Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Pertanyaan Yang Tidak Terjawab


__ADS_3

"Panggil saja dengan Nduk, Nak, atau apa saja, yang bisa disebut sebagai seorang anak."


Laki-laki itu tertegun mendengar jawaban dari Yati. Dia merasa heran, karena tidak ada seorang wanita, yang bisa menolak pesonanya selama ini.


"Hahaha... apa Kamu bercanda Mbak? Bagaimana mungkin Saya akan memanggil dengan sebutan itu?" tanya laki-laki tersebut, yang menyangka bahwa, Yati sedang bergurau.


Sekarang, Yati tersenyum sinis, saat melihat dan mendengar jawaban dari tuan Wasito, pemilik hotel yang saat ini sudah berganti suasananya.


"Ya. Anda sangat tahu pasti, jika Saya sedang bercanda. Lalu apa maksud Anda bertanya tadi?"


Akhirnya, Yati memutuskan untuk ikut kemauan dari laki-laki tersebut. Dia ingin tahu, apa yang sebenarnya diinginkan olehnya, dengan pura-pura bertanya-tanya.


"Apa Anda sedang dalam perjalanan... maksudnya, Anda ingin mencari seseorang, atau lari dari seseorang. Mungkin Saya bisa bantu," ujar laki-laki tadi, dengan pertanyaan yang dia ajukan pada Yati lagi.


Akhirnya, Yati bercerita pada Tuan Wasito, bahwa dia memang sedang mencari keberadaan seorang laki-laki, yang sudah pergi meninggalkan wanita-nya, bersama dengan seorang bayi yang baru saja lahir.


Laki-laki itu tidak bertanggung jawab, atas perbuatannya pada wanita-nya tersebut. Padahal wanita itu baru saja melahirkan, bahkan mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari seseorang, dengan menyiksaan. Sehingga membuat wanita-nya itu depresi dan terganggu kesehatan jiwanya.


Di akhir cerita, Yati berkata, "tapi sayangnya, laki-laki itu malah pergi, dan tidak melindungi wanita-nya dan juga anaknya yang baru saja lahir."


Laki-laki itu mendengar cerita dari Yati dengan berdiam diri sejenak. Dia tampak serius, menyimaknya.Dia juga merasa sedang mendengarkan cerita tentang dirinya sendiri.


Tapi, karena dia tidak mau jika ada orang lain yang tahu kebenaran tentang dirinya, maka dia mengomentari cerita wanita yang baru saja menginap di hotel miliknya ini dengan berkata, "Lalu, kemana Anda akan mencarinya Mbak? Bukankah Anda tidak tahu, di mana sekarang laki-laki itu berada?"


Dengan tersenyum tipis, Yati mengangguk mengiyakan pertanyaan dari laki-laki yang sedang berkomentar tentang kehidupannya sendiri.


"Ya, Saya memang tidak tahu, di mana dia berada. Tapi Aku tahu, nama daerahnya. Aku juga tahu, Nana asli dari laki-laki tersebut, yang sekarang sudah tidak lagi ingat tentang dirinya sendiri."


Laki-laki itu kembali tertegun. Dia merasa jika, cerita yang dia dengarkan ini sama seperti ceritanya sendiri. Bahkan, sangat mirip.


"Jika boleh tahu, mungkin... ya mungkin saja, Saya mengenalnya, atau tahu di mana letak daerah tersebut."


Laki-laki itu menjeda kalimatnya. Dia melihat bagaimana ekspresi wajah Yati, kemudian melanjutkan lagi kata-katanya. "Jika Saya tidak tahu, mungkin Saya bisa bertanya pada anak-anak, maksudnya, pegawai yang ada di hotel, atau toko di depan. Siapa nama laki-laki itu?"


"Emhhh, namanya Tama."

__ADS_1


Deg!


Wajah laki-laki tersebut tampak pias. Darah seakan-akan berhenti dan tidak mengalir dengan baik, sehingga jantungnya tidak bisa berdetak secara normal.


Yati tidak melanjutkan kalimatnya. Dia diam sejenak, untuk memperhatikan bagaimana laki-laki itu sekarang.


Sayangnya, laki-laki, yang di ketahui Yati dengan nama Tuan Wasito ini diam dan seakan-akan bisu.


Tuan Wasito tidak mampu berkata-kata. Lidahnya terasa kaku dan tidak bisa digerakkan.


Bahkan, jantungnya juga serasa berhenti, tepat saat wanita di depannya saat ini menyebutkan nama Tama.


"Apa_apakah Kamu tahu, wajah, emhhh.. maksudku... wajah laki-laki itu, apa Kamu tahu wajahnya? pernah melihatnya?"


Dengan gugup, tuan Wasito bertanya pada Yati. Dia ingin memastikan bahwa, yang di maksud oleh wanita itu bukanlah dirinya sendiri. Yang sudah lama menghilang dari kehidupan lamanya.


"Tidak."


Yati menjawab pendek, dengan mengatakan tidak tahu wajah dari laki-laki yang bernama Tama itu.


"Apa Anda pernah mendengar cerita seperti ini? Sepertinya Anda menghayati sekali, sejak Saya bercerita sedari awal."


Dengan berpura-pura tidak tahu, Yati ingin memancing laki-laki yang ada di depannya saat ini, untuk mengeluarkan unek-unek, atau kisah kehidupannya di masa lalu.


"Tidak. Tentu saja Aku tidak pernah mendengarnya. Cerita seperti itu, sebenarnya banyak terjadi di kehidupan nyata atau televisi. Eh, apa Anda seorang wartawan? atau seorang penulis novel, yang sedang mencari inspirasi untuk ide cerita?"


"Hemmm... jika Saya penulis novel, dan Saya ada pada posisi wanita yang ditinggalkan waktu itu, mungkin saja, Saya akan menulis novel yang sama seperti novel milik AMY DOANK yang berjudul PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA. Mungkin novel itu akan sama tenarnya dan juga viral, di aplikasi toon group. Apalagi ini adalah kisah nyata, meskipun wanita-nya ini, bukan seorang istri. Dia hanya seorang simpanan seseorang, dan akhirnya menjadi selingkuhan dari laki-laki yang bernama Tama itu."


Laki-laki itu terdiam lagi, di saat Yati selesai menjawab pertanyaannya. Dia tidak bertanya-tanya lagi. Tapi dia mulai memperhatikan Yati, mulai dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas.


Tapi Yati, pura-pura acuh. Dengan kacamata besarnya yang berwarna hitam, dia bisa melihat dengan jelas, bagaimana keadaan dan ekspresi dari laki-laki di depannya saat ini.


Sedangkan laki-laki itu, tidak bisa melihat bagaimana Yati yang memperhatikan dirinya sedari tadi.


"Apa yang akan Anda lakukan sekarang, jika Anda tidak tahu keberadaan dan juga wajah si Tama itu?"

__ADS_1


Akhirnya laki-laki dan kembali bertanya pada Yati. Dia ingin tahu, apa yang akan dilakukan oleh Yati selanjutnya.


"Tidak ada. Tidak apa-apa jika tidak tahu dan tidak bertemu. Mungkin memang lebih baik begitu saja. Daripada tahu, tapi ternyata tidak seperti yang Saya bayangkan."


Sebenarnya, Yati menyesal karena telah melakukan pencarian ini. Karena ternyata, hanya kekecewaan yang dia dapatkan, setelah bisa bertemu dengan Wasito, atau Tama, ayah kandung Yati.


Karena tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan, akhirnya Yati tidak mengatakan apa-apa, tentang dirinya dan juga hubungannya dengan tuan Wasito ini.


Yati berpikir bahwa, lebih baik tidak usah mengaku tentang kebenaran hubungan antara mereka, dari pada mendapatkan kekecewaan yang lebih besar lagi, dengan sepak terjang ayahnya dalam dunia hitam, yang dia lakukan sekarang ini.


Tapi ternyata, tuan Wasito tidak menyerah. Dia yang sedari tadi memperhatikan bagaimana wajahnya Yati, mulai waspada, karena seperti mengenal, wajah siapa yang saat ini ada di depan matanya.


"Anda, sebenarnya Anda siapa?" tanya tuan Wasito memastikan.


Tapi Yati tidak bergeming. Dia tetap diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Tuan Wasito.


"Katakan yang sebenarnya, siapa Anda?" tanyanya lagi, dengan menekan kata sebenarnya.


Yati tidak menjawab juga. Dia ingin berlalu, dan segera pulang kembali ke kampungnya. Dia tidak ingin melihat keadaan ayahnya yang sekarang.


'Pantas saja, Mr Andre mengusirnya. Ternyata, begini kelakuan ayah yang sebenarnya. Aku pikir, Mr Andre yang sangat kejam, karena rasa dendam dan sakit hati.' Yati berkata dalam hati.


Sekarang, dia tidak lagi menyalahkan Mr Andre, dengan keputusannya untuk memisahkan ibu dan juga dirinya dari laki-laki tersebut.


Karena ternyata, kelakuan Tama, atau Wasito, seperti yang diketahui Yati saat ini.


"Tunggu!"


Tuan Wasito, menghentikan langkah Yati, yang ingin meninggalkan tempatnya.


"Katakan yang sebenarnya. Apakah laki-laki yang Kamu maksud tadi itu adalah Aku?" tanya Tuan Wasito menebak.


"Kenapa Anda merasa jika, cerita Saya tadi adalah Anda?"


Tuan Wasito kembali terdiam. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Yati, meskipun pertanyaan yang dia ajukan, tidak mendapatkan jawaban apa-apa.

__ADS_1


"Anda tidak boleh pergi dari sini, jika tidak mengatakan, siapa sebenarnya Anda!"


__ADS_2