Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Taktik


__ADS_3

Di hotel, Alisa mulai berpikir keras untuk bisa menghubungi beberapa desainer Indonesia, yang mungkin bisa ia ajak kerjasama. Ini untuk memanipulasi, seandainya kedatangannya dicurigai oleh suaminya sendiri.


"Aku harus gunakan taktik ini."


Langkah Alisa untuk menghubungi beberapa desainer Indonesia sebagai bentuk upaya memanipulasi situasi. Wanita itu berusaha mengendalikan persepsi suaminya, Mr. Ginting, terhadap kedatangannya.


Ini adalah sisi cerdik dari karakter Alisa yang berusaha melindungi tujuannya sambil menjaga agar tidak menimbulkan kecurigaan yang tidak diinginkan.


"Jika Mr. Ginting tahu aku berada di sini, dia mungkin akan mempertanyakan motif kedatanganku. Aku perlu menciptakan alasan yang kuat."


Dengan berpura-pura menjalin kerjasama dengan desainer-desainer lokal, Alisa mencoba menciptakan alasan yang masuk akal untuk kehadirannya di Indonesia. Ini bisa menjadi strategi yang cermat untuk mengalihkan perhatian Mr. Ginting dan membuatnya tidak curiga.


"Jika aku bisa membuatnya yakin bahwa aku ada di sini untuk alasan pekerjaan, mungkin aku bisa menjaga rahasianya tetap aman."


Alisa harus menjaga keseimbangan antara menjaga rahasia dan membuat Mr Ginting yakin atas alasan kedatangannya.


Keputusan Alisa untuk bekerja terlebih dahulu agar semua rencananya berjalan lancar menunjukkan sikap yang cerdas dan strategis. Dia ingin memastikan bahwa segala persiapan dan langkahnya sudah terencana dengan baik sebelum menghadapi situasi yang semakin kompleks.


"Aku harus bekerja keras dan memastikan semuanya siap sebelum menghadapi Mr Ginting atau situasi yang tidak terduga."


Dengan fokus pada pekerjaannya, Alisa berusaha memanfaatkan waktu untuk menjalankan rencananya secara hati-hati.


"Aku juga mendapatkan keuntungan dari kerjasama ini. Siapa tahu, namaku justru semakin berkibar."


Ini juga dapat membantunya mengalihkan perhatian dan emosi dari tekanan yang mungkin ia dapatkan karena situasinya yang pastinya semakin rumit.


"Dengan menjalankan rencana kerja ini, aku bisa menjaga pikiran tetap fokus dan berada dalam kendali."


Alisa adalah seseorang dengan karakter kuat, yang berusaha mengatasi tantangan dengan cara yang lebih terstruktur dan bijak. Ia selalu merencanakan sesuatu, dengan persiapan dan langkah-langkah yang matang dalam menghadapi situasi yang kompleks dan penuh kejutan tak terduga, yang bisa saja datang dari suaminya nanti.


***


"Selamat datang! Kami sangat senang bisa bertemu dengan desainer dari negara Eropa. Ini kesempatan yang luar biasa!"


Salah satu Desainer menyambut kedatangan Alissa dengan sangat baik. Mereka percepat tangan, kemudian berpelukan dengan hangat layaknya partner lama.


Kedatangan Alisa yang akhirnya bertemu dengan beberapa desainer Indonesia, membawa fakta bahwa Alisa diterima dengan gembira oleh desainer-desainer tersebut karena dianggap sebagai seorang desainer dari negara Eropa.


Hal ini menunjukkan betapa percaya diri dan cekatan perannya dalam menciptakan alasan untuk kedatangannya.


'Sukses dengan rencanaku,' batin Alisa tersenyum puas.


Tapi karena ia selalu bisa membawa diri, tentu saja dengan mudah memanipulasi rawat wajahnya.

__ADS_1


"Kami sangat mengagumi karyamu di Eropa. Kami berharap bisa belajar banyak darimu," sambut desainer lainnya yang ikutan datang.


'Aku tidak boleh terlihat ragu. Aku harus menjaga citra sebagai seorang desainer Eropa,' kata Alisa dalam hati, memainkan peran.


Wanita itu berusaha keras untuk memanipulasi persepsi orang-orang di sekitarnya agar mereka yakin bahwa dia memang seorang desainer dari Eropa. Ini adalah langkah yang cerdik dan berani seorang Alisa.


'Aku harus menjaga cerita ini tetap konsisten. Aku tidak boleh lengah untuk tujuanku,' tekadnya dalam hati.


'Ini bisa menjadi cara yang efektif untuk menjaga rahasia dan menenangkan Mr. Ginting. Aku tidak mau ia curiga,' katanya lagi, tetap di dalam hati.


Ketika berita kedatangan dan kerjasama Alisa dengan desainer-desainer Indonesia diliput oleh media massa, situasi semakin rumit. Langkah ini telah berhasil menciptakan ilusi di mana Mr Ginting yang akhirnya percaya, bahwa wanita yang berstatus sebagai istrinya itu datang ke Indonesia untuk bekerja, sebagaimana yang diungkapkan dalam pemberitaan.


'Sepertinya Alisa benar-benar datang untuk bekerja bersama desainer-desainer di sini.'


Mr. Ginting sedang membaca berita, yang sedang memberitakan kegiatan istrinya hari ini.


Sayangnya, Mr Ginting juga bukan orang bodoh yang mudah percaya begitu saja. Ia akan tetap mencari cara untuk menemukan petunjuk lain yang tidak sesuai dengan cerita yang beredar.


'Jangan pikir aku bodoh, Alisa.'


Pria itu akan tetap meminta orang kepercayaannya untuk mengawasi kegiatan Alisa. Ia memang sudah membaca agenda dari istrinya itu selama berada di Jakarta.


Tapi hidup bersama selama lima tahun dengan wanita itu, tentu saja bukan hal yang sulit untuk mengetahui karakter dari wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.


Pria itu benar-benar tidak percaya, dengan semua berita yang beredar, meskipun berita media massa memberikan kesan bahwa Alisa datang untuk bekerja, Mr Ginting tetap yakin bahwa ada lebih banyak yang terjadi di balik layar.


Dalam situasi yang penuh tekanan dan misteri, Mr Ginting tidak ingin mengambil risiko dan memilih untuk menjaga langkah-langkah pengawasan atas kegiatan Alisa.


"Aku tidak ingin terjebak dalam permainan yang tidak jelas. Tetap awasi wanita itu, dan laporkan apapun yang dilakukannya!"


"Baik, Mr Ginting."


Ketidakpercayaan dan situasi yang rumit semakin mendalam. Langkah-langkah Mr. Ginting untuk tetap memantau dan menyelidiki kegiatan Alisa membuat situasi yang lebih kompleks.


'Mungkin sudah saatnya aku bongkar dan memutuskan pernikahan yang tidak berarti ini.'


Meskipun Mr Ginting tahu, jika mempermainkan lembaga pernikahan itu tidak diperbolehkan tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Sekarang ia harus bisa memutuskan sesuatu dengan cepat dan tepat. Jadi, saat ini ia ingin segera kembali ke Jakarta.


Keputusan Mr Ginting untuk segera kembali ke Jakarta, tentu saja untuk menemui Yati di Bogor sesuai dengan rencana awalnya.


Pria itu benar-benar dengan niatannya untuk serius, dan mendapatkan jawaban yang diinginkan cinta hatinya.

__ADS_1


"Mis Yeti. Tunggulah, aku. Kita harus harus bicara. Aku ingin kembali bersamamu, dengan mendapatkan penjelasan langsung dari dirimu."


Kedatangan Mr. Ginting ke Bogor untuk mengungkapkan keinginannya.


Mr. Ginting bertekad untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Mis Yeti nya dan apa yang sedang dia rencanakan setelah pergi dari desanya.


Keputusan Mr Ginting untuk segera kembali ke Jakarta dan menemui Yati di Bogor sesuai dengan rencana awalnya tentu saja karena ia memiliki niat serius.


"Mis Yeti. Semoga kedatanganku nanti akan membuatmu bahagia."


Mr. Ginting berpikir, jika ia harus berbicara dengan Mis Yeti dan mendapatkan penjelasan langsung dari orangnya. Dia tidak bisa percaya dengan siapapun dalam situasi seperti ini.


Pria itu berharap banyak pada Mis Yeti, yang bisa menerimanya kembali. Dia tidak akan memperdulikan apapun, yang penting bisa kembali bersama dengan Mis Yeti nya.


"Permisi, Mr. Ini ada laporan yang genting."


Asisten pribadi datang, membubarkan lamunan Mr Ginting tentang Mis Yeti.


"Apa, hm?" tanya Mr Ginting tidak sabar.


"Ada beberapa masalah dengan kerjasama yang baru saja selesai dilakukan, Mr Ginting."


Sang asisten menyodorkan tablet yang dipegangnya, supaya Mr Ginting bisa memeriksanya sendiri.


Kejadian yang tidak terduga dengan kerjasama yang baru saja selesai, mengubah rencana Mr Ginting secara signifikan.


"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Aku harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu," ujar Mr. Ginting dengan wajah frustrasi.


Pria itu tidak menyangka jika ada masalah yang datang saat sudah memutuskan untuk kembali pulang ke Jakarta.


Meskipun awalnya niatnya adalah untuk segera kembali ke Jakarta dan menemui Yati di Bogor, masalah dengan kerjasama tersebut membuatnya terpaksa tinggal lebih lama dan mengurungkan niatnya untuk pulang.


"Aku tidak bisa membiarkan masalah ini begitu saja. Aku harus mencari solusi terbaik," kata Mr Ginting dengan mata terpejam.


Tentu saja pria itu sedang berpikir keras, memikirkan rencana yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah.


"Baik, Mr. Apakah Mr akan mengadakan pertemuan mendadak?" tanya asisten.


Sepertinya, asisten tersebut tahu apa yang sedang dipikirkan oleh atasannya kali ini. Mungkin karena ia sudah terlalu lama ikut dengan Mr Ginting, jadi sedikit banyak sudah tahu karakter dari Mr Ginting.


"Ya, dan cepat selidiki kekacauan yang terjadi!"


"Baik, Mr. Dalam jangka setengah jam mulai dari sekarang, pertemuan akan dilakukan. Saya akan koordinasi pihak-pihak terkait."

__ADS_1


"Hm, lakukan segera."


Tanpa banyak bicara lagi, asistennya itu segera meninggalkan tempat untuk melakukan tugasnya.


__ADS_2