
Dengan diiringi gelak tawa akhirnya Hadi memberikan baby Iko pada sang ibu. "Hehhe, maaf loh Mbak Mimin, saya nggak tahu kalau Anda adalah ibu kandungan dari Iko. Ucapan saya tadi mah bercanda abis bayi Iko sangat lucu," ucap Hadi sembari menahan rasa malunya hal itu bisa dilihat dari wajahnya yang sangat merah.
"Tidak apa-apa Mas, lagian saya juga suka bercanda kok, saya anggap sebagai seru-seruan saja," balas Mimin dengan mengambil buah hatinya. Lagi bocah kecil itu seolah tahu kalau yang menggendongnya adalah sang ibu yang telah melahirkannya sehingga dia kembali diam dan menatap wajah ibunya yang tertutup cadar.
"Min, kalau gerah cadarnya dibuka aja, lagian udah nggak panas kan di sini," ucap Lydia yang seolah tahu kalau Iko mungkin ingin melihat wajah ibunya.
"Enggak apa-apa Lyd, sekalian belajar mungkin ini cara Allah agar aku bisa belajar untuk menutup aurat dengan sempurna," balas Mimin yang justru dalam hatinya setelah ia melihat tampilan dirinya setelah memakai cadar rasanya lebih baik dan juga perasaan hatinya semakin tenang. Wanita itu ingin sekalian memakai penutup wajah, meskipun awalnya untuk salah satu cara penyembuhannya, tetapi ia malah ini melanjutkanya karena perintah Allah, bukan semata-mata untuk melindungi kulitnya yang sensitif dari terpaan sinar matahari.
"Subahanallah, aku semakin iri sama kamu, yang selalu memaknai hal dengan cara yang positif semoga istiqomah yah," balas Lydia dengan menatap senang temannya yang sudah banyak berubah.
Mimin pun membalas dengan segurat senyum tipis.
Mereka pun terus ngobrol santai dengan di selingi makan menu saat lebaran dan juga sesekali diselingi candaan. Hadi pun sudah kembali biasa saja, karena memang Mimin juga tidak merasa membatasi dirinya malah sesekali mereka terlibat obrolan yang ringan-ringan, jadi laki-laki itu tidak canggung.
"Kayaknya kita habis lebaran harus mulai cari orang-orang untuk bantu ngatur perencanaan kita Rav, terutama orang yang ngerti atau ada pengalaman untuk mengolan tempat untuk fitness, pemilihan alat-alat yang baik dan yang paling biasanya dibutuhkan. Kita belum dapat orangnya, apa mau Mbak Lydia, kan punya pengalaman tuh," ucap Hadi di mana disela-sela obrolan hari raya ada saja obrolan mengenai bisnis mereka.
Lydia yang merasa tidak tertarik dalam pekerjaan yang Hadi tawarkan pun langsung mengangkat tanganya dan menggerakan dengan cepat. "Jangan saya deh Mas Hadi, saya nggak tahu soal begituan," balas Lydia dengan setengah terkejut karena dia memang sedang ngobrol dengan Mimin dan keluarga yang lainya.
__ADS_1
"Kenapa Mbak Lydia kan kerjanya juga nggak harus ke kantor, lagian juga bisa sekalin ngawasin suami kan biar ada CCTV terus," goda Hadi lagi sembari meledek Aarav.
"Jangan saya deh Mas, kalau mau nih tawarin Mimin, dia lebih pengalaman dari pada saya, malah dia tahu semua proses dari nol. Usaha yang saya geluti juga awalnya punya Mimin, yang kebetulan saya lanjutkan, tapi dilanjutkanya juga setelah banyak pelanggannya, jadi kalau mau menawarkan buat Mimin saja saya yakin kalau dia lebih paham urusan begituan." Lydia langsung menujuk Mimin, yang ternyata sama juga Mimin terkejut dengan ucapan Lydia yang nggak ada angin dan tidak ada hujan membawa-bawa dia dalam topik obrolan bisnis.
"Wah boleh tuh kalau Mbak Mimin setuju, gimana Mbak Mimin mau?" tanya Hadi sembari melihat kearah wanita yang sejak tadi lebih banyak diam dan sesekali ikut nimbrung ngobrol apabila ada yang bertanya. Yah, laki-laki itu tahu kalau Mimin masih merasakan kurang enak badan.
"Mau apa Mas, maaf dari tadi kurang nyimak," balas Mimin dengan suara lembutnya.
"Jadi gini aku dan Hadi mau buka supermarket sehat yang mana semuanya bisa ditujukan untuk menyadarkan masyarakat kita akar arti sehat, nah dalam program yang kita sedang bangun itu salah satunya nanti akan ada ruangan khusus fitness baik laki-laki maupun perempuan, nah kebetulan untuk yang paham dengan mengatur tempat fitnes baiknya gimanaa alatnya apa saja dan lain-lain belum ada, apa kamu mau gabung ke tim kita dan kalau mau nanti kamu bakal mengontrol tempat fines kita berdua untuk supermarket berhubung aku dan Hadi lebih paham dengan urusan supermarket." Kali ini Aarav yang coba menjelaskan, laki-laki itu sih mendukung saja, mungkin bisa memberikan Mimin kegiatan sehingga tidak bosan untuk menjalani pengobatan, sekaligus dia juga punya masukan nanti.
"Jujur aku sih sebenarnya sangat tertarik dengan tawaran ini, kebetulan aku juga sedang cari kerjaan, tapi kamu kan tahu aku sedang menjalani proses pengobatan yang pasti bakal sering bolak balik rumah sakit nanti malah ngecewain kalian, karena kerjaan sering di tinggal," jawab Mimin, ingin sekali dia berkata mau, tapi gimana lagi dia juga tidak bisa egois karena kalau kerjaan tidak beres nanti malah yang malu dia juga. Yang repot orang lain.
"Ini bangunanya juga belum dibikin Mbak, jadi nanti paling kita meeting-meeting dulu untuk nentuin bangunan seperti apa dan sebagainya, jadi kalau bangunan udah mulai dicicil untuk tahap pembangunan dan lain sebagainya baru kita mungkin sesekali datang untuk mengintrol, dan kalau udah jadi baru kita akan kerja bisa dibilang full, tapi tetap bisa work from home kok, datang kalau perlu saja," balas Hadi dengan semangat.
Mimin pun kembali menatap Lydia seolah ia meminta masukan pada sahabatnya.
"Kalau kata aku sih terima saja, kamu juga butuh pekerjaan kan? Untuk sekarang masih sangat santai kok. Aku juga sebenarnya pengin, tapi lagi program hamil Mas Aarav nggak izinin kerja, mungkin kalau sudah punya anak bisa bantu-bantu sedikit kalau sekarang mau fokus sama program hamil dulu," balas Lydia yang setuju kalau Mimin gabung menjadi tim dari proyek baru suaminya.
__ADS_1
"Ya udah saya setuju dengan saran Lydia, karena saya juga lagi butuh kerjaan, tapi kalau nanti tiba-tiba saya izin karena sakit dan urusan yang lainya apa tidak mengganggu proyek kalian?" tanya Mimin dengan serius, sedangkan dalam batinya dia benar-benar berterima kasih karena doa dia akhir-akhir ini menjadi kenyataan. Yah, wanita itu memang akhir-akhir ini ingin memang ingin bekerja selain dia ingin punya penghasilan, dia juga tidak enak kalau biaya berobat dia mengandalkan sahabatnya terus, mungkin kalau dia bekerja dan punya masukan bisa mengganti hutang-hutanya pada Lydia.
"Itu tidak masalah Min, namanya manusia tidak luput dari sakit, tapi aku salut karena kamu sangat bersemangat untuk sembuh dan lagi kamu bersemangat untuk kerja sedangkan kondisi kamu sebenarnya belum sembuh betul," balas Aarav yang kagum dengan semangat Mimin.
"Yah, aku juga kagum sama Mbak Mimin, dia sangat semangat untuk sembuh pantas Allah sangat sayang dengan dia, jujur aku kalau diposisi Mbka Mimin mungkin akan sebaliknya. Mbak Mimin orang hebat." Hadi pun tidak kalah memuji wanita bercadar itu.
Dan dari pandangan mata Mimin wanita itu tersenyum dengan pujian orang-orang yang rata-rata salut dengan semangat Mimin untuk menjalani hidup ini.
Yah, Hadi pun diam-diam tahu ceritanya dari Aarav dari masalah keluarganya, kehilangan ibu, pihak suami yang terus menekan, sakit yang menggugurkan dosa-dosanya. Allah benar-benar menguji kesabaranya sehingga pantas kalau ada yang bilang kalau dia orang yang di sayang Allah, seolah dosa-dosanya sudah gugur dengan sakit dan penderitaan yang dia tanggung.
Bersambung.....
**Selamat Hari Raya Idul Fitri**
Telah tiba masa bulan penuh keberkahan. Menuai berkah dalam kedamaian. Hati yang gembira menyambut takbiran yang menggema di mana-mana. Di hari ini saudara terlihat saling menyapa. Bersama dengan cahaya pagi bermentari ceria. Langkah demi langkah waktu tersiar. Dalam dekap silahturahmi pengikat keselamatan. Saya sadar masih banyak kekurangan dalam setiap kata yang ter-rangkai menjadi sebuah cerita, bahkan mungkin ada kata yang menyinggung pembaca sekalian. Jangan sampai kekurangan dan keburukan saya menjadi indah, seindah rangkaian bunga mawar di mata readers sekalian. Mungkin dalam tulisan saya ada kata yang kurang berkenan mohon di bukakan pintu maaf. Di hari yang sempurna ini, izinkan saya menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya. Minal Aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat menyambut hari raya idul fitri. Yang mudik semoga kita semua selamat sampai tujuan, dan kembali dengan selamat juga.
__ADS_1