
Proses banding dimulai, dan pihak Yati bersiap menghadapi pihak lawan dengan cara yang cerdas dengan menyajikan argumen-argumen yang kuat dan membela kepentingan Yati dengan penuh keyakinan.
"Anda tidak akan berhenti, bukan?" Pengacara Tergugat bertanya pada pihak pengacara penggugat.
"Keadilan harus terwujud, dan saya akan terus berjuang untuk itu." Pengacara pihak Yati, menjawab dengan tegas.
"Kami akan mempertimbangkan banding ini dengan seksama. Kami menghargai ketekunan Anda, semuanya." Hakim menengahi.
Setelah proses banding berakhir, mereka harus menunggu keputusan hakim. Pihak Yati, tetap optimis dan siap untuk melangkah lebih jauh jika diperlukan demi memastikan keadilan terwujud bagi kasus yang terjadi.
"Jika sampai banding ini gagal, apa yang harus aku lakukan Mr Andre? Haruskah aku menggunakan pengaruh kakakku, Aji?" tanya Biyan meminta pendapat.
"Atau membalas dengan caraku, yaitu hukum rimba?" lanjut Biyan bertanya.
Situasinya semakin kompleks dengan pertimbangan baru dari Biyan. Dia menghadapi dua pilihan yang serius, meminta bantuan kakaknya, Aji, atau melakukan pembalasan secara langsung jika banding tidak berhasil.
Mr Andre menatap Biyan dengan sorot mata yang tak bisa diartikan antara setuju, atau menolak. Hal ini pernah mereka bicarakan saat pencarian mereka buntu, tapi Mr Andre menyarankan untuk jalur hukum berlebih dahulu.
Sedangkan meminta bantuan dari pengaruh Aji, Mr Andre juga meminta Biyan untuk menangguhkannya terlebih dahulu.
"Jika memang diperlukan tidak apa-apa meminta bantuan, Pak Aji. Dua pengaruh antara saya dengan kakakmu, mungkin bisa menekan bekingan dari pihak Mr Akihiko."
Akhirnya Biyan memutuskan untuk berbicara dengan Aji tentang situasi ini, sesuai persetujuan dari Mr Andre.
Pada jam istirahat sidang itulah, Biyan langsung bertemu dengan kakaknya, Aji, guna membicarakan tentang permintaan bantuannya.
"Kak Aji, aku butuh bantuanmu. Persidangan ini semakin rumit dan keputusan banding mungkin tidak menguntungkan bagi kita."
"Biyan, aku akan selalu ada untukmu. Apa yang bisa aku lakukan?" tanya Aji, yang sepertinya paham atas kedatangan adiknya.
Adiknya yang satu ini, jarang sekali meminta bantuan padanya jika tidak dalam keadaan terdesak. Bahkan dulu, Biyan menolak mendapatkan kedudukan di perusahaan atau mengelola usaha yang berada di bawah perusahaan keluarga.
Biyan memilih untuk mendirikan agen security dan bodyguard sendiri, sesuai dengan apa yang dia pelajari saat berada di India bersama ayah tiri mereka.
__ADS_1
"Aku membutuhkan bantuanmu dalam menyusun strategi dan memberikan saran hukum. Kakak memiliki banyak pengalaman dalam hal ini, dan aku percaya kakak bisa membantu."
Aji mengangguk paham atas kedatangan dan permintaan adiknya. Meskipun ia jarang hadir dalam persidangan yang melibatkan adik iparnya, tapi ia selalu mendapatkan akses informasi dari orang-orang yang dipekerjakan di luar kantor.
"Tentu, Biyan. Kita akan bekerja sama untuk mencari solusi terbaik." Aji, mengangguk setuju.
Akhirnya, Tim Yati bersiap-siap untuk mulai bekerja sama dengan Aji memberikan saran hukum yang berharga dan membantu mempersiapkan strategi baru untuk kasus ini.
Namun, jika sampai banding mereka tidak berhasil, Biyan menyadari bahwa mereka harus mempertimbangkan pembalasan langsung.
"Tapi kak Aji, jika banding tidak berhasil, kita harus mempertimbangkan opsi lain. Kita harus memastikan bahwa keadilan terpenuhi, bahkan jika itu berarti melakukan tindakan sendiri."
"Kakak mengerti, Biyan. Kami akan mempertimbangkan semua opsi yang tersedia dan bertindak dengan bijak," terang Aji, yang memang sudah memiliki kedewasaan dalam pemikiran sejak kecil.
Kedua bersaudara ini siap untuk mengambil langkah-langkah berani, entah itu dengan bantuan hukum atau melalui tindakan sendiri, untuk memastikan keadilan terwujud bagi Yati. Mereka berkomitmen untuk melindungi hak-hak dan kepentingan Yati dengan segenap kemampuan mereka.
Mr Andre mengakui keputusan yang diambil oleh Biyan dan Aji, dan mendukung langkah-langkah baru yang akan diambil.
"Terima kasih, Mr Andre. Kami tahu bahwa kita harus berani untuk memastikan keadilan terwujud, meskipun itu adalah cara kami sendiri."
"Saya juga bersedia melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi hak Yati," imbuh Aji, mendukung keputusan adiknya.
Sekarang ini, mereka membentuk tim yang kuat, bekerja sama untuk mengevaluasi opsi-opsi yang ada. Mereka menyusun strategi baru dan mempersiapkan diri untuk langkah-langkah selanjutnya, entah itu melalui proses hukum atau melalui tindakan langsung.
Dalam menghadapi situasi ini, mereka membuktikan bahwa solidaritas dan keberanian adalah kunci untuk memastikan bahwa keadilan terwujud. Mereka bersama-sama siap untuk menghadapi setiap tantangan yang muncul di depan mereka.
Tentunya, menghadapi Mr Akihiko merupakan tantangan besar. Keberadaannya yang dekat dengan banyak orang-orang berpengaruh dan keistimewaan sebagai pengusaha dari Jepang memberikan kekuatan tambahan pada posisinya.
"Kita tidak boleh meremehkan kekuatan dan pengaruh yang dimiliki oleh Mr Akihiko. Kita perlu mempersiapkan strategi yang matang," terang Mr Andre, menyadari bagaimana kedudukan Mr Akihiko dimata orang-orang seperti dirinya waktu itu.
"Ya, saya menyadari bahwa ini tidak akan mudah. Tapi kita harus tetap bertekad untuk memperjuangkan keadilan," sahut Biyan dengan rahang mengeras.
"Kita juga harus mempertimbangkan opsi-opsi diplomasi yang dapat membantu memperkuat posisi kita." Aji, membenarkan dengan sarannya juga.
__ADS_1
kasus ini sangat alot untuk diuraikan oleh tangan-tangan sederhana sebagaimana yang seharusnya cepat bisa diselesaikan. Tapi karena bakingan orang-orang yang begitu kuat akhirnya kasus ini berlarut-larut.
Meskipun Mr Andre dan kebesaran nama Aji dunia usaha dan bisnis, nyatanya Mr Akihiko juga memiliki pengaruh yang besar untuk orang-orang seperti mereka.
"Anda benar. Kita harus mencari cara untuk memanfaatkan segala kekuatan yang kita miliki," ujar Aji menyadari posisi.
Mereka menyadari pentingnya mempersiapkan diri dengan baik menghadapi tantangan ini. Mereka mencari cara untuk memanfaatkan sumber daya dan kekuatan yang mereka miliki, sambil tetap berpegang teguh pada prinsip keadilan.
Meskipun situasinya sulit, mereka bersama-sama bertekad untuk menegakkan keadilan bagi Yati, atau jika bisa menjatuhkan Mr Akihiko sejatuh-jatuhnya.
Mereka bekerja sama dengan tekad yang kuat untuk menanggapi tantangan ini. Mereka melakukan riset mendalam, mengidentifikasi celah-celah hukum yang dapat dimanfaatkan, dan menjalin koneksi dengan pihak-pihak yang dapat memberikan dukungan tambahan.
"Kita harus memastikan bahwa kita memiliki bukti-bukti yang kuat dan argumen yang solid untuk menghadapi Mr Akihiko," terang Mr Andre, mengurai strategi mereka.
"Saya setuju. Kita juga perlu memastikan bahwa kita dapat mengakses sumber daya yang diperlukan untuk melawan tekanan dari pihak Mr Akihiko." Biyan mengangguk mengiyakan.
"Saya akan mencoba untuk menghubungi beberapa rekan di bidang hukum internasional. Mereka mungkin dapat memberikan panduan tambahan," usul Aji, yang tentunya memiliki akses internasional dengan keberhasilannya sedari muda.
Melalui kolaborasi dan kerja keras, mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi tekanan dari pihak Mr Akihiko.
Mereka semua tahu bahwa ini akan menjadi perjuangan yang panjang dan sulit, tetapi mereka tetap bertekad untuk memastikan bahwa keadilan akan segera didapatkan Yati.
"Apakah ada yang bisa melakukan kegiatan hacker?" tanya Mr Andre, tiba-tiba.
"Kakak ..."
Biyan, tidak melanjutkan kalimatnya saat Aji melihat ke arahnya. Biyan tahu, Aji bisa melakukan pekerjaan tersebut. Apalagi menurut yang ia ketahui, dari cerita mendiang ayahnya, Aji ini adalah seorang hacker sejak usia balita!
"Ada, Biyan? Jika ada, sepertinya pekerjaan ini lebih mudah." Mr Andre, memiliki rencana baru dengan pertanyaannya yang tadi.
Tapi Mr Andre sendiri tidak pernah mengetahui, jika Aji, kakaknya Biyan, justru bisa melakukannya sendiri dengan sangat mudah. Sayangnya, tadi sudah lama tidak melakukannya setelah ia kecelakaan pesawat waktu perjalanannya ke Jerman.
Lalu, siapa yang akan melakukan pekerjaan hacker sesuai dengan rencana Mr Andre?
__ADS_1