
"Reina Akiara? Aku belum pernah mendengar nama itu. Apa nama akun sosial media miliknya? Atau nama tenarnya?"
"Dia bukan seorang artis, atau selebgram. Dia juga bukan pengusaha atupun pejabat negara. Jadi nama itu tidak dikenal oleh orang-orang seperti kita."
"Tapi, katanya, dia ada keturunan ningrat jawa dan ada darah Eropa serta Jepang juga tadi, waktu memperkenalkan dirinya. Kakak tertua, Mr Ginting, juga membenarkan perkataan calon istrinya itu. Bahkan, kata kakak tertua, dia sudah menikahi Miss Kiara di Australia. Entahlah, ini memang benar adanya, atau hanya sekedar settingan yang sudah dirancang kakak tertua, demi menyenangkan hati kakek, dan mengambil bagiannya juga."
Berbagai macam pertanyaan dan komentar terdengar dari mulut-mulut saudara dan sepupunya Mr Ginting, setelah Yati diperkenalkan tadi.
Saat ini, jamuan makan akan dilakukan, dan Mr Ginting, yang baru saja datang bersama dengan Yati, memperkenalkan calon istrinya itu, dan bahkan mengatakan jika mereka berdua, sudah melakukan pernikahan secara siri di negara Australia sana. Jadi, pernikahan mereka di Indonesia ataupun di Singapura besok, hanya untuk formalitas belaka dan membuat sebuah pesta pernikahan yang kakeknya inginkan, untuk cucu kesayangannya, Mr Ginting.
"Selamat cucuku. Dan Kamu, kenapa mesti merahasiakan hubunganmu dengan gadis cantik ini? Hemmm, apakah Kamu takut, jika keberadaannya diketahui oleh orang lain, akan membuatmu tidak lagi jadi bahan rebutan dan berita di media? atau Kamu mau berita tentang dirimu yang tidak normal terus menjadi sorotan mereka, agar berita-berita itu terus meledak?"
Kakek Mr Ginting, bertanya dan berkomentar banyak hal, tentang apa yang baru saja dia ketahui, bahwa cucunya itu tidak sama seperti yang diberitakan oleh media selama ini.
Kakeknya Mr Ginting, merasa senang dengan melihat kedatangan Mr Ginting, yang membawa calon istrinya itu. Bahkan bukan lagi seorang calon, tapi sudah menjadi seorang istri dari cucunya, Ginting.
"Bukan begitu Kek. Ginting tidak membawanya ke luar dari rahasia hubungan kami ini, karena keluarga Reina Akiara, tidak pernah masuk ke dalam akun sosial media manapun. Mereka sekeluarga, memiliki privasinya sendiri, yang tidak pernah di konsumsi oleh publik," jawab Mr Ginting, memberikan alasannya kenapa tidak pernah memperkenalkan istrinya itu di depan umum.
Kakek Mr Ginting, yang terbiasa dengan keadaan orang-orang yang tidak biasa memaklumi bahwa ada sebagian orang dari kalangan atas, yang tidak mau jika kehidupan pribadinya dipublikasikan dalam media sosial manapun. Bahkan, mereka tidak pernah mau muncul dalam berita-berita yang ada di televisi.
Hampir mirip dengan kedudukan dalam kerajaan-kerajaan, yang sangat tertutup dengan urusan pribadi mereka.
"Miss Kiara. Kemarilah!" kata kakek Mr Ginting, meminta pada Yati, agar bisa mendekat ke tempatnya duduk.
__ADS_1
Yati melihat sekilas ke arah suaminya, Mr Ginting. Dia tersenyum dan mengangguk mengiyakan permintaan kakek tua itu.
Setelah mendekat, kakek Mr Ginting, mengambil tangan Yati dan mencium punggung tangan istri cucunya itu.
"Selamat datang cucuku. Kamu begitu cantik, dan anggun. Pantas saja, cucuku yang sedingin salju itu bertekuk lutut padamu. Hahaha... andai saja umurku masih muda, Aku pasti akan menjadi saingannya yang berat. Bukankah Aku masih tampak gagah saat ini?"
Kakek Mr Ginting, berkata dengan nada bergurau. Dia sengaja menggoda Mr Ginting, dan menuggu reaksinya, terhadap gurauannya tadi.
"Kakek. Seharusnya kakek sadar diri, jika tidak mungkin bisa menyaingi Aku. Apalagi Kiara tidak mungkin mau berpaling dari cucu kakek yang sangat tampan ini," sahut Mr Ginting, dengan percaya diri.
"Hahaha... Kamu dengar cucuku? Dia itu sama seperti Aku waktu muda dulu. Semoga, pernikahan kalian akan bahagia dan segera memberikan kabar padaku, jika calon cicit akan segera datang," ucap kakek Mr Ginting, yang berharap agar Yati bisa cepat mengandung dan memberinya seorang cicit, yang berarti anak dari Mr Ginting, cucunya itu.
Yati, hanya bisa mengangguk dan tersenyum mendengar perkataan kakeknya Mr Ginting. Sedangkan Mr Ginting, hanya tersenyum kecut mendengar permintaan kakeknya.
"Hal yang mustahil!" jawab Mr Ginting, dalam hati.
Mr Ginting, hanya mengangguk saja, kemudian menarik sebuah kursi untuk diduduki oleh Yati. Setelah Yati duduk, dia menarik kursi disebelahnya, dan Mr Ginting pun akhirnya duduk di sebelah Yati.
Mereka semua, melakukan hal yang sama, kemudian menikmati makanan yang sudah disediakan oleh para pelayan yang ada di rumah kakeknya Mr Ginting.
Yati, ternyata mampu mengatasi semua permasalahan yang baru saja dihadapinya saat ini. Tapi tetap saja, tantangan itu masih akan terus ada, untuk waktu ke depan, dan selama dia ada bersama dengan Mr Ginting, sebagai istrinya. Istri kontraknya Mr Ginting.
Selesai acara makan, Mr Ginting mengikuti langkah kakeknya, menuju ke suatu tempat.
__ADS_1
"Kamu di sini dulu. Tetap hati-hati dan jaga bicaramu," kata Mr Ginting, memberikan pesan pada Yati, sebelum dirinya sendiri pergi mengikuti kakek, yang tadi memintanya untuk ikut bersamanya. Ini karena ada sesuatu yang sangat penting untuk mereka berdua bicarakan.
Yati hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan perkataan Mr Ginting. Dia merasa harus bersiap-siap untuk mengahadapi beberapa pertanyaan dan komentar dari orang-orang yang ada di rumah ini.
Ada para wanita dengan kelas sosial yang sama seperti Mr Ginting. Ada juga laki-laki, yang melirik-lirik Yati sedari tadi.
Tapi yang pasti, ada dua gadis yang sedari awal dia datang bersama dengan Mr Ginting, sudah melihatnya dengan tatapan mata tidak suka.
"Apa mereka gadis-gadis yang akan seharusnya dijodohkan dengan Mr Ginting? para sepupu jauh Mr Ginting, karena berharap agar bisa mendapatkan keuntungan dari hubungan mereka nanti?" Yati, bertanya-tanya dalam hati.
Sekarang, dia duduk di kursi yang ada meja kecil di depannya. Dia menikmati beberapa camilan-camilan, yang disediakan oleh para pelayan yang berjalan-jalan, dan menawarkan minuman dan bantuan jika diperlukan.
"Miss Kiara," sapa seseorang dari arah samping.
Yati menoleh, dan mendapati dua orang gadis, yang tadi dia pertanyaan dalam hatinya.
"Ya," jawab Yati pendek.
Jawaban dari Yati yang pendek dan terkesan tidak peduli, membuat mereka berdua merasa kesal.
"Sebenarnya, siapa Kamu?" tanya salah satu dari mereka berdua, yang terlibat lebih muda dari yang satunya lagi.
"Aku? istrinya shunjin, Mr Ginting yang terhormat. Apa ada masalah dengan kalian berdua?" tanya Yati dengan dingin. Ekspresi yang tidak disangka-sangka oleh kedua gadis tadi.
__ADS_1
"Kamu pikir, semudah itu bisa ada di samping Mr Ginting? tidak ya miss Kiara yang tidak Kami kenal! Kami tidak akan membuatmu tenang, meskipun Kamu bilang jika Kamu adalah orang yang berkelas tinggi. Lihat saja nanti!"
Kedua gadis tadi, mengancam Yati dengan kata-katanya. Mereka berdua tidak tahu, siapa sebenarnya yang mereka hadapi saat ini.