Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Hotel Horor


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap. Tapi Yati masih belum bisa menemukan ayahnya, atau sekedar petunjuk, untuk bisa bertemu dengan ayahnya, Wasito, atau Tama.


"Aku harus cari penginapan dulu. Jika tidak, Aku akan lebih kesulitan lagi mencari tempat menginap di kota kecil ini, pada malam hari."


Yati memutuskan untuk mencari penginapan melalui aplikasi. Dan ternyata, penginapan terdekat ada dalam jarak yang cukup jauh, dari tempatnya berada sekarang.


Masih sekitar 7 km lagi, untuk bisa sampai di penginapan tersebut.


"Huhfff... harus ya, cuma ada satu penginapan terdekat dari sini? Itu pun, Aku tidak tahu, bagaimana kondisi penginapan tersebut seperti apa." Yati bergumam seorang diri, di dalam mobilnya.


Sebenarnya, Yati malas untuk mencari penginapan tersebut. Dia berpikir bahwa, lebih baik tidur di dalam mobil, dari pada pergi ke penginapan yang tentu saja, tidak jelas bagaimana bentuk dan fasilitasnya.


Tapi jika tidur di dalam mobil, Yati juga takut, jika ada penjahat yang datang, melakukan apa-apa padanya. Apalagi dia sendirian, dan tidak ada siapa-siapa yang akan bisa membantunya, jika terjadi sesuatu padanya nanti.


Akhirnya, dengan sangat terpaksa, Yati pergi juga ke penginapan yang dia lihat di dalam aplikasi tadi. Meskipun harus menempuh jarak yang cukup jauh juga.


Dan untuk bisa sampai di penginapan tersebut,. Yati harus mengikuti petunjuk yang diberikan aplikasi di dalam handphone miliknya.


Hampir dua puluh menit kemudian, Yati baru sampai di depan sebuah bangunan penginapan, yang menurut Yati tidak layak disebut sebagai sebuah hotel atau losmen.


Dari luar, bangunan tersebut mirip sebuah ruko besar, yang tentu saja, banyak sekali pintu-pintu rolling door, sama seperti yang ada di toko-toko lainnya.


"Ini hotel, penginapan atau ruko ya? kok rada-rada horor gini penampakannya."


Yati tidak langsung masuk. Meskipun di tahu, ada pintu yang harus dia lalui, yang terletak di tengah-tengah bangunan ruko tersebut.


"Mungkin kamar-kamar penginapannya ada di belakang toko-toko ini. Jadi jika siang hari, toko buka untuk berdagang, dan hotel tetap beroperasi sebagimana mestinya hingga malam hari."


Cukup lama juga Yati berada di sebrang jalan bangunan hotel. Dia harus mengamati terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk tetap menginap, atau pergi saja dari daerah sini, kemudian mencari-cari hotel lainnya, yang tidak tahu, masih ada atau tidak di kota kecil ini.


Tok tok tok!


Ada seseorang yang tiba-tiba mengetuk pintu mobil Yati. Tentu saja, ini membuat Yati merasa sangat kaget.

__ADS_1


Tampak di luar mobil, ada seorang laki-laki paruh baya, dengan pakaian security. Tapi karena dia juga memakai jaket kulit, seragam security yang dia kenakan tampak samar. Jadi, sekilas dia tidak seperti seorang security yang sedang berjaga.


Tok tok tok!


Pintu mobil kembali di ketuk dari luar. Yati membuka kaca jendela mobil, untuk mengetahui apa maksud dari orang tersebut mengetuk pintu mobilnya.


"Mbak. Mbak nya sedang nunggu orang?" tanya laki-laki tersebut, setelah Yati membuka kaca jendela mobil.


"Bu_bukan. Sa_saya... itu mau cari penginapan."


Yati berusaha menjawab pertanyaan dari laki-laki tersebut, dengan sejelas mungkin. Dia berpikir bahwa, laki-laki ini pasti penduduk asli daerah ini, karena logatnya saat bertanya, sangat laku dan terdengar jelas, jika dia tidak terbiasa dengan dialog bahasa Indonesia.


"Oh, lah itu hotel Mbak," ujar laki-laki tadi, dengan menunjuk ke arah bangunan, yang ada di seberang jalan.


Hotel yang tadi ditunjukkan oleh sebuah aplikasi dari handphone milik Yati.


"Tapi kok kayak ruko ya Pak. Apa benar itu hotel?"


Yati masih ragu, jika itu adalah sebuah hotel. Dia merasa takut, jika benar-benar yang ada di depannya saat ini adalah sebuah hotel dengan nuansa yang horor.


Senyuman ragu, tampak jelas di wajah Yati, sehingga laki-laki tadi, kembali berkata, untuk menyakinkan Yati. "Saya ini security hotel itu Mbak. Yang punya, juga ada di bangunan itu. Ada di samping bangunan hotel. Dan yang mirip dengan ruko-ruko itu adalah, toko-toko sovenir dan kebutuhan sehari-hari, milik dari yang punya hotel itu juga. Namanya Tuan Wasito."


Deg!


Yati menahan nafas, saat mendengar nama tersebut. Nama yang dia tahu, jika itu adalah nama lain dari ayahnya, Tama.


Tapi akhirnya Yati mengabaikan semua itu. Dia berpikir jika, nama Wasito tidak hanya milik ayahnya. Bisa jadi, ini adalah Wasito yang lain. Jadi, Yati tidak mau berharap lebih, untuk bisa menemukan ayahnya, yang menjadi pemilik hotel dan juga toko-toko di depannya saat ini.


Akhirnya, Yati menerima tawaran dari security tersebut, untuk menginap di hotel, tempat security itu bekerja.


Dan ternyata, di dalam loby hotel, semua yang Yati pikirkan tidak ada sama sekali. Kesan horor yang dia rasakan tadi, hanya karena pergantian hari, yang tentunya memiliki aura berbeda. Apalagi, saat ini dia juga tidak berada di daerah yang dia kenal. Ini daerah yang baru pertama kalinya Yati datangi.


Padahal, Yati sudah biasa wira-wiri keluar negeri. Tapi untuk daerah Jawa, yang merupakan satu pulau tempatnya berada, dia belum pernah mengunjungi satu persatu.

__ADS_1


Apalagi menurut cerita, banyak versi yang menyatakan bahwa, daerah Jawa yang terletak di ujung timur banyak sekali mistisnya.


Itulah sebabnya, Yati menjadi sangat berhati-hati, dalam berbicara ataupun bertindak. Dia tidak mau terjadi sesuatu padanya, karena di sini, dia tidak mengenal siapa-siapa.


Setelah melakukan beberapa prosedur yang biasa dilakukan jika ingin menginap di hotel, Yati mendapatkan sebuah kunci kamar.


Security yang tadi, sudah kembali ke dalam pos penjagaan, yang terletak tidak jauh dari pintu gerbang hotel, yang ada di tengah-tengah bangunan toko, atau ruko di depan tadi.


Di saat Yati berjalan menuju ke arah kamar, yang sudah dia dapatkan, tampak beberapa mobil dan sepeda motor, yang terparkir di halaman samping hotel.


Ternyata, selain tempat parkir yang ada di depan, tengah-tengah bangunan hotel ini, ada tempat parkir lainnya, yang ada di samping bangunan hotel, yang berlantai dua.


Ada juga mobil yang baru datang. Dan keluarlah pengemudi mobil, bersama dengan seorang perempuan, yang masih tampak muda.


"Apa ini juga hotel..."


Yati menggeleng cepat. Dia tidak mau berpikir macam-macam tentang hotel ini. Meskipun dia sendiri juga bukan perempuan baik-baik, tetap saja Yati merasa risih, melihat pemandangan seperti tadi.


Apalagi, ditambah dengan adanya suara-suara aneh, yang terdengar dari dalam kamar, yang dilalui oleh Yati saat ini.


Bulu kuduk Yati berdiri tanpa dikomando. Suasana horor yang sangat jelas, sekarang dirasakan oleh Yati. Dia merasa sangat menyesal, telah mengikuti apa yang dikatakan oleh security tadi.


Sekarang menyesali keputusannya sendiri, untuk menginap di hotel sederhana ini. Seharusnya, Yati pergi saja mencari penginapan di tempat lain, atau tidur di dalam mobil saja.


"Hahhh!"


Yati membuang nafas kasar, begitu sampai di dalam kamar.


Sebuah kamar hotel dengan fasilitas sederhana. Ada tempat tidur yang lumayan besar, dengan satu meja kecil di samping tempat tidur tersebut.


Ada juga televisi dengan ukuran sedang, dan kamar mandi, yang ada di belakang pintu masuk.


Handuk dan perlengkapan mandi, yang baru saja di sediakan, tampak berada di tengah-tengah tempat tidur.

__ADS_1


AC tidak menyala, karena di daerah ini termasuk daratan tinggi, jadi cuaca sudah cukup dingin. Tapi tetap di sediakan, bersama dengan remote control_nya.


Sekarang, Yati hanya ingin mandi. Melepaskan semua rasa penat dan juga kekecewaannya, terhadap hotel ini. Setelah itu, Yati ingin segera tidur, dan pergi besok pagi-pagi sekali.


__ADS_2