Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Semua Penuh Misteri


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, pasca ibunya Yati pergi, dengan cara yang tidak bisa dibilang wajar untuk Yati.


Dari laporan yang dibuat oleh pihak rumah sakit, untuk berkas arsip dan juga laporan kepolisian setempat dinyatakan bahwa, wanita yang mengalami depresiasi berat, dan tidak normal dalam waktu dua puluh lima tahun itu, meninggal dunia akibat bunuh diri akibat over dosis. Dan bukti-bukti dari semua saksi serta penyidikan tempat kejadian menyebutkan bahwa, tidak ada pihak lain yang menjadi penyebab wanita tersebut melakukan tindakan bunuh diri, selain dorongan emosionalnya yang tidak stabil dan bla bla bla.


Surat keterangan itu di baca oleh Yati sekilas, dengan semua alasannya yang tidak masuk akal menurut Yati sendiri.


"Atau, Aku sendiri yang terlalu bodoh untuk menyimpulkan sendiri kejadian ini?"


Begitulah kira-kira pemikiran dan pertanyaan yang muncul di dalam hati dan pikirannya Yati sendiri.


Tapi dua juga tidak bisa melakukan apa-apa, untuk menuntut pihak rumah sakit. Semua saksi dan bukti, tidak ada yang mengarah pada alasan lain, selain yang mereka sebutkan dalam laporan tersebut.


Sekarang, Yati sudah kembali ke Indonesia. Tapi dia tidak pergi untuk mengunjungi kantor Mr Akihiko. Dia juga tidak pergi kemana-mana.


Yati hanya berdiam diri di dalam kamar kostnya saja. Memikirkan banyak hal, tentang kehidupannya sendiri, dengan semua lika-likunya.


Saat membuka handphone miliknya, Yati tersenyum sinis, saat melihat koleksi novel online yang sudah tamat dia baca.


Dari sekian genre yang ada, dia lebih suka membaca buku novel dengan genre misteri, namun ringan untuk temanya. Hanya sekitar kehidupan, yang kadang-kadang ada, meskipun banyak orang yang tidak percaya dengan cerita tersebut.


Satu persatu dia buka, dari aplikasi gratis toon group. Ada Keturunan Ke Tujuh karya Reo Ruari Onsiwasi yang menceritakan kisah tentang kehidupan seseorang, yang baik, namun selalu sial dan mendapat banyak rintangan dalam menjalani kehidupannya. Ternyata, setelah beberapa saat lamanya, tokoh pada novel tersebut menemukan misteri apa yang sebenarnya terjadi pada keturunan-keturunannya yang terdahulu. Kutukan pada generasi sebelumnya, yang membuatnya harus bisa mengakhiri kutukan tersebut.


Ada juga kisah novel yang mirip dengan kehidupan Yati, meskipun tidak sama seperti jalan cerita yang dia alami dalam kenyataannya.


Lelaki Berkacamata karya tompealla kriwieall, yang mirip dengan kisah kehidupan Yati sendiri. Karena tokoh dalam novel tersebut, juga tidak tahu, dari mana sebenarnya dia berasal.


Bedanya dengan kisah kehidupan Yati, tokoh novel tersebut mempunyai ibu, yang bisa merawatnya sejak kecil, meskipun tanpa ayah. Tapi tetap saja, tokoh novel tersebut, memiliki kehidupan yang tidak sama seperti temannya yang lain.


Sedangkan Yati sendiri, tidak memiliki siapapun, kecuali mbok Minah, yang sebenarnya bukan siapa-siapa Yati. Tidak ada hubungan darah antara mereka berdua.


Ada juga kisah-kisah misteri lain, yang ada pada aplikasi toon group tersebut. Sayangnya, Yati sudah tertidur pulas, sebelum sempat mencari-cari novel lain, dengan genre yang sama, untuk kisah misteri tentang kehidupan, yang ringan untuk di baca, saat dia sedang senggang.


Padahal, handphone milik Yati, masih dalam keadaan on dan stay di aplikasi tersebut. Hal yang biasa terjadi, jika Yati terlalu capek, tapi memaksakan diri, untuk membaca kisah-kisah dalam novel, yang bisa menghiburnya. Meskipun itu hanya sebuah rekayasa dan ke_halu_an dari para author, yang cukup misterius juga, bagaimana dengan kisah kehidupan mereka sendiri.

__ADS_1


*****


Klunting


Klunting


Klunting


Handphone milik Yati berdenting sedari tadi. Tapi karena Yati sedang tertidur pulas, dia tidak mendengar panggilan telpon tersebut.


Klunting


Klunting


Klunting


Bunyi panggilan telpon dari handphone milik Yati, kembali berbunyi. Dengan malas, Yati menekan tombol hijau, tanpa melihatnya siapa yang menelponnya kali ini.


Sebenarnya, sedari masih ada di Singapura, banyak sekali panggilan telpon yang masuk. Begitu juga pesan yang dia terima, saat berita kematian ibunya sampai di Indonesia.


Tapi karena Yati sedang tidak ingin diganggu, dia tidak mau menerima panggilan telpon tersebut. Dia juga tidak membalas pesan dari orang-orang, termasuk pesan dari Mr Andre, yang dikirimkan melalui email, sama seperti biasanya.


Seminggu sejak kematian ibunya, Yati hanya membaca berita dan novel-novel kesukaannya, untuk menghibur dirinya sendiri. Meskipun sebenarnya kesedihan tetap ada di dalam hatinya.


Yati hanya berusaha untuk tidak terlihat lemah, dengan menghilang untuk beberapa saat ini.


Untuk makanan, Yati tidak pernah keluar kamar untuk membelinya. Dia hanya makan apa saja yang sudah ada di dalam lemari pendingin, yang ada di dalam kamar kost miliknya, atau bisa juga dia memesannya melalui ojol.


Yati benar-benar tidak mau diganggu, hanya untuk sekedar basa-basi bela sungkawa saja.


..."Halo, miss Yeti?"...


Yati mendengar namanya dipanggil seseorang dari panggilan telpon yang saat ini tersambung. Itu adalah suara Mr Akihiko, yang sedari kemarin-kemarin terus saja menghubungi dirinya.

__ADS_1


Tidak hanya telpon, tapi pesan dari Mr Akihiko juga banyak yang masuk. Sayangnya, Yati memang tidak pernah mengangkat dan membalas pesan tersebut.


Entah kenapa tadi, tanpa sadar Yati menekan tombol hijau. Padahal matanya dalam keadaan terpejam.


..."Halo Miss Yeti. Kamu mendengarkan suaraku?"...


Mr Akihiko, kembali bertanya melalui panggilan telpon tersebut, karena Yati masih diam dan tidak bersuara, untuk menjawab pertanyaan yang dia ajukan.


..."Miss Yeti. Miss Marisa kritis. Dia sekarang ada di rumah sakit, tak jauh dari bandara. Dia baru saja datang dari Jepang, dan tiba-tiba jantungnya kumat. Jika Kamu bisa, tolong datang ya. Aku takut, jika dia tidak bisa bertahan. Karena dia pulang ke Indonesia, sebenarnya ingin bertemu denganmu."...


Yati membuka matanya, saat mendengar berita tentang miss Marisa. Seniornya di restoran Mr Akihiko, yang selalu bersikap baik dan sering memberikan nasehat-nasehat pada Yati.


"Miss Marisa," gumam Yati seorang diri, dengan mata berkaca-kaca.


..."Kamu mendengarkan, miss Yeti?"...


..."Iya-iya."...


Ternyata Mr Akihiko, mendengar gumaman Yati, karena panggilan telpon masih dalam keadaan on.


Sekarang Yati memutuskan hubungan telpon dari Mr Akihiko, dan segera berjalan ke arah kamar mandi. Dia ingin bersiap untuk berangkat ke rumah sakit, di mana miss Marisa di rawat.


"Bertahan miss Marisa. Aku datang. Maaf, Aku mengabaikan panggilan telpon dan juga pesan darimu." Yati kembali bergumam seorang diri, di dalam kamar mandi.


Setelah hampir setengah jam lamanya, Yati tampak keluar dari kamar kost, dan pergi ke garansi. Dia memanaskan mobilnya, yang sudah lama tidak dia gunakan.


Setelah dirasa cukup, Yati mengeluarkan mobil tersebut, kemudian keluar dari area halaman bangun kost, untuk pergi ke rumah sakit, yang diberitahukan oleh Mr Akihiko tadi.


Yati berharap, miss Marisa masih bisa bertahan dan tertolong, meskipun dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk kesembuhan miss Marisa.


Dengan kecepatan normal, Yati tetao berusaha untuk tenang, karena di jalan, resikonya juga besar, jika gegabah dan mengabaikan peraturan lalu lintas.


Yati tidak ingin terjadi sesuatu padanya, hanya karena ingin cepat sampai di rumah sakit.

__ADS_1


Karena keselamatan dirinya, tergantung dari cara dia menjalankan mobilnya, dengan baik dan tetap pada aturan yang ada.


Yati tidak ingin mati muda dengan sia-sia, sebelum selesai dengan semua keinginannya untuk bisa memecahkan misteri, yang belum bisa dia ketahui tentang semua hal yang terjadi, dalam kehidupannya selama ini. Termasuk kematian ibunya, seminggu yang lalu. Yang menurut Yati, tetap saja, tidak sama seperti yang dilaporkan oleh pihak rumah sakit jiwa, yang ada di Singapura sana.


__ADS_2