Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Bertemu Dengan Biyan


__ADS_3

Seminggu kemudian, Yati tampak lebih tenang, karena ayahnya, tuan Wasito, sudah kembali ke kotanya sendiri.


Meskipun kemarin, di saat ayahnya itu mau pergi, sempat meneleponnya juga.


Ayahnya Yati mengatakan bahwa, dia akan tetap berusaha, untuk bisa mendapatkan maaf, dan juga menemani Yati selama hidupnya ke depan nanti.


Tuan Wasito merasa sangat menyesal, karena telah meninggalkan dirinya sewaktu masih bayi, bersama dengan Ibunya waktu itu. Dia juga menyalahkan Mr Andre, yang sudah mengusirnya pada saat itu.


Tapi sepertinya, Yati belum bisa menerima tawaran dari ayahnya sendiri. Dia masih ingin melanjutkan apa-apa, yang ingin dia lakukan.


Sekarang, Yati juga bisa mempunyai waktu luang yang cukup, untuk bisa berkencan dengan beberapa cowok.


Dia tidak terikat dengan sebuah pernikahan, jadi dia bebas melakukan kencan, tanpa merasa takut jika akan ketahuan.


Yati baru berusia Dua puluh lima tahun. Tapi, jika berkenalan dengan seseorang, Yati lebih suka menyebutkan angka dua puluh tujuh tahun, untuk mengakui jika itu adalah usia dirinya.


Malam ini, dia saat Yati sedang berkunjung di sebuah kafe, yang ada tak jauh dari tempat dia bekerja, dia berkenalan dengan seorang cowok, yang masih muda.


Dan yang pasti, pemuda itu juga tampan. Bahkan, pemuda itu masih tampak seperti seorang remaja yang masih ada di bangku sekolah.


"Hai, Aku Biyan." ( Baca Anak Genius Namaku Aji )


Tiba-tiba, cowok itu mengajak Yati untuk berkenalan. Bahkan, tanpa ragu, cowok tersebut menyebutkan namanya sendiri, dan tidak bertanya pada Yati, dengan namanya.


Itu adalah hal yang biasa, karena perkenalan tidak harus bertanya tentang sebuah nama.


Saat Ada seseorang yang menyebutkan namanya sendiri, itu artinya, dia juga ingin tahu, siapa namamu, tanpa harus bertanya.


"Hai juga, Aku..."


"Miss Yeti!"


Yati belum sempat memperkenalkan dirinya, pada pemuda yang mengajaknya berkenalan, saat ada seorang pelayan restoran Mr Akihiko, yang secara kebetulan memanggil namanya.


"Miss. Sedang nyantai di sini juga?" tanya orang tersebut, pada Yati.


Yati hanya bisa mengangguk saja, kemudian tersenyum canggung, pada pemuda tadi.


"Oh ya Miss, Saya pamit ke sana dulu ya!"


Yati mengangguk mengiyakan perkataan orang tersebut. Dia tidak menyahut, dan hanya diam dalam kecanggungan.


"Oh, namanya miss Yeti. Nama yang unik."

__ADS_1


Terdengar suara gumaman pemuda tadi, yang tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Yati yang serba salah.


Akhirnya, Yati berusaha untuk bisa menyesuaikan diri, dengan pemuda tersebut. Apalagi, jika dilihat-lihat, Biyan adalah pemuda yang baik.


Yati berpikir bahwa, kemungkinan besar, Biyan dalam keadaan seperti para remaja yang lainnya, yang mungkin sedang ada didalam keadaan broken home, atau keluarganya sedang bermasalah.


Akhirnya, mereka berdua bisa berbincangan tentang hal-hal yang ringan, sampai tidak terasa, jika waktu sudah semakin larut.


Yati pamit pulang terlebih dahulu, karena dia ingin beristirahat, setelah tadi juga menghabiskan waktunya di panti pijat dan salon milik Mr Akihiko.


"Aku antar pulang Miss."


Biyan menawari Yati, untuk mengantarkan dirinya pulang ke rumah.


Tapi, tentunya Yati menolak tawaran tersebut. Selain Yati yang merasa tidak enak hati, dia juga membawa mobil sendiri.


Tapi ternyata, tanpa sepengetahuan Yati, Biyan mengikuti ke mana Yati pulang.


Biyan mengikuti mobil Yati, dari jarak jauh dan tidak bisa di ketahui oleh Yati sendiri. Dia merasa penasaran, dengan sosok Yati, yang menarik perhatiannya malam ini.


*****


Malam berikutnya, Yati kembali bertemu dengan remaja itu, Biyan.


Dari apa yang mereka perbincangkan, Yati tahu, jika Biyan bukan cowok biasa.


Cowok itu juga sepertinya terpelajar, dan dari keluarga baik-baik. Bukan seperti yang dipikirkan oleh Yati kemarin-kemarin.


Tapi, ada yang membuat Yati bingung.


Pada saat tertentu, Biyan salah menyebutkan nama untuknya. Remaja itu, menyebut nama Yati dengan nama kak El, atau kadang juga Elisa.


Meskipun Biyan selalu meminta maaf, jika ada kesalahan saat menyebut miss Yeti dengan sebutan tadi, tapi tentu saja, Yati merasa ada yang aneh.


'Siapa Elisa?'


Begitulah kira-kira Yati bertanya, yang merasa penasaran dengan orang yang bernama Elisa tadi. Karena sepertinya, Biyan selalu terbayang-bayang dengan orang tersebut.


Sayangnya, saat Yati bertanya, Biyan justru menjawab pertanyaan itu dengan hal lain, yang tidak ada sangkut pautnya dengan pertanyaan yang tadi.


"Miss Yeti. Kamu mau gak jadi pacarku?"


Tiba-tiba, Biyan bertanya kepada Yati, tentang sebuah hubungan.

__ADS_1


"Kamu belum punya pacar kan? jadi harus mau!" Biyan bertanya lagi, meskipun pertanyaan yang tadi bekum juga di jawab oleh Yati.


Menurut Yati, Biyan itu sopan dan tutur kata juga halus. Tapi terkadang, dua itu pe_maksa. Sama seperti pertanyaannya kali ini.


Biyan tidak mau di tolak.


"Besok, Aku ajak pulang. Aku kenalkan dengan mamaku."


Yati terbelalak mendengar perkataan dari Biyan. Dia tidak berpikir tentang hubungan yang sejauh itu. Karena Yati sadar, jika dia tidak pantas untuk Biyan.


Tapi sepertinya Biyan bukan tipe cowok yang mudah menyerah. Dia tetap memaksa Yati, untuk diajak pulang besok pagi. Dia ingin memperkenalkan Yati pada mamanya. Dan Yati yakin, jika ini bukan hal yang bisa dikatakan baik.


Tapi, untuk menuntaskan rasa penasarannya pada Biyan, Yati hanya bisa mengangguk saja, setelah dipaksa juga oleh pacar berondong_nya itu.


Padahal, hubungan antara mereka berdua juga baru saja terjalin.


Tapi sepertinya Yati juga tidak bisa menolak tawaran tersebut, meskipun dia tidak tahu, apa yang akan terjadi nanti.


*****


Besok pagi, Yati benar-benar diajak pulang oleh Biyan ke rumah. Dia tidak tahu, jika Biyan tidak pulang ke rumah semalaman.


Biyan memperkenalkan Yati pada mamanya. Mama Cilla.


Seorang wanita yang masih terlihat cantik dan awet muda, diusianya yang sebenarnya. Dia juga tampak ramah, meskipun sebenarnya merasa sangat kaget, mendengar perkataan dari Biyan, yang mengaku-ngaku akan segera menikahi Yati dalam waktu dekat, setelah dia selesai ujian sekolah.


"Ma. Ini miss Yeti, pacarnya Biyan. Dan Aku akan segera menikahinya, setelah lulus sekolah nanti."


Bukan hanya mamanya Biyan yang kaget, mendengar perkataan Biyan.


Yati justru sangat terkejut, dan tidak menyangka jika Biyan senekad itu.


Yati juga merasa jika, ada sesuatu pada pacarnya itu. Karena mama Cilla, mamanya Biyan, tidak banyak berkomentar tentang perkataan yang diucapkan oleh Biyan tadi.


Tapi pada saat ada kesempatan, mama Cilla berkata pada Yati, "nanti kita perlu bicara berdua saja."


Dan dari apa yang dikatakan oleh mamanya Biyan ini, Yati merasa sangat yakin, jika dia tidak diterima oleh mama pacarnya itu.


Yati hanya bisa mengangguk saja, mendengar permintaan dari mama Cilla.


Mungkin, semua orang tua, terutama mama, akan melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan oleh mama Cilla, jika tiba-tiba, mendapati anak remajanya yang belum lulus sekolah, justru membawa seorang wanita ke rumah, dan memperkenalkan dirinya sebagai calon istrinya, dan akan segera menikah setelah lulus sekolah.


Hal yang sedikitnya tidak masuk akal, untuk ukuran orang-orang normal pada umumnya.

__ADS_1


Dan Yati sendiri, tidak pernah berpikir sejauh itu, untuk bisa mendapatkan seorang suami dari kalangan orang-orang papan atas, sama seperti keluarga Biyan.


Karena ternyata, keluarga Biyan termasuk salah satu keluarga pengusaha sukses, di Indonesia.


__ADS_2