Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Selamat Tinggal dan Sampai Jumpa Kembali


__ADS_3

Pagi hari, mereka berdiri di Dasaswamedh Ghat, menyaksikan upacara aarti yang indah. Api di tangan membakar harum dupa, sementara suara mantra memenuhi udara.


"Ini begitu mengesankan. Spiritualitasnya begitu kuat," tutur Biyan melihat dengan penuh kagum.


"Benar, Koi. Aku ikut merasa seperti ada kekuatan yang luar biasa di sini," terang Yati, dengan mata berkaca-kaca.


Setelah menyaksikan upacara tersebut, mereka mengelilingi jalanan berliku kota tua, menyaksikan kehidupan sehari-hari dan berinteraksi dengan penduduk setempat.


"Mereka begitu ramah dan hangat, ya?" tanya Yati dengan tersenyum bahagia.


"Ya, mereka memberikan kita suasana yang begitu menyentuh hati." Biyan, setuju dengan penilaian istrinya.


Kemudian, mereka mengunjungi kuil-kuil kuno dan ghats di sepanjang tepi Sungai Gangga. Mereka merasa melihat dan ikut terhubung dengan sejarah dan spiritualitas yang kuat di tempat-tempat ini.


Yati sendiri, sebelumnya belum pernah ke India, merasa sangat senang karena Akhirnya bisa melihat secara langsung negara India yang indah ini.


Biasanya, Yati hanya bisa melihat melalui film-film Bollywood yang sering diputar di stasiun televisi Indonesia.


"Tempat ini begitu bersejarah dan sakral, sama seperti yang ada di film-film Bollywood." Yati, melihat dengan mata penuh kagum.


"A-ku ... justru merasa terinspirasi oleh kekuatan spiritualitas di sini, dan ataupun Bisma. Hehehe ..."


Mereka berdua sama-sama tertawa, dengan penuh kebahagiaan. Setelahnya, mereka ikut membuang waktu dengan bermeditasi di tepi sungai, merenungkan kehidupan dan kebersamaan mereka. Sama seperti yang dilakukan oleh turis-turis asing atau pun lokal.


" Ai, Biyan. Aku merasa begitu beruntung bisa mendapatkan pengalaman ini bersamamu," ungkap Yati dengan mata berkaca-kaca karena rasa haru.


"Sama-sama, Ai. Ini adalah pengalaman yang akan selalu kita kenang, dan sewaktu-waktu bisa kita ulang.


Di Varanasi, mereka merasakan kedalaman spiritualitas dan keajaiban tradisi kota ini. Setiap momen di kota suci ini memperdalam ikatan mereka dan memperkaya jiwa mereka dengan makna yang mendalam.


Tak lupa, mereka juga mempererat hubungan dengan kegiatan malam yang romantis seperti makan malam dan menghabiskan waktu di dalam kamar sebagaimana yang seharusnya dilakukan oleh pasangan pengantin baru.


Perjalanan bulan madu mereka berakhir di Kerala, di mana mereka menemukan keindahan alam yang menakjubkan di Pegunungan Munnar dan memulai pelayaran santai di backwaters.


Di pantai Kovalam, mereka menikmati matahari terbenam yang spektakuler dan memanjakan diri dengan masakan laut segar.


Di Kerala, Yati dan Biyan menemukan keindahan alam yang menakjubkan dan kedamaian yang luar biasa.

__ADS_1


Di Pegunungan Munnar, mereka berjalan melintasi ladang teh yang luas, merasakan aroma segar dan memandang keindahan hijau yang meliputi sekeliling mereka.


"Munnar adalah surga bagi pecinta alam," terang Biyan, yang berperan seperti seorang guide.


"Ya, benar-benar menakjubkan. Aku merasa seperti seorang batu Malang atau pecinta alam, dengan alam di sini saat ini." Yati tersenyum lembut, melihat betul dia sangat bahagia.


Yati memeluk tubuh suaminya, yang tentunya disambut hangat oleh Biyan, dengan sesekali mendaratkan ciuman dan kecupan manis di kening dan bibir istrinya.


Dalam pelayaran santai di backwaters, mereka mengarungi kanal-kanal yang mengalir pelan di antara hamparan sawah dan desa-desa tradisional.


"Ini begitu damai. Aku merasa seperti waktu berjalan lebih lambat di sini, sama seperti saat berada di kampung, saat masih bersama dengan Mbok Minah."


Yati mengamati sekeliling, ingat dengan kenangan masa kecilnya saat bersama-sama dengan mendiang Mbok Minah.


"Kita bisa menghabiskan waktu selamanya di sini, bersama-sama." Biyan memandang Yati dengan penuh kasih.


"Tidak, Ai. Aku tidak terbiasa, dan aku tentunya akan sangat merindukan Indonesia, khususnya rumah dan orang-orang yang begitu baik dengan kita selama ini."


Cup!


"Kamu, memang yang terbaik, Koi."


Di pantai Kovalam, mereka menikmati keindahan matahari terbenam yang spektakuler, memancarkan cahaya emas ke laut yang tenang.


Biyan memeluk Yati, memandang ke arah cakrawala senja yang selalu begitu indah menampakkan diri dengan pembuktian keagungan dari ciptaan Tuhan.


"Ini adalah momen yang sempurna dengan wanita yang sempurna," ucap Biyan, sesekali menciumi rambut istrinya.


"Aku tidak bisa meminta lebih lagi, Ai."


Yati tersenyum merasakan suasana bahagia di dalam hatinya, bersama dengan Biyan yang sudah resmi menjadi suaminya. Tanpa menoleh ke belakang, Yati justru mengecup punggung tangan suaminya yang sedang memeluknya, berkali-kali.


Setalah puas menikmati senja, mereka memanjakan diri dengan masakan laut segar di tepi pantai, menikmati hidangan lezat sambil mendengarkan suara ombak yang menghiasi malam yang dihiasi sinar bulan.


"Ini adalah akhir perjalanan yang sempurna, Ai. Dan aku seperti menjadi tokoh dalam film-film Bollywood yang romantis," ungkap Yati dengan tersenyum puas.


"Ya, ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah kita lupakan. Sesekali kita akan kembali ke sini untuk mempererat cinta kita."

__ADS_1


Di Kerala, mereka menemukan keindahan alam yang luar biasa dan menghabiskan waktu bersama-sama dalam momen-momen yang penuh kedamaian dan cinta.


Setiap tempat yang mereka kunjungi memberikan mereka pengalaman yang tak terlupakan, menguatkan ikatan cinta mereka yang semakin dalam.


"Kita akan membuat anak sebelum kembali ke Indonesia, dan aku mau anak kita nanti akan lebih melengkapi cinta kita."


"Ah, itu sih memang mau aku juga, Ai. Tapi, janganlah terlalu berkata mesum. Aku malu," tutur Yati, mengingatkan Biyan.


Meskipun ia bukanlah wanita lugu, bahkan jauh lebih berpengalaman, tapi entah kenapa bersama dengan suaminya yang resmi dan sah sekarang justru ia merasa malu.


Wajahnya memerah, setiap membahas urusan ranjang dan kegiatan intim mereka. Tapi itu justru membuat Biyan merasa bahagia, sebab istrinya yang sudah berubah dibanding dengan yang dulu.


***


Saat mereka bersiap untuk kembali ke Indonesia setelah dua minggu berada di India dengan banyaknya petualangan yang tak terlupakan, Yati dan Biyan merasa sangat senang. Dan semua yang mereka lakukan penuh dengan kenangan indah.


"Koi, ini adalah pengalaman yang luar biasa. Aku sangat bersyukur bisa menghabiskan waktu ini bersamamu, berharap suatu hari nanti kita masih bisa mengulang dan mengulangnya lagi."


"Ya, aku juga Ai. India benar-benar telah memberikan kenangan tak terlupakan, dan semoga oleh-olehnya juga menyenangkan."


Biyan segera memeluk istrinya dengan erat, berharap apa yang dikatakan oleh istrinya adalah sebuah doa dan segera dikabulkan, itu memiliki momongan.


Sekarang mereka mulai mempersiapkan barang-barang mereka, memastikan bahwa segalanya teratur dan siap untuk kepulangan ke Indonesia. Mereka juga memeriksa kembali paspor dan dokumen-dokumen lainnya untuk memastikan semuanya berjalan lancar, tanpa hambatan berarti.


Saat mereka berada di bandara, mereka masih memandang ke belakang dengan rasa syukur dan kebahagiaan atas semua yang mereka alami.


"Aku yakin kita akan kembali ke India suatu hari nanti, Koi." Yati, berkata karena melihat Biyan yang berkali-kali menoleh ke belakang.


"Aku juga yakin, Koi. Tapi sekarang, kita harus segera kembali ke rumah kita di Indonesia," sahut Biyan, memaksakan senyuman.


Mereka naik pesawat dengan hati yang penuh dengan kenangan dan rasa syukur. Mereka tahu bahwa petualangan bulan madu ini telah memperdalam ikatan cinta mereka dan mereka siap untuk melangkah ke masa depan bersama dengan lebih banyak keberanian dan kepercayaan.


Setiap momen di India memenuhi hati mereka dengan keajaiban dan kenangan tak terlupakan yang akan mereka bawa pulang dalam perjalanan hidup mereka bersama.


"Sampai jumpa, India. Sampai jumpa, kenangan indah. Selamat tinggal, petualangan yang luar biasa. Sampai jumpa di lain waktu."


Mereka mengucapkan kalimat yang penuh dengan rasa terima kasih, harapan dan doa serta kebahagiaan dalam cinta.

__ADS_1


Sementara itu, di Indonesia, pergerakan bayangan yang selalu membayangi telah dilakukan Hiroshi. Asisten Mr Akihiko, setelah mendapatkan wewenang untuk melakukan apa saja sebagai ajang balas dendam dari Mr Akihiko sendiri.


Dan tidak ada yang pernah tahu, jika Hiroshi lebih berbahaya dibandingkan dengan Mr Akihiko sendiri.


__ADS_2