
Hiroshi, dengan senyuman misterius, mulai menggulirkan rencananya yang telah disusun dengan teliti. Dia memanfaatkan setiap peluang yang dimilikinya, dari orang-orang yang masih setia padanya hingga koneksi-koneksi tersembunyi yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun bersama dengan Mr Akihiko.
Rencananya melibatkan serangkaian langkah yang kompleks, termasuk manipulasi informasi, penipuan, dan bahkan ancaman tersembunyi. Dia mengetahui bahwa untuk melawan Yati, Biyan, dan tim mereka, dia harus menggunakan segala cara yang mungkin bisa menjadi alatnya.
Namun, tak seorang pun tahu betapa berbahayanya Hiroshi sekarang. Di balik senyumnya yang licik, tersembunyi keinginan yang gelap dan tekad untuk membalas dendam.
Tim Yati dan Biyan akan menghadapi musuh yang sangat licin dan kejam, dan mereka harus waspada terhadap setiap langkah Hiroshi.
"Kalian tahu mengapa kita berkumpul di sini. Ini adalah kesempatan besar bagi kita semua. Kita harus membalaskan dendam dan memulihkan kehormatan kita," tutur Hiroshi, mulai menghasut.
"Kami siap, Tuan Hiroshi. Kami telah mempersiapkan segalanya," sahut orang yang berkepala plontos.
"Tapi kita harus hati-hati. Mereka juga bukan lawan yang mudah," pesan yang lain, memperingatkan mereka.
Pertemuan di tempat terpencil, di bawah redupnya lampu, menjadi tempat yang cocok bagi Hiroshi untuk merencanakan langkahnya dengan orang-orang yang ia pilih untuk bekerja sama.
"Tentu saja. Kita akan bergerak secara hati-hati dan dengan cerdik. Setiap langkah harus dipertimbangkan dengan matang," terang asisten Mr Akihiko tersebut.
"Bagaimana dengan orang-orang dan dana untuk mendukung kegiatan kita?" tanya pria tubuh kurus, tapi lebih tinggi dari yang lain.
"Kalian semua, tenang saja. Saya telah mengatur semuanya. Kita akan memiliki apa yang diperlukan untuk setiap rencana kita," ungkap Hiroshi menenangkan orang-orangnya.
Percakapan ini hanya sekilas dari pertemuan mereka. Di balik kata-kata, terdapat bahasa-bahasa rahasia dan keinginan untuk berhasil dalam rencana Hiroshi. Mereka semua menyadari bahwa mereka masuk ke dalam pertarungan yang berat, dan setiap tindakan mereka harus hati-hati direncanakan.
Sementara itu, Mr Akihiko mendekam di selnya dengan tatapan tajam dan wibawa yang melekat pada dirinya.
Meskipun Pria Jepang itu berada di balik jeruji besi, keistimewaan tertentu masih bisa dirasakan. Selain tempat tidur yang lebih nyaman, ia memiliki akses terbatas untuk menerima kunjungan dari orang-orang tertentu, dan terkadang bahkan bisa menyelipkan pesan-pesan rahasia melalui perantaraan orang-orang di luar.
"Pengaruh besar dalam keadaan seperti ini adalah uang, koneksi yang besar dan tentunya nama besar juga." Mr Akihiko, berbicara sendiri.
"Aku tidak mau ditindas di lapas ini, jadi, untuk mendapatkan kekuasaan aku juga harus bisa sedikit berkorban!"
Namun, walaupun keadaannya tampak terlihat berbeda, keinginan untuk mendapatkan kembali kekuasaannya dan membalaskan dendamnya adalah hal yang tak terbantahkan dalam diri Mr Akihiko. Ia tahu bahwa ia harus bergerak cerdik dan bermain di balik layar untuk mencapai tujuannya, dan ia tidak akan tinggal diam.
__ADS_1
Saat berkumpul dengan napi lain, Mr Akihiko sering membual, yakinkan para napi untuk percaya dengannya dengan berbagai iming-iming pada saat keluar dari penjara nanti.
"Saya bisa saja keluar dari sini dengan mudah, tapi kamera dan beberapa hal tidak bisa dihindari. Tapi, saja jika kalian butuh sesuatu kalian bisa pesan sama saya."
"Wah, keren tuh!"
"Koneksinya bukan sembarang orang, ya?"
Mr Akihiko memang pandai berbicara dan memanipulasi. Dengan kata-kata penuh tipu daya, ia berhasil mempengaruhi beberapa napi di sekitarnya.
Beberapa napi mulai percaya pada visi yang dijanjikan oleh Mr Akihiko, terbawa oleh harapan untuk mendapatkan keuntungan dan kekuasaan jika mereka mengikuti rencananya.
"Apa istimewanya napi Jepang, itu?" tanya seorang napi yang lihat tidak suka dengan apa yang dilakukan Mr Akihiko.
"Entahlah. Yang pasti, ia makan makanan yang berbeda dari kita." Yang lain, menjawab dengan memberikan sedikit penjelasan.
"Cih! Manusia manja! Seharusnya ia tidak perlu diistimewakan," sahut orang yang tadi bertanya, dengan merendahkan kepribadian Mr Akihiko.
Nyatanya, tidak semua napi terpengaruh begitu saja. Ada juga yang memandang rendah dan berhati-hati terhadap janji-janji yang terlalu muluk-muluk. Mereka tahu, bahwa orang seperti Mr Akihiko adalah seorang yang licik, dan mereka tidak akan mudah tertipu.
Mr. Akihiko duduk di meja makan dengan menu mewah yang ia pesan khusus. Para napi lainnya duduk di sekitar dengan piring sederhana yang diberikan oleh dapur lapas.
"Lihat dia, selalu makan dengan menu yang berbeda. Itulah yang membuatnya selalu bergaya," terang Napi dengan kulit lebih hitam, dengan berbisik.
"Mungkin dia punya koneksi yang kuat di luar sana," sahut yang lain.
"Hai kalian, para Gentlemen! Saya selalu percaya bahwa hidangan yang baik bisa meningkatkan semangat," kata Mr Akihiko dengan suara yang lebih lantang.
Apa yang dilakukan oleh Mr Akihiko ini, membuat beberapa napi datang mendekat. Mereka ingin melihat menu makanan apa yang sedang dimakannya.
Tapi tentu saja itu tidak semua. Beberapa dari mereka tidak terpengaruh sama sekali bahkan terlihat memandang rendah.
"Hidangan yang baik? Hehhh! Kami bahkan harus berterima kasih jika makanan di sini tidak memicu masalah pencernaan," ejek Napi yang tadi, dengan tertawa sinis.
__ADS_1
"Ya, mungkin saya hanya beruntung. Dan emang selalu begitu, ya kan?" Mr. Akihiko balas dengan menyeringai.
Para napi melanjutkan makan mereka sambil sesekali melirik menu istimewa milik Mr Akihiko dengan penuh keinginan. Mereka tahu bahwa hidangan seperti itu adalah sesuatu yang sulit diakses di balik jeruji besi.
Mr. Akihiko memang pandai memanfaatkan keistimewaan yang dimilikinya di dalam penjara. Ia memilih para tahanan yang tampak potensial untuk diajak bekerja sama. Sambil menyantap hidangan lezatnya, ia membagikan camilan dan makanan kecil kepada mereka.
"Mari, nikmati ini. Kita bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa jika kita bekerja sama," ajak Mr. Akihiko dengan bibir tersenyum licik.
"Terima kasih, Pak Akihiko. Kami siap membantu," jawab Tahanan yang mendekat padanya, dengan mengangguk patuh.
"Anda memang tahu caranya, Pak. Bagaimana kita bisa membantu Anda?" Yahya Tahanan lainnya, dengan tersenyum seperti layaknya seorang penjilat.
Agar tidak mendapatkan tekanan dari para napi penguasa lapas, Mr Akihiko juga membagi pada mereka dengan banyaknya materi yang dia dapatkan.
Mr Akihiko, memang mendapatkan kemudahan tersebut dari sipir, yang bisa diajak kerjasama. Apalagi dengan adanya koneksi pejabat negara yang memudahkan pekerjaannya ini.
"Jangan khawatir, saya akan memberitahu saat waktunya tiba." Mr Akihiko memberikan jawaban dengan tersenyum misterius.
Mereka bertukar kata-kata dengan penuh rahasia, dan rencana Mr Akihiko untuk memperluas pengaruhnya di dalam penjara pun mulai terbentuk.
Mr Akihiko memang mahir memanfaatkan segala kemungkinan yang ada di dalam penjara. Dengan bantuan sipir dan koneksi pejabat, ia mendapatkan akses kepada berbagai barang-barang yang diinginkannya.
Jadi, dengan mudah dia juga menyogok orang-orang yang bisa dirayu. Sama seperti yang dilakukannya sewaktu bebas untuk bisa dekat dengan para pejabat yang berpengaruh.
"Pak Akihiko, ini barang-barang yang Anda minta."
Sipir membara barang pesanan Mr Akihiko, dengan berhati-hati untuk menjaga rahasia yang sudah mereka sepakati.
"Bagus, ini akan sangat berguna." Mr Akihiko merasa senang, saat memeriksa barang-barang tersebut.
"Tentu saja, Pak. Kami siap membantu," ucap sipir dengan senyum penuh muslihat.
Mr Akihiko, dengan berhati-hati, membagikan beberapa barang kepada para napi yang sudah mau berkenalan dan percaya sehingga berada di pihaknya. Dengan cara ini, ia berhasil mempertahankan pengaruhnya di dalam penjara tanpa mendapatkan tekanan berlebihan dari para penguasa lapas.
__ADS_1
Dengan segala kemudahan seperti ini juga, Mr Akihiko bisa dikunjungi kapan saja dan kapan saja oleh asistennya (Hiroshi) guna membicarakan secara langsung apapun yang mereka rencanakan.
Lalu, apakah kalian ingin mendapatkan keistimewaan saat berada di lapas seperti yang dilakukan Mr Akihiko???