
Pernikahan Alisa dan Mr Ginting tidak seperti pernikahan pada umumnya. Mereka memiliki perjanjian pranikah yang unik, yang tidak diketahui oleh banyak orang.
Perjanjian ini dibuat sebelum mereka menikah, karena ketidakbiasaan hubungan mereka dan mengakibatkan ketertutupan dalam kehidupan pribadi mereka.
Perjanjian tersebut termasuk beberapa poin penting yang harus mereka jaga.
Rahasia: Salah satu syarat perjanjian ini adalah menjaga kerahasiaan tentang hubungan mereka. Tidak ada informasi tentang pernikahan mereka yang akan dibagikan kepada siapapun, termasuk bukan dari keluarga inti dan teman-teman terdekat.
Privasi: Mereka sepakat untuk menjaga privasi masing-masing. Tidak ada campur tangan dalam kehidupan pribadi atau urusan bisnis satu sama lain. Kehidupan pribadi dan profesional mereka dijalankan secara terpisah.
Ketidakterikatan Emosional: Mereka setuju untuk tidak membangun ikatan emosional yang dalam. Mereka mengetahui bahwa pernikahan mereka lebih bersifat strategis dan bisnis daripada hubungan romantis.
Konsekuensi: Dalam perjanjian ini, terdapat klausul tentang konsekuensi jika perjanjian dilanggar. Konsekuensi tersebut mungkin termasuk pemutusan hubungan atau tindakan hukum, tergantung pada pelanggaran yang terjadi.
Perjanjian pranikah ini karena pandangan Mr Ginting terhadap pernikahan dan hubungan yang sebenarnya tidak ia inginkan.
Bagi Mr Ginting, pernikahannya adalah sebuah perjanjian bisnis dan politik yang bisa memberikan manfaat kedua belah pihak.
Di sisi lain, Alisa memiliki motivasi dan rencana yang berbeda di balik perjanjian ini.
Perjanjian pranikah ini menjadi satu dari banyak rahasia yang melibatkan hubungan mereka. Hal ini menciptakan ketegangan yang berkepanjangan.
Di tengah ketertutupan dan kerahasiaan hubungan mereka, Alisa dan Mr Ginting sepakat memiliki saksi yang kuat untuk memastikan pelaksanaan perjanjian pranikah mereka.
Saksi ini berperan sebagai pihak independen yang dapat memverifikasi apakah perjanjian tersebut dilanggar.
Saksi: Dr. Maya Surya
Dr. Maya Surya adalah seorang notaris terkemuka yang dikenal dengan reputasinya yang tak terbandingkan dalam bidang hukum. Ia dikenal sebagai ahli dalam pembuatan perjanjian dan kontrak.
Alisa dan Mr. Ginting secara khusus memilih Dr. Maya sebagai saksi dalam perjanjian pranikah mereka.
Peran Dr. Maya sebagai saksi:
Peninjauan Perjanjian: Sebelum pernikahan mereka, Dr. Maya memeriksa dengan cermat isi perjanjian pranikah yang telah disepakati oleh Alisa dan Mr. Ginting. Ia memastikan bahwa semua klausul dan syarat telah ditulis dengan jelas dan akurat.
Penyimpanan Perjanjian: Setelah perjanjian disahkan, Dr. Maya mengamankan salinan perjanjian tersebut. Salinan ini dijaga dengan ketat dan akan digunakan sebagai bukti jika terjadi pelanggaran perjanjian.
Verifikasi Pelanggaran: Jika salah satu dari mereka dilaporkan melanggar perjanjian, Dr. Maya memiliki kewenangan untuk menyelidiki dan mengkonfirmasi pelanggaran tersebut. Ia akan memeriksa bukti-bukti yang ada dan memberikan laporan yang independen.
Konsekuensi: Jika Dr. Maya menyimpulkan bahwa perjanjian telah dilanggar, ia memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi mengenai konsekuensi yang seharusnya diterapkan sesuai dengan isi perjanjian.
__ADS_1
Dr. Maya Surya adalah figur netral yang dipercayai oleh keduanya untuk menjalankan peran saksi dalam perjanjian pranikah ini. Keberadaannya memberikan dimensi hukum dan memberikan implikasi serius jika perjanjian tersebut dilanggar.
***
Ketika berita tentang pengakuan Alisa sebagai istri Mr Ginting semakin menyebar dan menjadi sorotan media, Alisa merasa terkejut dan ketakutan akan dampak dari situasi ini.
Terlebih lagi, ancaman yang datang dari Mr Ginting yang disampaikan oleh asistennya membuat kekhawatiran Alisa semakin mendalam.
"Aku tidak pernah membayangkan bahwa berita ini akan menjadi begitu besar," kata Alisa menyesal.
Di tengah sorotan media dan pertanyaan yang datang dari berbagai arah, Alisa merasa takut akan akibat dari situasi ini terhadap kehidupannya. Pengakuan yang dibuat di pesta dengan maksud untuk memanipulasi kini tampak berdampak negatif pada dirinya.
Kring kring kring
Tiba-tiba ponselnya berdering, berikan lamunan Wanita itu. Dengan segera, Alisa menjawab dengan bibir bergetar karena khawatir.
"Halo?"
"Nona Alisa, saya ingin menyampaikan pesan dari Pak Ginting. Situasi ini harus diatasi dengan serius. Jika tidak, konsekuensi yang tidak menguntungkan akan menunggumu."
Suara Asisten Mr. Ginting, terdengar tegas seperti Tuannya jika sedang marah.
"S-saya mengerti ... Saya akan berusaha menyelesaikannya," sahut Alisa merasa takut.
Ketakutannya sekarang ini adalah konsekuensi yang terjadi, sehingga membuatnya merasa terpojok.
'Aku, harus menemukan cara untuk mengatasi ini. Tapi apa yang bisa aku lakukan?' tanyanya dalam hati.
Sementara Alisa merenungkan langkah selanjutnya, perasaan cemas dan takut akan terus menghantuinya.
Wanita itu merasa perlu untuk mengambil langkah-langkah yang strategis dan cerdas untuk mengatasi tekanan yang datang dari berita pengakuan dan ancaman dari Mr. Ginting. Meskipun merasa terjebak, dia tidak akan menyerah begitu saja.
Sebagai wanita yang mandiri, ia merenungkan rencana yang akan membantunya mengatasi situasi ini dengan bijaksana.
'Aku harus bergerak cepat!'
Secepatnya, Alisa mulai mencari dukungan dari orang-orang yang dapat membantu menghadapi tekanan ini. Dia berbicara dengan teman-teman terdekatnya yang dapat memberikan nasihat dan perspektif yang berharga.
"Aku harus tetap tenang dan bertindak bijaksana. Aku tidak akan membiarkan situasi ini menghancurkan diriku," gumamnya dengan berpikir keras.
Mengingat ancaman yang dia terima, Alisa memutuskan untuk berkonsultasi dengan seorang pengacara. Langkah ini bertujuan untuk memahami hak-haknya dan bagaimana dia dapat melindungi diri dari konsekuensi yang mungkin terjadi.
__ADS_1
Alisa sadar bahwa "pengakuan palsu" yang ia buat di pesta telah menciptakan masalah yang lebih besar. Dia memutuskan untuk memberi penjelasan lebih lanjut kepada publik, dengan jujur menjelaskan situasi yang sebenarnya.
Alisa adalah wanita yang memiliki daya juang dan tekad kuat. Dia tahu bahwa dia tidak boleh terjebak dalam permainan atau ancaman.
Dengan kecerdasan dan sikap mandirinya, Alisa berusaha untuk mengambil langkah-langkah yang akan membantunya mengatasi situasi yang rumit ini dengan cara yang lebih berdaya dan berdampak positif pada kehidupannya.
"Sepertinya ini adalah langkah yang paling mudah, dan efisien."
Setelah berpikir lagi, akhirnya Alisa memutuskan untuk mengambil alih narasi dengan memberikan penjelasan jujur kepada media.
Dalam sebuah wawancara, dia menjelaskan bahwa pengakuan di pesta sebenarnya adalah bagian dari permainan untuk memperkenalkan diri sebagai desainer. Dia menegaskan bahwa hubungannya dengan Mr Ginting adalah masalah pribadi yang tidak relevan dengan karir dan pekerjaannya.
"Nona Alisa, apakah Anda bisa memberikan penjelasan lebih lanjut tentang pengakuan yang Anda buat di pesta dan bagaimana hal ini berkaitan dengan hubungan Anda dengan Mr. Ginting?" tanya wartawan.
"Tentu, saya ingin mengklarifikasi bahwa pengakuan tersebut sebenarnya adalah bagian dari rencana perkenalan saya sebagai desainer. Saya ingin menghadirkan diri saya dalam dunia mode Indonesia dengan cara yang berbeda dan menarik perhatian. Hubungan pribadi saya dengan Mr Ginting tidak ada kaitannya dengan karir dan pekerjaan saya. Saya percaya bahwa setiap individu memiliki hak untuk menjaga privasi dan kehidupan pribadinya."
Begitulah akhirnya dia membuat klarifikasi agar bisa dimengerti oleh publik, meskipun bisa dipastikan bahwa akan ada banyak respon terkait klarifikasi ini.
Tapi wanita itu tidak peduli!
Sebelumnya, Alisa sudah meminta pendapat pada pengacaranya supaya mendampingi dirinya saat membuat klarifikasi.
"Nona Alisa, kita harus berbicara tentang langkah-langkah lanjutan yang harus diambil untuk melindungi reputasi dan hak-hak Anda," ucap pengacaranya waktu itu.
"Saya sepenuhnya menyadari pentingnya langkah-langkah yang tepat. Saya ingin memastikan bahwa saya bisa memulihkan reputasi saya sebagai seorang desainer dan menjaga hak-hak pribadi saya. Langkah pertama adalah memberikan penjelasan jujur kepada publik dan memfokuskan perhatian pada bakat dan karya saya sebagai desainer."
Begitulah akhirnya. Jumpa pers untuk klarifikasi telah dilakukan dan mendapat banyak dukungan dari rekan sesama desainer lokal.
"Nona Alisa. Kami mendukungmu sepenuhnya dalam menghadapi situasi ini," ucap salah satu desainer yang datang mendukung.
"Terima kasih atas dukungan kalian. Saya percaya bahwa karya kami sebagai desainer lebih penting daripada skandal pribadi. Dengan fokus pada koleksi desain yang luar biasa, kita bisa membuktikan kemampuan kita dan memperkuat posisi kita dalam industri."
Setelahnya, Alisa menghubungi Mr Ginting untuk menyampaikan sesuatu yang telah ia lakukan sebagai langkah membersihkan nama baik Mr Ginting yang merasa dicemarkan oleh pengakuannya kemarin.
"Saya ingin berbicara langsung dengan Anda, Mr Ginting. Saya tidak akan diancam atau diperintah dalam situasi ini. Saya ingin menjaga integritas saya sebagai individu yang mandiri dan profesional," ucap Alisa saat Mr Ginting mau menerima telepon darinya.
"Saya mengerti bahwa situasi ini telah membuatmu merasa tertekan. Namun, saya juga perlu memastikan bahwa masalah ini diatasi dengan serius."
"Tapi, kebenarannya memang aku adalah istrimu."
"Jaga bicaramu, Alisa!" Mr Ginting mengingatkan dengan tegas.
__ADS_1
Dalam semua perbincangan ini, Alisa berbicara dengan percaya diri dan jelas tentang posisinya. Dia mencoba untuk menjelaskan dengan bijaksana bahwa situasi ini tidak mengubah komitmen dan profesionalisme yang dimilikinya.
Dalam upaya mempertahankan reputasinya, Alisa berbicara dengan tegas dan fokus pada solusi yang akan membantu memperbaiki persepsi publik terhadap dirinya. Tapi Mr Ginting juga bukan lawan bicaranya yang mudah diintimidasi.