Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Lupa Diri


__ADS_3

Pada saat yang berbeda.


Walaupun tahu akan kecewa, Alisa, istrinya Mr Ginting, masih berusaha dengan segala cara agar bisa menaklukkan hati laki-laki yang kini bersarang di hatinya.


Tapi sepertinya segala upaya yang dilakukan tidak memiliki dampak pada perubahan perilaku Mr. Ginting. Sebaliknya, sikapnya semakin dingin dan acuh terhadap situasi.


Hal ini membuat sang istri semakin merasa putus asa dan terjebak dalam keterikatan yang sulit diatasi.


"Sayang, aku mencoba mengatur waktu untuk kita berdua akhir pekan ini. Mungkin kita bisa pergi makan malam bersama?"


Alisa berusaha bersikap berbeda, dengan senyum lembut dan sapaan yang tidak biasa.


Tapi yang didapat sama saja. Mr. Ginting dengan acuh memberikan jawaban yang mengecewakannya.


"Aku tidak yakin. Aku punya banyak pertemuan dan proyek yang harus diselesaikan," jawab Mr Ginting tidak peduli.


Wanita itu meringis dengan perasaan kecewa. Tapi ia tidak pantang menyerah untuk bisa mendapatkan perhatian dari Mr Ginting, yang sekarang sudah mulai bertahta di dalam hatinya.


"Tapi ini penting bagiku. Aku ingin kita bisa menghabiskan waktu bersama, agar orang-orang tahu jika kita bahagia."


"Kalau begitu, coba lihat jadwalku dan bicarakan dengan asistenku." Mr. Ginting menjawab dengan nada datar.


"Aku merasa seperti kata-kataku tidak dihiraukan. Aku mencoba, tapi sepertinya tidak ada perubahan."


Wanita itu benar-benar kecewa, sehingga memejamkan matanya untuk menutupi rasa sakit hatinya yang seperti tak terlukiskan.


Situasi seperti ini membuat wanita itu semakin terpukul, karena usahanya untuk mendekati Mr. Ginting tidak mendapatkan tanggapan positif. Sikap acuh dan dingin yang diperlihatkan oleh Mr. Ginting semakin memperdalam perasaan isolasi dan kekecewaannya.


Kebiasaan Mr. Ginting yang selalu terfokus pada pekerjaannya membuatnya tampak seperti seseorang yang tak bisa berhenti bekerja.


Hal ini menciptakan perasaan bahwa pekerjaan adalah segalanya baginya dan tak ada waktu untuk merenungkan atau mengevaluasi perasaan dan perhatian terhadap istrinya.


Dalam proses perjalanan mereka, Mr Ginting atau awalnya mereka berdua, meremehkan pentingnya kehadiran emosional dalam pernikahan mereka. Tentunya ini menyebabkan kesenjangan yang semakin lebar antara mereka.


"Sayang, aku ingin bicara denganmu tentang perasaanku belakangan ini. Bisakah kita duduk dan berbicara dengan tenang, please."

__ADS_1


"Sekarang tidak bisa, aku tengah menyelesaikan proposal untuk klien besar. Bisa lain kali?" Mr. Ginting menjawab sebisanya, sambil fokus melihat laptopnya.


"Tapi ini juga penting bagiku. Aku merasa kita semakin menjauh dan aku ingin kita bisa lebih dekat lagi."


Wanita itu masih terus mencoba, dengan perasaan putus asa yang semakin rumit.


"Kamu tahu kan, pekerjaan ini memakan waktu dan energi. Aku tak punya banyak waktu untuk hal lain." Mr. Ginting memberikan jawaban tanpa menoleh.


"Tapi pernikahan kita juga penting. Aku hanya ingin kita bisa berbicara dan merasa terhubung lagi."


Wanita itu berkata dengan hati hancur, melupakan rada gengsi dan perjanjian mereka sebelumnya.


Mr. Ginting terus fokus pada pekerjaannya dengan tenang, seakan-akan tidak ada yang lain yang penting. Ia tidak menyadari bahwa perilakunya ini semakin merusak hubungannya dengan sang istri.


Laki-laki itu kehabisan waktu untuk merenungkan perasaan dan memahami kebutuhan sang istri telah menciptakan jurang yang tumbuh antara mereka.


'Aku berharap suatu hari nanti Mr. Ginting bisa melihat bahwa perjanjian pranikah ini mengikat kami dalam keadaan yang tidak bahagia. Aku berharap dia bisa membuka hatinya dan merasa bahwa kebahagiaan kita lebih berharga daripada segala perjanjian bisnis dan politik.'


Wanita itu berbicara dalam hati, tidak mampu bicara dengan jelas secara langsung.


Dia hanya bisa berharap agar Mr Ginting berubah dan melupakan perjanjian pranikah mereka, dengan membuka hati


Perasaan kekecewaan dan putus asa semakin menguat karena sulit melihat adanya perubahan positif dalam hubungan mereka.


Sayang sekali, itu hanya harapan kosong. Mr Ginting tetap saja tidak ada perubahan


'Aku harus mencari tahu lebih banyak tentang Mr. Ginting, mungkin ada alasan di balik perilakunya yang sulit ditebak. Aku takut jika dia tidak menyukai wanita, atau bahkan memiliki kelainan tertentu yang menyebabkan dia tidak bisa merasakan perasaan seperti orang lain.'


Saat melihat adanya kesempatan, istrinya mencari tahu tentang latar belakang perasaan Mr Ginting. Ia takut jika ternyata Mr Ginting itu tidak menyukai wanita tapi kelainan.


Dari beberapa sumber dan informasi yang ditemukan, ternyata Mr Ginting dipaksa meninggalkan Indonesia dan menerima perjodohan atas pesan dan wasiat sang kakek.


"Ternyata ada alasan yang tidak pernah kusangka di balik sikapnya. Dia dipaksa meninggalkan Indonesia dan menjalani perjodohan karena wasiat kakeknya?"


"Ini mungkin sebabnya di balik semua ini."

__ADS_1


Pertanyaan demi pertanyaan muncul, tapi tidak ada yang bisa memberinya jawaban pasti.


Informasi ini memberikan sudut pandang penilaian baru tentang situasi dan perilaku Mr. Ginting. Kini wanita itu menyadari bahwa ada faktor luar yang memengaruhi keputusannya dan mengapa dia terjebak dalam pernikahan yang rumit ini.


Meskipun sebelumnya sudah tahu, tapi istrinya baru tahu jika Mr Ginting ternyata benar-benar terpaksa sebab ada wanita lain yang juga harus ia tinggalkan. Yaitu istri kontrak Mr Ginting


"Ternyata ada lebih banyak lagi di balik semua ini. Dia harus meninggalkan wanita lain juga, istri kontraknya. Itu pasti sulit baginya."


Informasi baru ini membuka lapisan yang lebih dalam tentang pengorbanan dan keterikatan yang dialami oleh Mr. Ginting.


Wanita itu semakin memahami bahwa ada banyak faktor yang memengaruhi sikap dan perilaku Mr. Ginting, dan hal ini membuatnya merasa lebih empati terhadap situasi sulit yang sedang dihadapi oleh suaminya.


Wanita itu akhirnya merasa penasaran dengan sosok wanita yang bisa membuat hati Mr Ginting terpaku.


"Aku jadi penasaran dengan wanita yang membuat hati Mr. Ginting terpaku. Sepertinya ada kisah yang lebih dalam di baliknya."


Wanita itu semakin penasaran, dengan rasa simpati dan rasa ingin tahunya tentang siapa sosok wanita yang membuat Mr Ginting seakan-akan mati rasa.


Penasarannya tentang sosok wanita tersebut membawa sang istri untuk ingin memahami lebih lanjut tentang hubungan dan perasaan Mr. Ginting terhadap wanita lain itu. Hal ini menciptakan keinginan untuk melihat gambaran lebih lengkap dari sisi emosional suaminya yang selama ini tidak terungkap.


Sayangnya, setelah tahu latar belakang wanita tersebut, istrinya merasa tidak sepadan sebab wanita itu hanya Gheisa yang di sewa dengan beberapa pernikahan kontrak. Ia merasa kalah dengan wanita itu, yang menurutnya kalah jauh bila dibandingkan dengan dirinya


"Aku tidak percaya, ternyata wanita itu hanya Gheisa, yang hanya dipekerjakan dalam beberapa pernikahan kontrak. Aku merasa seakan-akan kalah di mata Mr. Ginting, bahkan bila dibandingkan dengan wanita seperti itu."


Wanita itu merada kecewa, dengan perasaan hancur dengan apa yang diketahuinya sekarang.


Penemuan ini justru membuat sang istri merasa lebih rendah diri dan tidak sepadan. Perasaan ini semakin memperdalam rasa putus asa dan ketidakbahagiaannya, karena dia merasa harus bersaing dengan seseorang yang menurutnya jauh kurang berarti dibandingkan dengannya.


Itulah sebabnya, istrinya ingin datang ke Indonesia secara sembunyi-sembunyi untuk menemui wanita itu. Dia ingin memperingatkan bahwa ia lebih berhak atas Mr Ginting daripada mantan istri kontraknya


"Aku ingin datang ke Indonesia secara sembunyi-sembunyi dan bertemu dengan wanita itu. Aku ingin memberitahunya bahwa aku lebih berhak atas Mr. Ginting daripada mantan istri kontraknya."


Wanita itu ingin memperjuangkan hubungannya dengan Mr. Ginting dan membuktikan bahwa dia lebih berarti daripada wanita lain, terlepas dari latar belakang pernikahan kontrak. Dia ingin memberi tahu wanita itu bahwa dia bersedia berjuang untuk hubungan mereka.


Ia lupa jika Mr Ginting tidak suka jika urusannya dicampuri orang lain, termasuk istrinya sendiri karena menurutnya istrinya itu adalah orang lain

__ADS_1


Keinginan sang istri untuk mencampuri urusan Mr. Ginting bisa membuatnya terjepit, jika ketahuan. Ini bisa berakhir dengan reaksi negatif, mengingat sifat Mr Ginting yang tidak suka campur tangan orang lain dalam urusannya.


Bahkan jika sang istri beranggapan bahwa dia lebih berhak, usahanya ini justru bisa merusak hubungan mereka lebih jauh karena perasaan bahwa istrinya juga dianggap sebagai "orang lain" oleh Mr Ginting.


__ADS_2