
Karangan bunga belasungkawa itu tiba di rumah duka dengan pesan singkat yang mengucapkan belasungkawa atas kepergian mamanya Biyan. Mr Ginting berharap bahwa tindakannya ini dapat memberikan sedikit kenyamanan bagi keluarga Biyan, dalam masa kesedihannya yang telah berlalu beberapa waktu lalu.
Sementara Biyan menerima karangan bunga itu dengan campuran perasaan, ia juga menghargai tindakan Mr Ginting yang akhirnya mengirimkan penghormatan untuk mamanya. Tapi ia juga merasa tidak enak hati karena permasalahan Mr Ginting dengan Yati beberapa waktu lalu, dan ia tahu bagaimana kisah mereka.
"Sebaiknya aku menghubungi Mr Ginting, dan memberikan penjelasan padanya."
Biyan mengambil inisiatif untuk menelepon Mr Ginting, memutuskan untuk membuka hati dan menjelaskan situasi yang terjadi.
Tut tut tut
"Ya halo, selamat siang, Biyan?" jawab Mr Ginting, saat mendapat telepon dari Biyan.
"Halo, Mr Ginting. Saya, ingin berbicara dengan Anda tentang sesuatu yang penting." Biyan, menyampaikan maksud dan tujuannya menghubungi Mr Ginting.
"Tentu, saya mendengarkan. Ada apa?" tanya Mr Ginting, Du tempatnya sana.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas karangan bunga belasungkawa yang Anda kirimkan untuk mamaku. Itu sangat berarti, sekali lagi terima kasih.
"Tidak masalah, Biyan. Saya hanya ingin memberikan sedikit kenyamanan bagi Anda dan keluarga Anda dalam masa sedih ini. Maaf, karena waktunya terlambat."
"Tidak apa-apa, Mr Ginting. Saya, sebenarnya saya ingin berbicara secara langsung. Apakah Anda ada waktu?" tanya Biyan, penuh harap.
"Bagaimana kalau ... kita bicara sambil makan malam mungkin anda punya rekomendasi restoran atau tempat berbicara yang nyaman?"
"Hemmm, baiklah. Nanti saya kirim lokasi, di mana kita bisa bertemu."
"Baik, terima kasih, Mr Ginting."
"Ya, sama-sama."
Klik!
Biyan, menghela nafas panjang setelah panggilan telepon terputus. Dia, harus bisa mempersiapkan diri untuk memberikan penjelasan pada Pria yang pernah memberinya pekerjaan sebagai bukti pribadi.
Pada malam harinya, Biyan dan Mr Ginting memutuskan untuk bertemu di sebuah restoran yang tenang dan penuh dengan suasana yang hangat. Mereka duduk di sudut ruangan, tempat mereka bisa berbicara dengan lebih tenang.
Biyan memulai percakapan dengan memberikan ucapan terima kasih atas pertemuan ini.
"Terima kasih, Mr Ginting, karena bersedia bertemu dengan saya. Saya menghargai waktu dan kesempatannya."
__ADS_1
Biyan, mengucapkan terima kasih setelah tidak pernah bertemu lagi, selesai dengan pekerjaannya waktu itu
"Tidak masalah, Biyan. Saya pikir ini adalah waktu yang tepat untuk membahas hal-hal penting."
Biyan, merasa canggung mendengar perkataan Mr Ginting yang seperti menyindirnya. Tapi ia tetap tersenyum, berusaha untuk tenang.
Mereka memesan makanan dan minuman terlebih dahulu, menciptakan suasana yang lebih santai. Setelah beberapa saat, Biyan memilih untuk membuka percakapan tentang Yati. Wanita yang akan menjadi istrinya untuk ke depannya nanti.
"Saya ingin kembali mengucapkan permintaan maaf saya, Mr Ginting. Saya menyadari bahwa situasi ini mungkin sulit bagi Anda."
"Saya menghargai kejujuran dan keprihatinan Anda, Biyan. Sebelumnya saya tidak tahu menahu, bahwa Anda dan Mis Yeti memiliki sejarah yang ..."
Mr Ginting, tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena ia melihat wajah Biyan yang berubah menjadi lebih tegang.
"Hai, tidak apa-apa. Kita, sama-sama dewasa untuk membahas hal ini."
"Oh, ya, maaf."
Biyan sadar, bagaimana masa lalu Yati. Tapi, ia berusaha untuk tidak lagi mempermasalahkannya. Ia yakin dengan niat dan keputusan yang diambilnya untuk istri Yati.
"Ya, memang begitu. Tapi saya ingin memastikan bahwa keputusan kami untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan tidak ada hubungannya dengan bisnis, ambisi atau apapun itu yang mungkin ada di pikiran orang-orang."
"Saya paham, Biyan. Saya akan mencoba untuk mendukung keputusan Anda. Yang terpenting adalah kebahagiaan dan kesejahteraan Mis Yeti, dengan siapapun dia memilih."
Mereka melanjutkan percakapan dengan penuh kejujuran dan terbuka, mencoba untuk memahami satu sama lain dan mencari jalan terbaik untuk melanjutkan ke depan.
Meskipun situasi ini kompleks, mereka berdua menunjukkan tekad untuk memahami dan mendukung satu sama lain. Suasana di restoran itu penuh dengan kenyamanan dari rasa hormat kedua belah pihak.
"Saya juga ingin berbicara tentang hubungan saya dengan Mis Yeti di masa lalu. Saya tahu bahwa ini mungkin agak rumit dan melibatkan masa lalu yang kompleks."
Biyan, berusaha untuk memberikan sedikit penjelasan tentang hubungannya dengan Yati di masa lalu, supaya tidak ada kesalahpahaman.
"Saya mengerti. Silakan berbicara, Biyan." Mr Ginting, mempersilahkan.
Akhirnya, Biyan menceritakan secara singkat bagaimana ia bisa mengenal Yati, memiliki hubungan dan restu yang berbenturan dengan latar belakang pekerjaan Yati, umur mereka yang berbeda. Dan yang lebih penting kenapa mama Cilla menolak hubungan mereka adalah, Biyan masih ada di bangku sekolah SMA!
"Saya menghormati keputusan Anda, Biyan. Apakah ini berarti Anda berencana untuk melanjutkan hubungan dengan Mis Yeti, ke jenjang pernikahan?" tanya Mr Ginting, memastikan sekali lagi.
"Ya, kami berencana untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Saya berharap Anda dapat memahami situasi ini."
__ADS_1
Mendengar jawaban Biyan yang begitu percaya diri, Mr Ginting tersenyum tipis. Mr Ginting dan Biyan memang tidak terpaut jauh dengan umur, jadi Mr Ginting tahu bagaimana cara Pria memberikan ekspresi dari sesuatu yang dirasakan.
Meskipun Mr Ginting tidak bisa seperti itu, sama seperti Biyan, sebab dia terbiasa dengan sesuatu hal yang kaku yang sering dipendamnya sendiri dalam hati.
"Saya menghargai kejujuran Anda, Biyan. Saya hanya ingin yang terbaik untuk Anda. Semoga Anda dan Mis Yeti dapat menemukan kebahagiaan bersama."
Percakapan mereka ini adalah langkah penting dalam membangun pemahaman dan dukungan antara Biyan dan Mr Ginting. Meluruskan sesuatu yang mungkin menjadi salah paham di antara mereka.
Meskipun kompleks, mereka berdua mencoba untuk saling menghormati keputusan dan perasaan satu sama lain. Ini adalah awal dari pembukaan baru dalam dinamika hubungan mereka.
Setelah pembicaraan yang terbuka tentang hubungan Biyan dan Yati, MrGinting memilih untuk berbagi sesuatu yang mungkin akan mengubah perspektif mereka.
"Biyan, sebenarnya ada sesuatu yang mungkin belum Anda ketahui. Ada hubungan darah di antara kita."
Biyan memandang Mr. Ginting dengan heran, tidak menyangka bahwa ada hubungan lebih dalam di antara mereka.
"Apa maksud Anda, Mr. Ginting?" tanya Biyan dengan cepat.
"Kakek saya dan kakek Anda adalah saudara kandung. Itu berarti, kita memiliki hubungan darah sebagai sepupu satu buyut."
Biyan terkejut mendengar kabar ini. Dia tidak pernah menduga bahwa mereka memiliki hubungan keluarga yang begitu dekat.
'Apa ini? Aku tidak pernah tahu,' batin Biyan dalam hati.
Mr Ginting, tersenyum tipis melihat bagaimana reaksi Biyan. Ini juga ia rasakan pada saat baru mengetahuinya, saat ia mendapatkan informasi tentang latar belakang dan keluarga Biyan.
"Saya benar-benar tidak tahu tentang hal ini. Ini sungguh mengejutkan, Mr Ginting."
"Saya juga baru mengetahuinya setelah mencari informasi tentang latar belakang Anda. Saya menyesal bahwa saya tidak memahami pentingnya keluarga kita sebelumnya."
Pembicaraan tentang masalah hubungan keluarga ini, membuka mata mereka tentang hubungan mereka yang lebih dalam daripada yang mereka duga. Mereka berdua merasa terkejut namun juga merasa bersyukur dengan cara yang baru.
"Terima kasih, Mr. Ginting, telah berbagi ini dengan saya. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah saya, duga."
"Saya pikir ini akan membantu kita dalam memahami dan mendukung satu sama lain di masa depan."
Mereka berdua merasa bahwa pembicaraan ini membuka pintu untuk membangun hubungan yang lebih mendalam dan kuat di antara mereka, di masa yang akan datang. Mereka menyadari pentingnya keluarga dan bagaimana itu dapat mempengaruhi hubungan mereka ke depannya.
Tapi Biyan merasa perlu untuk memastikan kebenaran tentang hubungan darah yang baru diungkapkan oleh Mr Ginting. Dia memutuskan untuk menghubungi kakak pertamanya, Aji, yang mungkin memiliki informasi lebih lanjut tentang sejarah keluarga mereka.
__ADS_1
'Aku, akan bertanya pada kak Aji. Aku tidak mau jika ini adalah sesuatu yang direncanakan Mr Ginting, karena siapa tahu dia masih berambisi untuk mendapatkan Mis Yeti.'