Miss Yeti Bukan PSK Biasa

Miss Yeti Bukan PSK Biasa
Harus Pergi


__ADS_3

Hari sudah sore, saat Yati terbangun dari tidurnya. Dia melihat ke sekeliling kamar, dan tidak menemukan barang-barang miliknya, yang tadi dia rapikan, untuk dibawa pulang.


'Kemana barang-barang milikku?'


Yati bertanya-tanya dalam hati. Karena tidak ada suara orang yang sedang membuka pintu kamar, saat dia tertidur.


Pintu kamar memang tidak ada yang membukanya. Itu karena Yati menguncinya dari dalam. Tapi, Yati menjadi bingung, karena barang-barang yang sudah dia persiapan, dan dia letaknya di sofa, yang ada di dalam kamar, sudah tidak ada di tempatnya lagi.


"Kemana semua barang-barang ku?" tanya Yati panik.


Dia bertanya pada diri sendiri, karena memang tidak ada orang di dalam kamarnya.


Yati membuka lemari, laci dan bahkan kolong meja dan tempat tidur dia periksa. Tapi barang-barang tersebut tidak ada. Dia mencoba mencarinya di kamar mandi, balkon kamar dan belakang tirai jendela, tapi tetap saja tidak ketemu.


"Huh! kemana barang-barang itu pergi?"


Dengan kesal, Yati duduk di sofa kamar. Dia merasa sangat aneh, dengan keadaan kamarnya saat ini.


"Apa ini ulah makhluk halus, yang duku juga datang menganggu Aku di awal-awal datang ya? Dan sekarang, karena Aku mau pergi, dia datang lagi?"


Yati mengerutkan keningnya sendiri, memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal di kamarnya sendiri. Karena dia memang belum tahu, jika cermin besar yang ada di dekat pintu kamar mandi adalah sebuah pintu rahasia, yang bisa menghubungkan kamarnya ini dengan ruangan kerja Mr Ginting, yang merupakan kamar pribadinya juga.


"Lalu ke mana dia bawa barang-barang milikku. Bahkan, yang Aku niatkan untuk ditinggal masih ada di atas meja," ujar Yati dengan heran.


Dia melihat semua barang-barang yang dia letakkan di atas meja dekat tempat tidur masih utuh. Tidak ada yang berkurang, meskipun satu buah saja.


"Aneh. Benar-benar aneh."


Di ruangan yang lain juga.


Di dalam kamarnya sendiri, Mr Ginting tersenyum miring, melihat ekspresi wajah Yati, yang tampak melalui layar laptopnya, yang terhubung dengan cctv di kamar Yati.


Semua itu adalah ulahnya Mr Ginting. Dia merasa sangat senang, sudah bisa mengerjai istrinya itu. Meskipun dia juga merasa sangat kesal, tapi melihat keadaan Yati yang sedang kebingungan, membuat dirinya merasa mendapatkan hiburan.


Dia melihat bagaimana istrinya itu kebingungan, mencari keberadaan barang-barangnya yang hilang.


Wajah Yati yang cemas dan ketakutan, tampak begitu jelas di layar laptopnya. Bahkan, pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh Yati untuk dirinya sendiri, juga dua dengarkan dengan sangat baik.


"Ah, sial! Dua ingat tentang makhluk halus itu lagi. Hahaha... Aku makhluk halusnya."

__ADS_1


Mr Ginting, seperti mendapatkan hiburan yang menarik, dengan melihat keadaan Yati yang sekarang ini.


Tapi, pada saat Yati sudah merasa cukup capek dan. akhirnya duduk di sofa kamar, Mr Ginting mematikan laptopnya.


Tadi, saat mengambil barang-barang milik Yati, Mr Ginting memeriksa. Dia cukup bingung juga, karena Yati hanya membawa barang-barang miliknya pribadi, yang dia bawa sewaktu masuk ke dalam rumahnya ini, sebagai istrinya.


Sedangkan barang-barang yang dia berikan tampak masih utuh, ada ditempatnya semula. Dan semua hadiah-hadiah yang pernah diberikan untuk Yati, baik hadiah dari dirinya, sang Kakek ataupun Surya Jaya, ada di atas meja kecil, yang ada di dekat tempat tidur.


Melihat tempat tidur yang ada di kamar Yati, membuat Mr Ginting teringat dengan kebersamaannya dengan istrinya itu.


Bahkan, dia juga ingat, bagaimana untuk pertama kalinya, dia bercinta dengan Yati. istri kontraknya, yang sekarang ini sedang dalam kebingungannya sendiri.


Mr Ginting merasa sangat ingin memeluk Yati, dalam keadaan yang seperti itu. Tapi dia juga merasa sangat menyesal, karena telah membuktikan sendiri dengan semua yang telah dilakukan oleh istrinya itu, bersama dengan sang Kakek. Hal yang sangat dia sesali.


"Dasar Kakek tua itu juga. Apa yang dia janjikan untuk istriku, sehingga dia mau melakukan semua itu? Apa uang? jika benar, seharusnya dia tidak meninggalkan semua hadiah-hadiah mewah itu di meja. Tapi karena apa, dia sampai mau dengan kakek tua itu?"


Pertanyaan demi pertanyaan, keluar dari mulut Mr Ginting, meskipun itu tidak diajukan secara langsung pada Yati.


"Apa selama ini dia tidak merasa puas denganku, sehingga memilih kakek tua itu? Lalu, apa kakek tua itu bisa memuaskan dirinya?" tanya Mr Ginting lagi, untuk introspeksi dirinya sendiri.


Pertanyaan yang dia ajukan begitu banyak, tapi tidak ada satupun yang bisa menjawabnya, karena dia juga memberikan pertanyaan itu pada orang yang bersangkutan, agar bisa menjelaskan semuanya.


Dia tahu, jika istrinya itu sudah siap untuk pergi dari rumahnya, seandainya dia mengusirnya hari ini juga. Itulah sebabnya, istrinya itu sudah mempersiapkan semua barang-barang miliknya, untuk dibawa pergi, jika sampai itu terjadi.


Mr Ginting dilema. Dia marah, tapi juga menyayangi istrinya itu.


Drettt


Drettt


Drettt


Tiba-tiba, handphone milik Mr Ginting bergetar. Ada notifikasi pesan yang masuk, untuk dia perhatikan.


Saat melihat ke layar handphone miliknya, Mr Ginting melihat satu pesan dari nomer yang tadi. Nomer handphone yang tidak dia kenal, dengan pesan-pesan yang memberitahu perselingkuhan antara istrinya dengan sang Kakek.


Dengan rasa penasaran yang tinggi, Mr Ginting membuka pesan tersebut.


Ternyata pesan itu berupa beberapa rencana, yang sudah disusun oleh istrinya sendiri, miss Kiara, untuk bisa membohongi dirinya, agar tetap percaya dan mempertahankan diri untuk menjadi istrinya.

__ADS_1


Rencana itu ditujukan untuk tetap membuat Mr Ginting percaya, sehingga tidak melepaskan istrinya itu, sampai suatu hari nanti, dia akan mencelakai dirinya, agar bisa menguasai harta dan kekayaan yang dimiliki oleh suaminya itu. Yaitu Mr Ginting.


Pesan itu juga mengatakan bahwa, miss Kiara hanya berpura-pura menjadi istri yang baik, agar Mr Ginting percaya dengan dirinya.


Tentu saja, Mr Ginting merasa sangat marah lagi, saat selesai membaca pesan tersebut.


Sekarang, dia bangkit dari tempat duduknya, kemudian berjalan keluar dari ruangannya. Dia pergi ke kamar istrinya, yang saat ini sedang duduk dalam kebingungannya sendiri.


Tok tok tok


Tok tok tok


Mr Ginting mengetuk pintu kamar Yati. Tak lama kemudian, istrinya itu tampak membuka pintu kamar.


Click!


Pintu terbuka. Istrinya muncul dengan wajah yang seperti biasanya. Tampak cantik, meskipun tanpa polesan make up dan dalam keadaan kebingungan pada saat ini.


Tapi Mr Ginting tidak mau terpesona. Dia segera masuk dan menyerahkan barang-barang milik istrinya itu, dengan mengatakan bahwa, barang-barang tersebut dia temukan di depan pintu kamar.


"Jika ingin pergi, tidak usah membuat drama. Pergi saja, dan Aku tidak akan peduli!"


Perkataan yang diucapkan oleh Mr Ginting, membuat Yati tercekat. Ada yang ingin dia sampaikan kepada suaminya itu, tapi dia sepertinya tidak mampu untuk mengeluarkan suaranya.


Yati mendadak bisu. Tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya. Dia hanya mengangguk dan mengambil barang-barang yang diberikan oleh Mr Ginting padanya.


Setelah itu, Yati berjalan ke arah tempat tidur, untuk mengambil kunci mobilnya sendiri.


Dengan gerakan yang ragu-ragu, dia memeluk tubuh suaminya yang diam bagikan patung. Dia juga mencium bibir Mr Ginting sekilas, sebagai tanda perpisahan mereka.


Mr Ginting tidak membalas ciuman tersebut. Dia juga tidak mencegah kepergian istrinya itu, meskipun sebenarnya dia ingin meminta maaf dan menahannya, supaya tidak pergi.


Tapi kemarahan dan cemburunya, membuat dirinya diam tanpa ekspresi. Wajahnya dingin, dan tidak menampakkan kesedihan ataupun rasa cinta, yang biasanya ada saat mereka berdua sedang bersama.


Dan Yati sudah memutuskan untuk pergi. Dua tersenyum tipis, sebelum meninggalkan suaminya itu di dalam kamarnya.


'Terima kasih untuk hari-hari yang indah bersama denganmu,' kata Yati dalam hati.


Dia merasa sangat sedih, meninggalkan Mr Ginting, yang ada dalam keadaan seperti sekarang ini. Tapi dia juga tidak mungkin bertahan, jika keputusan ini diambil oleh Mr Ginting sendiri.

__ADS_1


__ADS_2