Pembantu Spesial Untuk Om Duda

Pembantu Spesial Untuk Om Duda
Rayuan Cinta untuk Mas Bojo


__ADS_3

Suasana hatiku benar-benar buruk sejak diadakan musyawarah tadi, bukan hanya kecewa aku jadi korban, ternyata yang lebih menyakitikan lagi Lyka juga jadi korbanya. Entah bagaimana hancurnya hati adikku itu mengingat Lyka cukup dekat dengan Lyra, lalu bagaimana dengan Dirly yang juga hanya dimanfaatkan untuk menutupi kesalahan Lyra selama ini? Tapi ini bukan perkara aku menyesal akan kegagalan pernikahanku dengan Dirly, aku lebih menyayangkan sikap Samsul dan Lyra yang sangat buruk. Bisa-bisanya udah menikah masih bermain api dengan adik iparnya. Sumpah hari ini aku benar-benar pusing, dan juga sangat marah, kesal dan kecewa.


Dalam segala kebingunganku aku melihat Mas Aarav sedang berdiri di balik jendela, aku melihat suamiku juga seperti menyimpan banyak pikiran, sejak makan malam bersama tadi, bahkan beliau irit bicara dan juga tidak banyak makan. Entah karena malu atau memang suasana hatinya sedang buruk juga dengan serentetan kejadian yang terjadi di dalam keluargaku.


Aku tahu hati mas bojo sedang kurang nyaman, entah karena apa, tetapi dari cara dia bersikap saja aku sudah melihat dia seperti menghidar dari aku.


Dengan kepala yang terus berdenyut aku berjalan menghampiri suamiku yang sedang berdiri di samping jendela dengan menatap ke langit gelap bertabur bintang.


Ku tanggalkan rasa malu dan juga rasa tidak enak hati. Toh aku sudah jadi istrinya, aku mencoba memulai untuk melupakan pembahasan tadi dan mengganti menjadi suasana yang romantis, jangan sampai dengan adanya fakta-fakta tadi hubungan aku dan mas suami yang baru kemarin mengucapkan janji suci malah di terpa badai kecemburuan dan pikiran-pikiran yang buruk.


Kulingkarkan tangaku di pinggang mas suami, dan kuletakan kepalaku bersandar di balik punggung kekarnya. Cukup lama kau memejamkan mata merasakan rasa yang baru aku temukan. Aku merasakan tangaku di usap lembut oleh tangan kekar mas suami.


"Ketika malam mulai merangkak gelap


Hening menemani, dingin menusuk tulang


Terang pun berganti gelap


Alunan serangga menemani suasana malam


Dalam gelap ada senyum diangan jiwa


Kini aku berdiri di sini tidaklah sendiri lagi


Saat ini ada lentera hati yang menemaniku


Memberikan harapan baru, meraih surgawi


Wahai suamiku....


Ku sebut namamu di setiap nafasku


Ku ingat senyummu di sepanjang waktu


Betapa rindunya diri ini akan senyum manjamu


Ketulusan yang hanya kau berikan padaku


Masih ku ingat setiap kata yang kau ucapkan padaku

__ADS_1


Masih ku ingat ungkapan rasa cinta yang lahir dari hatimu


Railah aku di kebahagian cinta


Raihlah kebahagiaan kita disurga-Nya


Hilangkan rasa ragumu, dan tetaplah setia untuk cinta kita


Aku akan tetap setia untukmu


Aku akan tetap mencitanimu


Kamu adalah lentera hidupmu


Hadirmu yang selalu aku tunggu


Bukan dia ataupun mereka


Hanya kamu sang pemenangknya."


Tanpa terasa aku meneteskan air mata ketika punggung tanganku beberapakali di cium oleh mas bojo. Suamiku membalikan tubunhya dan juga menatapku yang masih menyisakan tangis.


"Aku takut kamu marah padaku karena musyawarah tadi, maafkan aku, aku tidak pernah tahu bahwa perjalanan hidupku akan sangat berliku sampai detik ini," ucapku ketika aku melihat mata suamiku menatap dalam padaku.


"Apa ada yang membuat hati Mas mengganjal? Hingga aku melihat malam ini mas suami yang biasanya selalu hangat, di malam ini aku merasakan dingin dan seperti sedang memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi?" tanyaku, kali ini aku memberikan waktu untuk mas suami berbicara.


Aku melihat wajah mas suami sudah tidak sesuram tadi, ada berkas cahaya yang seolah membuat wajahnya semakin tampan dan teduh.


"Aku tidak bisa marah dengan kamu kalau kamu saja selalu membuat hatiku damai. Kamu pandai membuat hati ini sejuk seperti air pegunungan di pagi hari meskipun aku tidak pernah naik gunung," ucapnya sembari bibirnya merahnya merekah membuat hatiku damai.


"Jujur aku memiliki rasa takut kalau Drily akan kembali hadir di hatimu mengingat dari ucapan tadi, kalau laki-laki itu masih sangat sayang sama kamu, dan juga dia menikahi adik kamu karena terpaksa dan sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan adik kamu. Aku merasa ada ancaman untuk rumah tangga kita," ucap mas bojo dengan wajah yang terlihat cemas. Yah sesuai dugaan aku kalau mas suami ada rasa cemburu takut kalau aku akan kembali menjalin kasih dengan mantan calon suamiku.


Aku terkekeh dengan renyah. Kali ini aku turunkan tangan mas suami dari wajahku. Aku genggam dengan kuat dan menatap matanya dengan hangat.


"Tidak ada alasan aku untuk berpaling dari kamu Mas, meskipun Dirly dulu pernah ada dihatiku dan aku sakit sekali ketika penghianatan itu terjadi, tetapi sedikit pun aku tidak ada rasa untuk ingin kembali bersama dia sekali pun anak Lyra bukan anaknya, tetapi sama saja di sudah berzina dengan adikku. Apa aku mau kembali menjalin hubungan dengan orang yang sudah menggaulii adikku meskipun terpaksa atau sama-sama suka. Kita nggak pernah tahu isi hatinya. Sudah paling betul Tuhan mengirimkan Mas sebagai suamiku, lalu kenapa aku harus mencari masalah dengan menggali masa lalu?" Aku masih terus menatap ke dua mata suamiku yang bening.


Aku bisa melihat ada keyakinan di balik mata jernihnya, bibirnya tetarik dengan sempurna ketika mendengar ucapanku.


"Besok kita sudah kembali ke Jakarta, lebih baik kita ibadah yuk. Masa nggak nyobain di kamar Lydia, nanti nggak ada kenangan manis dong di kamar ini. Kosong rasanya," ucapku setengah malu. Jujur rasanya malu sekali ketika aku mengajaknya lebih dulu tapi aku kembali mengingat kata ulama. Istri yang mengajak berhubungan lebih dulu surga jaminannya. Aku pun sebagai pemburu surga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu.

__ADS_1


"Siapa saja seorang istri yang menawarkan diri untuk suaminya dengan suka-rela, maka Allah akan mengharamkan dirinya dari api neraka, memberinya pahala dua ratus ibadah Haji dan Umroh, dicatatkan untuknya dua ratus ribu kebaikan, diangkat untuknya dua ratus ribu derajat di Surga. Dan siapa saja seorang istri yang masuk bersama suaminya dalam satu selimut, maka malaikat dari bawah 'Arsy memanggilnya, "Mulailah duluan olehmu perbuatan itu (merangsang suami): Maka Allah akan mengampuni untukmu dari dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, dan Allah akan mencatat untuknya pahala seorang yang memerdekan seratus budak, dan mencatat untuknya dari setiap sehelai rambut dengan satu kebaikan."


Kembali senyum terlukis di wajah tampan suamiku.


"Siapa yang ngajarin kaya gitu? Nakal banget?" balas suami tapi tanganya sudah melingkar di leherku dan mencoba membuka penutup kepalaku. Namun aku menahanya. Dan menujuk jendela yang masih terbuka. Dengan cekatan mas suami pun menutup jendela dan mengankat tubuhku, sehingga aku memekik kaget.


"Aku pikir kamu nggak mau karena punya istri nakal," dengusku pura-pura merajuk.


"Aku nggak suka kalau kamu nakal pada orang lain kalau pada aku, tentu aku sangat suka," ucapnya dengan tangan membuka hijabku.


"Lalu apa lagi yang kamu suka dari aku selain nakal?" tanyaku dengan tatapan yang mengiba.


"Suka bikin aku baper, salting dengan kata-kata cinta kamu, dan kamu yang selalu menunduk kalau aku tatap dan pipi merah seperti sekarang."


Aku pun tidak bisa bertanya lagi karena sang suami sudah memulai merajut cerita indah di kamarku ini.


Ah, tidak sia-sia otaku berpikir keras mencari kata-kata yang manis karena hadiahnya sungguh luar biasa.


Biarkan waktu bergulir


Bagai roda yang terus berputar


Iringi langkah kita


menuju singgahsana cinta


Biarkan indahnya dunia


Menjadi saksi cinta kita


Hingga malam menutup jiwa


Selamat malam wahai suamiku


Terima kasih telah membuat cerita indah di hidupku


Cup... aku mencuri cium dari mas suami, hingga tanpa sadar suami yang aku pikir sudah tertidur tiba-tiba menahanku hingga aku pun tidak bisa mengelak untuk kembali melayaninya.


"Kamu yang mulai Sayang," ucapnya dengan terus menciptakan melodi cinta dalam keheningan malam.

__ADS_1


...****************...



__ADS_2