
Mr. Akihiko duduk di meja kerjanya dengan wajah kesal, "Apa ini yang terjadi? Saya tidak bisa menemukan Mis Yeti. Dia menghilang begitu saja."
Anak buahnya, Hiroshi, mengangguk mengerti, "Mungkin dia memiliki urusan mendesak di luar kota, atau sudah kembali ke kotanya sendiri. Tapi, saya akan segera mencari tahu keberadaannya."
"Aku butuh informasi yang cepat. Coba hubungi lagi nomor ponselnya," perintah Mr. Akihiko.
Mr Akihiko kebingungan, saat tidak bisa menemukan Yati. Sedangkan Hiroshi, supir sekaligus tangan kanannya, juga tidak bisa menemukan keberadaan wanita tersebut.
Hiroshi mencoba menghubungi Mis Yeti beberapa kali, tetapi hanya mendapatkan nada sambung.
"Tidak ada jawaban dari ponselnya, Mr. Ini agak aneh," ungkap Hiroshi.
Mr. Akihiko merenung sejenak, "Apakah dia memberi tahu seseorang tentang rencananya? Mungkin dia ada pulang di luar kotanya.
Hiroshi mengangguk, "Saya akan bertanya pada rekan-rekan yang dekat dengannya. Mungkin ada yang tahu."
'Aoa Mis Yeti ada teman lagi, setelah sekian lama menghilang?' tanya Mr Akihiko dalam hati.
Sambil menunggu, Mr. Akihiko merenung tentang situasi ini. Ia berpikir bahwa ini ada hubungan dengan permintaannya waktu itu.
'Apa ia sengaja pergi, menghindar dariku?' tanyanya membatin.
"Beberapa rekan mengatakan bahwa mereka tidak tahu tentang keberadaan Mis Yeti. Tapi, seorang rekan melihatnya keluar dengan pria yang tidak dikenal, di rumah sakit."
Hiroshi kembali dengan informasi yang sudah didapat. Dan ini membuat Mr Akihiko membelalakkan matanya.
Mr. Akihiko mengerutkan kening, "Pria yang tidak dikenal? Apa dia mungkin terlibat dalam hal ini lagi?" tanyanya kemudian.
Hiroshi menambahkan, "Saya bisa mencoba melacak aktivitasnya kemarin dengan CCTV di sekitar rumah sakit."
"Segera lakukan itu. Dan beri tahu saya begitu ada perkembangan," perintah Mr. Akihiko dengan serius.
Sambil menunggu hasil dari penelusuran CCTV, Mr. Akihiko merenung. Yang ia ketahui, Mis Yeti sudah tidak lagi terlibat dalam kegiatan "Gheisha" atau semacamnya.
"Lalu, siapa laki-laki itu?" tanya Mr Akihiko berpikir keras.
"Saya harap dia baik-baik saja. Ini benar-benar mengganggu rencanaku," gumamnya sambil berpikir.
Tak lama kemudian, Hiroshi datang kembali dengan rekaman CCTV yang ia dapatkan dari hasil kerja seseorang yang dapat dipercaya.
"Kami menemukan gambar Mis Yeti meninggalkan rumah sakit bersama pria itu. Saya akan mencoba mengidentifikasi siapa pria tersebut," kata Hiroshi yakin.
Mr. Akihiko mengangguk, "Lakukan yang terbaik. Kita perlu tahu apa yang terjadi."
Mereka bekerja bersama-sama untuk mencari tahu lebih lanjut tentang keberadaan Mis Yeti dan si pria yang tidak dikenal, sambil berharap bahwa semuanya akan segera terungkap.
Dengan alis yang mengerut dan bibir yang tegang, Mr. Akihiko menatap layar komputernya dengan ketidakpuasan yang jelas terpancar dari wajahnya.
Tatapan tajamnya terasa seperti kilat yang mengirimkan pesan tanpa kata kepada seluruh ruangan.
__ADS_1
Hiroshi yang tengah sibuk bekerja merasakan aura tegang itu dengan jelas, dan pandangannya terkadang teralih ke arah Mr Akihiko dengan ekspresi khawatir.
Meskipun dia tidak mengeluarkan suara, kekesalan dan frustrasi Mr Akihiko menjadi semacam medan energi yang dapat dirasakan semua orang di sekitarnya.
Keyakinan biasanya yang ada pada wajahnya telah digantikan oleh ekspresi yang mencerminkan kekhawatiran dan urgensi.
Anak buahnya yang sedang bekerja mulai merasakan tekanan, merasakan bahwa situasi ini lebih dari sekadar masalah biasa. Dan itu karena Mis Yeti!
"Ini sungguh tak dapat dimengerti ... Di tengah rencana penting, Mis Yeti tiba-tiba menghilang tanpa jejak!"
"Doko e ittanda? - Ke mana dia pergi?"
"Kita semua bekerja keras untuk rencana ini, dan sekarang begini?"
"Mattaku - Benar-benar ... Bagaimana mungkin? Konna koto ga okirun da - Hal seperti ini bisa terjadi ..."
Sikapnya yang tegas dan penuh harap dalam menghadapi tugas dan rencana, yang biasanya menginspirasi semangat kerja, sekarang menjadi semacam beban.
Mereka menyadari bahwa keberhasilan tugas mereka menjadi sangat penting, tidak hanya untuk usahanya, tetapi juga untuk meredakan ketegangan di ruangan itu.
Mr. Akihiko menghela napas dan melanjutkan kalimat kesal, yang sesekali diselipi dengan bahasa "ibunya" yaitu bahasa Jepang.
"Saya sudah berharap kami bisa bergantung pada Mis Yeti ... Nanika tegakari wa nai ka - Tidak ada petunjuk apa-apa?"
"Jika dia punya rencana, setidaknya memberi tahu seseorang ... Semete sore kurai wa - Setidaknya sedikit informasi ..."
Takut membuat kesalahan atau tidak memenuhi ekspektasi Mr Akihiko, anak buahnya bekerja dengan intensitas yang lebih tinggi.
Dalam diam, kekesalan Mr. Akihiko telah berdampak pada motivasi dan efektivitas timnya, mengubah atmosfer kantor menjadi tegang dan penuh tekanan.
Sambil memijat pelipisnya dengan frustrasi, Mr Akihiko kembali berkata-kata yang membuat siapa saja takut.
"Kita tidak bisa berlama-lama dalam situasi seperti ini. Hayaku mitsuke naito - Kita harus menemukannya secepat mungkin!"
"Hiroshi, Dore dake kyōryoku dekiru? - Seberapa banyak bantuan yang bisa kamu berikan?"
Anak buahnya, Hiroshi, merespons dengan cepat, "Saya akan segera memeriksa CCTV dan mencari informasi lebih lanjut, Mr. Saya tidak akan mengecewakan Anda."
Dengan nada agak mereda, Mr Akihiko menghela nafas panjang sebelum akhirnya berkata-kata. Membiarkan pekerjaan Hiroshi terselesaikan.
"Baiklah, lakukan secepat mungkin. Watashitachi wa chīmu desu kara - Kita adalah tim, kita harus menyelesaikan ini bersama-sama."
Dengan perasaan putus asa, Mr. Akihiko telah berkeliling rumah sakit di mana dia dan Mis Yeti pernah bertemu. Sementara harapannya tipis, ia berharap bisa menemukan petunjuk tentang keberadaan Mis Yeti atau alasan mengapa dia tiba-tiba menghilang.
"Doko ni ittanda? - Ke mana dia pergi? Seseorang pasti tahu sesuatu," gumamnya dalam bahasa Jepang, mencari-cari jejak yang mungkin telah tertinggal.
Namun, bukannya menemukan Mis Yeti, Mr. Akihiko malah bertemu dengan Rina, salah satu anak buahnya dari masa lalu yang juga merupakan teman dekat Mis Yeti.
Tatapan kaget Mr Akihiko berubah menjadi keheranan, tidak menyangka akan bertemu dengan Rina di tempat yang sama saat bertemu dengan Mis Yeti juga.
__ADS_1
"E? Rina-san - Eh? Rina?"
Suara keheranan dan kejutan tercampur menjadi satu, sehingga Mr Akihiko bertanya pada wanita itu.
Rina, dengan wajah yang tampak terkejut melihat Mr. Akihiko, menjawab dengan rasa gugup yang tiba-tiba muncul.
"Mr. Akihiko? A-pa, apa yang Anda lakukan di sini?" tanyanya kemudian.
Mr. Akihiko mencoba mengendalikan perasaannya, "Saya mencari Mis Yeti. Dia menghilang dan kami sedang dalam situasi genting."
Rina menatap bingung, "Apa? Mis Yeti menghilang? Saya tidak tahu. Saya sudah lama tidak bertemu dengannya."
Rina, tentu saja tidak berbicara dengan benar. Dia tidak mau terlibat dalam kegiatan mereka lagi, meskipun ia memang pernah bertemu dengan Gheisha istimewa Mr Akihiko tersebut.
Kepala Mr. Akihiko terasa berputar, karena ia tidak tahu harus bertanya dan mencari ke mana lagi.
Rina menjelaskan, "Saya telah pindah lama, dan kami tidak berhubungan lagi sejak itu."
Perasaan campur aduk terlihat di wajah Mr Akihiko. Keterkejutan, kebingungan, dan kekecewaan berputar-putar dalam dirinya.
"Jadi, dia benar-benar tidak memberi tahu siapa pun," katanya dengan suara terengah-engah, dan ekspresi yang menggambarkan ketidakpercayaannya.
Rina merasa iba, "Saya harap Anda bisa menemukannya secepat mungkin. Dia adalah teman baik saya."
Dengan senyuman yang sedikit pahit, Mr. Akihiko berkata, "Terima kasih, Rina. Saya akan mencoba mencarinya, lagi."
Dalam pertemuan yang tak terduga ini, Mr Akihiko menyadari bahwa keadaan lebih kompleks daripada yang dia perkirakan. Keputusan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang mengapa Mis Yeti menghilang menjadi semakin mendesak.
Rina tampak gugup dan tegang saat berbicara dengan Mr Akihiko. Tatapannya yang gelisah dan tangan yang gemetar mengisyaratkan perasaan cemas yang dalam.
Setiap kali Mr. Akihiko melontarkan pertanyaan atau mengutarakan perhatiannya, dia merasa jantungnya berdegup lebih cepat. Dia tidak ingin memberikan petunjuk apa pun yang dapat mengarahkan Mr Akihiko pada jejak yang salah.
Dia pura-pura tidak tahu, jika Yati juga sebenarnya sudah memberitahu dirinya tentang kebenaran yang ada mengenai dirinya dan Mr Akihiko.
Suaranya agak bergetar ketika dia menjawab, "Ya, saya tidak tahu apa-apa tentang kepergian Mis Yeti, Mr. Saya tidak berbicara dengannya setelah saya pindah."
Mr. Akihiko memperhatikan getaran dalam suara Rina dan ekspresi wajahnya yang berubah-ubah. Tapi dia tidak bisa memastikan apakah itu hanya karena Rina merasa cemas atau karena ada sesuatu yang disembunyikan.
"Tentu saja, Rina. Saya hanya berharap kita bisa menemukannya secepat mungkin. Semua bantuan yang Anda bisa berikan akan sangat dihargai," kata Mr Akihiko dengan nada yang ramah, tetapi mata tajamnya tetap memperhatikan setiap gerakan Rina.
Rina mengangguk cepat, mencoba mempertahankan senyumannya meskipun perasaan gugupnya begitu kuat.
"Tentu, Mr Akihiko. Saya harap dia aman dan segera kembali," sahut Rina cepat.
Mr. Akihiko tersenyum dan berkata, "Terima kasih atas harapan baik Anda, Rina. Kita semua berharap yang terbaik."
Dalam benak Rina, perasaan cemas dan takut masih ada. Dia berharap bahwa rahasia yang dia bagikan dengan Mis Yeti tidak akan terbongkar, karena dia tidak ingin terlibat dalam situasi yang mungkin lebih rumit dan berisiko.
Setelah pertemuan dengan Mr. Akihiko, dia merasa lega bisa pergi, tetapi pikirannya masih terusik oleh tekanan rahasia yang dia simpan.
__ADS_1
"Mis Yeti, semoga kamu tidak kenapa-kenapa." Rina berdoa untuk keselamatan Yati.