
"Sayang, Ai. Aku tak sabar melihat wajah buah cinta kita," tutur Yati dengan mengusap perutnya.
"Aku juga, Koi. Ini sungguh berkah besar bagiku," terang Biyan, tersenyum dan ikut mengusap perut isterinya.
Sementara itu, tangan Biyan yang kiri terus bekerja keras untuk menyelidiki kasus-kasus yang tengah mereka tangani, dengan membaca laporan email di laptopnya. Ia ingin memastikan bahwa semua usaha mereka benar-benar terwujud, meskipun mereka juga menyadari bahwa tantangan besar masih menanti di depan.
'Terima kasih, Biyan. Kau telah menunjukkan betapa pentingnya keluarga.' Pesan dari Mr Andre, yang sudah lebih sehat dibandingkan kemarin kemarin.
"Anda adalah keluarga bagi kami, Mr Andre. Segera sembuh, ya!" balas Biyan penuh harapan.
Kakak Pertamanya, juga mengirimkan email yang memang mereka gunakan untuk berkomunikasi yang lebih baik daripada pesan biasa.
'Aku pikir kita harus periksa lagi bukti-bukti yang ada.'
'Setuju. Detail kecil mungkin jadi kunci,' balas Mr Ginting, yang membuat Biyan juga mengangguk setuju saat membacanya.
Di samping Biyan, Yati sedang menghubungi Bu Nina yang ada di Semarang. Yati, memberikan kabar tentang kehamilannya pada mantan perawat mendiang ayahnya.
Bu Nina juga, orang yang kini dipercaya olehnya untuk mengurus segala sesuatu tentang rumah dan usaha yang ada di kota Semarang sana.
"Bu Nina, saya bahagia sekali memberitahukan kabar ini, bahwa saya sedang hamil."
"Astaga, benarkah?! Selamat, Mbak Yati! Bagaimana perasaan, Mas Biyan?" tanya Bu Nina dengan antusias.
"Dia sangat bahagia, Bu. Kami tak sabar menyambut bayi kami."
Kini, mereka melanjutkan obrolan dan Biyan sesekali ikut menyahuti atau tersenyum saat mendengar perbincangan kedua wanita tersebut, yang berada di tempat yang berbeda sangat jauh karena Yati ada di Jakarta sedangkan Bu Nina ada di kota Semarang.
Biyan juga tetap fokus pada email kakaknya, yaitu Aji, yang memberikan kabar bahwa tuntutan untuk penyalahgunaan usaha restoran Mr Akihiko, sudah ditangani oleh pihak-pihak terkait.
Akhirnya tuntutan untuk Mr Akihiko dibuat oleh pihak terkait untuk usahanya yang ilegal, bukan dari pihak mereka, setelah mendapatkan tekanan dari beberapa pihak yang meminta kejelasan tentang izin usahanya Mr Akihiko tersebut.
'Atas desakan dari berbagai pihak, akhirnya polisi juga mau mengungkapkan kebenaran atas kecelakaan maut yang dialami oleh Mr Andre. Semua memang ada unsur kesengajaan, apalagi mereka juga menerima rekaman cctv yang kakak temukan, yang sengaja mereka tutupi.'
__ADS_1
'Wah ... lalu, apakah ada oknum polisi masih berusaha untuk menghalangi?' tanya Biyan.
'Tentu saja. Tidak semuanya semudah yang kita bayangkan, tapi karena kakak berikan bukti yang akurat tentu saja oknum polisi yang mencoba menghalangi itu tidak berani berbuat macam-macam.'
Pengungkapan kebenaran ini adalah langkah penting untuk memastikan keadilan terwujud. Dan mereka hanya berharap, semoga saja pihak berwenang dapat menindaklanjuti hal ini dengan tegas dan adil.
Setelah pengungkapan kebenaran, pihak kepolisian bergerak cepat untuk menangkap para pelaku yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Bukti yang cukup kuat telah ditemukan, termasuk bukti keterlibatan Mr Akihiko dan asistennya, Hiroshi.
'Jadi, yang merencanakan semua rencana mereka di lapangan adalah asistennya Mr Akihiko sendiri?' tanya Biyan, yang sebelumnya sudah sempat curiga dari beberapa ceritanya Yati.
'Ya. Untungnya Hiroshi tidak banyak melawan setelah banyaknya bukti yang menyudutkan dirinya.'
Para pelaku segera dihadapkan pada proses hukum yang adil. Kini, keadilan akan berjalan dan semua pihak yang terlibat akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
***
Setelah pengungkapan kebenaran, suasana persidangan menjadi semakin tegang. Di antara para terdakwa dan pengacara mereka, Mr Akihiko, yang kini juga menjadi terdakwa lagi, terlihat gelisah dalam persidangan.
"Kita harus siapkan strategi yang kuat untuk membela kasus ini, Mr Akihiko. Bukti yang ada sangat membebankan pihak kita," Pengacara pria Jepang itu, terlihat pesimis.
"Saya akan mencoba yang terbaik, tapi kita membutuhkan kebijaksanaan dan kerja sama dari semua pihak."
"Apa?" tanya Mr Akihiko dengan cepat.
***
Sementara itu, di rumah sakit, Biyan dan Yati sedang bersiap-siap untuk memulai perjalanan baru mereka, baik sebagai suami istri maupun sebagai orang tua yang akan segera memiliki tambahan anggota keluarga.
Biyan dan Yati menghadapi tantangan besar dengan kasus yang tengah dihadapinya. Namun, mereka tidak sendiri. Mereka memiliki tim yang solid dan saling mendukung.
Jadi, meskipun mereka tidak hadir di pengadilan, mereka percaya bahwa orang yang berada dan hadir di pengadilan mampu menangani.
"Mereka tetap fokus pada kasus ini, Koi. Dan juga, kita akan segera menjadi orang tua. Kita harus kuat, dan percayakan semuanya pada mereka."
__ADS_1
"Ya, Ai. Kita akan melalui ini bersama-sama. Dan mengenai kehamilan ini, aku rasa kita perlu memikirkan persiapan yang matang juga. Iya, kan?"
"Tentu, sayang. Kita akan membuat segala persiapan yang diperlukan," sahut Biyan dengan wajah berseri.
Karena ada jadwal pemeriksaan kehamilan Yati di rumah sakit, mereka tidak bisa hadir dengan tepat waktu di pengadilan. Mereka akan menyusul dan hadir setelah semua urusan mereka selesai.
Sementara itu, di persidangan, suasana semakin panas. Pengacara dari pihak korban mempertanyakan setiap detail kasus dengan tajam.
"Apakah benar, Mr Akihiko, bahwa Anda memiliki motif terselubung dalam kecelakaan Mr Andre?" tanya pengacara penggugat.
"Saya tidak terlibat dalam kecelakaan itu. Ini adalah fitnah!" jawab Mr Akihiko dengan tegas, sama seperti saat pemeriksaan.
Kasus ini akan menjadi ujian yang lebih besar bagi Mr Akihiko, setelah kasusnya yang beberapa waktu kemarin juga menghebohkan. Tapi seperti biasanya, Mr Akihiko seakan-akan tidak pernah merasa takut.
Mr Akihiko masih memiliki keyakinan dalam hatinya, bahwa ia memiliki orang-orang yang akan mendukung dan membelanya, karena hubungan baik mereka sebelumnya.
sayangnya, orang-orang yang pernah mendukungnya saat berkasus dengan mendiang ayahnya Yati, ini sudah tidak bisa bergerak seperti dulu. Ada banyak tekanan yang membuat mereka tidak berani melangkah untuk membantu Mr Akihiko.
"Baik. Saya mengerti, jika Anda menolak untuk mengakuinya. Apalagi saat kejadian, Anda memang sedang berada di lapas. T-api ... beberapa bukti memberikan penjelasan bahwa anda bisa mendapatkan keistimewaan untuk melakukan apa saja di dalam kamar lapas."
"Itu tidak benar, Bapak Hakim ketua!"
Mr Akihiko, berteriak kencang menolak argumentasi yang diberikan oleh pengacara penggugat.
Tapi tak lama kemudian, pihak pengacara penggugat memberikan bukti-bukti yang akurat sebagaimana kelakuannya yang nyatanya mendapat beberapa keistimewaan dari sibir yang sudah mereka suap.
Bahkan yang sekarang terjadi, kasus penyuapan ini pun mencuat dan dalam proses penyidikan. Oknum-oknum sipir, sementara waktu sudah dinonaktifkan demi suksesnya penyelidikan ini.
'Sial! Bagaimana bisa semuanya terungkap?!'
Dalam keadaan kesal dan marah, Mr Akihiko menatap tajam ke arah asistennya yang kini menunduk tak berani menatapnya.
"Hiroshi!" panggil Mr Akihiko dengan suara tegas tapi ditekan, supaya tidak terdengar oleh telinga orang lain.
__ADS_1
Sayangnya, Hiroshi tetap menunduk dan tidak berani memperlihatkan wajahnya pada sang Bos!