
Dari laporan yang sang Kakek terima, Mr Andre memberikan beberapa keterangan tentang siapa miss Kiara yang sebenarnya.
Di dalam laporan tersebut, Mr Andre menjelaskan bahwa, miss Kiara adalah salah satu cicit dari keturunan orang-orang besar dan penting dalam hubungan kekerabatan keraton Jawa, yang sudah memisahkan diri dari kekerabatan tersebut.
Keluarga miss Kiara, hidup terpisah dan menjalani kehidupan mereka, sebagaimana keinginan mereka sendiri, tanpa terikat aturan-aturan keningratan yang ketat. Mereka ingin bebas hidup di luar sana, tanpa campur tangan keluarga dan sorotan masyarakat pada umumnya.
Itulah sebabnya, mereka memilih privasi sendiri, dan tidak ada keterangan apapun dan mengunakan sosial media apapun juga, untuk memperlihatkan diri dan jati diri mereka semua.
Dan miss Kiara adalah salah satu dari keluarga mereka yang masih mengikuti jejak leluhurnya, yang mementingkan privasinya sendiri, tanpa harus berbagi informasi, untuk dikonsumsi oleh masyarakat dan publik, sehingga kehidupan sehari-hari dirinya akan di ketahui oleh orang lain.
Miss Kiara, hidup sendiri dengan warisan yang dia terima dari kedua orang tuanya, saat mereka meninggal. Dia pasti pindah dari negara Jepang, dan memulai hidup baru di Australia, dengan bisnisnya sendiri.
Sang Kakek mengangguk-anggukan kepalanya, setelah selesai membaca semua laporan yang dia terima dari Mr Andre, orang suruhannya.
Padahal yang sebenarnya tidak seperti itu.
Mr Andre hanya mengikuti dan mengembangkan apa yang diinginkan sang Kakek, dari cerita singkat yang dia berikan pada Mr Andre sendiri.
Karena keahlian dan pengalamannya dalam membuat laporan penyidikan, Mr Andre mengembangkannya sendiri, sehingga sang Kakek menjadi percaya dan yakin, jika semua rumor yang dia dengar itu salah.
"Ternyata ke-dua gadis kemarin memang mengada-ada. Nyatanya, Kiara tidak seperti yang mereka ceritakan. Mereka akan semakin iri, jika tahu kebenaran dari semua ini."
Sang Kakek bicara sendiri, setelah menutup berkas laporan tersebut.
"Oh ya, Hari ini Ginting sedang perjalanan ke Singapura, bersama dengan Surya Jaya. Kiara juga ikut. Ah, jadi sepi dan tidak ada yang bisa Aku undang ke rumah. Bagaimana ya?" Sang Kakek bertanya-tanya sendiri, di dalam ruangan kerja, yang ada di rumahnya sendiri.
__ADS_1
Akhirnya, dia memutuskan untuk menghubungi kapten pesawat jet pribadi miliknya, untuk persiapan terbang ke Singapura.
Sang Kakek, ingin menyusul cucu-cucunya ke Singapura. Dia ingin segera bertemu dengan Ginting dan juga istrinya, karena merasa bersalah atas keraguan yang dia miliki kemarin-kemarin.
Tak lama kemudian, setelah dia selesai menghubungi kapten pesawat, sang Kakek beranjak dari tempat duduknya, kemudian berjalan menuju ke arah pintu. Dia keluar dari ruangan tersebut, dengan tersenyum tipis namun tampak jelas, jika ada kelegaan yang dia rasakan pada saat ini.
Sang Kakek, menuju mencari pelayan, untuk membantu dirinya bersiap-siap, untuk perjalanannya ke Singapura hari ini juga.
Pelayan yang dimintai bantuan, justru bertanya dengan heran, "Bukannya Tuan Besar sudah meminta tuan muda Ginting, untuk ke Singapura? Kenapa Tuan Besar ke sana juga?"
"Aku hanya ingin jalan-jalan, dan meminta pada mereka untuk menemaniku, jika urusan mereka sudah selesai."
Pelayan mengangguk paham dengan jawaban yang diberikan oleh Tuan Besar-nya itu.
"Oh ya, panggil juga pengawal ku. Dua saja, Aku tidak mau banyak-banyak. Nanti, cucu-cucunya malah ngambek dan tidak nyaman, karena ada banyak pengawal. Ini bukan kunjungan resmi, jadi Aku tidak mau membuat mereka semakin jengkel dengan kehadiranku yang datang seperti layaknya seorang pejabat negara. Hahaha..."
Sekarang, sang Kakek berjalan ke arah kamarnya. Dia bersiap-siap untuk mandi, untuk keberangkatannya yang akan dia lakukan untuk beberapa jam ke depan nanti.
"Oh ya. Aku juga ingin menemui seseorang di sana. Sudah lama Aku tidak menengok. Bagaimana kabarnya ya? apa baik-baik saja, sama seperti yang dilaporkan oleh orang-orang yang menjaganya?" kata sang Kakek, dengan menghela nafas panjang dan memejamkan mata, untuk mengingat kembali semua yang sudah dia lakukan pada seseorang di masa lalunya.
"Hemmm... apa Aku yang terlalu kejam, memisahkan dia dari orang yang dia cintai? Apa Aku yang terlalu gila dengan rasaku padanya? Tapi Aku tidak terima dengan pengkhianatan yang dia lakukan padaku dulu. Aku harap, dia memaafkan semua yang sudah Aku lakukan." Sang Kakek, kembali berkata sendiri.
Sang Kakek merasa bersalah, tapi juga tidak mau menerima kesalahan yang sudah dia lakukan. Dia merasa jika, apa yang dia lakukan itu benar. Dia tidak mau dikhianati, oleh orang yang dia cintai. Meskipun sebenarnya orang itu bukanlah istrinya. Tapi sekedar sugar baby-nya saja.
*****
__ADS_1
Di restoran Jepang milik Mr Akihiko, Mr Andre datang berkunjung. Dia datang sendiri, dengan tujuan untuk mencari informasi tentang miss Yeti, yang saat ini sedang menjalani kehidupan tugasnya sebagai istri dari Mr Ginting. Cucu dari paman istrinya sendiri, sang Kakek yang lebih dia kenal dan sebut dengan panggilan Tuan Besar.
Setelah duduk, Mr Andre memesan makanan, yang biasa dia pesan jika datang ke restoran Jepang milik Mr Akihiko.
Setelah beberapa saat kemudian, makanan datang dan tersaji di meja, Mr Andre meminta pada pelayan yang melayaninya, untuk menemani dirinya makan, sambil berbincang-bincang. Dia ingin mengorek keterangan, tentang miss Yeti, dari pelayan tersebut.
Tapi ternyata dia lupa, jika di restoran Jepang itu, semua privasi pegawai dijaga ketat, dan tidak akan ada informasi yang bisa keluar. Apalagi hanya untuk pengunjung biasa.
"Apa Saya tidak bisa sedikit tahu, tentang miss Yeti? Maksudnya, sekarang ini bagaimana keadaannya dan ada di mana dia?" tanya Mr Andre, pada pelayan restoran yang sedang menemaninya makan.
Tapi ternyata, pelayan tersebut mengeleng, saat mendengar pertanyaan dari tamunya itu.
"Saya tidak mengenal miss Yeti. Apa dia pegawai di sini?" tanya pelayan tersebut, dengan nada bingung.
Mr Andre jadi berpikir jika, pelayan ini masih baru, dan tidak mengenal siapa miss Yeti yang dia maksudkan.
"Oh, ya sudah. Tidak apa-apa."
Akhirnya, Mr Andre mengalah dan melanjutkan acara makan-nya, yang sempat tertunda, karena pertanyaan yang dia ajukan pada pelayan itu.
'Aku yakin, jika Yeti sedang menjalani tugasnya dengan Ginting. Dan karena itu juga, Aku jadi tidak bisa menemuinya secara pribadi, sama seperti dulu. Ah, kapan dia selesai dengan tugasnya itu?'
Mr Andre bertanya-tanya sendiri. Dia sebenarnya merasa senang, karena dengan berada di dekat Mr Ginting, Yati, gadis yang dia cintai, akan aman dan tidak ada yang menggoda, sama seperti jika Yati ada di restoran Jepang ini.
Tapi kesulitan yang dihadapi Mr Andre adalah, dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk bisa mendekati Yati, jika sedang rindu dengan kebersamaan mereka berdua.
__ADS_1
Kini Mr Andre hanya bisa berharap, agar Yati bisa merasakan kebahagiaan bersama dengan Mr Ginting, meskipun itu hanya sementara waktu. Dia merasa sudah cukup bahagia, melihat gadis itu baik-baik saja, dalam kehidupannya yang sekarang.
Mr Andre hanya bisa melakukan apa yang bisa dia lakukan, untuk melindungi gadis itu. Meskipun itu adalah sebuah kebohongan yang harus dia lakukan, dan sewaktu-waktu bisa saja terbongkar. Dan resiko yang harus dia terima adalah, sebuah hukuman, yang dia sendiri juga tidak tahu, apa yang akan terjadi nanti.