Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Usaha Hiroshi


__ADS_3

Mereka duduk di sekitar meja makan yang sudah diatur dengan lezatnya hidangan khas Semarang. Yati dan Biyan menikmati makanan itu sambil berbagi cerita tentang perjalanan mereka dan pengalaman hidup masing-masing.


"Ini rasanya seperti kembali ke rumah, Bu Nina. Masih sama seperti dulu," ucap Yati senang.


"Aku sangat senang bisa kembali ke sini bersamamu, Ai. Kembali berdua sebagai suami istri, dan ini benar-benar merasa seperti di rumah." Biyan, rasakan aura yang berbeda.


Bu Nina tersenyum bahagia mendengar kata-kata mereka. Ia pun berbagi kisah-kisah dari sekitar kota dan tentang kehidupannya di Semarang, saat mereka berdua tidak ada di kota ini.


Setelah makan selesai, suasana menjadi agak tegang karena Yati bersiap untuk mengungkapkan hal yang ada dalam pikirannya.


Bu Nina menatapnya dengan penuh perhatian, siap mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh anak mendiang majikannya itu. Ia sendiri siap, seandainya memang sudah tidak dibutuhkan lagi sebab tidak ada yang perlu dirawat seperti dulu.


"Bu Nina, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan. Ini adalah tentang ..."


Bu Nina mendengarkan dengan serius, wajahnya tampak tegang dan pucat, antara terkejut, rasa ingin tahu dan kesiapan untuk mendengar apa pun yang ingin dikatakan Yati.


Selain mempercayakan usaha pada orang-orang ayahnya, Yati juga mempercayai ibu Nina, mantan perawat sang ayah agar tetap berada di rumahnya mengatur segala sesuatu agar tetap berjalan sebagaimana biasanya.


"Bu Nina, saya percaya sepenuhnya kepada ibu Nina untuk mengatur segala sesuatu di rumah ini. Ibu telah membantu dan merawat ayah selama bertahun-tahun, dan saya tahu bahwa saya bisa mengandalkan Ibu."


Keputusan Yati untuk mempercayakan usaha dan rumah tangganya kepada orang-orang yang pernah dekat dengan ayahnya, karena dia sudah menunjukkan rasa kepercayaan dan penghargaannya terhadap mereka.


"Orang-orang yang bekerja dengan ayah juga akan tetap sama tidak ada yang berubah, meskipun saya tidak berada di Semarang tapi akan bisa lebih sering untuk datang ke sini."


"Terima kasih, Mbak Yati. Saya akan melakukan yang terbaik untuk menjaga rumah ini sebagaimana biasanya," ucap Bu Nina, antara lega dan juga rasa haru.


Dengan kepercayaan ini, Yati dapat pergi dengan pikiran yang tenang untuk menikmati acara bulan madu bersama Biyan. Mereka tahu bahwa segala sesuatu di rumah dan usaha mereka akan diurus dengan baik oleh orang-orang yang telah terbukti dapat diandalkan.


Setelah beberapa hari berlibur di Semarang, mereka berdua merasa segar dan siap untuk melanjutkan petualangan yang sempat tertunda, yaitu berbulan madu mereka ke negara India.

__ADS_1


Sementara Tim yang dibentuk Mr Andre, Aji, dan Mr Ginting tetap memantau situasi untuk memastikan bahwa Yati dan Biyan dapat pergi dengan aman. Mereka memastikan bahwa perlindungan tambahan telah disiapkan dan memberikan nasihat terakhir sebelum Yati dan Biyan memulai perjalanan mereka.


Dengan semangat yang tinggi dan rasa syukur yang mendalam, Yati dan Biyan bersiap untuk melanjutkan rencana berbulan madu mereka dengan keyakinan bahwa mereka akan menghadapi masa depan bersama dengan lebih banyak keberanian dan kepercayaan.


Saat mereka menikmati momen-momen indah bersama di India, mereka juga mengirim pesan kepada Nina untuk memastikan bahwa semuanya berjalan lancar di rumah. Kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap usaha dan rumah tangga mereka tetap menjadi prioritas mereka, bahkan ketika mereka sedang menikmati masa-masa istirahat yang sangat pantas.


Ketika Yati dan Biyan menikmati berbulan madu mereka di India, Hiroshi, asisten Mr Akihiko, bekerja sesuai rencana yang diarahkan oleh atasannya. Dia berusaha menciptakan kekacauan atas segala sesuatu yang dimiliki Yati dan Biyan.


"Saya harus memastikan bahwa rencana Mr Akihiko berjalan lancar. Saya akan membuat kekacauan di semua aset mereka," guman Hiroshi.


Hiroshi mulai mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan rencana ini. Dia mencoba mengacaukan urusan bisnis dan rumah tangga Yati dan Biyan dengan berbagai cara, termasuk dengan mencoba mempengaruhi orang-orang di sekitarnya.


Namun, tim Yati dan Biyan telah mempersiapkan langkah-langkah pencegahan. Mereka memiliki jaringan yang kuat dari orang-orang yang mereka percayai untuk membantu memantau situasi di rumah dan bisnis mereka.


Sementara Yati dan Biyan menikmati berbulan madu mereka, mereka juga tetap waspada terhadap potensi ancaman dari pihak Mr Akihiko, yang bisa datang kapan saja.


Mereka menyadari bahwa perlindungan terhadap aset dan keamanan mereka adalah hal yang penting, terutama dalam menghadapi upaya sabotase dari pihak lawan. Dengan tekad dan kerja sama tim yang kuat, mereka siap untuk menghadapi segala tantangan yang mungkin muncul di depan mereka.


***


Sementara Hiroshi terus berusaha menciptakan kekacauan, tim Yati dan Biyan tetap waspada terhadap setiap tindakan yang dilakukannya. Mereka berkomunikasi secara teratur dengan orang-orang yang dipercayai untuk memastikan bahwa semua aset dan urusan mereka tetap terjaga dengan baik.


Hiroshi, meskipun dalam posisi sulit, tidak akan menyerah begitu saja. Dia merencanakan untuk mencoba mendapatkan informasi rahasia dari para anggota tim Yati dan Biyan. Ia tahu bahwa setiap bisnis memiliki titik lemahnya, dan dia berusaha menemukan cara untuk memanfaatkannya.


"Hai, apa kabar? Sudah lama tidak bertemu, ya?" tanya Hiroshi, pada seseorang yang ditemuinya malam ini.


"Apa yang kamu inginkan, Tuan Hiroshi?" tanya orang tersebut, tanpa menjawab pertanyaan Hiroshi.


"Kita bisa berbicara dengan lebih santai, bukan? Saya dengar bisnis Yati dan Biyan semakin berkembang," jawab Hiroshi, dengan wajah tenang.

__ADS_1


Hiroshi juga mulai mendekati orang-orang yang memiliki koneksi dengan Yati dan Biyan, mencoba untuk mempengaruhi mereka atau bahkan membeli informasi sensitif yang bisa digunakan untuk mendapatkan keuntungan.


Selain itu, Hiroshi juga merencanakan serangkaian tindakan hukum atau gangguan kecil untuk mengganggu kelancaran bisnis Yati dan Biyan.


Asisten Mr Akihiko berharap hal ini akan membuat mereka terganggu dan kehilangan konsentrasi, sehingga memudahkan Hiroshi untuk mencapai tujuannya.


"Ya, mereka telah bekerja keras untuk mencapai ini." Orang tersebut menjawab sesuai dengan kenyataan yang ada.


Bagaimana kalau kita bicara tentang peluang kerjasama? Mungkin ada hal-hal yang bisa saling menguntungkan," tawar Pria tambun tersebut dengan tersenyum.


"Saya tidak melihat alasan mengapa kami harus bekerja sama denganmu, Hiroshi." Orang tersebut, Syah curiga sedari awal.


Namun ternyata, tim Yati dan Biyan juga tidak tinggal diam. Mereka terus memonitor setiap langkah Hiroshi dan mempersiapkan strategi untuk menghadapi ancaman ini.


Mereka bekerja sama dengan ahli keamanan dan penasihat hukum untuk memastikan bahwa bisnis dan keamanan pribadi mereka tetap terjaga dengan baik.


"Sayang sekali. Saya pikir kita bisa mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Tapi, siapa tahu, mungkin suatu hari nanti Anda akan mempertimbangkannya."


Asisten Mr Akihiko tidak menyerah begitu saja, masih berusaha untuk mencari celah yang ada.


"Terima kasih atas tawarannya, Hiroshi. Tapi kami sudah cukup puas dengan kondisi saat ini," ucap orang tersebut dengan mantap.


"Baiklah, kalau begitu. Tetap hubungi saya jika Anda berubah pikiran. Saya akan senang bisa berbicara lebih lanjut," terang Hiroshi, masih berusaha mempengaruhi.


"Kami akan pikirkan, Hiroshi. Sampai jumpa," ucap orang tersebut dengan berdiri dari duduknya.


Hiroshi juga berdiri kemudian pergi dengan senyuman tipis, menunjukkan bahwa dia belum menyerah sepenuhnya. Sementara itu, tim Yati dan Biyan tetap waspada terhadap setiap tindakan yang mungkin diambil oleh Hiroshi. Mereka tahu bahwa pertarungan belum berakhir dan mereka harus tetap waspada.


"Kami masih terus memantau setiap langkah Hiroshi. Tidak boleh ada celah bagi rencananya untuk berhasil," ucap orang yang tadi bertemu dengan asisten Mr Akihiko dengan ponsel di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2