Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Semua Punya Rahasia Sendiri


__ADS_3

Yati baru tahu tentang Bros Bunga itu, dari Mbok Minah. Orang yang selama ini menjadi satu-satunya anggota keluarganya, karena memang tidak ada orang lain, selain mereka berdua. Mbok Minah dan Yati sendiri.


Mbok Minah juga baru mengatakan semuanya, tentang jati dirinya yang sebenarnya, pada waktu usia Yati berumur sembilan belas lebih. Bahkan hampir dua puluh tahun.


Diusia yang sudah tidak lagi anak-anak itulah, Mbok Minah mengatakan kebenaran, tentang masa lalunya Yati, yang dia temukan di area persawahan, di kampungnya. Kampung yang lumayan jauh dari jangkauan pandang, jika dilihat dari jalan raya utama menuju ke arah kota.


Waktu itu, Yati menangis sesenggukan sambil memeluk Mbok Minah, yang masih terus berkata, menceritakan semuanya.


Mbok Minah berpikir bahwa, cucunya itu sudah saatnya tahu, apa yang dia sembunyikan selama bertahun-tahun lamanya, dengan semua misteri tentang keadaan dirinya yang sebenarnya.


Mungkin, Yati bisa mencari keberadaan orang tuanya, dengan bekal Bros Bunga itu. Bahkan, keranjang bayi, selimut bayi, empeng dan baju bayi, juga masih tersimpan dengan baik di almari mbok Minah, yang ada di kamarnya sendiri, sehingga Yati tidak pernah tahu, keberadaan barang-barang tersebut.


Mbok Minah berpesan, agar Yati tidak usah mencari-cari keberadaan kedua orang tuanya, karena itu akan menyusahkan dirinya sendiri, apalagi, dia juga bekerja. "Jika nasib membawa keberuntungan untukmu, mungkin secara tidak sengaja, waktu yang akan membawamu ke tempat, dimana Kamu bisa menemukan mereka. Tapi jika tidak ada kesempatan untuk bisa bertemu dengan orang tuamu, Kamu tidak usah memikirkan banyak hal. Mungkin, memang sudah nasib, jika Kamu hanya untuk menjadi putuku, cucuku."


Yati hanya mengangguk di dalam pelukan Mbok Minah, di saat mendengar semua perkataan dan nasehat yang dia berikan.


Dan di saat berada di kota, Yati bekerja, sambil mencari-cari informasi tentang toko perhiasan dan aksesoris wanita, yang mungkin saja tahu, atau mengenal Bros Bunga, yang dia miliki.


Tapi ternyata usaha yang dilakukan oleh Yati tidak membuahkan hasil. Bahkan Yati juga sampai mencari-cari berita mengenai Bros Bunga itu, di internet. namun sayangnya, semua usaha Yati belum membuahkan hasil.


Hingga pada suatu hari, Di saat baru saja lepas dari kontraknya bersama Mr Johan, Yati dipertemukan dengan ahli perhiasan,boleh salah satu temannya, yang sering melakukan arisan-arisan perhiasan, dengan para wanita dari kelas sosial tinggi.


Dari temannya itu, Yati dipertemukan dengan seseorang yang sudah sangat tua. Penglihatan dan juga ingatannya, sudah tidak sebaik kebanyakan orang normal. Mungkin karena usianya yang sudah lebih dari delapan puluh tahun.


Tapi, orang tua itu tidak bisa memberinya banyak informasi. Orang itu hanya berkata bahwa, Bros Bunga itu pernah dipesan oleh seseorang, yang berpangkat dan bukan orang sembarangan. Dia memesan khusus, dan ada tempat khusus untuk bisa digunakan sebagai tempat menyembunyikan sesuatu.


Sayangnya, orang tua itu tidak tahu, dan tidak ingat, bagaimana caranya membuka Bros Bunga itu, karena sepertinya, ada beberapa bagian yang sudah diubah oleh orang lain, sehingga dia tidak tahu lagi, secara detail, tentang bentuk Bros Bunga itu.

__ADS_1


Tapi, jika memang ada rahasia dibalik Bros Bunga itu, akan ada orang yang benar-benar tertarik, jika melihatnya, meskipun hanya sekali. Karena orang itu, pastinya sangat mengenal Bros Bunga tersebut.


"Jika hanya sekedar bertanya, beli di mana, bagus sekali, pesan pada siapa, atau boleh juga tuh Bros-nya, mereka bukanlah orang-orang yang tahu betul tentang Bros Bunga tersebut. Mereka hanya sekedar kagum. Tapi jika ada seseorang yang benar-benar ingin tahu, dan ingin menyentuhnya, bisa jadi, dia adalah salah satu dari orang-orang yang mengetahui tentang rahasia Bros Bunga itu. Apalagi jika dia juga melakukan segala hal, untuk bisa mendapatkan Bros Bunga yang Kamu miliki itu, tentunya, dia adalah orang yang sebenarnya memiliki Bros Bunga, atau yang berhubungan secara langsung, dengan pemilik Bros Bunga tersebut."


Begitulah kira-kira pesan dari pemikiran sang ahli perhiasan. Mungkin dia bisa mengatakan semua itu karena, sejarah dari pemesanan Bros Bunga tersebut, terkesan tidak biasa dan misterius.


Dan kini, Yati jadi curiga dengan apa yang terjadi pada kakeknya Mr Ginting.


Sang Kakek terlihat gugup dan lebih banyak diam, tapi dengan terus melihat ke arah Bros tersebut. Meskipun sekarang ini, Yati mengunakan jas milik suaminya, Mr Ginting, untuk menutupi bagian tubuh atasnya, termasuk Bros Bunga tersebut.


"Ayo kita pulang!"


Tiba-tiba, Mr Ginting mengajak Yati untuk pulang. Dan ajakan suaminya itu, membuat Yati sadar dari lamunannya tentang ahli perhiasan dan semua perkataannya yang dulu.


"Hei, kenapa Kalian berdua buru-buru. Apa kalian tidak mau ikut membantu Kakek tua ini, untuk membuka beberapa kado dari tamu, termasuk dari kalian?" ucap sang Kakek, yang berusaha untuk mencegah kepergian cucunya, terutama istri cucunya itu, yaitu Yati.


"Tidak. Kami mau pulang."


Akhirnya, sang Kakek tidak lagi memaksa. Dia hanya bisa mengangguk saja, kemudian beranjak dari tempat duduknya, sama seperti yang dilakukan oleh cucunya itu. Sedangkan Yati, menyambut uluran tangan Mr Ginting, yang membantunya untuk berdiri.


Sang Kakek hanya bisa melihat kepergian mereka berdua, tanpa bisa mencegahnya lagi.


Tapi, tatapan mata sang Kakek, terlihat ada kemarahan, kekecewaan dan rencana, untuk bisa mendapatkan Bros Bunga tersebut, dari tangan istri cucunya.


"Kiara. Siapa sebenarnya dirimu? Lalu, bagaimana dengan semua laporan yang diberikan Andre padaku kemarin? Apa Andre juga sudah tahu, siapa sebenarnya Kiara?"


Pertanyaan demi pertanyaan, muncul di hati sang Kakek.

__ADS_1


Dia merasa jika, Mr Andre menyembunyikan sesuatu darinya, agar tidak tahu kebenaran yang sesungguhnya, tentang latar belakang keluarga dari istri cucunya, yang di awal perkenalan menyebutkan nama dengan nama, Reina Akiara.


"Aku harus bertanya kepada Andre, terkait laporan dan apa yang Aku ketahui malam ini."


Akhirnya, sang Kakek memutuskan untuk menghubungi Mr Andre, malam ini juga. Karena di luar negeri, tempat Mr Andre bertugas, waktu sekarang adalah sore hari.


Tapi ternyata, telpon Mr Andre sibuk dan tidak bisa dihubungi.


"Aku kirim pesan lewat email saja. Dengan begini, pesan akan ke lebih aman. Aku juga tidak akan menyinggung tentang laporan atupun Kiara dan Bros Bunga_nya. Biar saja, setelah dia membaca, dia yang akan menghubungiku terlebih dahulu."


Dengan berkirim pesan lewat email, sang Kakek hanya mengatakan bahwa, Mr Andre, diminta untuk segera menghubungi dirinya, jika sudah selesai membaca pesannya.


Sang Kakek tidak mau mengambil resiko, dengan bertanya dan menceritakan tentang semua itu, lewat pesan, meskipun itu lewat email.


Dia tidak ingin, jika ada kebocoran dari rahasianya. Ini untuk meminimalkan dampak, jika sampai email Mr Andre terakses dengan pihak keamanan negara.


*****


Dalam perjalanan pulang, Yati lebih banyak diam dan tidak bertanya atau bercerita pada Mr Ginting. Dia lebih banyak melamun sendiri, sehingga membuat suaminya bertanya kepadanya.


"Apa ada sesuatu yang kamu pikirkan,?"


Yati menoleh ke arah suaminya, Mr Ginting, yang bertanya kepadanya. "Tidak. Tak ada yang sedang aku pikirkan."


Dengan menjawab pertanyaan dari suaminya itu, Yati ingin memberitahukan kepada suaminya, jika dia baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan."


Mr Ginting mengangguk paham, meskipun sebenarnya dia masih saja merasa, jika antara istrinya itu dengan sang kakek, ada sesuatu yang tidak dia ketahui, tentang apa dan kenapa, kakeknya itu, sehingga sama-sama mempunyai rahasia, yang belum bisa terungkap. Dan sepertinya mereka berdua juga belum bisa membicarakan masalah yang terjadi pada mereka berdua.

__ADS_1


Mr Ginting hanya berharap agar sang Kakek tidak ada masalah yang serius, dengan keberadaan istrinya itu, dan juga rahasia yang mereka simpan, untuk dua tahun ke depan.


Rahasia antara Mr Ginting dan miss Yeti, tentang pernikahan kontrak mereka berdua, yang memang dirahasiakan dari orang-orang, terutama pada sang Kakek dan juga keluarga besarnya sendiri.


__ADS_2