
Setelah kembali dari bulan madu, Yati dan Biyan merasa sangat bahagia. Mereka membawa pulang kenangan-kenangan indah dari India dan merasa lebih dekat satu sama lain setelah perjalanan tersebut.
"India begitu memukau, ya, Ai. Aku benar-benar tidak pernah membayangkan akan mendapatkan pengalaman ini."
"Iya, Koi, sayang. Aku juga sangat senang bisa berbagi momen indah ini bersamamu," sahut Biyan dengan memeluk tubuh istrinya.
Mereka berdua pun mulai merencanakan aktivitas-aktivitas yang ingin mereka lakukan di Indonesia setelah bulan madu mereka. Termasuk pertemuan dengan keluarga, mengatur ulang bisnis, dan mempersiapkan rencana masa depan mereka bersama.
Termasuk Mr Andre, dan yang lainnya.
Sesuai dengan rencana, sehari setelah sampai mereka pun bertemu dengan orang-orang yang selama ini sudah membantu mereka berdua untuk mendapatkan keadilan atas musibah mendiang ayahnya Yati.
"Kita akan melakukan pertemuan nanti siang, sebelum jam makan." Yati, memperingatkan suaminya supaya tidak lupa.
"Tentu saja, Koi. Aku ingat," terang Biyan, masih bersantai sambil membuka email dari ponselnya.
"Ya, aku juga akan membagikan oleh-oleh pada mereka." Yati, cukup antusias saat semuanya nanti.
Jam sepuluh pagi, mereka berangkat untuk bertemu dengan tim yang telah bekerja sama dengan mereka menangani kasus Mr Akihiko.
Sesuai dengan kesepakatan bersama, mereka berkumpul di ruang pertemuan di kantor Mr Ginting. Mereka membahas perkembangan terbaru dan memutuskan langkah-langkah selanjutnya dalam penanganan kasus tersebut.
"Bagaimana perkembangannya? Untuk teman-teman yang ada di lapangan?" tanya Mr Andre, pada mereka semua yang memantau di lapangan.
"Kami berhasil mengumpulkan beberapa informasi tambahan, tapi sepertinya Mr Akihiko semakin licin." Salah satu dari mereka, orang lapangan, memberikan laporan.
"Ia memang ahli dalam memanfaatkan jaringan dan koneksi yang dimilikinya," sahut yang lain.
"Kita harus tetap waspada. Tidak boleh ada celah bagi dia untuk lolos," tegas Biyan, yang semakin gregetan.
Mereka melanjutkan pertemuan mereka dengan membahas strategi lanjutan dan mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya dalam upaya mereka untuk menghadapi Mr Akihiko.
Satu persatu dari mereka yang bekerja di lapangan, membuat laporan secara langsung meskipun sebenarnya sudah memberikan laporan melalui email.
"Saya juga ingin berterima kasih atas semua dukungan dan bantuan kalian selama ini," ucap Yati, sambil memberikan satu persatu dari mereka bungkusan oleh-oleh yang dibawanya dari India.
"Terima kasih, Mbak Yati."
"Terima kasih, Mbak."
Mereka semua mengucapkan terima kasih pada Yati yang lebih suka dipanggil dengan "Mbak" dibandingkan dengan "Nyonya".
Setelahnya, mereka kembali membagi tugas dan kembali ke aktivitas masing-masing. Mr Andre terus memantau perkembangan dari markasnya, sementara Biyan dan Yati kembali ke kehidupan sehari-hari mereka, dengan tetap waspada terhadap setiap kemungkinan yang bisa muncul.
__ADS_1
Beberapa minggu berlalu, tim terus bekerja keras dalam upaya mereka untuk mengungkapkan kecurangan Mr Akihiko. Informasi terus mengalir, dan mereka memperkuat strategi mereka.
Sementara itu, Hiroshi dan Mr Akihiko juga tidak tinggal diam. Mereka terus merencanakan langkah-langkah licik untuk mengelabui tim Mr Andre.
Pertarungan antara kedua belah pihak semakin memanas meskipun tidak tampak!
"Hiroshi, jangan sampai rencana kita bocor atau diketahui oleh lawan!" tegas Mr Akihiko memperingatkan asistennya.
"Tentu, Mr Akihiko. Saya selalu waspada," terang Hiroshi, menenangkan Bos-nya.
Suasana tegang pun terasa di udara, namun semangat untuk melakukan perlawanan tetap membara di hati mereka. Tak ada yang menyerah, dan semua berkomitmen untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi.
***
Sore hari, saat langit mulai memerah di ufuk barat, memberikan latar belakang yang indah untuk sebuah perjalanan.
Saat mendekati perempatan jalan yang ramai, lampu merah mulai menyala, memaksa mereka untuk berhenti. Tiba-tiba, dari arah samping, sebuah mobil melaju dengan cepat, menabrak mobil Mr Andre dengan keras.
Suara benturan keras dan klakson yang berbunyi sangat keras. Mobil Mr Andre terdorong oleh kekuatan tabrakan itu, hingga akhirnya terhenti dengan kondisi yang cukup parah.
Bruakkk ...
"Arghh ..."
Mobil tersebut tiba-tiba mengalami kecelakaan yang cukup parah pada saat pulang ke rumah, dengan adanya truk dari arah samping yang tiba-tiba oleng karena hilang keseimbangan.
Orang-orang sekitar, yang melihat kecelakaan segera berhamburan mendekati tempat kejadian. Mereka melihat keadaan mobil yang rusak parah dan beberapa orang yang ikut dalam kecelakaan tersebut terlihat mengalami cedera.
"Hai, tolong itu ada pengamen jalanan yang terluka!"
"Itu, pengendara mobilnya terjepit!"
"Tolong panggil ambulans dan polisi secepatnya!"
"Amankan korban, segera sebelum mobil meledak!"
Sorak-sorak bantuan dan teriakan minta tolong memenuhi udara. Suasana yang tegang dan penuh kekhawatiran, seketika melingkupi tempat tersebut.
Tangisan sirene ambulans mulai terdengar dari kejauhan, sinyal bahwa pertolongan segera akan datang. Mereka orang berusaha untuk tetap tenang di tengah kekacauan ini, menyadari bahwa keadaan memang tidak berjalan sesuai rencana baik tiap manusia.
Beberapa saksi mata berusaha memberikan pertolongan pertama kepada mereka yang terluka, sementara yang lain segera menelepon ambulans untuk meminta bantuan medis lebih lanjut. Beberapa orang terlihat mencoba membantu Mr Andre, yang terlihat sangat pucat dan tampak sangat kesakitan.
Mereka berbincang saling sahut menyahut, menyatakan kekagetan dan kekhawatiran atas keadaan yang terjadi. Beberapa di antara mereka mencoba memberikan informasi kepada petugas yang tiba di tempat kejadian, berusaha untuk membantu mengatasi situasi ini sebaik mungkin.
__ADS_1
"Apakah korban meninggal?" tanya beberapa orang yang melihat pengendara mobil terluka parah saat tergencet.
"Kurang tahu, tapi kayaknya keluar begitu banyak. Sungguh mengerikan," sahut yang lain, kebetulan melihat kondisi korban.
"Semoga saja masih bisa diselamatkan."
Mr Andre mengalami cedera yang cukup serius sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit juga dirawat dengan intensif atas luka-luka yang dialami.
Kecelakaan itu terjadi di perempatan jalan yang padat lalu lintas, di jam sibuk. Karena itu juga, tidak hanya Mr Andre saja yang menjadi korban kecelakaan tapi ada beberapa mobil lain dan juga motor serta pengguna jalan lain meskipun tidak separah keadaannya.
"Maaf mengganggu, saya adalah Petugas Polisi. Saya akan melakukan penyelidikan terkait kecelakaan ini. Ada yang bisa memberikan keterangan?"
Salah satu dari pihak kepolisian meminta perhatian dari beberapa orang yang berkerumun berharap ada saksi yang melihat kejadian.
"Saya ada di seberang jalan, Pak. Saya melihat mobil itu tiba-tiba oleng dan menabrak pembatas jalan," jawab seseorang.
"Terima kasih, Pak. Ada yang melihat dari sisi lain?" tanya tugas polisi itu, lagi.
"Saya di belakang mobil itu, Pak. Sepertinya terjadi sesuatu pada roda belakangnya, mobil tiba-tiba kehilangan kendali."
Para saksi yang melihat, memberikan penjelasan dan keterangan sesuai apa yang mereka lihat.
Tapi mereka semua tidak ada yang memberikan penjelasan bahwa, ada mobil lain yang dengan sengaja melanggar aturan lalu lintas, padahal kondisi jalan yang licin karena habis hujan, dalam keadaan laku lintas yang padat.
Saat itulah, mobil Mr Andre tidak dapat menghindari tabrakan tersebut. Mobil tersebut menjadi sasaran utama tabrakan.
"Baiklah, saya paham. Ada yang bisa memberikan bantuan pertolongan pertama? Maksudnya, saksi pertama yang memberikan pertolongan?"
Polisi, kembali mencari beberapa saksi yang bisa dimintai keterangan agar bisa memberikan laporan acara untuk kasus kecelakaan sore ini.
"Saya, Pak. Saya yang membantu beberapa korban yang terluka sebelum dibawa ke rumah sakit," jawab seorang ibu-ibu muda.
"Bagus, Terima kasih, Bu. Saksi-saksi yang lain, harap berikan keterangan lengkapnya di kantor polisi nanti."
"Tentu, Pak."
Petugas Polisi melanjutkan penyelidikannya, mencatat keterangan dari saksi-saksi, serta mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk menentukan penyebab pasti dari kecelakaan ini.
Senja yang harusnya indah dalam ketenangan, kini berubah menjadi merah karena adanya darah disepanjang jalan tersebut, terbawa air hujan yang mengalir mencari tempat yang lebih rendah.
Bagaimana kira-kira nasib Mr Andre, selanjutnya?
Apakah benar ini adalah murni kecelakaan, atau ada sesuatu yang menjadi sebuah konspirasi?
__ADS_1