Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Kedatangan Mr Ginting


__ADS_3

"Mau kemanapun, Aku masih bisa menemukanmu. Miss Yeti."


Yati terdiam, mendengar pertanyaan dari Mr Ginting.


Orang yang tadi berjalan mendekat ke tempat berdirinya Yati adalah Mr Ginting. Suami kontraknya.


Bukan-bukan. Sudah bukan lagi seorang suami, karena kerjasama kontrak pernikahan mereka berdua, sudah berakhir, beberapa hari Kemarin. Meskipun dia sendiri tidak ikut datang ke kantor Mr Akihiko. Dan hanya pada Bos-nya itu, Yati memberikan wewenang, menerima apapun keputusan yang diambil oleh Mr Ginting.


Yati tidak mengerti, apa maksud dari kedatangan Mr Ginting ke Singapura, dan menemui dirinya, di rumah sakit ini. Karena rumah sakit ini, bukanlah rumah sakit biasa. Tapi sebuah rumah sakit, khusus untuk pasien yang terganggu kejiwaanya.


"Mr Ginting, mau nengok siapa?"


Yati, pura-pura tidak tahu, apa maksud dari kedatangan Mr Ginting ke tempat seperti ini. Karena dia memang tidak tahu, apa dan siapa yang ingin ditemui oleh Mr Ginting saat ini.


Dia tidak yakin, jika Mr Ginting memang datang ke rumah sakit ini, untuk bertemu dengannya. Mana mungkin, dia masih mengharap dengan Mr Ginting, dengan semua yang sudah terjadi pada dirinya dan sang Kakek. Apalagi, semua bukti yang ditunjukkan oleh Mr Ginting untuknya, sudah membuktikan bahwa, dia bersalah atas video tersebut. Meskipun yang sebenarnya terjadi, tidak sama seperti yang terlihat pada video tersebut.


"Kenapa diam? Kenapa tidak cerita, jika Kamu perlu perawatan, dan pengobatan. Kenapa harus dengan kakek, kamu bisa menceritakan semuanya, dan bukan denganku, yang jelas-jelas peduli dan masih menjadi suamimu?"


Yati mengerutkan keningnya, mendengar pertanyaan dan perkataan Mr Ginting. Semua perkataan dan pertanyaan yang diajukan oleh Mr Ginting, semuanya terdengar tidak masuk akal di telinga Yati.


Setelah berpikir sebentar, akhirnya Yati membuat suatu kesimpulan bahwa, bisa jadi, sang Kakek menceritakan pada cucunya itu, Mr Ginting, bahwa Yati bukan berselingkuh dengannya, tapi perlu bantuan, untuk memeriksakan kondisi kejiwaan dari Yati sendiri. Dengan demikian, Yati dianggap gila.


Dan Yati tidak pernah berpikir sejauh itu, dengan semua alasan yang dibuat oleh sang Kakek. Fantastis sekali.

__ADS_1


Tapi ternyata alasan yang dibuat oleh sang Kakek, untuk menjauhkan dirinya dengan cucunya itu, justru membawa cucunya untuk datang dan menemui Yati. Di rumah sakit jiwa ini. Di negara Singapura.


Jika sampai sang Kakek tahu, bisa dipastikan bahwa, sang Kakek akan marah besar. Sang Kakek tidak akan mengampuni Yati dan juga ibunya.


Yati masih berusaha untuk diam, karena ingin memancing Mr Ginting, supaya berkata lagi. Dia ingin tahu, apa yang sekarang dipikirkan oleh mantan suaminya tersebut.


"Miss Yeti. Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa Kamu tertekan dengan kerjasama kita? Apa ada perlakuanku yang tidak Kamu sukai? Apa Aku kurang perhatian? jawab miss Yeti!"


Mr Ginting, bertanya banyak hal, pada Yati. Apalagi Yati hanya diam saja sedari tadi. Ini membuat Mr Ginting tidak tahu, apa yang terjadi pada mantan istrinya itu.


Padahal seharusnya, pertanyaan demi pertanyaan tersebut adalah tugasnya Yati, yang memang di bayar untuk semua tugas-tugas yang harus dilakukan, sebagai seorang istri.


"Jawablah miss Yeti. Aku ingin mendengar alasan, mengapa Kamu tidak bisa bercerita padaku, tapi justru pada kakek Kamu bisa bercerita tentang banyak hal, termasuk tentang apa yang Kamu alami sekarang ini. Kenapa miss Yeti?"


Mr Ginting tidak berpikir panjang. Dia hanya menurut saja dengan bukti video yang dia terima, dari nomer yang tidak dia ketahui.


Mungkin, ini juga karma bagi Mr Ginting. Dulu, dia juga yang membuat Mr Johan, pulang ke negara asalnya. Dengan semua kekuasaan yang dia miliki, sebelum masa kerjanya di Indonesia berakhir. Dan belum berakhir juga pernikahan kontraknya dengan Yati.


Dan usahanya itu juga, yang membuat pernikahannya, Mr Johan dan Yati, berakhir sebelum waktunya. Masih ada dua bulan lagi, dan itu harus berakhir. Karena secara tiba-tiba, Mr Johan mendapat panggilan dari perusahaan, di mana dia bekerja di perusahaan induk, yang ada di Amerika. Negara asal Mr Johan.


Yati tetap diam dan tidak mengatakan apa-apa. Ini membuat Mr Ginting frustasi, karena tidak mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang dia ajukan, pada mantan istrinya itu. Miss Kiara.


Tangan Mr Ginting terkepal. Dia geram dengan dirinya sendiri, yang tidak pernah bisa berpikir jernih, saat emosi sedang menguasai dirinya.

__ADS_1


Tadi, dia dengan cepat menyusul mantan istrinya itu, ke Singapura, tanpa bertanya-tanya terlebih dahulu pada orang-orang yang sedang membicarakannya.


Mr Ginting hanya mendengar perbincangan, dari dua orang bodyguard sang Kakek, tanpa sengaja.


Jadi, Mr Ginting tahu keberadaan Yati, bukan dari sang Kakek. Tapi pendengarannya sendiri, yang terlalu peka, saat dua orang sedang membicarakan miss Kiara, yang saat ini ada di sebuah rumah sakit jiwa, yang ada di Singapura. Bukan di negara Indonesia.


'Apa yang terjadi pada Kiara? Kenapa dia ada di rumah sakit jiwa?'


Begitulah kira-kira pikiran Mr Ginting tadi, sebelum memerintahkan pada awak pesawat miliknya, untuk segera melakukan penerbangan ke Singapura, saat itu juga.


Hal yang tidak pernah dipikirkan dan disangka-sangka oleh Mr Ginting, dengan semua yang sudah terjadi pada hubungan mereka berdua adalah, Yati mendapat tekanan, yang tidak pernah dia ketahui.


Mr Ginting menyesal, karena tidak berpikir lama, saat memutuskan hubungan kerja sama mereka, dalam ikatan pernikahan. Meskipun hanya sebatas sebagai suami istri kontrak saja.


Dan sekarang, semua sudah berakhir. Tidak mungkin juga dia meminta pembatalan yang kemarin sudah diputuskan oleh dirinya sendiri. Itu jelas-jelas tidak mungkin bisa dilakukan.


Mr Akihiko, tidak mungkin percaya lagi, dengan dirinya. Dia akan dianggap plin-plan dan tidak konsisten dengan apa yang dia putuskan sendiri.


Yati tidak lagi bertanya. Dia mempersilahkan Mr Ginting, untuk duduk terlebih dahulu, di bangku panjang, yang ada di koridor rumah sakit ini.


Namun Mr Ginting justru berjalan mendekat ke arahnya. Tanpa permisi terlebih dahulu, Mr Ginting langsung memeluk Yati. Dia mengatakan bahwa, dia sangat menyesal, karena tidak menyelidiki terlebih dahulu, sebelum memintanya pergi dari rumah.


"Maaf miss Yeti. Maafkan Aku Sayang," kata Mr Ginting, yang masih dalam keadaan memeluk mantan istrinya itu. Yaitu Yati.

__ADS_1


Yati hanya tersenyum tipis, mendengar semua perkataan dari Mr Ginting. Dia tidak mengatakan apa-apa tentang dirinya, dan rumah sakit ini. Karena Yati berpikir bahwa, Mr Ginting juga tidak tahu apa-apa, dengan semua yang ada dan terjadi pada ibunya, dengan sang Kakek.


__ADS_2