Pembantu Spesial Untuk Om Duda

Pembantu Spesial Untuk Om Duda
Azab?


__ADS_3

Di saat Aarav dan keluarganya berbahagia, dan Wijaya mengalami hal sebaliknya. Bahkan sampai harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang memadai karena jatuh pingsan, tanpa tahu penyebabnya.


Sedangkan di ruangan yang sempit lagi-lagi David terisak sedih setelah ia mengetahu kalau tuntutan papahnya tidak dikabulkan. Bukan-bukan itu yang membuat David sedih, tetapi ia sedih ketika dia barusan mendengar kabar dari penjaga penjara kalau papahnya sakit dan saat ini sedang dibawa ke rumah sakit. Sejak dirinya di penjara banyak sekali kejadian buruk menimpa keluarganya, tetapi ia tidak bisa membantu apa-apa. David tidak bisa lagi membantu apa-apa pada keluarganya.


Bahkan David akhir-akhir ini jarang melakukan sholat, alasanya tidak lain dan tidak bukan adalah ketika ia sudah berusaha mendekatkan diri pada Alloh, tetapi justru Alloh mengujinya dengan berbagai masalah yang sangat berat. Terlebih sekarang ketika papahnya sakit, tetapi ia tidak bisa meberikan bantuan. Ketika banyak masalah menimpa keluarganya ia tidak bisa memberikan perlindungan dan bantuan. David merasa sangat tidak berguna.


"Apa kamu sedang banyak masalah?" tanya Yanto, petugas yang berjaga, di mana Yanto sangat dekat dengan David. Yah, Yanto lah yang banyak memberikan pengetahuan tentang agama pada David. Yanto pun tahu akhir-akhir ini David banyak meninggalkan sholatnya karena ia tengah diuji keimananya. Dengan masalah pada keluarganya.


Mendengar ada suara yang sangat David kenal, laki-laki itu pun mengangkat wajahnya dan menyandarkan pada dinding dengan pandangan kosong.


"Saya bingung mau cerita dari mana. Masalahnya banyak banget masalah yang menghampiri saya. Bahkan satu masalah belum pergi, masalah baru datang lagi," jawab David dengan tatapan kosong, dan nada bicara yang sangat lemah.


"Yah, aku sudah tahu apa yang terjadi dengan keluarga kamu, bahkan aku pun tahu kalau papah kamu saat ini tengah jatuh sakit. Tapi seharusnya kamu sebagai anak mengirimkan doa untuk papah kamu. Kamu mungkin tidak bisa menemani papah kamu tetapi doa kamu mampu menemani sempanjang waktu pada papah kamu. Jadi pesan saya jangan pernah lelah untuk berdoa. Jangan pernah lelah untuk meminta pertolongan pada Alloh, karena sebaik-baiknya pertolongan adalah yang datangnya dari Alloh." Yanto kembali menyadarkan David akan pentingnya doa.

__ADS_1


"Saya sudah berdoa dengan sangat khusu meminta kebaikan untuk kedua orang tua dan semua yang terjadi pada orang tua saya, tetapi Alloh tidak mengabulkanya, malah Alloh memberikan cobaan yang jauh lebih berat." David kembali mengeluarkan unek-uneknya yang mengakibatkan dirinya tidak lagi berdoa, dan menjalankan kewajibanya.


"Berapa lama kamu berdoa, berapa banyak kamu memohon, kalau hanya sekali dua kali wajar kalau Alloh ingin kamu mendekatkan diri lagi pada-Nya. Jangan menyerah kalau doa kita belum dikabulkan, terus berusaha lagi hingga doa-doa kita dikabulkan oleh Alloh. Mungkin ini adalah pembersih atas dosa-dosa yang pernah orang tua kamu lakukan. Kita tidak pernah tahu dosa apa yang pernah kita perbuat dan mungkin ini adalah cara Alloh mengabulkan doa-doa kamu. Jadi jangan pernah berputus asa. Tetaplah berdoa hingga apa yang kita langitkan dijawab oleh Alloh sesuai dengan kebutuhan kita."


"Saya akan berdoa lagi. saya akan berdoa yang terbaik untuk orang tua saya," balas David, laki-laki itu memang imannya masih sangat tipis, bahkan setipis kulit bawang.


"Aku senang mendengar semaangat kamu. Memang ada kalanya kita menyerah dan berputus asa ketika apa yang kita inginkan tidak juga terjawab. Namun, usahakan kita tetap menjalani kewajiban kita jangan pernah tinggalkan sholat."


Setelah Yanto melihat kalau David mengerti apa yang ia bicarakan Yanto pun langsung melanjutkan tugasnya sedangkan David sekarang cukup tenang setelah diberikan nasihat oleh Yanto. Bahkan David merasa sangat cocok dengan Yanto, nasihat-nasihatnya seperti nasihat orang tua pada anaknya sehingga David merasa sangat nyaman kalau dinasihati oleh Yanto.


********


Di tempat yang berbeda.

__ADS_1


"Apa Dok, suami saya mengalami pecah pembuluh darah di belakang tulang tengkorak kepala?" tanya Risa kaget campur syok karena kebanyakan berita yang ia baca dan dengar apabila ada pecah pembuluh darah di kepala, maka untuk penangananya sangat memakan biaya yang banyak, belum pasien hampir tidak bisa sembuh normal seperti sebelumnya. Bahkan apabila mengenai saraf utama, bisa mengalami hilang ingatan bahkan lagi bisa bertingkah seperti anak kecil, dan juga melupakan sebagian kenangan dalam ingatannya.


"Benar Nyonya. Ini terjadi karena Tuan Wijaya tekanan daranya terlalu tinggi dan juga adanya penebalan di dalam otot bagian dinding pembulu darah. Pikiran yang terlalu berlebih di tambah tekanan darah yang terlalu tinggi pemicu pembuluh darah pecah. Dan sekarang saya minta kesediaan tanda tangga Anda untuk menandatangani persetujuan operasi pada suami Anda. Lebih cepat lebih baik. Agar kami bisa membersihkan darah yang tertamping di dalam kepala suami Anda, jangan sampai kami terlambat melakukan penanganan dan pasien semakin lemah kondisinya dan bisa terjadi komplikasi juga." Dokter pun menjelaskan resiko kalau darah yang keluar tidak segera di keluarkan dan di bersikan bisa mengakibatkan proses desak pada ruang jaringan otak yang lainya, sedangkan jaringan pada kepala adalah jaringan untuk semua jaringan vital tubuh sehingga akibatnya kalau telah melakukan tindakan bukan tidak mungkin jaringan tertentu akan ada yang terganggu dan otomatis organ yang lain juga pasti terganggu, bahkan bisa juga rusak.


Tanpa pikir panjang Risa pun langsung menadatangani persetujuan tidakan operasi. Setelah menadatangani persetujuan operasi pada suaminya. Risa pun langsung mencari tahu biaya-biaya untuk pengobatan suaminya. Bahkan Risa pun teringat dari beberapa kasus artis tanah air yang mengalami kasus serupa dengan suaminya, mereka semua sampai jatuh miskin ketika melakukan pengobatan atas kasus pecah pembuluh darah.


Risa menghela nafas dalam, ketika ia barusan bertanya pada salah satu perawat, bahkan untuk operasi saja bisa sampai ratusan juta, sedangkan dirinya sudah tidak lagi punya tabungan. Belum desakan dari karyawan suaminya untuk membayarkan upah-upah yang tertahan. Itu masalah dalam perusahaan suaminya. Yayasan pendidikan yang Risa olah pun mengalami gonjang ganjing tanda-tanda kebangkrutan.


"Harus ke mana aku cari uang-uang ini untuk biaya suamiku," gumam Risa dengan tubuh bersandar di dinding, dan pandangan kosong ke depan.


Pembiayaan rinci bisa sampai miliaran biaya pengobatan suaminnya. Semua tergantung dari tingkat berat dan kecilnya cidera otak yang dialami. Hal itu benar saja.


Berada dalam situasi ini membuat Risa hampir putus asa.

__ADS_1


Bersambung...


...****************...


__ADS_2