
"Aku paham bahwa ini bisa membuat semuanya menjadi lebih rumit. Tetapi a-ku, tidak bisa menunda lagi, Mis Yeti."
Biyan, akhirnya mengungkapkan perasaannya. Pemuda itu ingin melangkah lebih jauh dengan berhubungan bersama Yati, membangun rumah tangga dan masa depan bersama.
Yati tentu saja terkejut luar biasa dengan pengakuan Biyan kali ini. Dia merasa ini adalah situasi yang sangat rumit, sebab ia sendiri baru saja memulai babak baru dalam hidupnya. Jadi tidak ingin membuat langkah yang lebih rumit dengan menjalin hubungan, yang sama rumitnya.
"Aku tahu ini bisa sulit diterima, Mis Yeti. Aku mengerti resikonya. Tetapi aku ingin berjuang untuk cintaku. Aku tidak ingin kehilangan kesempatan ini," ungkap Biyan menyakinkan.
"T-api ... Ini adalah situasi yang sangat rumit, Biyan. Aku harus memikirkan semuanya dengan baik," sahut Yati dengan memikirkan kata-kata Biyan.
Wanita itu ingat betul bagaimana dulu, Mama dari Biyan menangapi dan menasehati dirinya saat masih menjadi PSK. Dia tahu, waktu itu memang keadaan berbeda dengan sekarang. Sayangnya, Yati belum bisa lupa dengan semuanya.
Wanita itu sadar, dulu ia ada dalam kehidupan yang gelap dan Biyan masih sangat muda. Tapi ia tidak menyangka jika setelah sekian tahun, Biyan kembali memintanya untuk menjadi pasangan hidup.
"Aku akan memberimu waktu untuk memikirkannya. Aku tidak ingin membuatmu merasa terdesak. Tetapi tolong, pertimbangkanlah."
Pemuda itu mengambil risiko dan berjuang untuk cintanya, sementara Yati dihadapkan pada keputusan yang sulit dalam situasi yang rumit.
Dulu sekali, pemuda itu juga pernah mengajaknya menikah. Padahal umur Biyan masih sangat muda, karena masih duduk di bangku SMA.
Wanita itu masih diam dan belum berkata apa-apa. Dia masih perlu berpikir panjang untuk semua yang baru saja dilaluinya.
"Mis Yeti, ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan. Maaf jika ini terdengar aneh, tapi aku merasa perlu untuk tahu masalah ini."
Pemuda itu ingin memancing Yati yang tidak ia ketahui, punya hubungan apa dengan Mr Ginting. Ia bertanya dengan hati-hati, agar Yati tidak tersinggung.
"Apa itu, Biyan?" tanya Yati, menunggu kalimat yang akan keluar dari bibir pemuda tampan tersebut.
"Ap-pakah kamu ... pernah emhhh, mengenal dan memiliki hubungan yang serius dengan Mr. Ginting?" tanya pemuda itu pada akhirnya.
"Ya, Mr Ginting. Pengusaha besar karena pengaruh dari keluarga besarnya juga," imbuh pemuda tampan tersebut.
"A-pa ... Apa yang membuatmu bertanya begitu, Biyan?" tanya Yati terkejut.
Pemuda itu menghela nafas panjang untuk menenangkan diri. Doa tidak tahu harus memulai dari mana pembicaraan ini. Tapi yang pasti, ia ingin mengetahui lebih jauh dengan semua yang ia ketahui, kerjakan bersama dengan Mr Ginting saat ini.
__ADS_1
Biyan, hanya ingin memastikan bahwa ia harus mengerti situasi dengan benar. Jika ada sesuatu yang tidak ia tahu, tentu pemuda itu ingin memahaminya sebelum memutuskan untuk melangkah lebih jauh.
"Mr Ginting ... dia, dia adalah seseorang yang pernah ada dalam hidupku, t-api ... t-api itu dulu. Hubungan kami sudah berakhir lima tahun lalu," ungkap Yati gugup.
"Aku minta maaf jika pertanyaan ini membuatmu merasa, tidak nyaman. Aku, hanya ingin tahu."
Wanita itu memahami niat Biyan, tapi ia jadi bertanya-tanya mengapa dan dari mana Biyan tahu tentang Mr Ginting yang pernah menjadi suami kontraknya?
Hubungannya dengan Biyan, sudah berakhir jauh sebelum ia menjalin hubungan dengan Mr Ginting.
"A-ku mengerti, Biyan. Ini adalah situasi yang rumit, dan ... dari mana kamu tahu?" tanya wanita itu ingin tahu.
"Aku tidak ingin menyakiti perasaanmu, Mis Yeti. Aku hanya ingin tahu di mana kita berdiri, karena ada seseorang yang sedang mencari informasi tentang keberadaamu."
Yati mengerutkan keningnya bingung. Dia tidak tahu dan tidak paham dengan maksud perkataan pemuda itu, yang sepertinya sedang bermain teka teki.
Pemuda itu tersenyum tipis, tapi tidak melanjutkan perkataannya untuk memberikan penjelasan apapun.
Ting
"Selamat siang, ada. yang bisa dibantu?" tanya Yati pada akhirnya.
Wanita itu cepat merespon kedatangan pelanggan, dan dari ekor matanya, ia meminta maaf dan meminta pemuda tampan tersebut menunggu.
Mengerti arti dari sorot mata Yati, pemuda itu tersenyum tipis dan mengangguk. Setelahnya, ia pura-pura berkeliling rak demi rak untuk menghabiskan waktu sambil menunggu Yati yang sedang melayani pembeli.
Yati, sambil melayani pembeli justru teringat dengan Mr Ginting. Seorang lelaki yang pernah ada dalam sejarah kehidupannya saat menjadi Gheisha Mr Akihiko.
'Bagaimana aku bisa melupakan siapa Mr. Ginting? Dia adalah suami kontrakku, dan semuanya begitu rumit ... Hingga akhirnya aku bisa mengungkapkan rahasia besar tentang diriku.'
Wanita itu tentu saja tidak bisa lupa siapa Mr Ginting. Suami kontraknya yang terakhir hingga akhirnya membuatnya membuka rahasia besar tentang siapa jati dirinya yang sebenarnya, dengan masa lalu yang sangat rumit untuk sejarah kehidupannya.
Tapi, ia juga tidak lupa jika kakek Mr Ginting tidak menginginkan dirinya menjadi istri Mr Ginting, meskipun kakek tua itu sudah meninggal dunia.
Adegan kilas balik muncul dalam pikiran Yati, saat pertemuan terakhir dengan sang kakek sebelum memutuskan untuk pergi.
__ADS_1
Kakek Mr Ginting berkata dengan serius, penuh wibawa dengan aura kekuasaan yang terpatri pada lelaki tua tersebut.
"Mis Kiara ... Mis Yeti atau Yati. Aku tahu kau adalah orang yang baik, tapi hubungan ini tidaklah mungkin. Kau tidak bisa menjadi istri Ginting, dengan segala resiko yang ada."
"Tapi, mengapa, Tuan?" tanya Yati bingung.
Ya, sejak tahu duduk persoalan dan jati dirinya, Yati tidak lagi memangil kakek Mr Ginting dengan sebutan kakek, tapi Tuan.
"Karena masa lalu kita yang rumit, Mis Yeti. Aku melihatmu seperti anak atau cucu perempuanku sendiri, tapi keputusan ini sudah kuambil. Kamu harus menemukan kebahagiaanmu di tempat lain," jawab kakeknya Mr Ginting memberikan alasan.
Yati memejamkan matanya, sama seperti yang ia lakukan sekarang setelah pelanggannya pergi karena sudah mendapat barang yang diinginkan.
'Meskipun kakeknya sudah meninggal, kata-kata itu masih terus bergema dalam pikiranku. Mungkin itulah sebabnya, aku dan Mr Ginting mengakhiri semuanya saat itu.'
"Hai! Mis Yeti?"
Biyan, berusaha memanggil-manggil Yati yang sedang melamun. Bahkan lambaikan tangan di depan wajah Yati tidak dihiraukan wanita itu.
"Mis Yeti, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Biyan lagi.
Tapi, kali ini pemuda itu mengguncang bahu Yati agar tersadar dari lamunan. Ia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan wanita tersebut.
"Eh, a-ku ..."
'Aku tidak ingin mengungkapkan semua ini kepada Biyan. Ini adalah beban yang terlalu berat untuk dibagikan sekarang,' batin Yati menolak.
"Mis Yeti, kamu terlihat sedikit terganggu. Apakah kamu ingin bicara tentang sesuatu, maksudku Mr Ginting?"
Pemuda itu seperti tahu apa dan siapa yang sedang dipikirkan Yati. Dia bisa menebak dengan benar saudara-saudara!
'Biyan, ini adalah bagian dari masa laluku yang tidak pernah hilang. Tetapi aku tidak yakin apakah ini saat yang tepat untuk membicarakannya,' batin Yati lagi.
Wanita itu hanya bisa mengungkapkan masa lalunya dengan Mr Ginting dalam hati. Semuanya adalah sesuatu yang tidak bisa ia lupakan begitu saja. Selain itu, keputusan kakek Mr Ginting yang tidak ingin Yati menjadi istri Mr Ginting, masih memberikan dampak yang kuat dalam hidupnya.
'Aku tidak tahu apa dan bagaimana Biyan tahu tentang masalah Mr Ginting. T-api ... kenapa ia tahu?' tanya Yati dalam hati, lagi.
__ADS_1