
Kegiatan ekspor, menjual para gadis-gadis, yang dilakukan oleh beberapa orang, yang bekerjasama dengan sang Kakek bukanlah orang-orang sembarangan.
Orang-orang yang berkepentingan, akan membuat rencana, untuk menipu orang-orang kampung. Mereka akan memberikan informasi dan alasan, pada keluarga korban, alias gadis-gadis itu, untuk bekerja sebagai TKI, dengan upahnya yang juga sangat besar.
Atau bisa juda orang-orang itu akan menculik para gadis di bawah umur, yang sedang berjalan sendiri di tempat sepi. Semua bisa mereka lakukan, untuk mendapatkan hasil dan juga pesanan yang datang dari rumah-rumah bordir di luar negeri.
Sang Kakek juga bekerjasama dengan orang-orang penting, yang bisa membuat sebuah dokumen dan keadaan di pelabuhan-pelabuhan, yang akan dilalui oleh kapal, hingga sedemikian rupa, supaya kapal-kapal mereka lolos dari pengawasan dan aman hingga sampai di tempat tujuan.
Dan sang Kakek, terlibat untuk urusan pengamanan di setiap pelabuhan, baik ditempat dia bertugas, maupun pelabuhan selanjutnya. Karena hal ini juga, sang Kakek banyak kenalan dengan orang-orang yang bisa dipercaya dan bisa diajak kerjasama hingga sekarang ini.
Sang Kakek bertugas untuk menempatkan orang-orangnya di pelabuhan, yang akan dilewati kapal-kapal, yang akan membawa gadis-gadis itu, dan menempatkan orang-orangnya di hari dan jam, yang sudah terencana. Itulah sebabnya, semua proses cek dan kontrol serta pengeledahan selalu lancar, tanpa adanya hambatan dan rintangan yang berarti.
Dari apa yang sudah dilakukan oleh sang Kakek, dia mendapatkan banyak imbalan yang setimpal, dengan banyaknya uang dan kepercayaan dari mereka-mereka yang berkerjasama dengannya.
Tidak ada yang tahu, sejauh mana keterlibatan sang Kakek, untuk urusan ini.
Sang Kakek juga bebas memilih, untuk setiap gadis yang dia inginkan terlebih dahulu. Dan ada satu gadis yang dibawa kapal, yang membuatnya tertarik, hingga tidak mau melepaskannya.
Padahal biasanya, Sang Kakek akan melepaskan para gadis yang dia inginkan, jika sudah bosan atau menginginkan gadis yang baru, sehingga yang lama, tidak dia urus lagi, dan diserahkan untuk dibawa pergi, bersama dengan gadis-gadis yang lain.
Tapi untuk gadis yang satu ini, dia tidak bisa melepasnya begitu saja. Dia seakan-akan ingin menguasai hidup dari gadis itu, dengan menjadikannya simpanan dan memberikan fasilitas kehidupan, yang tidak mungkin bisa di dapat, seandainya gadis itu jadi di bawa pergi dan dijual di luar negeri.
Gadis itu berasal dari pedalaman Kalimantan. Kulitnya yang putih bersih, dengan matanya yang sipit, sama seperti orang-orang China atau Jepang pada umumnya. Semua yang ada pada si gadis, membuat sang Kakek terpesona, dan menginginkan dirinya, tanpa ada mau untuk melepaskannya lagi.
__ADS_1
Dan begitulah akhirnya. Sang Kakek bisa bermain-main sepuasnya, dengan gadis, tanpa diketahui oleh keluarganya, terutama dengan istrinya sendiri.
Sang Kakek juga membelikan rumah kecil, dipinggiran kota, namun dengan fasilitas yang lengkap. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak pernah diinginkan, dan tidak diketahui oleh siapapun.
Semua masih berlanjut seperti biasanya, sampai pada waktu dimana sang Kakek mulai membangun kerajaan bisnisnya, selain pekerjaan tetapnya, yang seorang abdi negara.
Tapi, satu kejadian yang tidak bisa sang Kakek terima adalah, pengkhianatan si gadis, yang ternyata main belakang, dengan salah satu pengawal pribadi sang Kakek. Mereka berdua berselingkuh dalam waktu yang cukup lama, tanpa pernah diketahui oleh sang Kakek.
Mereka berdua sangat apik. Bisa bermain halus dan rapi, sehingga sang Kakek tidak merasa curiga sedikitpun.
Bahkan, dari perselingkuhan mereka berdua, si gadis dengan pengawal tersebut, membuahkan keturunan. Mereka memiliki anak, tanpa diketahui oleh sang Kakek, kapan si gadis hamil. Sang Kakek hanya tahu bahwa, si gadis melahirkan di sebuah klinik kecil, dekat dengan rumah.
Dan sang Kakek tidak mungkin bisa diam begitu saja. Apalagi dengan semua pengakuan dari mereka berdua, tentang perselingkuhan mereka itu.
Sangking percayanya, sang Kakek sampai-sampai menitipkan sesuatu yang sangat berharga dan penting, untuk disimpan oleh si gadis. Dan barang tersebut juga, yang membuat sang Kakek bertambah marah, karena merasa jika, nasibnya sedang ada di ujung tanduk, dengan raibnya sesuatu yang sudah dia titipkan pada si gadis.
Sang Kakek juga sangat marah pada pengawal pribadinya, yang sudah berani-beraninya menyentuh, apa yang menjadi miliknya.
Dengan hati yang diliputi oleh amarah, sang Kakek memerintahkan seseorang untuk membawa bayi mereka, agar dibuang sejauh mungkin. Jika perlu sampai ke luar kota atau luar pulau, agar si gadis dan kekasih gelapnya, tidak bisa menemukan bayi, yang merupakan anak mereka berdua.
Sayangnya, orang yang disuruh sang Kakek untuk membuang bayi tersebut, kecelakaan setelah melapor pada sang Kakek, bahwa tugasnya sudah selesai. Dan kecelakaan tersebut, yang membuat sang Kakek kehilangan kontak dan pengetahuannya tentang bayi si gadis. Di daerah mana bayi itu di buang dan dalam keadaan hidup atau sudah mati.
Itulah sebabnya, si gadis, wanita yang depresi dan berada di rumah ini, menjadi terpukul dan tertekan, karena sang Kakek terus menerus menyalahkan dirinya, memaki dan bahkan memukul juga.
__ADS_1
Si gadis yang baru saja melahirkan, banyak mendapat tekanan. Baik dari sang Kakek ataupun mentalnya sendiri.
Si gadis merasa diri dan hidupnya, dikekang dan ditindas, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak bisa melakukan apa-apa, juga, karena melawan sang Kakek hanyalah sebuah kesia-siaan belaka.
Mental si gadis terganggu, karena merasa bersalah dengan bayinya. Dia juga terpukul dengan kejadian itu. Apalagi, pengawal sang Kakek, yang menjadi kekasih gelapnya, harus melarikan diri, demi menyelamatkan nyawanya sendiri.
Praktis, si gadis tidak punya pegangan dan arah. Dia yang hanya gadis belia dari pedalaman tanpa banyak pengetahuan dan imam, jatuh sakit hingga berbulan-bulan, tanpa mendapat perhatian dan perawatan medis secara intensif.
Hanya pelayan yang ada di rumah, dan biasa bersama dengannya yang merawatnya.
Tapi lama-kelamaan, mentalnya benar-benar terganggu. Apalagi, setiap sang Kakek datang, selalu bertanya tentang hal yang sama dan memukulnya jika dia tidak mau bicara.
Sang Kakek masih merasa takut jika, Bros Bunga itu akan jatuh ke tangan orang lain, yang tidak bertanggung jawab. Meskipun sebenarnya dia sudah tidak melakukan pekerjaan yang sama seperti dulu.
Sang Kakek tidak lagi bekerja, menjadi abdi negara, beberapa tahun yang lalu, setelah anaknya menikah dan mereka berkonsentrasi untuk mengembangkan bisnisnya
Entah kapan waktunya, yang pasti, dia berhenti sebelum waktunya pensiun, di saat anaknya, papanya Mr Ginting, menikah. Dia juga terlalu senang, karena tak lama kemudian, dia memiliki cucu pertama, Mr Ginting.
Sayangnya, setelah semua kebahagiaan yang dia rasakan, beberapa tahun kemudian, anaknya, papa Mr Ginting, meninggal bersama dengan istrinya, dalam sabotase terhadap pesawat pribadi sang Kakek, yang membawa mereka dalam perjalanan bisnis ke Meksiko.
Sang Kakek berpikir bahwa, sebenarnya sabotase itu ditujukan untuk dirinya sendiri, mungkin orang-orang yang tidak menyukainya, yang memang seharusnya pergi ke sana. Tapi karena rencana berubah, sehingga anak dan menantunya yang pergi untuk mengantikan posisinya.
Dan akhirnya sabotase pesawat itu berhasil dengan target yang salah, karena bukan sang Kakek yang kecelakaan, tapi justru anak dan menantunya, papa dan mamanya Mr Ginting, yang harus menjadi korban sabotase. Hal yang juga membuat sang Kakek sangat terpukul, karena harus kehilangan mereka berdua, dengan meninggalkan anak mereka yang masih sangat kecil. Mr Ginting, yang masih anak-anak.
__ADS_1
Hal ini juga, yang menyebabkan Mr Ginting tidak begitu suka dengan sang Kakek. Dia berpikir bahwa, kematian ke-dua orang tuanya, penyebabnya adalah karena sang Kakek sendiri. Meskipun sebenarnya dia juga tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.