Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Mr Andre


__ADS_3

Mr Andre adalah, seseorang yang dimintai tolong oleh sang Kakek, untuk melakukan penyelidikan tentang latar belakang keluarga dari miss Kiara, istri dari cucunya sendiri. Mr Ginting.


Mr Andre adalah, tamu yang datang ke pesta pernikahan Mr Ginting dan Yati, namun tidak bisa bertemu dengan kedua mempelai.


Mr Andre adalah, laki-laki pertama, yang Yati terima dengan hatinya. Diberi semua yang Yati miliki, dan yang paling berharga.


Mr Andre adalah, laki-laki yang tidak mungkin bisa menjadi milik seorang Yati.


Mr Andre adalah, laki-laki yang tidak mungkin bisa melukai hati wanitanya, meskipun saat ini wanita itu sedang tidak bersama dengannya.


Dan Mr Andre tidak pernah menyangka bahwa, Yati, yang biasa dia kenal sebagai miss Yeti, adalah mempelai wanita yang tidak pernah dia jumpai. Dia merasa sangat terkejut, pada saat sang Kakek mengirimkan beberapa foto miss Yeti padanya.


Mr Andre tidak pernah menyangka bahwa, wanita yang harus dia selidiki sendiri adalah miss Yeti. Wanita-nya sendiri.


Dan Mr Andre tidak pernah menyangka bahwa, istri dari Tuan Muda, Mr Ginting, cucu sang Kakek yang lebih dikenal dengan Tuan Besar, adalah miss Yeti. Wanita yang selalu ada di dalam hatinya sendiri.


Jadi, mana mungkin dia bisa melaporkan semua ini pada Tuan Besar, yang sudah meminta bantuannya, memberinya tugas, untuk bisa mengetahui semua tentang miss Kiara.


Mr Andre bagai memakan buah simalakama. Dia tidak tahu, apa yang harus dia lakukan, untuk tugasnya dan juga menjaga wanita-nya itu.


Dia merasa sangat bersalah, seandainya memberikan keterangan dan laporan yang sebenarnya pada sang Kakek, terkait dengan kehidupan keluarga dan latar belakang dari miss Kiara.


Tapi dia juga merasa sangat tidak profesional, jika tidak memberikan laporan yang akurat, untuk permintaan sang Kakek, yang merupakan seniornya dalam pendidikan militer dulu.


Mr Andre kebingungan, apalagi dengan semua permintaan dari istrinya, yang mengajaknya untuk pergi ke luar kota bersama dengan rombongan arisannya.


Waktu dimana Mr Andre, bertemu dengan Yati di rumah makan Padang waktu itu.

__ADS_1


Dan sekarang, Mr Andre tidak mungkin bisa berlama-lama mengulur waktu, untuk menyampaikan sesuatu yang harus dia sampaikan pada sang Kakek, Tuan Besar-nya.


Disinilah akhirnya Mr Andre berada. Dia ada di hadapan sang Kakek, untuk memberikan semua laporan yang dia dapatkan dan diinginkan sang Kakek.


"Maaf Tuan. Jika boleh tahu, kenapa Tuan merasa curiga dengan istri dari Mr Ginting? Padahal setahu Saya, Mr Ginting adalah pemuda yang jujur dan baik. Dia juga merupakan cucu kesayangan Tuan Besar kan?" tanya Mr Andre, sebelum memberikan beberapa penjelasan tentang laporan yang dia bawa.


"Iya. Aku awalnya sangat percaya. Aku merasa sangat senang dan juga bahagia, karena Aku berpikir bahwa, semua rumor tentang Ginting pada akhirnya salah. Dia normal. Sangat normal, dan itu terlihat jelas saat mereka berdua bersama."


Sang Kakek menjeda kalimatnya, untuk mengambil nafas panjang dan membuangnya perlahan-lahan. Dia merasa lega, setelah mengungkapkan apa yang dia rasakan dulu.


"Aku mulai menyayangi Kiara, sama seperti cucuku sendiri. Dia begitu manis, lembut, dan cantik. Dia juga bisa menjadikan Ginting sebagai seseorang yang hangat, tidak seperti dulu. Perubahan sikap Ginting padaku, juga karena Kiara. Dulu dia sangat membenciku. Bicara saja jarang, dan sangat datar. Tapi sekarang dia lebih baik dari pada yang dulu Dan itu karena Kiara. Tapi karena ada beberapa hal yang tidak terpikirkan oleh akal, dan juga laporan dari beberapa orang, akhirnya Aku ikut terpengaruh juga, dengan semua yang ingin Aku ketahui. Itulah sebabnya, Aku meminta bantuan dari mu Andre."


Sang Kakek, mengakhiri penjelasan yang dia berikan, pada pertanyaan yang diajukan oleh Mr Andre tadi.


Sekarang, Mr Andre mengangguk paham, dengan permasalahan yang dihadapi oleh sang Kakek.


Mr Andre jadi bisa menentukan, langkah apa yang harus dia lakukan, untuk membuat sang Kakek percaya dengan laporan yang akan dia berikan.


Kini, Mr Andre memberikan beberapa lembar berkas, hasil penyelidikan yang dia lakukan untuk mendapatkan kabar tentang miss Kiara, istri dari Mr Ginting. Cucu sang Kakek.


"Ini adalah berkas-berkas hasil penyidikan Andre Tuan. Semoga saja, Tuan puas dengan hasil yang Saya dapatkan. Tuan Besar bisa mempelajari sendiri, dan jika ada sesuatu yang tidak dipahami, Tuan bisa tanyakan pada Saya, lewat email atau telpon langsung. Jangan meminta penjelasan dari orang lain. Nanti bisa bertubrukan dan tidak sinkron dengan laporan yang ada."


Sang Kakek mengangguk mengiyakan. Dia paham dengan apa yang dikatakan oleh Mr Andre. Adik junior-nya, saat berada di pendidikan militer dulu. Meskipun mereka berdua, tidak mengambil spesialisasi pendidikan yang sama.


"Terima kasih Dre. Aku harap, semua kecurigaan yang ada itu salah. Aku sudah tidak memikirkan apapun, tentang istri dari Ginting. Yang penting dia normal. Itu sudah cukup untuk kebahagiaan kakek tua ini. Sayangnya, ada kalanya kakek tua ini terpengaruh juga dengan isu-isu yang berkembang di sekitar telinganya. Hahaha... itu wajar kan?"


Mr Andre tersenyum, mendengar perkataan sang Kakek. Dia mengangguk mengiyakan, agar sang Kakek merasa senang dan tidak lagi banyak pertanyaan yang akan dia ajukan.

__ADS_1


"Oh iya, ayo di minum! Malah keasyikan ngobrol, sampai lupa nawari minum," kata sang Kakek, menawari Mr Andre untuk minum.


Tadi, pelayan rumah sudah menyiapkan minuman dan juga makanan untuk tamu tuan Besar-nya.


Tapi, karena mereka berdua terlalu asyik berbincang-bincang, pelayan hanya menyiapkannya di meja, dan tidak memberitahukan kepada Tuan-nya.


"Terima kasih," ucap Mr Andre pendek.


"Ayok-ayok, di minum!"


Akhirnya, Mr Andre mengambil gelas air minum tersebut, dan meminumnya seteguk dua teguk. Setelah itu, dia berpamitan kepada sang Kakek, karena dia masih ada beberapa pekerjaan yang harus dia kerjakan.


"Terima kasih untuk kepercayaan Tuan, dengan tugas ini. Sekarang, Saya pamit dulu. Semoga Tuan puas dengan apa yang Saya laporkan."


Mr Andre membungkukkan badannya, setelah melakukan gerakan hormat secara formal ala militer.


Hal yang sama juga dilakukan oleh sang Kakek.


Setelah itu, Sang Kakek memeluk Mr Andre. "Terima kasih sudah mau Aku repotkan. Hati-hati dan tetap jalankan tugas negara dengan baik," kata sang Kakek memberi pesan.


Mr Andre mengangguk mengiyakan pesan dari sang Kakek. Setelah itu, dia keluar dari dalam rumah, dan kemudian berjalan menuju ke arah pos penjaga rumah.


Sang Kakek juga menemaninya ke pos. Mereka berdua, berbincang-bincang tentang hal-hal umum, yang sedang menjadi berita dan informasi di masyarakat pada umumnya.


Mereka berdua tampak seperti teman lama, yang sudah terbiasa untuk saling membantu dan memberikan beberapa nasehat.


"Salam untuk istrimu, dan juga ayah mertuamu. Aku sudah lama tidak menyambangi dirinya. Salah sendiri, sekarang jauh dari kota. Hidup dengan menikmati masa pensiun dan menjauh dari keramaian. Tapi itu justru membuatnya kesepian, karena anak-anak dan juga cucu-cucunya ada di kota. Hahaha... aku tidak mau ikut jejak mertuamu itu."

__ADS_1


Mr Andre hanya tersenyum tipis, mendengar keluhan dan juga kritikan dari sang Kakek, untuk ayah mertuanya. Saudara sepupu dari sang Kakek sendiri.


__ADS_2