
Ting tong
Ting tong
Yati memencet bel pintu kamar hotel, di mana Mr Johan menginap. Dia terpaksa harus datang ke kamar Mr Johan, untuk memintanya agar mencabut laporan dan tuntutannya pada Biyan.
Click!
Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka dari dalam, dan Mr Johan muncul muncul menemui Yati.
"Miss Yeti. Ada apa?" tanya Mr Johan bingung.
"Ayo masuk-masuk. Ayo!"
Mr Johan meminta pada Yati, untuk masuk ke dalam kamarnya. Dia sudah bisa menebak, apa yang akan dikatakan oleh miss Yeti padanya.
Tidak jauh-jauh dari kasusnya yang kemarin malam.
"Maaf Mr. Saya sudah menganggu istirahat Anda." Yati mengucapkan permintaan maafnya, karena telah datang ke hotel, di mana Mr Johan menginap tanpa undangan darinya.
"Hahaha... tidak apa miss Yeti. Saya merasa senang, karena miss Yeti mau datang ke sini."
"Ayo duduk. Silahkan duduk Miss."
Mr Johan, mempersilahkan Yati, untuk duduk di sofa, yang ada di dalam kamarnya.
Akhirnya, Yati mengutarakan maksudnya, sehingga dia harus melakukan semua ini.
"Maaf Mr. Saya minta tolong, Mr Johan bisa mencabut laporan dan tuntutan yang Mr ajukan kemarin. Tolong Mr."
Mr Johan menggeleng beberapa kali. Dia ingin memberi pelajaran kepada remaja, yang sedang dekat dengan mantan istrinya itu.
Meskipun sebenarnya, dia juga merasa sangat cemburu, karena ada seorang laki-laki remaja seperti Biyan, yang sudah menjadi kekasih mantan istrinya, yang sekarang ini ada di hadapannya.
"Miss Yeti. Apa Kamu tidak ada rasa rindu untukku?" tanya Mr Johan, dengan menatap wajah Yati.
Dari pandangan mata Mr Johan, Yati tahu, jika mantan suaminya itu, menginginkan sesuatu darinya.
"Mr Johan. Saya... Saya juga rindu dengan Mr. Ta_tapi, kita sudah tidak lagi ada hubungan. Apa rindu ini masih berguna?" Yati balik bertanya, kemudian berdiri untuk mendekati tempat Mr Johan yang sedang duduk di sofa, yang ada di depannya.
Dengan tersenyum penuh arti, Mr Johan menunggu kedatangan Yati yang datang kepadanya. Dia juga merentangkan kedua tangannya, untuk menyambut miss Yeti-nya itu.
Dan akhirnya, keduanya larut dalam suasana kenangan, yang pernah mereka berdua jalani, untuk beberapa tahun kemarin.
*****
Pagi hari, Yati bersama dengan Mr Johan, datang ke kantor polisi, untuk mencabut tuntunan yang dilakukan oleh Mr Johan kemarin malam.
Dan setelah melalui proses yang cukup lama, akhirnya Biyan bisa keluar dari dalam tahanan.
__ADS_1
Tapi Biyan tidak mengatakan apa-apa. Dia juga tidak mengucapkan terima kasih, kepada Yati ataupun Mr Johan.
Biyan langsung mengajak kedua orang tuanya pergi, begitu semuanya di anggap selesai.
"Terima kasih miss Yeti," ucap mamanya Biyan, yang bertemu langsung dengan Yati, pada saat menjemput anaknya, Biyan.
Kedua orang tuanya Biyan, datang bersama dengan anak mereka yang tertua, yaitu Aji. ( Ada di novel TK, Anak Genius Namaku Aji )
Setelah Yati merasa semuanya sudah selesai, dia juga pamit pulang, dan mengucapkan terima kasih pada pihak kepolisian, yang sudah memberikan kemudahan, pada saat pencabutan laporan tersebut.
Akhirnya, Yati juga berpamitan dengan Mr Johan, untuk pulang dan beristirahat di rumah.
"Mr. Saya banyak mengucapkan terima kasih, atas kebaikan Mr Johan pada Biyan. Dia hanya remaja yang perlu perhatian. Dan Mr juga sudah tahu permasalahan Biyan. Terima kasih Mr, khusus dari Saya pribadi."
"Miss Yeti. Apa kita tidak bisa mengulang kembali, semua kenangan kita yang dulu? Saya berharap Miss Yeti ada waktu, dan mau menemani Saya, selama Saya ada di Indonesia. Bagaimana tawaran ini, apa miss Yeti menerimanya?"
Yati tersenyum, mendengar perkataan yang diucapkan oleh Mr Johan. Dia tahu, apa yang dimaksud dan diinginkan oleh Mr Johan darinya.
Menurut Mr Johan, dia akan berada di Indonesia selama satu pekan. Itulah sebabnya, Mr Johan ingin agar Yati bisa menemani dirinya, sama seperti dulu, saat mereka berdua masih terikat kontrak sebagai sepasang suami istri.
"Maaf Mr Johan. Saya tidak berani menerima tawaran dari Mr. Tapi jika Saya ada waktu, Saya akan usahakan untuk bisa mampir, atau sekedar bertemu dengan Mr Johan."
"Ah, sayang sekali miss Yeti," sahut Mr Johan, yang merasakan kekecewaan.
*****
Beberapa hari kemudian, Yati sudah kembali bekerja sebagai biasanya. Dia juga sudah mulai menjauh dari tempat,di mana biasanya dia bertemu dengan Biyan.
Kegiatan dan kesibukan Biyan, diketahui oleh Yati dari mamanya Biyan sendiri. Mamanya Biyan, berbicara dengan Yati, pada saat dia datang untuk menemui Yati secara khusus.
Mamanya Biyan, ingin, supaya Yati menjauh dari kejaran anaknya, yang ada dalam perawatan spikiater.
Yati sudah berusaha untuk bisa menjauhi Biyan. Tapi, dia juga tidak bisa menghindar, jika Biyan sendiri yang justru datang ke kost-kostan.
"Biyan?"
Yati merasa kaget, ketika ada seseorang yang mengetuk pintu kamar kost miliknya, dan tanpa melihat siapa yang datang, dia langsung membuka pintu kamar.
Dan ternyata orang itu adalah Biyan. Remaja yang sedang berusaha dia jauhi, karena permintaan dari mamanya sendiri.
Biyan juga langsung masuk dan mendorong Yati, supaya tidak menghalangi jalannya. Yati tentu saja tidak bisa menahan Biyan, yang meskipun seorang remaja, tapi berkekuatan laki-laki pada umumnya.
Setelah Yati terdorong melepaskan daun pintu kamar, Biyan menutup pintu tersebut dengan cepat.
"Miss. Aku kangen!"
Dengan cepat, Biyan memeluk Yati, tanpa mendapatkan kesempatan untuk bertanya terlebih dahulu.
"Bi_biyan..."
__ADS_1
Yati tidak bisa melanjutkan kalimatnya, karena Biyan sudah menutup mulutnya dengan bibir Biyan sendiri.
Biyan tidak memberikan kesempatan kepada Yati, untuk berbicara. Dia terus menyerang Yati dengan ciuman-ciumannya yang menuntut.
Karena terus menerus di desak, Yati akhirnya tidak bisa menahan diri. Dia menyambut perlakuan yang diberikan oleh Biyan padanya.
Dan begitulah akhirnya. Mereka berdua, saling berbagi rasa, untuk semua perasaan mereka berdua yang sedari kemarin-kemarin di tahan. Meskipun semua itu tidak ada pengaruhnya, karena sekarang semua juga terjadi.
*****
Tring...
Tring....
Tring....
Ponsel Biyan berbunyi. Tapi pemiliknya justru menutup kedua telinganya, supaya tidak mendengar suara panggilan telpon tersebut.
Yati mengeliat di samping Biyan. Dia merasa terganggu dengan adanya suara panggilan telpon yang masih saja berdering.
Tring...
Tring...
Tring...
Kembali handphone milik Biyan berbunyi.
"Bi. Biyan. Itu handphone Kamu bunyi terus. Coba lihat dulu," kata Yati, dengan berusaha untuk membangunkan kekasihnya itu.
"Biarin. Nanti juga mati sendiri," jawab Biyan, yang tidak mau membukakan mata.
Biyan justru kembali memeluk Yati, dan menelusuri seluruh tubuh Yati, dengan pergerakan tangannya yang tidak mau diam.
Tentu saja Yati merasa, jika dia tidak bisa menahan diri. Apa yang dilakukan oleh Biyan, bisa membuatnya bergairah lagi.
Dan karena itu juga, akhirnya mereka kembali melakukan apa-apa, yang bisa membuat mereka berdua sama-sama tersenyum bahagia, saat semuanya sudah selesai.
*****
Di kantor Mr Akihiko.
Ada beberapa tamu panti pijat, yang sedang menunggu kedatangan miss Yeti.
Tapi sepertinya miss Yeti tidak ada tanda-tanda jika akan segera datang ke panti pijat tersebut. Apalagi, handphone miss Yeti juga tidak aktif.
Mr Akihiko, jadi sedikit merasa kesal, dengan ulah anak buahnya, yang mulai tidak disiplin dalam bekerja.
"Ke mana ini miss Yeti? Kenapa handphone miliknya juga mati?"
__ADS_1
Mr Akihiko, bertanya-tanya sendiri dalam hati. Dia sedari tadi tidak bisa menghubungi geisha nya itu.