Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Tertunda


__ADS_3

"Halo, Kak Aji. Ada sesuatu yang ingin Biyan tanyakan tentang sejarah keluarga kita."


Biyan, bertanya dengan kakaknya di telepon begitu ia keluar dari restoran, setelah pertemuannya dengan Mr Ginting.


"Tentu, Biyan. Apa yang ingin kamu, tanyakan?" tanya Aji, yang kemungkinan besar sudah berada di rumah.


"Apakah benar, jika kita ada hubungannya dengan keluarga Mr Ginting. Pengusaha besar, yang mewaris seluruh perusahaan ayahnya, yang dulu diurus kakeknya, karena dia adalah pewaris satu-satunya yang yatim piatu sejak kecil."


Sunyi sejenak, karena Aji, kemungkinan sedang berpikir tentang maksud dari pertanyaan adiknya barusan.


"Baru saja Mr. Ginting mengungkapkan bahwa kakek dari ayah kita dan kakek dari Mr Ginting adalah saudara kandung. Apakah kakak pernah mendengar tentang ini, sebelumnya?" tanya Biyan lagi, dengan tidak sabar.


"Ah, kamu bisa mencarinya dalam silsilah keluarga kita atau keluarga Mr Ginting. Tapi, ya, memang benar. Ayah kita memiliki hubungan darah dekat dengan keluarga Ginting. Itu sebabnya kami memiliki beberapa kerjasama dalam bisnis yang dipegang oleh sepupunya, yaitu Surya."


Biyan merasa kaget mendengar konfirmasi dari kakaknya, yang ternyata semuanya benar. Kini semuanya menjadi lebih jelas baginya sekarang.


"Biyan, tidak pernah menyangka. Terima kasih telah memberi tahu, Kak. Ini sungguh mengejutkan."


"Tidak masalah, Biyan. Kadang-kadang sejarah keluarga memiliki rahasia sendiri. Sekarang kamu sudah tahu, ini adalah kesempatan untuk membangun kembali hubungan dengan keluarga Ginting."


Biyan merasa terima kasih atas informasi dari kakaknya, Aji. Dan ia merasa lebih yakin tentang hubungan keluarga baru yang diungkapkan oleh Mr Ginting. Ini adalah langkah penting dalam memahami dan membangun kembali ikatan dengan keluarga yang telah lama terpisah.


Aji memang membenarkan, apalagi selama ini Aji juga bekerjasama dengan Surya, sepupu Mr Ginting yang lebih banyak menghandle bisnis yang di Indonesia, sehingga tidak begitu tahu tentang Mr Ginting. tapi, ia membenarkan adanya hubungan darah saudara jauh di antara mereka.


"Terima kasih, Kak Aji, telah memberikan klarifikasi ini. Biyan, benar-benar terkejut dengan pengungkapan itu."


"Tidak masalah. Kakak juga pernah bekerja sama dengan Surya, sepupu Mr. Ginting, dalam bisnis kami. Jadi kakak lebih banyak tahu tentang keluarga mereka di Indonesia daripada Mr. Ginting sendiri."


Biyan merasa lega mendapatkan konfirmasi dari kakaknya, Aji, tentang hubungan darah yang diungkapkan oleh Mr. Ginting. Ini memberinya kepastian bahwa apa yang diungkapkan Mr. Ginting adalah benar adanya. Sebab ia memang tidak ikut campur dalam urusan bisnis keluarganya.

__ADS_1


Biyan merasa semakin memahami latar belakang dan hubungan antara keluarga mereka dengan keluarga Ginting. Semakin banyak informasi yang dia dapatkan, semakin ia memiliki banyak pengetahuan baru tentang keluarganya sendiri.


"Sekarang aku memiliki gambaran yang lebih jelas. Terima kasih telah memberikan penjelasan ini, Kak Aji."


"Tentu, Biyan. Sekarang kamu dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan keluarga Ginting. Siapa tahu, ini bisa menjadi langkah penting dalam kehidupan dan usahamu ke depan."


***


"Hiroshi, saya perlu memastikan bahwa rencana ini berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Kita tidak boleh lengah dalam mengamati setiap langkah Mis Yeti, dan Biyan." Mr Akihiko, memperingatkan kembali asistennya.


"Baik, Mr Akihiko. Orang-orang kita akan melakukan yang terbaik untuk memantau mereka. Tidak ada yang akan lolos dari perhatian kami."


"Selain itu, pastikan semua jaringan intelijen kita terus memantau perkembangan. Informasikan apa pun tentang rencana mereka, sebab itu adalah kunci untuk menggagalkannya."


"Tentu, Mr Akihiko. Kita akan memastikan bahwa mereka memiliki akses penuh ke semua informasi terbaru terkait rencana lamaran itu."


Mr. Akihiko merencanakan langkah-langkah cermat untuk menggagalkan rencana Yati dan Biyan saat acara lamaran nantinya. Dia tahu bahwa keberhasilan dalam misi ini membutuhkan perencanaan yang matang dan eksekusi yang tepat waktu.


Kedua, dia akan memastikan bahwa seluruh jaringan informasi dan intelijen miliknya terus memantau perkembangan rencana lamaran. Ini termasuk memeriksa latar belakang dan kehidupan pribadi dari semua orang yang terlibat dalam acara tersebut.


Selain itu, Mr. Akihiko akan mencoba mencari cara untuk mengacaukan logistik atau persiapan yang telah dilakukan oleh Yati dan Biyan. Ini mungkin termasuk melakukan intervensi terhadap vendor atau penyedia jasa yang terlibat.


Terakhir, jika semua upaya di atas tidak berhasil, Mr. Akihiko memiliki rencana cadangan yang melibatkan penggunaan informasi sensitif atau mengungkapkan rahasia tersembunyi yang dapat mengganggu hubungan Yati dan Biyan.


Dengan strategi ini, Mr. Akihiko berharap dapat menggagalkan rencana lamaran mereka dan mempertahankan kekuasaannya dalam situasi ini. Dia menyadari bahwa waktu terus berjalan dan dia harus bersiap untuk bertindak cepat saat momen yang tepat tiba.


"Jika mereka mencoba untuk melanggar rencana kita, saya ingin memastikan bahwa kita memiliki rencana cadangan. Persiapkan tim khusus untuk itu."


"Saya akan segera menyiapkan tim tersebut, Mr Akihiko. Kami akan siap mengambil tindakan jika situasi membutuhkan reaksi cepat."

__ADS_1


"Bagus, Hiroshi. Jangan biarkan hal-hal ini terlewat dari pengawasan kita. Keberhasilan rencana ini sangat penting bagi kepentingan kita."


Mereka selalu waspada dengan persiapan ekstra, yang dilakukan oleh Mr Akihiko dan timnya untuk memastikan keberhasilan rencananya. Mereka akan menggagalkan lamaran Yati dan Biyan. Mereka memiliki rencana yang matang dan siap untuk bertindak sesuai kebutuhan.


***


Di Semarang, persiapan rencana lamaran Biyan untuk Yati berlangsung dengan penuh kehati-hatian dan kecermatan.


Ruangan tempat acara akan berlangsung dihiasi dengan indah, meja makan dipersiapkan dengan lezatnya hidangan, dan bunga-bunga segar memenuhi udara dengan harumnya. Namun, tiba-tiba, kendala tak terduga muncul.


Tuan Wasito, yang sebelumnya tampak sehat dan semangat, tiba-tiba mengalami penurunan kesehatan yang signifikan. Dia harus dirawat di rumah sakit dan situasi ini menghentikan persiapan lamaran hampir sepenuhnya.


Biyan dan Yati bersama dengan saudara-saudaranya merasa khawatir dan prihatin. Mereka mengunjungi Tuan Wasito di rumah sakit, memberikan dukungan penuh dan berdoa untuk kesembuhannya.


"Kita harus fokus pada kesehatan Ayah sekarang. Persiapan lamaran bisa menunggu," kata Biyan, menenangkan.


"Ya, yang terpenting adalah kesembuhan Ayah. Semoga dia pulih dengan cepat," sahut Yati, penuh harap.


Sementara itu, rencana lamaran mereka, yang telah mencapai 75% sekarang harus dihentikan sementara waktu.


Tapi, walaupun rencana lamaran telah mencapai tahap yang sangat maju, prioritas utama saat ini adalah kesehatan Tuan Wasito. Mereka semua berharap agar Tuan Wasito segera pulih dan mereka dapat melanjutkan persiapan dengan hati yang tenang dan gembira.


"Kita harus memastikan Ayah mendapatkan perawatan terbaik. Lamaran ini bisa diundur untuk sementara waktu," ujar Biyan, lagi.


"Semoga Ayah segera sembuh, dan kita bisa melanjutkan persiapan lamaran dengan tenang." Yati, tidak mau mengecewakan Biyan dan keluarganya.


"Ehmmm ... ada yang mau saya, bicarakan."


"Apa? Ada apa, Mr Andre?" tanya Yati, cepat.

__ADS_1


Mr. Andre, dengan berhati-hati, mengungkapkan keinginan Tuan Wasito berapa waktu kemarin, pada Yati.


__ADS_2