Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Lika-liku Kehidupan Manusia


__ADS_3

"Mbak, kita gak nambah menu atau porsi makanan gitu?"


Itu adalah pertanyaan dari salah satu pegawai warung, pada Yati.


Saat ini, warung belum buka. Mereka semua, sedang mempersiapkan makanan dengan memasak di dapur, dan ada juga yang membersihkan meja-meja di depan, bagian utama warung.


"Mbak belum berani ambil keputusan itu. Takutnya, kita kewalahan sendiri nanti."


Yati memang belum siap, untuk menambah jumlah porsi makanan, dibanding sebelumnya. Karena hal itu akan menambah waktu yang mereka butuhkan, untuk menjualnya.


"Tapi kasihan yang harus kecewa Mbak. Mereka sudah seneng-seneng datang buat makan, eh, ternyata abis, tutup karena udah abis juga. Kan kasian itu," ujar pegawai itu lagi, memberikan alasannya.


Yati mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh pegawainya tersebut.


Dia juga sebenarnya memikirkan hal yang sama. Tapi keputusan untuk itu belum berani dia ambil.


"Nanti Mbak pikirkan lagi."


*****


Setahun kemudian, warung SEDERHANA Miss Yeti, memiliki dua cabang, di tempat yang berbeda.


Dan Yati, sedang mempersiapkan diri serta segala sesuatunya, untuk membuka dua cabang warungnya yang lain lagi.


Ada banyak orang yang dipekerjakan oleh Yati, dan tentunya dengan segala pertimbangan yang dia pikirkan, untuk kemajuan warungnya, dan kebaikan para pegawainya juga.


Yati dan mbok Minah, tidak lagi terjun secara langsung untuk mengurus semua warung-warung tersebut.


Mbok Minah di rumah, dan hanya menemani Yati, jika sedang berkunjung ke warung-warung tersebut, untuk beberapa keperluan.


Meskipun mbok Minah sudah tidak banyak ikut campur urusan warung, karena dia sudah tampak lebih tua, dan memerlukan lebih banyak waktu untuk beristirahat di rumah.


Tapi, mbok Minah sangat bersyukur dan senang, karena pada akhirnya, cucunya itu, Yati, mau melepaskan dunia-nya yang dulu, dan hidup di kampung dengan sederhana.


Semua doa-doa yang dipanjatkan untuk kebaikan Yati, terwujud.


Dan itu adalah merupakan kebahagiaan dan nikmat yang sangat disyukuri oleh mbok Minah.


Meskipun Yati tidak ada niatan untuk berumah tangga, tapi mbok Minah tetap tidak berhenti untuk berdoa, semoga masih ada jodoh untuk cucunya itu.


Entah kapan dan dengan laki-laki yang mana, Mbok Minah pasrahkan saja semuanya pada Tuhan, untuk jalan yang terbaik bagi Yati kedepannya nanti.


*****


Kesuksesan seseorang, tidak luput dari doa-doa dari orang tersebut dan juga doa-doa dari orang yang ada di dekatnya.

__ADS_1


Kebaikan dan keberhasilan dalam kehidupan, selalu ada campur tangan dari orang-orang yang peduli dengan kehidupan kita.


Seperti yang dilakukan oleh Mbok Minah pada Yati.


Meskipun tidak ada hubungan darah dengan dirinya, mbok Minah merawatnya dengan baik dan mendukung segala sesuatu yang dilakukan oleh Yati selama ini.


Tapi dia tidak ada henti-hentinya dalam berdoa, untuk kebaikan Yati. Meskipun dia sendiri tidak tahu, kapan doa-doanya itu terkabul dan terwujud.


Mbok Minah hanya merasa yakin, jika tidak ada doa yang sia-sia.


Karena Tuhan, tahu apa dan kapan waktunya untuk mengabulkan doa-doa kita.


Yang penting, kita tidak perlu merasa bosan dengan semua yang kita panjatkan, demi kebaikan.


Dan mbok Minah, adalah satu dari sekian banyak orang-orang, yang berbuat baik, meskipun tidak dengan orang yang ada hubungan darah dengannya.


Di dunia ini, kebaikan tidak hanya sekedar untuk keluarga kita, karena akan ada kebaikan yang kita terima dari kebaikan yang kita lakukan.


*****


Keinginan untuk terus berubah menjadi lebih baik, juga ada pada Yati sendiri.


Apalagi, setelah dia mengetahui tentang bagaimana dirinya ada di dunia ini, dan orang-orang yang terlibat dalam segala sesuatu tentang dirinya.


Semua ini adalah jalan takdir yang diberikan oleh Tuhan kepada Yati.


Ada banyak sekali orang-orang yang sama seperti dirinya.


Begitulah sebenarnya jalan hidup ini.


Tidak semua harus sama seperti yang kita inginkan.


Akan ada hal-hal, yang akan membuat kita kecewa, marah, sedih, bahagia, dan bersyukur.


Sama halnya seperti Yati sendiri.


Dia sangat bersyukur, karena dipertemukan dengan mbok Minah, yang baik dan mau merawatnya meskipun tidak ada hubungan apa-apa di antara mereka.


Itulah sebabnya, Yati juga berusaha untuk bisa membahagiakan mbok Minah. Meskipun pada awalnya dia mengunakan cara yang salah untuk mendapatkan uang.


Yati juga memaafkan orang-orang di masa lalunya, termasuk ayahnya, tuan Wasito, yabg sekarang hidup dalam kesederhanaan juga.


Meskipun Yati belum ada niatan untuk berumah tangga. Dia tidak yakin, jika akan ada laki-laki, yang dengan tulus mencintai dirinya, dengan semua masa lalunya yang dulu.


Tapi dia tidak akan menolak, jika suatu hari nanti, akan ada jodoh yang diberikan oleh Tuhan untuknya.

__ADS_1


Yati berusaha untuk tetap berjalan sesuai dengan apa yang dia yakini.


Mengikuti jalan takdir yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuknya. Dengan segala lika-likunya juga.


*****


Sore hari, Yati baru saja pulang dari warung. Dia menutup pintu mobil, dan ada mbok Minah yang duduk di teras menuggu dirinya.


"Nduk. Ada yang mencari tadi siang."


Mbok Minah memberitahu Yati, jika tadi siang, ada seseorang yang datang mencari dirinya.


Yati mengerutkan keningnya, mendengar perkataan mbok Minah.


"Siapa mbok?"


Yati bertanya tentang orang yang tadi di maksud oleh mbok Minah. Dia tidak tahu, siapa orang yang mencari dirinya.


"Mbok lupa Nduk. Tapi orang ganteng. Masih muda. Gagah lho Nduk!"


Dengan antusias, mbok Minah menceritakan tentang seseorang, yang tadi datang mencari keberadaan Yati.


Tentu saja, apa yang dikatakan oleh mbok Minah membuat Yati merasa bingung sendiri.


Ciri-ciri yang dimiliki orang tersebut, umum di miliki oleh semua laki-laki.


"Lah, wong lanang yo ganteng to Mbok. Gagah juga. Wong lanang kan Mbok?" ( lah, laki-laki ya ganteng/ tampan. Gagah juga, kan laki-laki mbok )


"Hehehe... tapi wong lanang iki bedo Nduk." ( Hehehe... tapi laki-laki ini berbeda Nduk )


Mbok Minah terkekeh sendiri, dengan menerangkan tentang laki-laki yang dia maksud tadi.


Tapi Yati hanya menanggapi dengan menggeleng sambil tersenyum mendengar perkataan dari Mbok Minah.


Dia memang tidak tahu, dan tidak bisa menebak, siapa orang tersebut.


"Sudah Mbok. Biarkan saja. Jika ada sesuatu yang penting, pasti dia akan datang lagi nanti."


"He em. Lha tak suruh nunggu gak mau kok orangnya."


Yati hanya mengangguk saja. Dia pamit untuk masuk ke dalam rumah, karena ingin membersihkan dirinya.


Dia ingin mandi, karena selain baru saja datang dari perjalanan ke warung-warung miliknya, hari juga sudah sore.


'Siapa ya laki-laki itu?'

__ADS_1


Di dalam hatinya, Yati juga bertanya-tanya. Kira-kira, siapa orang yang tadi datang dan mencari dirinya.


__ADS_2