Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Salah Paham


__ADS_3

Yati belum bisa memutuskan dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Mr Akihiko. Dia juga masih berusaha untuk menyakinkan dirinya sendiri, untuk bisa menjalani hari-harinya di kampung halamannya, tanpa menjadi seorang gheisa lagi.


Dia tidak ingin berurusan dengan orang-orang, yang menurut Yati sendiri banyak intrik dan tidak tulus.


Yati sadar bahwa, kehidupan yang dia jalani ini, hanya sekedar kamuflase atau juga fatamorgana, dan tidak nyata untuk dijalani. Dia harus bisa meyakinkan dirinya sendiri, untuk bisa keluar dari kehidupannya yang sekarang.


"Miss Yeti!"


Suara itu adalah suara Biyan. Dia sedang menunggu miss Yeti, pacarnya yabg berkerja di sebuah restoran Jepang.


Bukan. Bukan di restoran Jepang tersebut. Tapi di panti pijat dan salon, yang ada di lantai atas, dari bangunan restoran Jepang itu.


Tapi sepertinya Yati tidak mendengar panggilan dari pacar mudanya itu. Dia terus berjalan ke arah mobil, yang sudah menunggunya.


Bahkan, Yati juga tampak memeluk dan berciuman dengan orang, yang baru saja keluar dari dalam mobil itu.


Bug bug!


Laki-laki itu, yang baru saja melepaskan pelukannya pada Yati, tersungkur dengan memegangi perutnya.


Biyan memukul laki-laki itu, tepat di bagian perutnya, dan itu membuat orang tersebut limbung dan terjatuh, karena tidak siap dengan serangan yang dia terima tadi.


"Mr Johan!"


Yati berteriak keras, memangil nama orang yang tadi dia peluk.


"Biyan?"


Saat menoleh ke arah orang yang menyerang Mr Johan, Yati terbelalak kaget, karena orang tersebut adalah Biyan. Pacar berondongnya, yang sudah ingin dia tinggalkan.


Mr Johan sedang ada kepentingan di Indonesia. Jadi, dia menghubungi Yati, karena merasa kangen dengan mantan istri kontraknya itu.


Tapi sepertinya Biyan, yang tidak tahu apa hubungan antara Yati dengan orang bule tersebut, mengira bahwa, Yati sedang ads janji temu, untuk berkencan dengan bule itu.


Dia merasa marah, karena di bakar cemburu dengan apa yang dia lihat tadi.


Pada akhirnya, Mr Johan tidak menerima perlakuan yang dia terima dari Biyan. Dia orangnya perfeksionis, dan sangat menjaga dirinya dari segala macam debu, merasa sangat menyesal, karena harus jatuh tersungkur dan mengenai tanah.

__ADS_1


Mr Johan membalas Biyan, dengan memukulnya juga. Dan itu semua menjadikan sebuah perkelahian di area parkir restoran Jepang milik Mr Akihiko.


Security datang, untuk melerai keduanya.


Tapi Biyan yang sudah kalap, tidak mau terima begitu saja. Dia masih memukul pipi Mr Johan, sehingga Mr Johan tidak bisa lagi menerima perlakuan yang dilakukan oleh Biyan.


Dia melaporkan semua kejadian ini pada pihak yang berwajib. Dia menelpon pihak agensi perusahaan, untuk membantunya membawa masalah ini ke pihak kepolisian.


Dan akhirnya, Biyan di tangkap polisi, tak lama kemudian.


Yati sudah berusaha untuk menjelaskan pada Mr Johan, dengan kesalahpahaman yang terjadi, antara dirinya, Biyan dan Mr Andre Johan.


"Ini tidak sama seperti yang Mr Johan pikirkan."


Tapi karena laporan tentang penyerangan terhadap dirinya sudah masuk ke kantor polisi, Yati tidak bisa dengan mudah meminta pada mantan suaminya itu, untuk memaafkan Biyan. Kekasih mudanya itu.


"Miss Yeti. Apakah Kamu tidak lihat? Ini sangat keterlaluan dan tentunya juga sakit."


Begitulah jawaban yang diberikan oleh Mr Johan, saat Yati meminta maaf dan mencoba untuk membantu Biyan, agar Mr Johan mencabut laporannya tentang penyerang dan penganiyaan dirinya.


Mr Johan tidak mendengar perkataan Yati. Dia pulang ke hotel, di mana saat ini dia menginap.


Yati menemani Biyan, yang di tahan di kantor polisi. Dia juga mencoba untuk menghibur Biyan, dengan cara memberinya nasehat, fan menjelaskan kesalahpahaman antara Biyan dengan Mr Johan.


"Jadi, dia tadi mantan suamimu miss Yeti?" tanya Biyan, yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yati kepadanya.


Yati mengangguk pasti. Dia juga menjelaskan pada Biyan, bahwa Mr Johan adalah suaminya yang pertama. Dan orangnya juga sangat baik.


Di saat Yati masih berbicara tentang Mr Johan, keluarga Biyan datang. Ada mama Cilla dan papanya juga, yang ternyata adalah salah satu pengusaha yang cukup sukses di bidangnya.


Mamanya Biyan, langsung memeluk anaknya itu, dengan berderai air mata.


Yati jadi merasa bersalah, karena telah menyebabkan Biyan berada dalam masalah ini. Tapi Yati akan tetap berusaha, untuk bisa membuat Mr Johan mencabut laporan dan tuntutan yang dia lakukan terhadap Biyan malam ini.


"Bagaimana bisa ini terjadi pada anak Saya?" tanya papanya Biyan, pada salah satu anggota kepolisian yang berjaga.


Akhirnya, polisi itu menjelaskan duduk persoalannya.

__ADS_1


"Miss. Tolong bantu Biyan, agar bisa keluar dari dalam tahanan, dan juga tuntutan dari orang yang sudah membawanya ke kantor polisi ini."


Mamanya Biyan, mama Cilla, meminta pada Yati, agar bisa mengeluarkan Biyan, dan membebaskan dirinya juga dari tuntutan yang sudah dibuat oleh Mr Johan.


"Saya akan usahakan Tante. Saya sudah bicara juga dengan Mr Johan. Tapi karena Mr Johan sedang dalam keadaan kesakitan dan emosi, dia belum bisa mendengarkan permintaan dari Saya tadi. Tante tenang ya, Saya pasti tetap usahakan untuk kebaikan Biyan."


Meskipun keluarga Biyan membawa seorang pengacara untuk membela Biyan, ternyata itu tidak mampu membuatnya bebas dari jeratan hukum. Karena kasusnya ini termasuk pelanggaran yang berat, karena adanya unsur kesengajaan.


Apalagi, Mr Johan juga tidak menerima tawaran apapun dari pihak kepolisian. Dia akan tetap mengusahakan tindakan hukum untuk pengaduan yang dia lakukan tadi.


Polisi juga tidak berani menerima jaminan hukum, yang diminta oleh papanya Biyan, meskipun dia adalah seorang pengusaha yang cukup terkenal.


Itulah sebabnya, mamanya Biyan meminta pada Yati, untuk bisa membantunya, agar anaknya itu, Biyan, bisa fi bebaskan, karena pihak pelapor mencabut laporannya tentang penyerangan dan penganiyaan yang dia terima tadi.


Kini, semua tergantung dari usaha yang dilakukan oleh Yati.


Dengan menghela nafas panjang, Yati menyakinkan dirinya sendiri bahwa, Mr Johan, Boo nya itu, masih memandang dirinya, sebagai seorang wanita yang dia sayangi, sehingga apa yang dia minta, akan diturutinya.


Meskipun sebenarnya, Yati juga tidak punya keyakinan yang sebesar dulu, saat dia masih berstatus sebagai istri dari Mr Johan.


'Aku harus bisa membantu Biyan, dengan menyakinkan pada Mr Johan, jika Biyan bukan pacar atau kekasihku. Dia hanya sebatas pengagum, yang sebenarnya sedang mengalihkan perhatian dari kakak iparnya, yang dia cintai. Ini hanya emosi sesaat seorang remaja.'


Begitulah Yati menyakinkan dirinya, agar bisa membicarakan soal ini pada Mr Johan.


Yati akhirnya mendatangi hotel, di mana Mr Johan menginap, selama berada di Indonesia.


Dengan bertanya pada resepsionis hotel, Yati akhirnya mendapatkan nomer kamar Mr Johan menginap. Dan dengan langkah pasti, Yati melangkah ke arah nomer tersebut, dengan naik lift terlebih dahulu.


Kamar yang Yati tuju, ada di lantai sepuluh. Dan Yati juga harus sabar, menghadapi karakter Mr Johan, yang dulu dikenalnya.


"Semoga saja, Mr Johan bisa memaafkan Biyan, meskipun itu harus dengan syarat yang akan dia ajukan padaku nantinya."


Begitulah yang dipikirkan oleh Yati saat ini. Dia berpikir bahwa, Mr Johan tidak mungkin mau melepaskan Biyan begitu saja, jika tidak ada syarat yang harus dipenuhi oleh Yati.


Apapun akan dilakukan oleh Yati. Demi seorang Biyan, dan juga keluarganya Biyan. Terutama mamanya Biyan, yaitu mama Cilla.


Karena Yati tahu, bagaimana rasanya hidup tanpa kasih sayang dari orang-orang yang dia sayangi, dan menyayangi dirinya juga

__ADS_1


__ADS_2