
"Kamu tidak memberitahuku lebih awal, saat pernikahan yang pertama."
Rina tertawa kecil mendengar protes Yati. Dia sendiri sebenarnya malu, saat menikah dengan seseorang yang seharusnya menjadi suami kontrak, tapi justru terjebak untuk menikah yang sebenarnya.
Dan inilah yang membuat Mr Akihiko marah, walaupun saat pamit diberikan izin.
Ternyata izin itu tidak tulus, dan akhirnya berbuntut panjang hingga suaminya meninggal dunia karena kecelakaan yang terjadi setelah mereka menikah enam bulan kemudian.
"Maaf, Mis Yeti. Semua terjadi dengan cepat. Kamu tahu bagaimana itu, ketika kita tahu bahwa ini adalah yang tepat."
Yati tersenyum menanggapi permintaan maaf temannya. Dia sendiri sebenarnya tidak di Indonesia, waktu itu.
Pada saat Rina pamit, berniat untuk memulai hidup baru tanpa bayang-bayang Mr Akihiko, Yati berada di jepang untuk masa latihan menjadi--Geisha.
"Aku mengerti, Rina. Jadi, bagaimana perasaanmu sekarang? Bagaimana kehidupan pernikahanmu? Oh ya, jangan panggil aku dengan sebutan Mis Yeti lagi. Panggil aku, Yati saja."
"Ah ya, maaf Mis ... ups, Yati."
Mereka berdua tertawa kecil mengenang kembali masa-masa yang dulu pernah dilalui bersama.
Akhirnya Rina bercerita dengan antusias, masa menyenangkan setelah menikah dan tidak bergelut di dunia "Gheisa" lagi.
"Sangat menyenangkan, Yati. Kami menikmati setiap momen bersama dan saling mendukung dalam segala hal. Pernikahan membawa perubahan besar dalam hidupku, dan aku sangat bahagia."
Yati tersenyum cerah mendengar kisah Rina, yang belum "dirasakan" secara nyata olehnya.
"Aku senang mendengarnya, Rina. Kamu terlihat begitu bahagia. Bagaimana dengan pekerjaan? Apa yang kamu lakukan sekarang?"
"Aku bersama dengan suamiku yang sekarang, membuka usaha kecil-kecilan di bidang kuliner. Ya, begitulah usaha kecil, Yati."
Rina, kembali berkisah secara singkat mengenai kehidupan barunya yang sekarang.
Sesekali Rina tersenyum penuh haru, saat menceritakan kehidupannya yang benar-benar berubah.
"Aku senang melihatmu begitu semangat, Rina." Yati, ikut bahagia dengan kehidupan baru teman seperjuangannya itu.
Rina tersenyum tulus, mengangguk setuju. "Terima kasih, Yati. Bagaimana denganmu? Dan bagaimana ayahmu?"
Rina balik bertanya. Dia ingin tahu juga kehidupan Yati yang sekarang, karena sejak dulu ia tahu, jika Yati adalah "Gheisa" kesayangan Mr Akihiko yang tidak tergantikan oleh siapapun.
Wanita cantik, yang sudah memiliki kehidupan baru itu tersenyum. Tapi ada kesedihan yang tersirat dalam senyumannya.
__ADS_1
"Tidak ada yang menarik," jawabnya lirih, seakan-akan tidak berniat untuk menceritakan kisah hidupnya yang sekarang ini.
"Hemmm ... hidup ini adalah roda yang berputar dalam perjuangan, Yati. Jangan patah semangat."
Yati mengangguk setuju. Dia tahu maksud dari perkataan riba barusan.
"Ayahku sedang dalam perawatan di rumah sakit karena stroke. Dokter tengah berusaha membantunya pulih sebaik mungkin."
Akhirnya Yati, dengan suara pelan menceritakan sedikit kisah hidupnya di desa.
Temannya itu menatap dengan pandangan prihatin.
"Aku sungguh menyesal mendengarnya, Yati. Semoga ayahmu cepat pulih dan kembali sehat," ucap rina berdoa penuh harap atas kesembuhan ayah dari temannya.
Terima kasih, Rina. Semoga kota tetap ada di jalan yang tidak sama seperti dulu, lagi."
Rina mengangguk dan tersenyum setuju. Dia tidak pernah berpikir untuk kembali ke kehidupannya yang dulu, yang telah lama ditinggalkan.
Apapun yang terjadi, wanita itu ingin menjalani kehidupan yang normal sebagaimana "manusia normal" pada umumnya.
"Tentu, Yati. Aku tidak mau ada di jalan yang sama, dan aku berharap kamu juga begitu."
Setelah beberapa saat berbicara, suasana percakapan antara Yati dan Rina menjadi lebih serius.
Rina tiba-tiba terlihat sedikit cemas.
"Ada apa, Rina?" tanya Yati, melihat perubahan wajah temannya.
Wajah Rina memperlihatkan sebuah keraguan, tapi Yati tidak bisa menebaknya.
Dengan menghela nafas panjang, Rina berkata dengan gugup. Takut jika Yati tidak akan pernah percaya dengan apa yang dikatakannya nanti.
"Yati, s-ejujurnya, kehidupanku tidak semudah yang a-ku ceritakan dan k-amu dengar. A-da banyak hal yang terjadi, dan ada saat-saat a-ku juga hampir putus asa."
"Apa yang terjadi, Rina? Apa yang membuatmu merasa seperti itu?" tanya Yati terkejut.
Rina menghela nafas terlebih dahulu sebelum kembali menceritakan kisahnya setelah keluar dari "perlindungan" Mr Akihiko.
"Setelah pernikahanku yang pertama, beberapa bulan kemudian, suamiku mengalami kecelakaan mobil yang fatal. Tapi ... aku merasa ada yang ganjil."
Yati, yang tadi sudah mendengarnya tetap terkejut dan prihatin. Akhirnya ia bertanya untuk menuntaskan rasa ingin tahunya.
__ADS_1
"Oh, aku sangat menyesal mendengar berita itu. Aku tidak tahu. Tapi, apa yang ganjil?"
"Waktu itu, suamiku baru saja bertemu dengan kliennya. Kamu tahu sendiri siapa suami pertamaku, jadi ia cukup dekat dengan Mr Akihiko."
Mengalirlah cerita tentang kecelakaan yang dialami oleh suami pertama Rina, yang katanya akibat rem blog. Pahala sebelum pergi ketemu klein, mobil berangkat dari rumah ke tempat tujuan baik-baik saja. Dan setelah pulangnya, kecelakaan itu terjadi.
Yang menjadi keganjilan itu adalah, sebelum kecelakaan, suaminya Rina sempat menghubungi dan menceritakan tentang perdebatan kecil dirinya dengan Mr Akihiko!
Rina mengusap air matanya yang sedari menetes. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bersedih, meski sudah lama dan berusaha ikhlas atas kejadian tersebut.
"Hiks ... Ada lebih banyak air mata saat-saat aku frustasi, dulu. Aku memutuskan untuk mencari dukungan dari keluarga dan teman-teman untuk mencari tahu lebih jauh, tapi ada beberapa teman yang justru memintaku untuk diam dan pasrah saja."
"Itu adalah langkah yang bijak, Rina. Dukungan dari orang-orang yang peduli tentu sangat berarti dalam menghadapi masa sulit seperti itu. Tapi, kenapa harus diam?" tanya Yati tidak paham.
"Kamu tahu sendiri bagaimana Mr Akihiko, Yati. Dia terlihat ramah dan lembut, tapi saat marah, siapa yang tidak tahu bagaimana caranya dia_"
"Ya, aku paham."
Yati memotong perkataan Rina yang mengungkit sikap dan perilaku Mr Akihiko jika sedang emosi.
Kekejaman Mr Akihiko, memang tidak diragukan lagi. Terutama jika ada "anaknya" yang bersalah, menurutnya.
Sayangnya, selama bekerja bersama Mr Akihiko, Yati tidak pernah mendapatkan perlakuan tersebut. Dia hanya mendengar dari beberapa cerita teman-temannya saja.
"Dia itu pendendam. Jika tidak bisa melakukannya secara terang-terangan, maka akan melakukannya dengan cara yang lain, Yati."
Rina, memberikan penjelasan kepada Yati. Dia tahu jika Yati kita akan percaya dengan ceritanya.
Mis Yeti adalah "anak" kesayangan Mr Akihiko, yang selalu menjadi idola dan rebutan dalam bisnis pria Jepang tersebut. Jadi tidak mungkin Mr Akihiko akan bertindak keras padanya.
"Tapi ..."
"Aku tidak akan memaksamu untuk percaya, tapi begitulah yang terjadi padaku, dan beberapa teman yang lain yang lepas dari Mr Akihiko."
Dalam hati, Yati berpikir keras bagaimana caranya untuk mencari tahu selain dari Rina saja.
"Apakah, ada teman lain yang mengalami nasib yang sama? Maksudku, diteror Mr Akihiko dengan caranya."
Sayangnya, Rina mengelengkan kepala untuk jawaban atas pertanyaan tersebut. Hal ini membuat Yati bingung dengan penilaiannya terhadap Mr Akihiko.
'Apa cerita ini benar, atau ..."
__ADS_1