Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Kecurigaan Mr Ginting


__ADS_3

Sang Kakek akhirnya berdiam diri di apartemen saja, hampir seminggu. Menunggu hingga luka-lukanya benar-benar kering.


Dia hanya menyuruh beberapa bodyguardnya, untuk memantau keadaan.


Sang Kakek terus saja menyesali perbuatannya dimasa yang lalu. Ada ketakutan tersendiri, seandainya semua terbongkar. Dia tidak tahu, apa yang bisa dia berikan sebagai jawaban, atas pertanyaan demi pertanyaan dari anak dan cucunya nanti.


Penyesalan memang ada dibelakang, dan itu sungguh menyakitkan. Tapi rasa gengsi dan semua hal yang harus dia pertahanan, membuat sang Kakek harus tetap diam saja, untuk menutupi semua kebobrokan moral dan cara kerjanya selama ini.


Sang Kakek tidak ingin, mengulang lagi masa-masa yang penuh lika-liku perjalanan dinas dan semua penyelewengan yang dia lakukan.


Bahkan Mr Andre, dimasa lalu, saat masih menjadi salah satu dari anak buahnya, juga tahu, bagaimana kehidupan kelamnya selama ini.


Itulah sebabnya, dia juga percaya dengan Mr Andre, dan tidak mengkaji ulang semua laporan yang diberikan kepadanya.


"Hemmm... Aku seperti kayu lapuk dimakan oleh waktu. Tidak ada gunanya, meskipun hanya sekedar untuk pajangan belaka, seandainya semua terbongkar. Semua akan berakhir."


Dengan banyaknya pikiran yang ada di kepalanya, sang Kakek akhirnya merasa pusing. Dan untuk menghilangkan rasa pusingnya itu, dia meminum obat tidur, supaya tidak lagi memikirkan banyak hal, terutama tentang masa lalunya. Sama seperti yang dia lakukan setiap merasakan sakit kepala jika sedang banyak masalah dan pikiran.


"Aku berharap jika wanita sialan itu ingat, dimana dia menyimpan Bros Bunga itu. Semoga saja, Bros Bunga itu tidak hilang atau dibawa kabur laki-laki selingkuhannya. Laki-laki sialan itu juga, yang menyebabkan dirinya jadi seperti sekarang ini. Jika Bros Bunga itu dibawa laki-laki itu, tentu dia akan bisa mengambil banyak keuntungan dari rahasia Bros tersebut."


Tak lama kemudian, sang Kakek tampak membuang nafas panjang, dengan memejamkan matanya.


Setelah beberapa saat kemudian, sang Kakek beranjak dari tempat duduknya, karena reaksi dari obat tidur sudah mulai terasa. Dia mengantuk, dan ingin segera pergi tidur.


Dengan langkah lesu, sang Kakek berjalan menuju ke arah kamar. Dia masuk, kemudian merebahkan diri di atas ranjangnya, supaya bisa tertidur dengan posisi nyaman.


*****


Seminggu kemudian, Mr Ginting dan Surya Jaya, sudah selesai dengan pekerjaan mereka di Singapura.


Besok adalah waktunya mereka untuk pulang kembali ke Indonesia. Ada tugas yang harus mereka lakukan di kantor, karena sang Kakek juga sedang tidak ada di tempat.


Sang Kakek sedang berlibur ke Amerika, bersama dengan teman-temannya, sesama angkatan sekolahnya dulu. Jadi semacam reunian kecil, yang mereka selenggarakan, secara mendadak dan hanya untuk mereka-mereka, teman-temannya sang Kakek, yang bisa ikut saja.

__ADS_1


Kebetulan, sang Kakek sudah lama tidak pergi ke Amerika untuk berlibur. Apalagi ini bersama-sama dengan teman-temannya, yang tentunya sudah tidak ada lagi yang muda.


Begitulah alasan yang diberikan oleh sang Kakek pada Surya Jaya, waktu dia menghubungi cucunya itu.


Dan Surya Jaya juga sudah memberitahukan pesan dari Sang Kakek, pada kakak sepupunya, Mr Ginting, dengan apa yang terjadi pada kakek mereka.


Sebab itu juga, Mr Ginting atau Surya Jaya sendiri, tidak mempermasalahkan dan keberangkatan sang Kakek yang terkesan mendadak. Karena sebelum mereka berdua berangkat ke Singapura, sang Kakek tidak mengatakan apa-apa tentang liburan reunian itu.


Tapi sebagai cucu yang sudah besar dan tahu bagaimana perasaan sang Kakek, yang selama ini hidup sendiri, apalagi sang Kakek juga masih sibuk dengan banyaknya urusan pekerjaan demi pekerjaan yang ada, hanya bisa menyetujui dengan apa yang sudah diputuskan oleh sang Kakek.


Sekarang, Mr Ginting bersama dengan istrinya, miss Kiara, dengan Surya Jaya, sudah tiba di Indonesia lagi.


"Maaf ya Sayang. Liburan kita di Singapura jadi dipercepat, dengan kepergian Kakek ke Amerika." Mr Ginting, meminta maaf pada istrinya, yang sedang merapikan rambutnya, yang tergerai karena tertiup angin.


Mereka bertiga, baru saja turun dari pesawat jet pribadi milik Mr Ginting.


"Ya Sayang, tidak apa-apa. Aku masalah liburan atau tidak. Yang penting ada Kamu Sayang," ucap Yati sok romantis, karena ada Surya Jaya diantara mereka.


Tentunya, Yati ataupun Mr Ginting sendiri, tidak ingin jika, adik sepupunya itu tahu tentang kebenaran hubungan yang mereka miliki saat ini.


Mereka berdua tidak tahu, jika sesuatu akan terjadi nanti. Kejadian yang bisa membuat perubahan besar dalam kehidupan seorang Yati, ataupun Mr Ginting sendiri.


"Mas. Kalau mau romantis- romantisan, please jangan di depan Surya ya!" kata Surya Jaya, memperingatkan kakak sepupunya itu.


Mr Ginting tidak menyahuti perkataan adik sepupunya. Dia hanya memandang sesaat ke arah Surya Jaya, dengan wajah datar.


Sikapnya Mr Ginting itu, tentunya membuat Surya Jaya menjadi kesal sendiri, keki dan salah tingkah. Tapi dia tidak juga bisa berbuat apa-apa. Hanya satu saja yang bisa dilakukan oleh Surya Jaya dalam keadaan seperti saat ini, yaitu diam.


*****


Dua minggu kemudian.


Luka di wajah sang Kakek sudah hilang. Bahkan tidak berbekas sama sekali.

__ADS_1


Ini karena obat-obatan yang dia gunakan cukup baik dan tentunya berkhasiat, karena bukan obat biasa juga.


Sang Kakek sudah tiba di bandara Indonesia. Dia ingin menemui cucu-cucunya, untuk beberapa urusan pekerjaan dan kantor. Tapi juga untuk urusan pesta ulang tahunnya, yang akan diadakan secara sederhana, untuk keluarga saja. Tidak ada pesta yang besar, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.


Mr Ginting yang kebetulan sedang tidak sibuk, menjemput sang Kakek, bersama dengan supirnya.


Sang Kakek memeluk Mr Ginting, begitu mereka berdua sudah bertemu. Dia merasa sangat senang bisa bertemu dengan cucunya itu.


"Kakek merindukanmu Ginting. Bagaimana kabarmu, dan juga istrimu?" tanya sang Kakek, yang masih dalam keadaan memeluk Mr Ginting.


"Seperti yang Kakek lihat. Aku baik-baik saja. Istriku juga baik, tidak usah memikirkan keadaan kami."


Jawaban yang diberikan oleh Mr Ginting, terdengar dingin, tapi itu tidak menjadi masalah untuk sang Kakek. Karena dengan mau menjawab pertanyaan darinya saja, sudah membuat sang Kakek merasa senang. Apalagi saat ini, cucunya itu juga datang menjemputnya sendiri, tanpa diminta, ke bandara.


Tentunya, sang Kakek merasa senang dan bangga dengan perubahan yang terjadi pada sikap cucunya itu.


Sang Kakek yakin, jika perubahan sikap cucunya itu juga ada kaitannya dengan kehidupan keluarga dan cinta yang ada pada Kiara, istri dari cucunya, Mr Ginting.


"Aku jadi ingin bertemu dan berterima kasih pada Kiara," gumam sang Kakek lirih.


Mr Ginting mengalihkan pandangannya dari jalan di depan, ke arah sang Kakek.


"Maksud Kakek?" tanya Mr Ginting, yang tidak tahu apa maksud dari perkataan kakeknya tadi. Dia mendengar dengan tidak jelas, karena sang Kakek memang hanya sekedar bergumam saja.


"Aku ingin langsung ke rumahmu dulu. Ada oleh-oleh untuk Kiara," jawab sang Kakek memberikan alasan, yang dia rasa tepat.


"Hemmm..."


Mr Ginting menghela nafas panjang, kemudian kembali terdiam dan tidak lagi bertanya-tanya pada kakeknya.


Bahkan, dalam perjalanan pulang ke rumah Mr Ginting, sang Kakek tampak tertidur pulas. Mungkin karena merasa capek dalam perjalanannya tadi.


"Dia tampak seperti seorang kakek yang biasa saja. Sama seperti kakek-kakek yang lain yang memang sudah tua. Dan perasaan sayangnya juga, sama seperti kakek yang lain terhadap cucu-cucunya. Tapi, kenapa Aku merasa jika ada banyak sekali rahasia yang disembunyikan oleh kakek. Bahkan kematian kedua orang tuaku juga karena akibat salah sasaran, yang seharusnya ditujukan untuknya. Sebenarnya, apa yang terjadi dan siapa yang ingin mencelakai kakek waktu itu?"

__ADS_1


Ternyata, selama ini, Mr Ginting memikirkan apa yang sebenarnya disembunyikan oleh kakeknya. Dia merasakan sesuatu yang tidak beres, terkait dengan kehidupan sang kakek di masa lalunya.


Meskipun sekarang ini, semuanya terlihat sempurna di mata orang-orang. Bahkan mungkin, menjadi contoh untuk sebagian orang yang mengenal mereka.


__ADS_2