Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Kepikiran


__ADS_3

"Selamat pagi, Mbak Yati. Bagaimana kabar Anda dan Tuan Wasito hari ini?"


Yati, yang sudah memperkenalkan dirinya kemarin, disapa dokter yang menangani ayahnya.


"Selamat pagi, Dokter Rahayu. Kami baik-baik saja, hanya sedikit khawatir tentang kondisi ayah."


Dokter yang masih terlihat cantik meskipun usianya sudah tidak muda lagi, tersenyum mendengar jawaban tersebut. Hal ini biasa dialami keluarga pasien.


Wanita berpakaian dinas tersebut memahami bagaimana rasanya berada dalam kondisi seperti ini.


"Saya mengerti. Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu Tuan Wasito pulih. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya tanda-tanda stroke ringan pada ayah Anda. Kami akan memulai dengan tes lanjutan seperti CT scan untuk lebih memahami kondisinya."


"Terima kasih, Dokter. Apa yang harus kami persiapkan untuk tes tersebut?" tanya Yati, menanggapi penjelasan dokter Rahayu.


Tuan Wasito diharuskan untuk melakukan pemeriksaan dan terapi untuk sakit stroke yang dideritanya.


Pria tua akan menjalani serangkaian langkah medis lagi, seperti menjalani pemeriksaan fisik oleh dokter, yang mencakup pengukuran tekanan darah, detak jantung, dan neurologis.


Setelah itu, dokter memesan tes tambahan CT scan atau MRI untuk melihat kondisi otaknya.


"Tidak perlu khawatir. Tes ini sederhana dan tidak menyakitkan. Ayah Anda hanya perlu berbaring di meja CT scan dan mesin akan mengambil gambar otaknya. Hasilnya akan membantu kami merencanakan langkah selanjutnya dalam perawatan."


Yati percaya dengan apa yang harus dikerjakan oleh dokter, karena semua itu demi kesehatan dan keselamatan ayahnya.


"Baiklah, Dokter. Setelah tes itu selesai, apa yang akan dilakukan selanjutnya?" tanyanya kemudian, agar bisa mempersiapkan diri.


"Setelah kami menganalisis hasil tes, kami akan merancang rencana terapi khusus untuk Tuan Wasito. Ini akan mencakup terapi fisik, okupasi, dan logopedi untuk membantu pemulihan mobilitas, aktivitas sehari-hari, serta kemampuan bicara dan menelan dengan lebih baik."


Ternyata tidak hanya sampai disitu saja jika hasil tes dianalisis, dokter akan melanjutkan dengan merancang rencana perawatan yang mencakup terapi fisik, okupasi, dan logopedi.


Terapi fisik akan membantu memulihkan kekuatan otot dan mobilitas Tuan Wasito.


Terapi okupasi bertujuan untuk membantu dia kembali melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri. Sementara itu, terapi logopedi akan membantu memulihkan kemampuan bicara dan menelan.


"Bagaimana kami bisa membantu dalam perawatan ayah saya, itu?" tanyanya antusias.


"Anda, sebagai pihak keluarga tentunya berperan penting dalam pemulihan ayah Anda, Mbak Yati. Anda dapat mendukungnya dengan memberikan dukungan moral, membantu dalam sesi terapi, serta memastikan ia mengonsumsi obat-obatan sesuai jadwal. Kami juga akan memberikan panduan lebih lanjut tentang perubahan gaya hidup yang mungkin perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kembali terkena stroke."


Dengan penjelasan lebih lanjut, Yati bisa lebih memahami pada yang bisa dilakukan di rumah.

__ADS_1


"Terima kasih, Dokter Rahayu. Saya, siap bekerja sama untuk membantu ayah saya, pulih."


"Sama-sama, Mbak Yati. Kami akan bekerja sebagai tim untuk membantu Tuan Wasito kembali ke kehidupan yang sehat. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami kapan saja."


Tuan Wasito akan diberikan obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah, mencegah pembekuan darah berlebihan, dan mengatasi faktor risiko lain yang dapat memicu stroke.


Selama proses ini, pihak keluarga dan medis bekerja sama untuk membantu Tuan Wasito pulih secara fisik dan mental setelah mengalami stroke.


"Tapi, Dokter Rahayu. Saya ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana caranya saya bisa membantu ayah mendapatkan kesehatan yang sebaik mungkin, meskipun tidak bisa seperti waktu ia sehat dan muda dulu."


Dokter tersebut tersenyum tipis, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh anak pasiennya.


"Tentu, Mbak Yati. Tapi untuk pemulihan sepenuhnya tidak mungkin bisa. Namun, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu Tuan Wasito meraih kesehatannya agar yang lebih baik. Salah satu aspek penting adalah menjaga pola makan yang sehat dan mengatur diet yang sesuai."


Penjelasan dari dokter Rahayu, lebih detil lagi dibandingkan yang tadi dijelaskannya.


Ini membuat Yati ingin bertanya lagi supaya tidak salah langkah dalam perawatan ayahnya, jika tidak berada di rumah sakit dengan kontrol dokter yang akan selalu ada.


"Bagaimana caranya saya, merencanakan diet yang baik untuk ayah?"


"Kami akan mengarahkan Anda kepada seorang ahli gizi yang akan membantu merancang rencana diet yang tepat, dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi dan batasan yang mungkin ada akibat kondisi ayah Anda. Makanan yang kaya serat, sayuran, buah-buahan, dan rendah lemak jenuh sangat penting."


Meskipun saat ini tujuan diet ayahnya berbeda dengan dietnya di masa lalu, setidaknya dia tahu bagaimana cara mengolah makanan yang baik dan benar untuk diet sehat sang ayah.


"Apa lagi yang bisa saya lakukan?" tanyanya lagi, tidak ingin kehilangan kesempatan baik ini


"Selain diet, penting untuk memastikan bahwa ayah Anda menjalani terapi fisik, okupasi, dan logopedi dengan konsisten. Anda dapat membantunya dengan menemani dalam sesi terapi, memberikan dorongan, dan mendokumentasikan kemajuan yang ia capai."


Yati mengangguk. Ini adalah tujuan utamanya datang ke Jakarta, supaya ayahnya mendapatkan perawatan yang lebih baik.


"Bagaimana jika ayah saya merasa frustrasi dengan kemajuan yang lambat?" tanyanya khawatir.


Dengan sabar, Dokter Rahayu tersenyum dan memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan Yati padanya.


"Kemajuan dalam pemulihan bisa bervariasi, dan frustrasi memang sering juga terjadi. Anda dapat membantu ayah Anda dengan memberikan dukungan emosional, mengingatkannya pada pencapaian kecil yang telah ia raih, dan membantu dalam semangatnya."


"Itu masuk akal. Adakah perubahan gaya hidup lain yang bisa dipertimbangkan?"


"Tentu, menjaga kesehatan secara keseluruhan juga penting. Ajak ayah Anda untuk menjaga rutinitas tidur yang teratur, menghindari stres berlebihan, dan mengurangi faktor risiko lain seperti merokok dan konsumsi alkohol."

__ADS_1


Mendengar hal itu, Yati segera menggelengkan kepalanya beberapa kali. Ini karena Tuan Wasito sudah lama tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol.


Atau ini bisa saja akibat dari masa lalunya, yang tak jauh beda dari kelamnya kehidupan Yati?


"Terima kasih banyak, Dokter Rahayu. Saya akan bekerja keras untuk membantu ayah meraih kesehatannya kembali."


"Sama-sama, Mbak Yati. Kami akan selalu ada di sini untuk mendukung Anda dan ayah Anda dalam proses perawatan. Jangan ragu untuk bertanya jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut."


***


Yati melangkah keluar dari rumah sakit setelah mengantar ayahnya. Dia meninggalkan ayahnya perlu sama dengan ibu Nina, sebab dia ada urusan keluar.


Di parkiran, dia tidak sengaja bertemu dengan Rina, teman kerjanya dulu yang telah lebih dulu keluar dari lingkaran Mr Akihiko.


Mereka saling pandang, tertegun sejenak untuk mengingat satu sama lain kemudian sama-sama tersenyum dan berjabat tangan.


"Hei, kamu Rina? Lama tak jumpa. Kamu kelihatannya cerah sekali!" sapa Yati, saat ingat dengan nama temannya itu.


Rina, tersenyum lebar setelah Yati mengenali dirinya.


"Mis Yeti, itu kamu Mis Yeti! Betul sekali, sudah lama tidak bertemu. Aku baru dari rumah sakit, ada urusan keluarga yang harus aku selesaikan."


Yati melihat dengan mata bertanya-tanya. Dia ingin tahu sebab Rina berkata demikian.


"Urusan keluarga? Apa yang terjadi?" tanyanya kemudian agar Rina mau memberikan penjelasan yang lebih.


Rina tersenyum malu-malu. "A-ku, aku sudah menikah dua kali, Mis Yeti. Aku dan suamiku memutuskan untuk menggelar pernikahan beberapa bulan yang lalu."


Yati terkejut mendengar penjelasan Rina barusan. Dia tahu jika Rina keluar dari Mr Akihiko karena menikah. Tapi itu sudah lebih dari tujuh tahun yang lalu.


"Apa, baru menikah? Bukannya waktu itu ..."


Kalimat Yati menggantung. Wanita itu tidak melanjutkan saat melihat bagaimana wajah Rina yang berubah sedih.


"Ada apa, Rina?" tanya Yati penasaran dengan kisah temannya.


"I-ni ... ini tidak menyenangkan. A-ku ... ini ada kaitannya dengan Mr Akihiko."


Deg!

__ADS_1


__ADS_2