Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Hubungan Darah


__ADS_3

Dua hari kemudian, orang yang diberikan tugas Mr Ginting memberikan laporan detail tentang latar belakang keluarga Biyan. Mr Ginting membaca dengan cermat setiap informasi yang disajikan di depannya.


"Tampaknya Biyan memiliki latar belakang yang cukup misterius. Saya harus berbicara dengan Surya untuk mendapatkan klarifikasi."


Ketika Mr Ginting mengetahui bahwa Biyan adalah anak dari mendiang pengusaha sukses Aji Saka, dia merasa terkejut dan takjub. Fakta ini memberikan dimensi baru pada hubungan antara Biyan dan dirinya, terutama karena masih ada hubungan darah dengan keluarga kakeknya Mr Ginting sendiri.


"Ternyata Biyan memiliki latar belakang keluarga yang cukup berpengaruh."


Pria itu merenung sejenak, mencoba memahami implikasi dari pengetahuan baru ini. Keterkaitan Biyan dengan keluarga kakeknya, membuatnya menyesali sesuatu.


"Seharusnya aku berbicara dengan Biyan untuk memahami semua ini, dan niatnya menikah dengan Mis Yeti itu apa?"


"Lalu ... Hubungan keluarga kami ini, mungkin Biyan juga tidak mengetahuinya."


Dengan pemahaman baru tentang latar belakang Biyan, Mr Ginting memutuskan untuk mencari kesempatan agar bisa berbicara dengan pria itu. Dia ingin mendengar dari Biyan sendiri tentang bagaimana hubungan keluarganya mempengaruhi keputusan yang telah diambilnya.


Tapi, tentu saja itu tidak bisa dilakukannya dengan terburu-buru. Mr Ginting tidak mau jika Biyan, ada salah paham dengannya.


Dengan laporan dalam genggamannya, Mr Ginting memutuskan untuk mengundang Surya terlebih dahulu. Sepupunya yang lebih paham dengan silsilah keluarganya dibanding dengan dirinya. Ini ia lakukan karena ada nama kakeknya, yang ternyata adalah saudara dari kakeknya Biyan.


"Itu artinya, papanya Biyan masih sepupunya papaku?" tanya Mr Ginting, pada dirinya sendiri.


Kini, Mr Ginting menyesal kenapa sewaktu muda begitu acuh dengan keluarga besar-nya sendiri. Itu disebabkan dendamnya pada Sang Kakek atas kematian kedua orang tuanya, sehingga ia tidak mau mengenal keluarganya sendiri.


"Baiklah, sepertinya mengundang Surya adalah keputusan yang bijak sebelum aku bicara dengan Biyan selanjutnya."


Dengan mengundang Surya, Mr Ginting ingin memahami lebih dalam tentang Biyan dan kebenaran di balik hubungannya dengan Mis Yeti juga.


Mr. Ginting mengundang Surya ke ruangannya untuk membahas hal penting yang terkait dengan Biyan dan hubungannya dengan keluarga besar mereka.


Tok tok tok


"Masuklah, Surya!"

__ADS_1


Clek!


Surya memasuki ruangan dengan tatapan serius, menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih mendalam yang ingin dibicarakan oleh Mr Ginting dengannya.


"Surya, emh ... aku mengundangmu datang karena aku membutuhkan bantuanmu, dan ini adalah hal yang penting."


"Ya, tentu saja. Jika tidak ada yang penting, tidak mungkin kamu mengundangku ke sana. Hehehe ..."


Surya, adalah seorang laki-laki yang tidak terlalu "serius" karena rasa humornya yang tinggi.


"Sorry, hehehe. Ada apa?" tanya Surya, mencoba untuk mode serius, saat menghadapi sepupunya yang kaku ini.


"Aku, ingin mengetahui lebih banyak tentang silsilah keluarga, yang aku bawa ini."


Mr Ginting, meletakkan beberapa lembar kertas yang tadi dipegangnya di depan Surya, kemudian memberikan penjelasan sedikit tentang permasalahan yang ingin Ia ketahui.


"Sepertinya pria ini, yaitu Biyan adalah bagian dari keluarga besar kita, dan hubungannya dengan Mis Yeti juga memiliki dimensi yang lebih dalam."


"Ok, aku paham. Aku, akan membantu sebaik yang aku bisa dari apa yang aku ketahui."


"Aku membutuhkan informasi tentang silsilah keluarga ini. Aku perlu mengerti bagaimana Biyan terhubung dengan kita dan mengapa ia memiliki hubungan dengan Mis Yeti?"


Surya, yang baru mengetahui tentang hubungan antara Biyan dengan Mis, cukup terkejut juga.


Pria itu juga tahu jika mamanya Biyan, baru saja meninggal beberapa waktu kemarin. Ia juga sempat datang ke rumah duka, dan ikut dalam prosesi pemakaman mamanya Biyan.


Tapi bukan itu yang ingin dijelaskan oleh Surya pada Mr Ginting, sebab sepupunya ini perlu klarifikasi tentang hubungan darah mereka.


"Jadi begini," kata Surya, memulai penjelasannya.


Pria itu mulai menjelaskan tentang silsilah keluarga mereka, menunjukkan hubungan antara Biyan, ayahnya, dan kakek mereka yang ternyata adalah saudara. Mereka berdua membicarakan tentang masa lalu keluarga mereka, yang memang tidak terlalu dekat lagi setelah kematian mamanya Aji Saka, alias neneknya Biyan.


"Sekarang aku menyadari betapa pentingnya untuk memahami keluarga kita sendiri. Aku menyesal atas sikap acuh yang aku lakukan, dulu." Mr. Ginting berbicara dengan nada penuh penyesalan.

__ADS_1


"Sangat wajar, itu! Kita semua memiliki masa lalu yang kompleks. Yang penting sekarang adalah bagaimana kita memahami dan membina hubungan dengan keluarga kita."


Pertemuannya dengan Surya, membantu Mr Ginting memahami lebih dalam tentang hubungan Biyan dengan keluarga mereka.


Mereka berdua berdiskusi dengan cermat, mencari pemahaman yang lebih mendalam tentang situasi ini.


"tidak sendirian, Ginting. Masa lalu adalah bagian dari perjalanan hidup kita. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar darinya dan bergerak maju."


Surya, berbicara seakan-akan ia adalah orang yang sangat bijak, tidak seperti biasanya yang penuh dengan canda tawa.


"Hm, ya. Itu benar, Surya. Sekarang, aku ingin memahami lebih dalam tentang hubungan Biyan dengan keluarga ini. Aku perlu tahu apakah niatnya sungguh tulus terhadap Mis Yeti, atau karena ia terpesona saat tugas kemarin."


"Tugas? Apa maksudnya dengan tugas, Ginting?" tanya Surya, yang tidak mengerti maksud perkataan Mr Ginting barusan.


Akhirnya, Mr Ginting memberikan penjelasan tentang sedikit permasalahan yang ia hadapi beberapa waktu lalu, yang ada hubungannya dengan Mis Yeti dan Biyan.


Setelah mendengar penjelasan dari sepupunya, Surya cukup terkejut, tapi ia memilih untuk diam dan tidak memberikan komentar apapun.


Mr Ginting dan Surya melanjutkan diskusi mereka lagi, membahas setiap detail yang terkait dengan hubungan Biyan dengan keluarga besar mereka. Mereka berdua berusaha untuk memahami situasi ini dengan baik dan memastikan bahwa keputusan yang diambil Biyan bersama dengan Yati adalah didasarkan pada cinta, bukan karena sesuatu yang tidak mereka ketahui.


"Tapi, mamanya Biyan, Tante Cilla, baru saja meninggal."


Tiba-tiba, Surya berbicara menyampaikan tentang keadaan mamanya Biyan. Dan Mr Ginting, terkejut saat mengetahui berita ini.


"Benarkah, kapan?" tanya Mr Ginting kaget.


"Emh ... beberapa minggu yang lalu saat kamu pergi ke Batam. Tapi, perusahaan sudah mengirimkan karangan bunga. Aku juga datang ke pemakaman."


"Ya, terima kasih Surya. Sebenarnya, aku tahu jika mamanya Biyan sakit. Sebab sewaktu tugas, Dian tiba-tiba izin pulang karena mendapat berita tersebut. Tapi, aku tidak mengetahui jika ternyata keadaannya sampai meninggal dunia."


Akhirnya, Mr Ginting memutuskan untuk mengirimkan bunga secara pribadi.


Tindakan Mr Ginting yang ingin mengirimkan karangan bunga belasungkawa, karena ia ingin menunjukkan tanda penghormatan dan empati yang tulus terhadap Biyan dan keluarganya. Meskipun terlambat, gestur ini adalah bentuk pengakuan atas kehilangan yang dialami Biyan dan saudara-saudaranya.

__ADS_1


__ADS_2