Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Tidak Ada Penjelasan


__ADS_3

"Kamu tidak mengatakan apa-apa tentang kita pada kakek kan?" tanya Mr Ginting, saat perjalanan pulang ke rumah.


"Tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa tentang kita. Justru, saat kakek bertanya, Mr sendiri yang menjawabnya," sahut Yati, dengan menggelengkan kepalanya.


Mr Ginting tampak membuang nafas lega. Dia tidak mau, jika kakeknya mengetahui apa yang menjadi rahasia mereka berdua.


Yati hanya tersenyum menanggapi sikap Mr Ginting, yang seperti takut, jika rahasia mereka berdua akan di ketahui oleh sang kakek. Dan tentu memang benar begitu, apa yang dirasakan Mr Ginting.


"Mr. Aku boleh minta ijin pulang sebentar tidak?" tanya Yati tiba-tiba.


Mr Ginting mengerutkan keningnya, mendengar permintaan dari istrinya. "Ijin pulang ke mana?" tanya Mr Ginting, yang ingin tahu, sebenarnya Yati mau ijin pulang ke mana. "Ke kampung apa ke kostan?" imbuh Mr Ginting bertanya lagi.


Yati akhirnya mengatakan bahwa, dia ingin pulang ke kampung. Dia merasa kangen dengan neneknya, mbok Minah. Dia juga ingin tahu keadaan kang Yoga, yang sakit lumayan parah untuk saat ini. Yati ingin menjenguk kang Yoga, sebentar saja.


"Mbok Minah, kang Yoga? siapa mereka? apa mereka keluarga Kamu?" tanya Mr Ginting menebak, dengan menatap wajah Yati.


Untuk menyingkat waktu, agar Mr Ginting tidak lagi bertanya-tanya, Yati hanya mengangguk, mengiyakan semua dugaan suaminya. Dia tidak ingin berdebat, mengenai kedua orang yang tadi dia sebutkan untuk alasannya meminta ijin pulang ke kampung.


"Tapi, Aku ada perjalanan bisnis ke Singapura. Dan kakek memintaku untuk mengajak Kamu ke sana. Di sana, ada rumah yang bisa kita tempat juga. Bahkan, sebenarnya Aku memang lahir di rumah itu." Mr Ginting menjelaskan kepada Yati, jika sudah ada rencana untuk mereka berdua dalam waktu dekat ini.


"Kok kakek gak bilang tadi?" tanya Yati heran.


Yati tidak tahu, jika sang kakek meminta Mr Ginting, untuk perjalanan bisnis ke Singapura.


"Tentu saja tidak. Ini sudah dibicarakan dari sebelum pesta digelar. Jadi ini sudah lama, dan waktunya kemungkinan minggu-minggu ini juga."


Yati terdiam mendengar perkataan suaminya. Dia tidak mungkin memaksakan diri untuk bisa pulang ke kampung waktu dekat ini.

__ADS_1


"Memangnya, ada apa di kampung? kenapa Kamu ingin pulang?" tanya Mr Ginting, ingin tahu keperluan istrinya ke kampung.


"Mbok sudah tua. Dan yang biasa membantu simbok itu kang Yoga. Dan beberapa minggu ini, dia sakit yang lumayan parah. Kemarin Aku sudah kirim uang untuk biaya perawatan kang Yoga di rumah sakit. Tapi kabar terakhir, dia malah dipindahkan ke rumah sakit lain, yang kayaknya perlengkapan medis lebih baik dan lengkap. Jadi Aku pikir bahwa penyakit kang Yoga itu semakin parah."


Mr Ginting mendengar semua penjelasan Yati tentang keluarganya di kampung. Dia menilai jika istrinya ini mempunyai hubungan yang baik dengan keluarganya, dan bahkan mungkin dia bekerja seperti ini juga demi keluarganya.


Dengan menarik kesimpulan tersebut, Mr Ginting jadi menilai dirinya sendiri yang tidak memiliki hubungan baik dengan sang kakek. Bahkan mungkin dengan semua anggota keluarganya yang lain juga.


"Besok pulanglah. Kamu akan di antar oleh supir, dan itu untuk dia hari saja di sana. Setelah itu kita akan ke Singapura. Bisa?"


Yati tertegun mendengar perkataan suaminya. Dia tidak menyangka bahwa akan mendapat ijin dari Mr Ginting, untuk bisa pulang meskipun hanya untuk dua hari saja dengan dikawal supirnya juga.


Tapi Yati sudah merasa bersyukur karena diijinkan untuk pulang ke kampung.


"Arigatou gozaimasu. Terima kasih Mr. Shunjin ku," ucap Yati dengan mengecup pipi suaminya itu sekilas.


Tapi kecupan yang hanya sekilas itu sudah membuat Mr Ginting memerah. Dia yang masih malu-malu untuk sebuah hubungan yang lebih intim, langsung memeluk Yati, karena sekat pembatas antara bagian depan dan belakang mobil sudah dia tutup. Jadi, dia bebas melakukan apa saja yang dia inginkan, pada istrinya, pada saat itu juga.


*****


Mr Akihiko, sudah mewanti-wanti agar tidak melakukan hubungan dengan para gheisa nya, yang sedang bertugas di luar, sebagai istri kontrak, sama seperti yang dilakukan oleh Yati saat ini.


Dia memberikan pesan itu pada semua orang yang bekerja dengannya, agar menjaga rahasia mereka semua.


Dia tidak mau, jika terjadi sesuatu pada para geisha nya jika ada salah satu dari pegawai nya yang menghubungi mereka.


Ini karena tidak semua orang ataupun anggota keluarga dari suami gheisa nya bisa mengerti dan memahami apa yang sebenarnya terjadi. Sama seperti yang ada pada keluarga Mr Ginting, yang tidak mungkin bisa menerima Yati, jika tahu latar belakang dan identitas Yati yang sebenarnya.

__ADS_1


Jadi seperti itulah yang selalu terjadi pada gheisa nya Mr Akihiko. Sama seperti Yati, yang tidak akan pernah mendapat kabar dan telpon dari Mr Akihiko sendiri, ataupun teman-teman yang lain, yang bekerja di bawah Mr Akihiko.


Mereka yang sedang bertugas, termasuk Yati, selama dua tahun tidak akan pernah dihubungi oleh Mr Akihiko ataupun anak buahnya yang lain.


Ini untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan.


Tapi kecurigaan dari dua gadis yang pernah mau dijodohkan dengan Mr Ginting oleh kakeknya, merasa ada sesuatu yang di sembunyikan. Mereka berdua, jadi ingin tahu siapa sebenarnya miss Kiara, yang sekarang ini menjadi istrinya Mr Ginting.


Mereka menyelidiki latar belakang Yati, sesuai dengan apa yang mereka ketahui. Menjadi netizen yang akan mencari kebenaran lewat media sosial dan internet.


Dari media sosial, mereka tidak menemukan apa-apa yang berkaitan dengan miss Kiara. Dari silsilah keluarga yang pernah di sebutkan oleh Mr Ginting. Sayangnya, mereka tidak menemukan titik terang. Tidak ada keterangan apa-apa, yang bisa menjawab semua kecurigaan mereka berdua.


Tapi mereka tetap merasa curiga dan menghubungi sang kakek, untuk mengatakan kecurigaan dan pemikiran mereka saat ini, tentang istri dari cucunya, Mr Ginting.


"Tidak ada nama dari keluarga Miss Kiara itu Kek. Tidak ada jejak media sosial manapun yang bisa mengetahui siapa dia sebenarnya. Dia sama misteriusnya, dengan cucu Kakek itu. Tapi kami merasa yakin, jika ada sesuatu yang tidak beres dengan hubungan mereka."


Kakek menerima kedua gadis itu di rumahnya sendiri. Mereka berdua datang, untuk mengatakan semua itu.


"Apa kalian merasa kecewa karena Ginting ternyata sudah memiliki istri dan akhirnya tidak bisa memilih satu diantara kalian berdua?" tanya sang kakek yang berpikir jika mereka berdua tentunya merasa kecewa dengan kegagalan perjodohan yang sudah di rencanakan.


"Kami memang kecewa Kek. Tapi ini jauh lebih penting dan untuk kebenaran yang sesungguhnya, agar Kakek tidak tertipu dengan wajah polos istrinya Mr Ginting."


Mereka tetap mencari celah untuk bisa membuat pikiran sang kakek balik mendukung mereka.


"Aku tidak menemukan kejanggalan di antara hubungan mereka. Mereka berdua terlihat mesra dan baik-baik saja untuk yang lebih intim lagi."


Sang kakek juga menceritakan tentang kejadian di rumahnya ini, kemarin saat dia mengundang istri dari cucunya itu, miss Kiara alias Yati. Miss Yeti.

__ADS_1


Kedua gadis tadi, hanya bisa tersenyum dengan mencibir apa yang mereka dengar dari kakek.


Tapi dalam hati mereka berdua, tetap saja merasa sangat yakin jika itu bukan yang sebenarnya terjadi. Mereka bertekad untuk bisa mengungkapkan siapa sebenarnya miss Kiara, yang saat ini mendampingi Mr Ginting. Laki-laki yang seharusnya memilih satu diantara mereka berdua untuk menjadi seorang istri.


__ADS_2