
Dua hari kemudian.
"Yah, kita ke kantor polisi. Pak Alvin, sudah ada di sana menunggu kita."
Tuan Wasito, mengangguk atas ajakan anaknya. Pak Alvin adalah pengacara, yang ia tunjuk untuk menanggani dan mendampingi keluarga mereka dalam kasus ini.
Dengan adanya perkembangan baru, dua tersangka telah berhasil diidentifikasi dalam kasus kebakaran ruko Tuan Wasito. Dari bukti-bukti yang ada, mereka diduga kuat sebagai pelaku pembakaran.
Kepolisian segera mengambil tindakan dan memanggil Yati dan ayahnya, Tuan Wasito, untuk memberikan kesaksian dan membantu penyelidikan lebih lanjut di kantor polisi.
Kedatangan mereka ke kantor polisi kali ini memunculkan perasaan campuran dari kekhawatiran dan harapan. Mereka berharap bahwa kebenaran akan segera terungkap dan bahwa pelaku akan diadili sesuai dengan hukum. Tuan Wasito dan Yati bersiap untuk memberikan keterangan dengan harapan bahwa ini akan membawa mereka lebih dekat pada keadilan yang mereka cari.
"Selamat pagi, Tuan Wasito dan Mbak Yati. Kami ingin mendengar kesaksian Anda tentang kebakaran ini. Dari bukti-bukti yang kami kumpulkan, kami telah berhasil mengidentifikasi dua tersangka yang diduga terlibat."
"Terima kasih, Pak. Kami siap memberikan kesaksian sejujurnya untuk membantu penyelidikan ini." Yati, menyambut baik.
"Kami berharap bahwa dengan identifikasi tersangka, kebenaran akan segera terungkap dan keadilan bisa dilakukan." Pengacara Tuan Wasito, yang sudah datang menemani mereka, ikut berbicara.
"Itu adalah harapan kami juga. Silakan beri tahu kami apa pun yang Anda ingat tentang kejadian tersebut dan tentang orang-orang yang terlibat." Polisi, meminta kerjasamanya.
Tuan Wasito dan Yati memberikan keterangan mereka secara teliti, mencoba memberikan sebanyak mungkin informasi yang mereka ingat dari hari kebakaran tersebut. Mereka berharap bahwa keterangan ini akan membantu kepolisian dalam membongkar seluruh kejadian ini.
Petugas Polisi lainnya datang dengan memasukkan kedua tersangka ke ruangan, supaya Yati dan ayahnya bisa mengenali kedua tersangka tersebut.
"Inilah kedua tersangka yang kami identifikasi dalam kasus ini. Kami akan meminta Anda, Tuan Wasito dan Mbak Yati, untuk melihat apakah Anda mengenal mereka atau memiliki informasi apapun terkait kebakaran ruko tersebut."
Tuan Wasito memandang kedua tersangka dengan hati-hati, tapi tak lama kemudian ia menggelengkan kepalanya.
"Saya belum pernah melihat mereka sebelumnya. Tapi saya akan mencoba memberikan sebanyak mungkin informasi yang saya miliki." Yati, membantu ayahnya berbicara karena ayahnya tidak mengenal mereka berdua.
Sekarang giliran Yati, yang memandang tersangka dengan wajah serius. Tapi sayangnya, dia juga tidak mengenal mereka.
"Saya juga tidak mengenal mereka. Tetapi saya berharap kebenaran akan segera terungkap."
"Terima kasih atas bantuan Anda. Kami akan meminta kedua tersangka untuk memberikan kesaksian mereka juga. Semoga ini akan membawa kita lebih dekat pada penyelesaian kasus ini."
Proses penyelidikan berlanjut dengan pengambilan kesaksian dari kedua tersangka. Tuan Wasito dan Yati tetap berharap bahwa kebenaran akan segera terungkap dan keadilan akan dilakukan.
Pak Alvin, sang pengacara, mendapat semua hal yang bisa dijadikan bahan untuk beberapa bukti dan keterangan pada saat penyidikan dan pengadilan nanti.
Setalah tiga jam lamanya Yati ada di kantor polisi, Mr Andre memasuki ruangan dengan tenang. Pria berwibawa tersebut menyapa dengan suara yang tenang, dengan dan yang tentu saja berbeda.
"Selamat siang, semuanya. Saya mendengar bahwa Anda memanggil Tuan Wasito dan Yati untuk membantu penyelidikan. Apakah saya bisa ikut serta?" tanyanya pada petugas jaga.
__ADS_1
"Selamat sore, Mr. Andre. Tentu saja, silakan bergabung. Setiap bantuan dan informasi tambahan akan sangat berharga dalam kasus ini," sambut polisi tersebut dengan ramah.
Akhirnya, petugas jaga tersebut membawa Mr Andre masuk ke ruang penyidikan, bergabung dengan yang lainnya.
Mr Andre, tentu saja dikenal mereka. Apalagi sudah beberapa kali ia menemani Yati datang ke kantor polisi ini, dengan segala kekuatan dari kekuasaan yang dimilikinya.
"Selamat sore, Mr. Andre. Kami berterima kasih atas kehadiran Anda." Sambutan kepala polisi, sangat ramah.
"Terima kasih, Mr Andre. Kami, menghargai bantuan Anda." Yati, mengucapkan terima kasih dengan senyuman terbaiknya.
"Tidak masalah, saya ingin membantu sebisa mungkin. Jika ada informasi apa pun yang bisa saya berikan, tolong beri tahu saya."
Kehadiran Mr. Andre di kantor polisi menambah dimensi baru dalam penyelidikan. Semua berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk memastikan kebenaran terungkap dan keadilan dilakukan.
Mereka bekerja bersama untuk mencari jawaban dalam kasus kebakaran ruko yang telah mengguncang kehidupan keluarga Tuan Wasito.
Dan ternyata, pengacara Tuan Wasito, Pak Alvin, adalah anak buah dari Mr Andre, yang khusus didatangkan untuk membantu Yati dan ayahnya dalam menangani kasus ini.
Setelah beberapa saat kemudian, kedua tersangka mendapatkan waktu khusus untuk proses penyidikan ini.
"Baiklah, sekarang saatnya bagi Anda untuk memberikan keterangan. Harap berbicara jujur dan terbuka tentang apa yang terjadi pada hari kebakaran ruko tersebut." Petugas Polisi memandang kedua tersangka, satu persatu dengan wajah tegas.
"S-aya tidak tahu apa-apa tentang kebakaran itu! S-aya tidak terlibat!" Tersangka 1 berbicara dengan gugup, wajahnya juga terlihat tegang.
Pak Alvin, mencoba untuk meminta waktu supaya diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan kepada mereka, para tersangka.
Setelah diberikan ijin, Pak Alvin meminta kepada Yati, Tuan Wasito dan Mr Andre, supaya bisa mengeluarkan pertanyaan, pendapat atau apapun itu terkait dengan kasus mereka ini, dengan dirinya yang menjadi perantara atau wakilnya.
"Saya berharap kebenaran akan segera terungkap," ujar Yati, memandang kedua tersangka dengan ekspresi serius.
"Kami ingin tahu siapa yang bertanggung jawab atas kebakaran ini dan mengapa," ungkap Mr Andre, memberikan pandangan tajam kepada kedua tersangka.
Tuan Wasito, hanya diam menyimak dengan serius. Pria itu hanya berharap agar keadilan akan ditegakkan dalam kasus ini.
Proses pertanyaan dan klarifikasi berlangsung dengan cermat. Semua pihak, termasuk Yati, Tuan Wasito, Mr. Andre, dan Pak Alvin, berharap bahwa jawaban dari kedua tersangka akan membawa kebenaran terangkat ke permukaan. Mereka berharap bahwa keadilan akan segera terpenuhi dalam kasus yang mengguncang ini.
"Baik, jika kalian tidak mengakui ada pihak lain yang menyuruh, maka kami akan terus menyelidiki kasus ini. Kami memiliki bukti yang menunjukkan keterlibatan kalian dalam kejadian ini." Petugas Polisi memeriksa keterangan tersangka dengan tatapan tajam.
"Kami menghormati proses hukum, dan klien kami akan memberikan kerjasama penuh selama ini tetap sesuai dengan prosedur yang berlaku." Pak Alvin mengangkat alisnya, berbicara dengan serius.
Yati kembali memandang tersangka dengan wajah tegas, berharap mereka berdua bisa berkata dengan jujur sehingga kasus ini cepat selesai. Dan kebenaran tentang kebakaran ini bisa secepatnya terungkap.
Dalam hatinya, Tuan Wasito menyuarakan harapannya dengan harapan bahwa kebenaran akan terungkap, dan keadilan akan dilakukan. Sama seperti harapan mereka semua.
__ADS_1
"Jika kalian tidak ada yang ngaku, saya bisa melakukan dengan cara saya supaya kalian bisa bicara dengan jujur dan benar!"
Tak ketinggalan, Mr. Andre juga memberikan pandangan yang tajam kepada tersangka. Berharap mereka bisa jujur, apa ia akan melakukan dengan caranya.
Proses penyelidikan berlanjut dengan penuh ketegasan dan ketelitian. Semua pihak berharap bahwa kebenaran akan segera terungkap dan pelaku akan bertanggung jawab atas perbuatannya.
***
Setelah hari hampir sore, mereka akhirnya pulang. Tapi Mr Andre mengajak mereka untuk makan terlebih dahulu.
"Baiklah, setelah hari yang panjang ini, mengapa kita tidak makan terlebih dahulu sebelum pulang? Saya tahu tempat yang bagus di sekitar sini, benar Tama? Hm, maksudnya, Tuan Wasito."
Tuan Wasito menggeleng, tapi juga mengangguk setuju dengan pertanyaan dan pernyataan Mr Andre. Dia, tidak masalah apapun dengan panggilan yang diberikan oleh Mr Andre padanya.
"Itu adalah ide yang bagus, Mr. Andre. Saya pikir kita semua bisa menggunakan sedikit istirahat dan santap malam." Pak Alvin, memotong dengan mengalihkan perhatian.
"Terima kasih, Mr. Andre. Saya rasa kita semua butuh sedikit waktu untuk bersantai, tapi ..."
Yati tersenyum, tapi tidak bisa lanjutkan kalimatnya karena tangannya dipegang oleh ayahnya. Memintanya untuk tidak menolak.
Akhirnya mereka semua setuju dengan saran Mr. Andre, bahwa makan bersama adalah cara yang baik untuk meredakan ketegangan setelah hari yang melelahkan di kantor polisi.
Mereka bersama-sama menuju ke restoran yang disarankan Mr. Andre untuk menikmati makan malam bersama dan sedikit beristirahat sebelum pulang.
Mereka tiba di restoran yang direkomendasikan oleh Mr. Andre, tempat yang tenang dengan atmosfer yang menyenangkan. Mereka duduk di meja yang disediakan dan mulai melihat menu.
"Saya sarankan untuk mencoba hidangan khas restoran ini, karena ini sangat lezat." Mr. Andre memilih menu dengan senyuman puasnya.
"Terima kasih atas rekomendasinya, Mr. Andre. Saya rasa kita perlu sesuatu yang menyegarkan setelah hari ini." Pak Alvin, mengikuti saran Mr. Andre.
"Kami akan memesan hidangan ini, ini, dan ini, tolong ya!"
Yati, menunjukkan beberapa menu pada pelayan dengan ramah. Ia juga memesan makanan yang rendah kolesterol untuk ayahnya.
Makan malam bersama menjadi kesempatan bagi mereka untuk melepaskan sedikit ketegangan yang mereka rasakan sepanjang hari. Mereka berbicara tentang hal-hal lain, mencoba untuk mengalihkan perhatian dari kejadian di kantor polisi. Namun, mereka juga tahu bahwa penyelesaian kasus kebakaran ruko adalah prioritas utama.
Setelah makan malam, mereka pulang dengan perasaan yang lebih ringan, siap untuk menghadapi hari berikutnya dengan semangat baru.
"Mis Yeti, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan."
Deg deg deg
Yati, terkejut dengan perkataan Mr Andre, sebelum mereka memasuki mobil masing-masing.
__ADS_1