
Dalam perjalanan pulang dari dokter, suasana di mobil terasa penuh dengan kegembiraan.
"Ini adalah berita yang luar biasa, Ai Biyan. Kita akan segera menjadi orang tua!" Yati, masih merasa tidak percaya dengan keadaannya yang sekarang.
"Ya, Ai. Ini benar-benar luar biasa. Kita akan memiliki keluarga sendiri. Aku sangat bahagia, Ai."
Cup cup cup
Beberapa kali, Biyan mengecup punggung tangan istrinya, yang saat ini ia genggam dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih memegangi kemudi.
Mereka berdua saling memandang dengan tatapan penuh cinta dan kebersamaan, sesekali, karena Biyan harus berkonsentrasi dengan jalanan. Mereka tahu bahwa perjalanan ke depan tidak akan selalu mudah, tetapi mereka siap menghadapi setiap tantangan dengan penuh semangat.
Setibanya di rumah, mereka duduk bersama untuk merencanakan masa depan mereka bersama si kecil yang akan datang. Sesekali, Biyan bertanya dengan keinginan Yati, yang saat ini sedang hamil muda.
"Kita akan menjadi orang tua yang hebat, Koi. Aku yakin si kecil akan tumbuh dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Dan sekarang, apa yang kau inginkan?" Biyan bertanya sambil tersenyum.
"Aku juga yakin, Ai. Kita akan memberinya segala yang terbaik, dan saat ini hanya itu yang aku harapkan."
Yati menjawab dengan mengusap-usap perutnya lembut, meskipun perutnya masih tampak rata, tapi ia sudah berangan-angan dengan perut besar berisi buah cinta mereka.
Mereka kembali berbicara tentang impian-impian dan harapan-harapan untuk si kecil yang akan segera bergabung dalam keluarga mereka.
Yati tersenyum lembut, memikirkan bagaimana dia akan menjadi ibu yang baik, dan Biyan dengan penuh keyakinan, membayangkan bagaimana dia akan mendampingi Yati dalam setiap langkah kecil kehidupan baru mereka.
"Apa yang kamu impikan untuk si kecil, Ai?" tanya Biyan dengan menatap dan mengusap perut datar istrinya.
"Aku ingin dia tumbuh menjadi pribadi yang baik, penuh kasih sayang, dan memiliki mimpi-mimpi besar." Yati menjawab dengan pandangan penuh ke wajah suaminya.
Biyan mengangguk setuju, mendekatkan wajahnya ke perut Yati kemudian mencium perut datar tersebut beberapa kali.
Cup cup cup
"Aku juga. Kita akan memberinya pendidikan yang terbaik dan mendukungnya dalam mengejar impian-impiannya. Baik-baik di dalam perut mama, sayang."
__ADS_1
"Hahaha ... dia belum bisa mendengar, Ai."
Setelah diskusi yang hangat dan penuh canda tawa, mereka memutuskan untuk membuat daftar persiapan yang perlu mereka lakukan dan hal-hal yang ingin mereka lakukan bersama sebelum kedatangan si kecil.
Kedua pasangan ini menyadari bahwa masa depan penuh dengan kegembiraan, tantangan, dan momen indah ada di depan sana. Dengan cinta dan dukungan mereka satu sama lain, mereka siap menyongsong setiap perjalanan hidup mereka yang akan datang.
Mereka saling berpegangan tangan, menguatkan janji-janji mereka untuk menjadi orangtua yang luar biasa. Masa depan yang cerah dan penuh kasih sayang menanti kedatangan si kecil dalam hidup mereka.
Mereka membicarakan tentang persiapan, pengasuhan, dan semua hal yang perlu mereka persiapkan untuk menyambut anggota baru keluarga mereka.
"Sudah terasa seperti ajaib, bukan, melihat perutmu yang semakin membesar nantinya?" Biyan bertanya sambil mengelus perut Yati dengan hati-hati.
"Benar, Ai. Aku tak sabar untuk bertemu dengannya," sahut Yati tersenyum bahagia.
Mereka berdua tersenyum dan saling berpegangan tangan dengan penuh harapan untuk masa depan. Setiap detik adalah waktu yang sangat berharga bagi mereka berdua, menuju kebahagiaan keluarga yang segera datang.
"Dia pasti akan memiliki mata indah sepertimu, Ai sayang. Dan mungkin juga akan memiliki senyum yang khas seperti aku," kata Biyan berandai-andai.
"Aku yakin, Koi. Anak kita akan memiliki kombinasi terbaik dari kita berdua," harap Yati dengan tersenyum bahagia.
Yati perlu memperhatikan kesehatannya selama kehamilan, dan Biyan akan terus mendukungnya dengan penuh kasih sayang. Sementara itu, mereka juga akan terus bekerja sama dalam menangani kasus yang semakin kompleks dan membutuhkan perhatian khusus, agar Mr Akihiko tidak terus merasa berada di atas angin.
"Sayang, Ai. Aku ingin pastikan, bahwa kamu selalu merasa baik-baik saja. Kesehatanmu dan kesejahteraanmu selama kehamilan ini adalah prioritas utamaku, jadi jika perlu sesuatu, atau ingin makan sesuatu, jangan ragu untuk berbicara atau memintanya."
"Ya, Ai. Aku tahu. Aku juga akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga diri sendiri dan si kecil. Tapi aku juga tetap butuh bantuan dan dukunganmu."
Mereka memutuskan untuk terbuka satu sama lain tentang perasaan mereka dan membagi tanggung jawab dalam mengatasi tantangan ini.
Yati dan Biyan tahu bahwa dengan saling mendukung, mereka akan mampu menghadapi segala hal dengan lebih kuat dan penuh keyakinan.
"Tentu, sayang. Kita akan lalui semua ini bersama-sama. Selain itu, kita juga harus tetap fokus pada kasus yang tengah kita tangani. Aku yakin dengan kerja keras dan kerjasama kita, kita akan menemukan jalan."
"Saya setuju, Ai. Kita sudah melakukannya sejauh ini, jadi tidak bisa menyerah begitu saja di tengah jalan."
__ADS_1
Mereka berdua saling meyakinkan satu sama lain bahwa mereka mampu mengatasi semua permasalahan yang dihadapi. Dalam kebersamaan dan saling percaya, mereka siap menghadapi masa depan dengan penuh semangat.
Saat malam tiba, mereka berdua berbaring di tempat tidur, saling mendekap dengan penuh kasih sayang. Mereka menyadari bahwa hidup mereka akan berubah selamanya, dan mereka sangat bahagia akan hal itu.
Mereka sudah tidak sabar untuk menyambut kehadiran sang buah hati dengan penuh cinta dan kebahagiaan.
***
"Wah, kau hebat Biyan! Selamat, ya!" ucap Aji, kakak pertama Biyan.
"Ya, selamat, Tuan Biyan."
Salah satu "orangnya" Biyan, yang ada bersama mereka, mengucapkan selamat atas berita bahagia ini.
Berita kehamilan Yati, menjadi berita yang membahagiakan bagi semua orang, terutama bagi keluarga dan teman-teman terdekat. Hal ini memberikan semangat baru di tengah-tengah situasi yang sedang mereka hadapi.
Sementara itu, perkembangan positif dalam kondisi kesehatan Mr. Andre juga menambah optimisme bagi mereka semua.
"Aku juga mendengar berita, jika kondisi Mr Andre sudah membaik." Biyan, kembali memberikan berita baik kepada semua orang.
"Benarkah? Hari ini benar-benar hari yang baik dan dua kabar gembira datang," tutur Aji, menyambut baik satu kabar lainnya.
"Ya, Kak Aji."
Dengan dua kabar baik sekaligus ini, suasana di sekitar mereka menjadi lebih cerah dan penuh harapan. Mereka pun semakin mantap untuk terus mendukung satu sama lain dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada di hadapan mereka.
Di sisi lain, Mr Andre terus mendapatkan pantauan dari pihak medis atas perkembangan kesehatannya.
Ada banyak perhatian dan doa-doa dari keluarga dan teman-temannya, juga semangat dan dukungan dari orang-orang terdekatnya yang memberinya kekuatan untuk sembuh dan kembali ke kondisi yang lebih baik.
"Semua organ tubuh sudah kembali pada fungsinya, tapi masih perlu perawatan dan pemulihan yang cukup lama."
Dokter sedang memberikan penjelasan pada dua anak Mr Andre, yang langsung datang saat mendapatkan kabar dari pihak rumah sakit atas perkembangan baik papa mereka.
__ADS_1
"Saya mengerti, dok. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, bukan?" tanya salah satu dari mereka.
"Emh, itu ..."