
"Halo teman-teman! Saya senang sekali bisa berkolaborasi dengan kalian untuk proyek "Etnik Modern". Kita bisa menggabungkan unsur-unsur tradisional dengan sentuhan modern dalam koleksi ini," kata Alisa membuat sambutan.
"Benar, Nona Alisa. Saya pikir kita bisa memadukan motif tradisional dengan potongan-potongan yang lebih kontemporer," sambut salah satu desainer yang ikut bergabung.
Setelah menandatangani surat pernyataan lepas dari perjanjian pranikah dan bercerai, ternyata Alisa tidak segera pulang ke Jerman. Dia justru melanjutkan proyek kerjasama dengan beberapa desainer lokal untuk melebarkan sayapnya.
Dengan demikian, saat pulang ke Jerman, apa yang dijanjikan Mr Ginting bisa langsung digunakan.
"Saya setuju. Bagaimana dengan menggunakan bahan-bahan lokal yang khas untuk daerah kita masing-masing?" sambung desainer yang lain.
"Ide yang bagus! Bahan-bahan lokal akan memberikan sentuhan autentik pada koleksi ini. Kita bisa menggunakan batik dari Jawa, songket dari Sumatera, dan lain-lain."
Keputusan Alisa untuk tetap tinggal dan melanjutkan proyek kerjasama dengan desainer lokal adalah langkah yang cerdas dan berani.
Dengan memanfaatkan waktu di tempat yang baru, ia memiliki kesempatan untuk mengasah keterampilan, membangun portofolio yang lebih kuat, dan mengembangkan jaringan profesional yang lebih luas.
Pengalaman dan keberhasilan dalam proyek kerjasama ini akan memberikan Alisa lebih banyak kepercayaan diri dan visibilitas di dunia mode. Ini juga akan membantunya membuktikan pada dirinya sendiri dan orang lain bahwa ia mampu meraih kesuksesan secara independen.
Dengan kerja keras dan tekad, ia dapat membuktikan bahwa keputusannya untuk merelakan perasaannya tidak sia-sia.
"Selanjutnya, kita akan bahas proyek "Ramah Lingkungan". Kita semua tahu betapa pentingnya keberlanjutan dalam industri mode."
Alisa, kembali mengajak yang lain untuk proyek mereka selanjutnya setelah proyek pertama selesai tapi tetap berhubungan antara proyek satu dengan lainnya.
"Betul sekali. Kita bisa menggunakan bahan-bahan organik dan daur ulang, serta menghindari pewarnaan kimia yang berbahaya."
"Bagaimana jika kita menambahkan pesan lingkungan dalam desain kita? Misalnya, menggunakan slogan-slogan tentang perlindungan alam."
"Saya suka ide itu! Kita bisa membuat tren mode yang tidak hanya cantik, tetapi juga mengedukasi dan menginspirasi orang."
Mereka terus berdiskusi membicarakan proyek-proyek yang akan mereka jalankan ke depan.
"Kali ini, kita ada proyek lain yang mengangkat kekayaan tekstil lokal."
"Setuju. Kita bisa memamerkan keindahan dan keunikan tenunan tradisional dari berbagai daerah."
"Dan bagaimana jika kita mencampurkan unsur-unsur tekstil lokal dengan desain modern yang simpel?"
"Saya pikir itu akan menghasilkan koleksi yang unik dan menarik. Kita bisa mempertahankan esensi tradisional sambil tetap relevan dengan tren saat ini."
Percakapan berlangsung dengan semangat, ide-ide bermunculan, dan kolaborasi terus berkembang untuk menciptakan koleksi-koleksi yang menarik dan berdampak positif.
Alisa dan para desainer lokal saling memberi inspirasi dan dukungan, menghasilkan karya-karya mode yang kreatif dan berarti yang akan semakin melambungkan namanya.
Saat ia akhirnya kembali ke Jerman nanti, ia memiliki fondasi yang kuat untuk memulai perjalanan baru dalam karirnya.
Kini, janji dan tawaran yang pernah diberikan oleh Mr Ginting tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi akan dapat direalisasikan dengan tekad dan usaha yang ia tunjukkan selama periode tersebut.
***
Di Bogor, Yati merasa haru biru melihat toko yang telah ia tata dengan penuh perhatian.
Setiap rak, setiap hiasan, semuanya tampak begitu rapi dan indah. Dalam senyumannya, terpancar harapan dan semangat untuk memulai babak baru dalam hidupnya di Bogor.
Ting
__ADS_1
Pintu toko terbuka, penampakan pelanggan yang baru saja datang.
"Halo, selamat pagi! Ini toko baru ya? Bagus sekali tatanannya," puji pelanggan tersebut.
"Selamat pagi! Iya, benar. Terima kasih banyak atas pujian Anda. Kami baru saja membuka toko ini. Apakah ada yang bisa saya bantu?"
Dengan senang hati dan tersenyum bahagia, yatim melayani pelanggan pertamanya.
"Wah, betapa indahnya koleksi di sini. Apakah ini karya-karya lokal?" tanya pelanggan.
"Terima kasih banyak! Ya, sebagian besar koleksi di sini adalah karya dari desainer lokal. Kami ingin mendukung talenta-talenta lokal dan menghadirkan produk-produk berkualitas kepada pelanggan," jawan Yati dengan memberikan sedikit penjelasan.
Selain makanan dan minuman ringan, tokonya ini menjual pernak pernik dan hiasan sebagai buah tangan atau cindera mata.
"Saya suka sekali gaya minimalis toko ini. Ada sesuatu yang bisa Anda rekomendasikan untuk buah tangan anak kecil?"
Pelanggan tersebut sedang memilih-milih kerajinan tangan yang terbuat dari bambu.
"Tentu! Ada ini, ini dan ini. Semua aman dan anak-anak pasti suka."
"Saya suka ini, lucu dan tidak terlalu besar." Pelanggan akhirnya mengambil keputusan untuk mengambil salah satu koleksi mainan yang tepat dari bambu di toko Yati.
"Bagus! Mari saya tunjukkan beberapa pilihan yang bisa Anda pertimbangkan untuk oleh-oleh yang lain," tawar Yati mengajak pelanggannya berkeliling toko.
Seiring langkahnya melintasi toko, Yati merenung tentang perjalanan hidupnya. Dari perjalanan sulit yang pernah ia hadapi, ia kini melihat peluang baru di depan mata.
Wanita itu mengingat semua usaha dan kerja keras yang telah dia lakukan untuk sampai ke titik ini. Sekarang, saatnya ia membuka pintu ke masa depan yang cerah dan penuh peluang.
Yati tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah, tetapi ia merasa siap menghadapinya. Ia memiliki harapan besar untuk toko barunya, tempat di mana ia bisa mengejar passion-nya dan mengembangkan bisnis yang ia cintai. Setiap rak yang ia tata adalah langkah pertama dalam menggapai impian barunya.
Ting
"Sebentar saya tinggal, silahkan memilih."
Yati pamit pada pelanggan pertama, karena menyambut pelanggan yang baru datang.
"Oh ya, silahkan."
Yati melangkah menuju ke pintu masuk, menyambut kedatangan pelanggan yang baru.
"Halo! Apakah toko ini juga menjual aksesori? Saya sedang mencari kalung yang pas untuk acara pernikahan sahabat saya," tanya pelanggan yang baru saja datang.
"Iya, kami juga memiliki koleksi aksesori yang bisa Anda lihat. Apakah Anda ingin sesuatu yang berkilauan atau lebih simpel?" tanya Yati menawarkan.
"Saya lebih suka yang berkilauan, sesuatu yang bisa membuat saya bersinar."
"Saya paham. Mari kita lihat beberapa pilihan kalung yang bisa cocok dengan gaya Anda."
Yati, mengajak pelanggan tersebut ke etalase aksesoris koleksinya.
Pelanggan pertama datang karena melihat sesuatu yang menarik minatnya.
"Oh, saya melihat tas cantik di sana. Apakah tas ini juga termasuk koleksi lokal?" tanyanya kemudian.
"Iya, tas tersebut adalah karya dari seorang perancang lokal yang kami dukung. Kualitasnya sangat bagus dan desainnya unik."
__ADS_1
Dengan memberikan jawaban, Yati juga memberikan penjelasan sedikit tentang produknya itu.
Senyum terpatri pada wajah pelanggan pertama, membuatnya bangga dan kagum pada sosok Yati.
"Saya suka sekali filosofi toko ini. Mendukung karya lokal memang penting. Apakah ada program loyalitas atau diskon untuk pelanggan tetap?" tanyanya lagi.
Dengan sabar, Yati memberikan jawaban dan penjelasan. Dia sudah terbiasa dengan pelayanan yang terbaik, karena terlatih sejak menjadi waiters dan Gheisa profesional.
"Terima kasih atas bantuan Anda. Saya suka sekali dengan pilihan kalung ini. Saya rasa, saya akan memilih salah satunya."
Pelanggan yang baru datang dan memilih kalung telah menentukan pilihannya.
"Senang mendengarnya! Jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya. Semoga Anda menemukan pilihan yang sempurna!"
Yati dengan senang hati melayani pelanggan dan membantu mereka menemukan apa yang mereka cari dalam koleksi toko barunya.
Pelanggan pertama, juga sudah kembali setelah mendapatkan beberapa koleksi mainan yang diinginkan.
"Terima kasih atas kunjungan Anda semua. Semua pujian dan dukungan Anda sangat berarti bagi kami yang baru membuka toko ini."
Yati belum berani ambil karyawan, karena tokonya baru saja buka dan belum tahu bagaimana berjalannya. Apakah laris atau tidak.
Ting
Tak lama, datang pelanggan lagi dengan dua orang yang masuk untuk mencari beberapa barang yang dibutuhkan.
"Toko ini memang cantik dan koleksinya bagus-bagus. Saya yakin pasti akan laris," ucap salah satu dari mereka dengan mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
"Saya setuju. Saya bahkan sudah memilih beberapa item yang ingin saya beli," sahut temannya.
"Silahkan dipilih," sambut Yati mempersilahkan pelanggannya untuk memilih barang-barang yang diinginkan dan dibutuhkan.
"Jangan ragu untuk berinvestasi dalam beberapa karyawan jika toko ini semakin ramai, ya."
Dengan hati yang penuh semangat, Yati mengambil napas dalam-dalam. Ia tahu bahwa meskipun tantangan mungkin hadir, ia telah membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa ia memiliki kekuatan dan tekad untuk menghadapinya.
Dengan senyuman dan keyakinan yang memancar, ia siap untuk membuka pintu toko dan menyambut perjalanan hidup yang baru dengan jalannya ini.
"Terima kasih atas dukungan dan saran yang baik. Kami memang masih dalam tahap awal dan belum berani mengambil langkah besar seperti itu. Tapi jika toko ini semakin berkembang, kami akan mempertimbangkan untuk memiliki karyawan yang dapat membantu kami."
Akhirnya, Yati mendapatkan jawaban yang diplomatis untuk usulan tersebut.
Wanita itu tahu, jika usulan-usulan yang diberikan oleh para pelanggan demi kemajuan tokohnya juga.
"Saya yakin jika koleksi di sini terus berkembang dan layanan yang baik seperti ini berlanjut, toko ini akan menjadi favorit banyak orang."
Pelanggan tadi, kembali memberikan penilaian dengan melihat sekeliling yang berisi retak rak dan koleksi toko.
Ting
Pintu toko kembali terbuka. Ada seorang pemuda masuk dengan senyum yang mengembang.
"Mis Yeti," sapa pemuda itu, masih dengan senyum menghiasi wajah tampannya.
***
__ADS_1