
Sebelum lanjut ke bab selanjutnya, boleh yah dibantu untuk meramaikan novel Event othor. Menang dan kalah memang sudah biasa, tapi rasanya senang kalau banyak yang dukung.
Yuk di ramaikan bareng-bareng, jangan lupa Like-nya yah disetiap babnya. Kalau gak bisa komen tak apa yg penting like, tapi usahakan komen juga yah biar abang Jati dan Teteh Qara gak kesepian.
...****************...
"Diam dan nikmati saja, aku janji hanya ingin anak satu dari kamu setelah itu kamu bebas berhubungan dengan siapa pun."
"Aku tidak sudi mengandung anak haram kamu."
Plakkk.... Kembali David menampar Mimin. Hingga wanita itu tidak bisa melawan lagi.
"Anakku bukan anak haram!"
"Bagi aku kamu sudah haram untuk aku."
"Dulu, aku pernah berpikir kalau kamu adalah laki-laki yang nantinya bisa membuat aku sebagai wanita paling beruntung, bahagia dan kamu adalah pelindung bagi aku dan juga anak-anakku, tetapi sekarang pikiran itu dipatahkan dengan perbuatan kamu. Dengan tangan kamu, justru kamu membunuh ibu dari anakmu. Semoga kamu punya jawaban yang bisa ditunjukan pada anakku, ketika kelak besar dia bertanya kenapa ibunya bisa meninggal."
Itu adalah ucapan yang Mimi ucapkan sebelum David membuatnya terkulai tidak berdaya.
Bukan hanya tamparan dan pukulan yang laki-laki itu berikan, leher Mimin pun jadi sasaran terakhirnya hingga bulir air mata
__ADS_1
keluar dari sela mata indahnya, sebagai tanda bahwa ia tidak bisa melawan lagi.
******
"Di, kamu di mana? Puluhan kali aku telepon kamu tapi kenapa tidak kamu angkat?" cecar Aarav ketika sambungan teleponnya diangkat oleh rekan bisnisnya.
"Tolong, datang ke lokasi ini, dan bawa polisi!!"
Tanpa menunggu lama Hadi pun mematikan sambungan teleponnya dan juga mengirimkan di mana akhirnya ia bisa menemukan mobil yang di tumpangi Mimin, setelah ia sempat kehilangan jejak. Pandangan Hadi yang melihat mobil terus bergoyang pun berpikiran yang tidak-tidak. Apalagi di bagian luar yang cukup jauh dari mobil yang Mimin tumpangi terparkir sang sopir sedang berdiri dengan tangan memegang rokok, dan bibir terus mengepulkan asap rokok.
Brakk.... Hadi dengan kecepatan kencang melajukan mobil dan menabrak mobil dari arah samping dan mengakibatkan mobil terguling.
Sopir yang sedang menikmati sebatang rokok pun langsung tercengang ketika melihat mobil yang dia parkirkan di pinggir jalan tanah kosong terguling. Setelah mencoba menangkap apa yang terjadi sang sopir langsung menghampiri mobil yang terguling. Dan Hadi pun langsung turun.
Bruggg.... Bruugggg.... Hadi menghajar sopir itu ketika dari dalam mobil sebuah tangan mencoba untuk keluar. Meskipun Hadi belum tahu apa yang terjadi di dalam sana, tetapi laki-laki itu terlalu marah dengan David dan melampiaskannya pada sopir yang mendukung perbuatan bosnya.
Hadi juga melakukan hal yang sama pada Mimin, hatinya sakit dan marah ketika melihat tubuh Mimin yang sudah terlepas dari hijab dan juga cadarnya pakaiannya pun sudah acak-acakan, meskipun Hadi yakin David tidak melakukan hal yang senonoh, tetapi Hadi sangat marah dan kesal karena David yang seharusnya menjaga kehormatan Mimin justru membuat wanita itu kembali menanggung derita.
Bertepatan dengan itu Aarav dan polisi yang diminta Hadi pun datang, sedangkan kondisi Mimin sudah pingsan, meskipun ia tidak sampai kehilangan nyawanya, tetapi kondisinya cukup parah.
Aarav langsung membantu Hadi untuk mengangkat Mimin ke dalam mobil Hadi tanpa sepatah kata pun. Mereka juga bingung harus bertanya dan berbicara apa, terlihat dari kondisi Mimin dan mobil yang terbalik dan polisi yang langsung menahan David dan sang sopir yang sedang melakukan perlawanan dan pembelaan. Aarav tahu kalau ulah semua ini adalah karena ide David.
"Aku memang sebelumnya tidak ada masalah dengan kamu, tapi mulai detik ini kamu dan aku sudah saling ada masalah," ucap Hadi pada David yang sedang mencoba bernegosiasi pada polisi bahwa ini semua kesalahan pahaman.
__ADS_1
"Tutup mulutmu, kamu tidak tahu apa-apa dengan masalah aku dan Mimin, jadi jangan ikut campur," balas David yang langsung membalas lebih kasar lagi dari ucapan Hadi.
"Kita buktikan di pengadilan, kita bertarung secara sehat, dan aku pastikan kamu kali ini akan kalah dan mendekam di dalam penjara dengan tuduhan pembunuhan berencana," ancam Hadi, tanpa menunggu jawaban dari David yang Hadi yakin akan melayangkan jawaban lagi. Hadi meninggalkan lokasi keramaian lagi dengan membawa Mimin ke rumah sakit, tentu setelah menitipkan semua yang terjadi pada Aarav.
"Kalian tidak bisa tahan kami tanpa bukti. Kami sama-sama cinta dan apa yang kami lakukan itu suka sama suka, dan Mimin pingsan itu karena mobil yang ditabrak laki-laki berrengsek itu," tolak David sekali lagi ketika polisi akan membawanya ke kantor polisi, setelah pencobaan pembunuhan pada Mimin gagal dia lakukan, laki-laki itu beralibi dengan menyudutkan Mimin.
"Jangan percaya Pak, untuk saat ini tolong amankan laki-laki itu dulu, sampai korban sadar dan bisa memberikan kesaksian apa yang sebenarnya terjadi di dalam mobil," ucap Aarav yang langsung mendapat sorot mata tidak menyenangkan dari David.
"Jangan percaya pada laki-laki ini Pak, jelas dia membela wanita itu karena mereka berdua adalah pelanggan utama wanita yang ada dengan saya tadi. Mereka tidak terima wanita yang biasa melayani mereka datang untuk melayani saya," balas David justru memutar balikan fakta.
Aarav mengangkat sebelah bibirnya menunjukkan senyum sinis nya ketika mendengar penuturan David yang makin ngaco.
"Anda tentu tahu Pak Polisi siapa Tuan David sesungguhnya. Beliau orang kaya yang mampu menyewa hotel dengan kelas terbaik, vila atau bahkan kediaman yang mewah untuk membawa teman kencannya, tetapi laki-laki itu justru melakukan hal senonoh di pinggir jalan, apa ini tandanya kelas Anda yang sudah jatuh, atau Anda sudah jatuh miskin sehingga sudah tidak bisa membayar hotel lagi?" tanya Aarav dengan nada bicara yang merendahkan.
Emang laki-laki itu saja yang bisa membuat orang lain terpojokkan dan merendahkan Aarav juga bisa melakukannya, dan ketika ada orang yang membalas perbuatanya David yang tidak terima sungguh aneh bukan.
"Tutup mulut kamu, kamu hanya dibutakan oleh cinta dan permainan wanita itu...."
"Bawa laki-laki ini Pak, lalu lakukan tes kejiwaan, urine dan segala macam, mungkin saja saat ini dia sedang dalam pengaruh minuman kerras atau justru dalam kendali obat-obatan terlarang. Omongannya semakin ngaco." Aarav yang jijik dengar ucapan David pun langsung meminta agar polisi membawa mantan rekan bisnisnya.
"Jangan Pak, Laki-laki itu hanya iri karena kamu pernah gagal menjalin kerja sama maka dari itu dia dendam," racau David lagi tidak mau ia di bawa ke kantor polisi.
"Bawak Pak ngomongnya makin ngaco. Yakin dia sedang dalam kendali obat-obatan terlarang," balas Aarav, padahal itu adalah salah satu dirinya agar David di bawa oleh polis. Bikin gaduh saja, sedangkan sang sopir saja sudah mengakui kalau dia ditugaskan ke sini oleh David dan menyetel kondisi jalan dibikin sepi oleh orang-orang suruhan David agar tidak ada yang curiga dengan aksinya.
__ADS_1
Tidak ada alasan kalau David akan dibebaskan.
...****************...