
Yati tidak bisa cepat tidur. Dia hanya bisa membolak-balik tubuhnya sendiri, karena rasa gelisah yang dia rasakan saat ini.
Ting!
Handphone milik Yati berdenting. Tanda jika ada notifikasi pesan yang masuk ke handphonenya.
Dengan malas, Yati meraih handphonenya, yang berada di atas meja kecil, di dekat tempat tidur. Meja kecil yang ada telpon kamar dan lampu tidur juga, karena ini adalah kamar hotel, yang tersedia oleh sang Kakek untuk dirinya malam ini.
Besok, dia dengan sang Kakek, akan kembali lagi ke Indonesia, karena dua hari kemudian, suaminya, Mr Ginting, sudah kembali dari perjalanan bisnisnya juga ke Eropa.
"Mr Ginting," gumam Yati, saat membaca pesan yang masuk ke handphonenya tadi.
Mr Ginting; 'Sudah tidur?'
Yati; 'Belum Mr. Gak bisa tidur-tidur sedari tadi.'
Mr Ginting; 'Kok samaan kita? tapi sekarang di Eropa sudah pagi buta. Dan Aku tidak bisa tidur dari semalam.'
Ternyata, Mr Ginting juga tidak bisa tidur. Dia memikirkan tentang keadaan istrinya, yang saat ini sedang berada di kost-kostan_nya sendiri.
Yati hanya berpikir jika, suaminya itu sedang ingin bersama dengannya. Karena selama mereka berdua sudah melakukan banyak hal sebagai sepasang suami istri, Mr Ginting tidak lagi pernah tidur sendiri. Meskipun pintu rahasia yang menghubungkan kamar Yati dengan ruangan kerja Mr Ginting, tetap tidak diketahui oleh Yati hingga saat ini.
Yati; 'Kapan Mr Ginting pulang?'
Mr Ginting; 'Lusa Aku sampai indonesia.'
Yati; 'Hati-hati. Aku merindukanmu Mr Ginting.'
Mr Ginting; 'Me to miss Yeti_ku.'
__ADS_1
Yati tersenyum, melihat pesan yang dikirim oleh suaminya, Mr Ginting.
Sudah lama, sejak dia menikah dengan Mr Ginting, tidak ada lagi yang memangil namanya dengan nama miss Yeti.
Mr Ginting, dan orang-orangnya, yang ada di sekitar kehidupan Mr Ginting, mengenalnya sebagai miss Kiara. Dan itu akan tetap seperti itu, jika dia tetap ada di dalam ikatan pernikahannya dengan Mr Ginting.
Mr Ginting; 'Selamat tidur istriku. Mimpiin Aku ya!'
Mr Ginting mengirim pesan lagi, karena Yati tidak membalas pesan terakhirnya.
Yati tersenyum sendiri, melihat ke layar handphone miliknya, yang menampilkan notifikasi pesan dari Mr Ginting.
Dengan berbalas pesan tersebut, Yati sedikit melupakan masalahnya, dengan sang Kakek yang berurusan dengan wanita-nya.
"Hoammm..."
Yati menguap. Sekarang, dia merasa mengantuk saat tidak lagi membalas pesan suaminya tadi.
Yati bergumam seorang diri, dengan rencananya, untuk menghubungi Mr Andre, begitu dia sampai di Indonesia, dan bisa melakukan apa saja di kost-kostan_nya nanti.
Dia tidak mau, jika apa yang akan dia kerjakan, diketahui oleh sang Kakek. Karena Yati merasa yakin bahwa, sang Kakek itu banyak sekali mata-mata dan juga telinganya. Jadi dia tidak mungkin melakukan apa-apa di sekitar sang Kakek ataupun orang-orang yang mungkin saja, menjadi kaki tangan sang Kakek.
Yati sendiri tidak pernah tahu, bagaimana dan seperti apa orang-orang sang Kakek selama ini bekerja, untuk sang Kakek, yang ternyata memiliki banyak pengaruh.
Dan Yati juga merasa sangat yakin jika, Mr Andre juga ada di bawah kekuasaan sang Kakek, sedari dulu dan mungkin juga sekarang ini.
Dengan perlahan-lahan, Yati terpejam dan tidur dalam keadaan tersenyum. Dia membayangkan bagaimana rasanya bercinta dengan Mr Andre, laki-laki pertama, yang sudah mengisi hatinya, meskipun saat ini ada rasa khawatir, jika ternyata Mr Andre adalah ayahnya sendiri. Ayah biologisnya Yati, dengan wanita-nya sang Kakek.
*****
__ADS_1
Perjalanan Pulang ke Indonesia, di tempuh cukup lama, karena ada hujan deras yang turun pagi-pagi, sehingga penerbangan di tunda sampai cuaca memungkinkan untuk pesawat bisa terbang.
"Tidak apa-apa. Paling cuma beberapa jam lagi. Jika tidak ada hujan deras disertai angin, pesawat masih bisa terbang dengan baik, meskipun tidak bisa secepat biasanya."
Sang Kakek mencoba untuk menenangkan hati Yati, karena wajahnya Yati terlihat cemas.
Padahal sebenarnya bukan karena penundaan tersebut, yang membuat Yati merasa cemas. Semua karena Yati mendapat pesan dari Mr Andre, jika dia akan pulang ke Indonesia dalam waktu dekat ini.
"Apa ini karena dia diminta untuk pulang ke Indonesia? Apa Kakek sudah langsung memintanya kemarin?" Yati bertanya-tanya dalam hati.
Dia tidak tahu, jika sang Kakek sudah membuat perjanjian dengan Mr Andre, agar rahasia ini tidak bisa diketahui oleh orang lain. Dan Mr Andre, memang diminta untuk pulang ke Indonesia, oleh sang Kakek, semalam.
Tapi sepertinya Mr Andre ada rencana sendiri, karena sang Kakek sudah memberitahu padanya bahwa kemungkinan besar istri dari cucunya, Mr Ginting, yang lebih mereka kenal dengan nama Reina Akiara, atau dipanggil dengan sebutan miss Kiara, adalah anak dari wanita-nya yang dulu dia buang.
Tentu saja, berita yang disampaikan oleh sang Kakek pada Mr Andre, membuatnya sangat terkejut. Itulah sebabnya, dia akan segera kembali ke Indonesia, untuk mengetahui semua yang sudah diceritakan oleh sang Kakek padanya.
Dia juga sudah bersiap-siap, untuk hukuman yang diberikan oleh sang Kakek, karena telah memberikan laporan yang salah, terkait dengan silsilah keluarga miss Kiara, yang sudah menjadi istrinya Mr Ginting, cucu dari sang Kakek sendiri.
Yati masih menunggu dengan sabar. Dia tidak mengatakan apa-apa, tentang penundaan tersebut. Dia juga tidak bertanya kepada sang Kakek, tentang tes DNA ataupun mana Andre, yang disebut-sebut oleh ibunya, wanita-nya sang Kakek.
"Mau sarapan di sini?" tanya sang Kakek menawari.
Tadinya, mereka berencana untuk sarapan pagi di dalam pesawat saat sudah terbang. Tapi ternyata, pesawat harus ditunda untuk terbang, karena cuacanya yang tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan.
"Boleh Kek. Kiara juga sudah mulai merasa lapar," jawab Yati, yang tidak mungkin menolak tawaran dari sang Kakek.
Yati merasa yakin jika, sang Kakek juga sudah merasa lapar. Apalagi kemarin, mereka berdua tidak makan dengan benar.
Mungkin mereka tidak bisa makan dengan biasa, karena adanya banyak masalah yang sedang mereka hadapi saat kemarin itu.
__ADS_1
Meskipun sekarang ini, sang Kakek juga belum tahu, tapi setidaknya, sang Kakek merasa senang, karena Bros Bunga itu sudah tidak ada apa-apanya lagi. Tapi kekhawatiran yang sebenarnya untuk saat ini adalah, keberadaan mikro chip, yang tidak diketahui keberadaannya sekarang ini. Entah siapa yang sudah mengambil mikro chip tersebut dari dalam Bros Bunga tersebut