
"Maaf, a-ku ..."
"Egh ... a-ku juga minta maaf."
Setelah momen yang sedikit intim, mereka kembali kesadaran mereka. Membuat keduanya sedikit merasakan rasa canggung.
Biyan dan Yati akhirnya duduk bersama di sofa yang ada di kamarnya Yati. Mereka berbicara dengan serius tentang kejadian tadi
"Kita harus memastikan keamanan selalu terjaga, terutama dalam acara lamaran nanti." Biyan, bicara dengan serius.
"Benar, Biyan. Aku tidak ingin ada risiko lebih lanjut," sahut Yati, yang masih merasa khawatir.
"Emhhh ... bagaimana jika kita mengalihkan acara ke Jakarta saja?" tanya Biyan, meminta persetujuan dari Yati.
Biyan, memberikan alasan dipindahkannya acara ke Jakarta, agar lebih memudahkan pekerjaannya untuk pengamanan. Ini karena usaha agen security dan bodyguard-nya ada di Jakarta.
Di Jakarta, ada Aji atau keluarga besarnya, yang masih ada hubungan darah dengan Mr Ginting juga.
"Jadi ... Mr Ginting itu ..."
"Ya, Mr Ginting dan aku masih satu buyut."
Secara singkat, Biyan menceritakan hubungan keluarganya dengan keluarga Mr Ginting. Calon suaminya Yati itu, menceritakan bahwa dia juga baru mengetahuinya semingguan yang lalu, saat ia berada di Jakarta dan Mr Ginting datang untuk menemuinya.
"Kak Aji juga tahu, tapi tidak terlalu dekat. Kak Aji justru lebih mengenal Surya, sepupunya Mr Ginting."
"Surya," sebut Yati, mengulang perkataan Biyan yang menyebutkan nama Surya.
"Ya, Surya adalah sepupu Mr Ginting yang ditugaskan untuk menjalankan semua usaha keluarganya yang berada di Jakarta. Mungkin, termasuk perusahaan Mr Andre, ya sekarang dipegang oleh anaknya."
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Biyan, Yati mengangguk meskipun tidak sepenuhnya paham. Ia tidak terlalu peduli dengan usaha-usaha orang-orang sukses seperti mereka.
Akhirnya, setelah membicarakan rencana mereka tadi, mereka memutuskan untuk mengalihkan acara lamaran ke Jakarta untuk memudahkan tugas.
__ADS_1
Yati setuju dengan keputusan tersebut untuk mengalihkan acara lamaran ke Jakarta, sebab yakin bahwa ini adalah langkah yang bijak untuk memastikan keamanan semua orang yang terlibat.
"Aku percaya bahwa ini adalah keputusan yang terbaik, Biyan. Kita harus memikirkan dan memprioritaskan keamanan kita semua."
Biyan tersenyum dan merasa lega bahwa Yati tidak merasa keberatan. Dengan demikian, mereka dapat bekerja sama dengan baik dalam mengatasi situasi ini.
"Terima kasih, Yati. Kita akan bekerja keras untuk memastikan semuanya berjalan lancar di Jakarta."
Sekarang ini, mereka berdua menunjukkan jika keduanya dapat mengatasi cobaan dengan bijak dan secara bersama-sama mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang-orang yang mereka cintai. Mereka bersatu dalam tekad dan cinta mereka, siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin datang di depan mereka.
Dan mereka sadar jika setiap cobaan akan selalu datang di manapun dan kapanpun mereka berada. Hanya saja, usaha dan doa harus dilakukan dengan sebaik mungkin.
***
Sementara itu, di tempatnya berada sekarang, Mr Akihiko mulai merasakan ketakutan yang menghampiri dirinya. Dia menyadari bahwa Yati memiliki para pelindung yang kuat termasuk Mr Andre, seseorang yang tidak akan ragu untuk melindungi keamanan Yati.
"Situasinya semakin rumit. Saya harus berhati-hati dalam setiap langkah yang saya ambil," gumam Mr Akihiko, menyadari keadaannya yang sekarang.
Dia menyadari bahwa dengan Mr Andre di pihak Yati, upayanya untuk mencapai tujuannya akan semakin sulit. Kepedulian Mr Andre terhadap keselamatan Yati memunculkan ancaman baru yang harus diatasi.
Mr Akihiko merasa tekanan yang semakin besar seiring dengan kesadaran akan situasi yang semakin kompleks ini. Dia tahu bahwa dia harus berpikir cepat dan bergerak dengan bijak jika ingin mencapai tujuannya.
Keberadaan Mr Andre adalah faktor yang tidak boleh diabaikan, dan dia harus mencari cara untuk mengatasinya. Apalagi jika Mr Ginting juga ikut bersatu bersama mereka.
"Sialan! Ternyata, calon suami Mis Yeti juga bukan orang sembarangan."
Ketakutan Mr Akihiko semakin meningkat ketika dia menyadari bahwa Biyan, calon suami Yati, bukanlah orang biasa. Informasi ini memunculkan ketidakpastian baru dalam rencananya.
"Jadi Biyan memiliki keahlian atau kekuatan khusus, dengan agen yang pimpinnya. Ini membuat situasinya semakin rumit," gumam Mr Akihiko, lagi.
Pria Jepang itu menyadari bahwa, dengan kehadiran Mr Andre dan kemampuan khusus Biyan, usahanya untuk mencapai tujuannya akan semakin sulit. Mereka bukanlah lawan-lawan yang dapat diabaikan begitu saja olehnya.
Tapi untuk mundur, Mr Akihiko juga tidak ada kesempatan lagi. Jadi, meskipun tidak mendapatkan Mis Yeti, Mr Akihiko tetap terancam oleh kekuasaan dan kekuatan mereka.
__ADS_1
"Saya harus merevaluasi strategi saya dari sebelumnya. Saya perlu mencari kelemahan mereka dan mencari cara untuk memanfaatkan kelemahan itu," gumam Mr Akihiko, yang berpikir keras.
Mr Akihiko merasa tekanan yang semakin besar untuk mengatasi hambatan-hambatan baru yang muncul. Dia tahu bahwa dia harus berpikir jauh ke depan dan mencari peluang untuk mempengaruhi situasi sesuai dengan keuntungannya.
Keberadaan Biyan dan koneksi kuatnya dengan Mr Andre adalah tantangan baru yang harus diatasi Mr Akihiko untuk kedepannya.
Akhirnya, Mr Akihiko memutuskan untuk sementara waktu tetap berada di persembunyiannya. Dia menyadari bahwa dengan situasi yang semakin rumit dan kehadiran orang-orang yang melindungi Yati, langkah terbaiknya adalah tetap diam dan menghilang!
"Saya harus tetap di sini dan mencari cara untuk mengamati situasi dengan lebih baik."
Senyum di wajah Mr Akihiko, tampak memperlihatkan kemenangan. Dia berusaha untuk menghibur dirinya sendiri.
Namun, dia juga menyadari bahwa tidak mungkin untuk sepenuhnya memastikan bahwa dirinya tidak akan ditemukan oleh orang-orang Mr Andre. Mereka memiliki koneksi dan sumber daya atau orang-orang yang kuat dan terlatih. Dengan demikian, dia tidak boleh meremehkan kemampuan mereka.
"Saya harus waspada dan berpikir strategis. Mungkin ada cara untuk mengubah arah situasi ini, tapi aku saja yang belum menemukan."
Pria Jepang itu kembali memutuskan untuk menghabiskan waktunya, guna berpikir dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya dengan hati-hati. Keputusan yang akan dia buat selanjutnya sangat penting, dan dia harus mempertimbangkan setiap kemungkinan dengan bijak.
****
Di Jakarta, satu minggu kemudian.
Acara lamaran dan pernikahan Yati dan Biyan akhirnya diadakan di Jakarta. Meskipun semula direncanakan sebagai lamaran, namun mereka memutuskan untuk langsung melangsungkan pernikahan.
Acara tersebut tidak terlalu besar, namun juga tidak bisa dianggap kecil untuk ukuran orang-orang biasa.
Ruangannya dihiasi dengan indah, menciptakan suasana yang hangat dan intim. Keluarga dan teman-teman terdekat berkumpul untuk merayakan momen bahagia ini bersama Yati dan Biyan.
Ijab qobul dilakukan dengan lancar, tanpa ada halangan yang berarti. Semua tamu yang hadir, memberikan doa terbaik untuk kedua mempelai.
"Kami doakan, semoga bahagia selalu."
"Semoga tidak ada halangan untuk kebahagiaan kalian, dan keluarga kalian ke depannya."
__ADS_1
Yati dan Biyan saling berpegangan tangan dengan erat, matanya bersinar penuh kebahagiaan. Mereka telah menantikan momen ini dengan penuh harap.
Tamu-tamu memberikan ucapan selamat dan doa terbaik untuk pasangan baru ini. Mereka bisa merasakan kebahagiaan yang tulus dari Yati dan Biyan, dan doa-doa mereka memenuhi ruangan dengan harapan dan keberkahan.