimana jika kita memprioritaskan restrukturisasi kontrak?" tanyanya kemudian.
Beberapa anggota tim terlihat tengah berdiskusi intens, sementara yang lain berfokus pada merumuskan alternatif solusi dan merencanakan langkah-langkah tindakan.
Latar belakang ruangan yang terang memberikan kontras dengan suasana tegang yang ada. Ruangan ini menjadi tempat diskusi dan pertukaran ide yang intens, di mana tiap anggota tim mencoba memberikan masukan terbaik mereka untuk mengatasi masalah yang ada.
Mr. Ginting mengakhiri diskusi, memberikan waktu untuk mereka masing-masing berpikir demi mendapatkan solusi terbaik.
"Mari kita berfokus pada rencana restrukturisasi ini. Kita perlu mengambil langkah cepat dalam mengimplementasikannya," kata Mr Ginting dengan memandang satu persatu dari peserta rapat.
Di luar ruangan meeting yang sedang berlangsung, Biyan duduk tegap di kursi yang nyaman. Dia memegang ponselnya dengan penuh perhatian, sambil memantau keadaan di kantor dan menjalankan tugas-tugasnya sebagai asisten pribadi Mr Ginting.
__ADS_1
"Saya harus memastikan semuanya berjalan dengan lancar di kantor selama pertemuan ini," gumam Biyan sambil berpikir dalam hati, jika ia juga punya tugas untuk memantau perusahaannya sendiri.
Sambil menjaga situasi di kantor, Biyan juga memantau email dan laporan masuk yang dikirim oleh asistennya. Dia berusaha menjaga komunikasi dan aliran informasi tetap lancar, meskipun dia sendiri tidak berada di perusahaannya yang ada di Jakarta.
"Ini laporan terbaru dari perusahaan. Semua tampak dalam kondisi baik," gumam Biyan lagi, masih dengan mengutak-atik ponselnya.
Dengan sikap profesional dan tekun, Biyan menjalankan perannya sebagai bodyguard Mr Ginting. Meskipun dia tidak secara fisik hadir di perusahaan jasa pengawalan miliknya, peran dan tugasnya untuk memantau memberikan dukungan tetap terasa kuat.
"Aku harus tetap waspada dan siap jika ada hal yang perlu ditindaklanjuti," kata Biyan pelan, sambil berpikir dan mengedarkan pandangan ke sekeliling.
Keputusan Biyan untuk tetap mengawasi kantor dan menjaga aliran informasi di perusahaannya sendiri adalah bukti dedikasinya terhadap pekerjaannya.
Pemuda itu berusaha agar tetap profesional tanpa melupakan kewajibannya di perusahaannya sendiri.
"Oh ya, mis Yeti."
Biyan dengan segera menghubungi seseorang untuk memberikan tugas kepada salah satu anak buahnya, yang terbiasa melaksanakan tugas semacam ini.
Anak buahnya tersebut diberikan tugas untuk mencari keberadaan Mis Yeti berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh Biyan, yaitu mencari rumah kontrakan Yati yang berlokasi di sekitar rumah sakit waktu itu.
"Aku ingin kamu mencari tahu dimana Mis Yeti tinggal sekarang. Kamu datang rumah kontrakan yang dia sewa dekat rumah sakit. Cari tahu apakah dia berada di sana atau tidak," pinta Biyan memberikan petunjuk dengan tegas tapi suaranya terdengar pelan sehingga tidak terdengar oleh orang lain disekitarnya.
"Baik, Pak Biyan. Saya akan segera mencari informasinya," sahut anak buahnya di Jakarta sana.
"Segera berangkat, dan laporkan padaku secepatnya!"
Dengan tugas ini, Biyan berusaha untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut tentang keberadaan Yati dan situasi terkini. Dia tidak mau kehilangan jejak lagi!
'Aku harap anak buahku bisa menemukan informasi yang aku butuhkan segera. Semua tergantung pada keberhasilannya,' batin Biyan dengan melihat layar ponselnya.
Beberapa saat kemudian.
Tut tut tut
Ponsel Biyan berdering, menampilkan nama anak buahnya yang tadi diberikan tugas.
"Halo, bagaimana hasilnya? Apakah dia berada di rumah kontrakan itu?" tanyanya langsung pada inti.
"Maaf, Pak. Ternyata rumah kontrakan itu kosong. Tidak ada tanda-tanda bahwa orang yang Bapak cari masih tinggal di sana," sahut Anak Buah berkata dengan ragu-ragu.
"Tidak mungkin. Apa kamu yakin?" tanya Biyan terkejut.
Kejutan ini mendorong Biyan untuk mencari informasi lebih lanjut tentang keberadaan Yati dan alasan mengapa dia tidak ada di rumah kontrakan tersebut. Padahal ia yakin, jika ayahnya Yati masih perlu perawatan medis.
"Apa yang sedang terjadi? Kenapa Yati tidak ada di sana? Cepat cari tahu dari pemilik rumah kontrakan!"
"Baik, Pak."
Lagi, Biyan memberikan perintah supaya anak buahnya mencari tahu apa yang terjadi pada Yati.
Biyan, yang tertegun oleh berita bahwa Yati tidak lagi berada di rumah kontrakan tersebut, segera mengambil tindakan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang keberadaan wanita yang sedang diincarnya.
"Kamu harus mencari tahu kemana wanita itu pergi. Apakah ada petunjuk atau informasi lain yang dapat kita dapatkan?"
__ADS_1
"Saya akan berusaha mencari tahu, Pak. Saya akan memeriksa dengan teliti, mencari informasi yang kita punya dan melihat apakah ada jejak keberadaannya."
"Lakukan itu secepat mungkin. Kita harus tahu dimana dia berada," sahut Biyan cepat.
Dengan perintah dari Biyan, anak buahnya pasti akan mencari jejak keberadaan Yati dengan memeriksa informasi dengan berbagai cara yang ada.
Pemuda itu serius dan tidak main-main dalam usahanya ini. Dia tidak ingin kehilangan wanita itu lagi.
'Aku harus tahu apa yang sedang terjadi. Mr Ginting tidak boleh tahu lebih dulu,' batinnya.
Situasi di mana Biyan tidak dapat bertanya pada Mr Ginting mengenai keberadaan Yati, tentu saja membuatnya kesulitan. Tapi ia memang sengaja, agar Mr Ginting tidak tahu apa-apa tentang hubungannya dengan Yati atau Mis Yeti yang sedang dicari-cari.
'Aku tidak bisa memberitahu Mr. Ginting bahwa aku tidak tahu. Tapi apakah dia tahu dimana Yati berada sekarang?' tanyanya dalam hati.
'Apakah Mr. Ginting tahu sesuatu yang aku tidak tahu?' tanyanya ragu.
Antara mereka berdua memang tidak saling mengenal sebelumnya. Jadi Mr Ginting memiliki penilaian sendiri terhadap Biyan.
"Biyan adalah seorang pemuda sukses dengan usaha bodyguard yang sekarang ini justru ia yang aku sewa."
Begitulah sikap Mr Ginting. Ia berpikir terpisah antara urusan pribadi dan profesional, menciptakan jarak antara kedua individu yang sebelumnya memang tidak saling mengenal.
Keputusan Mr Ginting untuk menjaga informasi tentang Yati dari Biyan, karena berpikir bahwa pemuda itu tidak mengenal Mis Yeti.
Clek!
"Biyan, ikut aku!"
Setelah pintu ruang rapat terbuka, Mr Ginting meminta pada Biyan untuk ikut bersama dengannya. Ia sendiri berjalan masuk ke dalam ruangannya, kemudian duduk di sofa tamu bukan di kursi kerjanya.
Sepertinya ada hal serius yang akan ia bicarakan dengan bodyguardnya ini, atau setidaknya ia perlu bantuan.
"Duduk, Biyan."
"Terima kasih, Mr."
Keputusan Mr. Ginting untuk akhirnya meminta pertolongan kepada Biyan menunjukkan bahwa situasi yang ia hadapi semakin rumit, sehingga mempengaruhi pandangannya.
Meskipun awalnya ia ingin menjaga privasi dan menghindari melibatkan Biyan dalam urusan pribadinya, kondisi saat ini telah mendorongnya untuk mengambil langkah yang berbeda.
'Mungkin ini saatnya untuk melibatkan Biyan dalam mencari tahu tentang Mis Yeti. Ia pasti punya cara sendiri.' Mr. Ginting berpikir dalam hati, berusaha untuk mendapatkan yang terbaik.
Keputusan Mr. Ginting ini membuka pintu bagi kolaborasi antara Mr Ginting dan Biyan dalam mengatasi situasi yang rumit dan memecahkan misteri yang ada.
"Biyan, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu. Mengenai Mis Yeti ..."
Mr. Ginting mulai berbicara pada Biyan, tapi terlihat ragu-ragu sehingga tidak langsung menyelesaikan kalimatnya.
Biyan sendiri mendengarkan dengan serius, menyimak apa yang ingin disampaikan oleh Mr Ginting padanya.
"Apa yang ingin Anda katakan, Mr?" tanyanya kemudian.
Langkah ini akan mempengaruhi dinamika hubungan antara Mr. Ginting dan Biyan.
__ADS_1
Apakah Biyan akan bersedia membantu, dan bagaimana peran Biyan dalam mencari tahu tentang Mis Yeti sesuai dengan keinginan Mr Ginting?