Pembantu Spesial Untuk Om Duda

Pembantu Spesial Untuk Om Duda
Liburan Keluarga Iko


__ADS_3

Di rumah yang mewah dan nyaman. Sepasang suami istri sedang memadu kasih. Menikmati kebersamaan mereka. Sebelum hari persalinan sang istri akan tiba.


"Siapa yang telpon Sayang?" tanya Aarav, padahal tanpa tanya lagi seharusnya jelas calon papah tiga anak itu pasti tahu siapa yang meneleponya, bisa didengar dari obrolan yang terdengar oleh Aarav.


"Mimin Mas, tadi ngajakin ikut jalan-jalan ke Ancol, sekalian izin ajak Iko jalan-jalan, tapi Lydia tolak jangankan ikut jalan-jalan. Naik turun tangga aja rasanya sudah engap banget," jelas Lydia. Yah, jangankan hamil anak kembar seperti Lydia. Hamil satu anak saja rasanya cape banget dan engap apalagi seperti calon ibu tiga anak itu. Apalagi di usia kehamilan memasuki tiga puluh tiga minggu berat baby-nya sudah lebih dari normal yaitu dua kilo lima ons  dikali dua sudah lebih dari lima kilo, segala macamnya plasenta dan air ketuban jelas bebannya bertambah.


"Ya udah, Mas juga setuju dengan keputusan kamu. Lagian jalan-jalan bisa nanti kalau anak-anak kita sudah lahiran," balas Aarav. Mereka pun kembali menikmati kebersamaan mereka, di waktu libur ini memang sangat dimanfaatkan dengan bermanja-manjaan. Apalagi Iko sedang bersama ibu kandungnya. Itu kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan kehangatan keluarga kecil Papah Aarav dan Bunda Lydia.


Di saat Aarav dan Lydia sedang menikmati waktu libur dengan bermesraan dan diselingi cerita-cerita ringan. Hadi dan Mimin berserta ke dua orang tuanya, serta yang menjadi tokoh utamanya adalah Iko, mereka pun sudah sampai di taman impian jaya ancol. Yang pertama di kunjungi jelas sea woard karena Iko sangat suka dengan ikan. Begitu masuk Iko dan ke dua orang tua serta kakek dan neneknya sudah di suguhkan aquarium yang sangat besar, tentunya dengan beberapa ikan yang beraneka ragam macamnya dan jelas jumlahnya banyak, dan jangan di tanyakan reaksi Iko sebagai pecinta Ikan jelas sangat kagum dan tidak ingin beranjak dari satu aquarium, meskipun semakin masuk semakin banyak biota laut lainnya.


Berhubung mereka datang pas hari libur pengunjung yang datang pun cukup banyak dan ramai tentunya. Setelah dari aquarium raksasa yang menjadi pembuka lanjut ke kolam putri duyung. Kebetulan Iko datang pas ada pertunjukan putri duyung sehingga Iko pun tak henti-hentinya mengagumi pertunjukan itu.


Bukan hanya beruntung karena pas Iko dan keluarganya datang pas ada pertunjukkan putri duyung. Iko juga berkesempatan melihat para petugas memberi makan ikan-ikan yang besar. Bahkan Iko sangat senang dengan kolam ikan hiu yang jumlahnya banyak. Iko juga belajar memegang penyu, tidak hanya itu Iko juga melihat belut listrik di kolam tabung, dan ada berang-berang. Jangan di tanya Iko sepertinya sangat menikmati hingga anak kecil itu terus mengatakan.


"Waw bagus banget ..."


"Waw ikannya banyak banget ..."


"Mamah, Baba ikanya bawa pulang boleh?'

__ADS_1


"Kakek nanti beli ikan yang kaya gitu yah." Iko menunjuk aquarium khusus ikan hiu. Nah bayangkan saja ikan hiu dibawa pulang. Peliharaan Iko antimainstream memang.


Selesai menjelajah di bawah dengan aquarium raksasa yang berjejer dengan beragam jenis biota laut. Iko dan keluarganya pun masuk ke under water tunnel atau aquarium yang membentuk trowongan. Di mana kita berdiri dengan di atasnya aquarium yang besar. Banyak biota laut di atas kepala kita seolah kita sedang menjelajah di lautan. ada hiu, ikan pari yang sangat besar dan ikan air laut lainya yang tidak kalah besar dan lagi-lagi Iko terus mengaguminya. Bahkan Iko dan keluarganya harus mengulang sampai dua kali melewati terowongan antasena.


Tentu di untuk memasuki trowongan itu kita ada fasilitas eskalator sehingga tidak harus cape berjalan dengan terowongan yang panjangnya kurang lebih delapan puluh meter.


Setelah mengunjungi aquarium trowongan Iko dan keluarganya naik ke lantai dua. Berbeda dengan tadi kita berada di bawah aquarium sehingga terkesan kita sedang menjelajar di lautan. Di lantai dua kita melihat ikan-ikan tadi dari atas sehingga seperti kita berada di atas ikan-ikan itu. Iko dan keluarganya pun menghabiskan waktu hampir tiga jam di dalam sea woard.


Iko dan keluarganya pun melanjutkan perjalanan ke ocean dream. Pertama-tama  Iko dan Hadi mengunjungi wahana. Pentas scorpion pirates water stuntman. Lalu dilanjutkan ke under water treatre, selanjutnya melihat pertunjukan singa laut dan teman-teamanya, dan yang terakhir di jam empat lewat lima belas menit adalah pertunjukan yang paling di tunggu adalah lumba-lumba meskipun di pertujukan sebelumnya Iko juga menikmati semuanya termasuk sy berkunjung ke istana pinguin. Tentu setelah pertunjukan selesai Iko dan keluarga lengkap mengabadikan foto mereka dengan binatang-binatang koleksi gelanggang samudra. Tidak terkecuali lumba-lumba pingun dan singa laut. Sebelum pulang Iko dan keluarganya ditetup dengan menonton cinema biota laut empat dimensi di jam enam sore.


Liburan hari ini pun benar-benar sangat bahagia terutama Iko. Meskipun Iko sudah pulang dari ancol. Hampir sepanjang perjalanan Iko melihat kembali rekaman-rekaman yang Hadi ambil saat Iko berkunjung ke sea word dan juga ocean dream.


Jelas Iko sangat senang makan di rumah makan itu. Namanya rumah makan A_Phung yah mungkin konsepnya kita mengapung sambil makan dan tentunya sambil melihat ikan-ikan yang lucu dan cantik.


"Seneng Baba, telima kasih Baba, Mamah, Kakek dan Nenek udah ajak Iko jalan-jalan ..." Iko yang sedang sangat bahagia pun memeluk bergantian dengan keluarganya.


"Sama-sama Sayang. Nenek tidak tau kuat atau tidak ninggalin kamu Sayang, tapi Nenek dan kakek harus tetap pulang karena kerjaan sudah menggunung." Arum justru sudah melow duluan, karena besok harus sudah pulang ke Kalimantan dan itu artinya Arum dan Ahmad akan meninggalkan Iko di sini. Padahal Arum merasa dia sudah sangat dekat dengan cucunya.


Bahkan untuk tidur dan makan, mandi dan segala aktifitasnya Iko sudah nyaman bersama dengan Arum sehingga rasa rindu akan hadirnya cucu setidaknya terobati dengan hadirnya Iko yang baik.

__ADS_1


"Nenek jangan sedih. Kata Baba nanti Iko akan diajak pulang ke rumah Nenek dan Kakek." Iko menatap Hadi yang sejak tadi membisikan kata-kata jawaban agar Iko bisa menenangkan neneknya yang sudah terisak.


"Nenek dan Kakek akan tunggu Iko, Baba dan Mamah main ke rumah nenek dan kakek di Kalimantan, nanti di sana ada Om Handan." Arum sangat antusias mendengar jawaban Iko meskipun ada sang Baba yang membisikan jawaban pada anaknya.


"Oh Handan galak ..." adu Iko. Yah anak kecil itu masih ingat pada Om Handan yang sering isengin dirinya.


"Loh, emang Om Handan galak?" tanya Arum, dan langsung dibalas anggukan oleh Iko.


"Ikan Iko mati sama Om Handan. Dan balon Iko pecah sama Om Handan." Ternyata memory anak-anak memang tidak bisa diremehkan. Iko masih ingat keisengan Handan meskipun itu sudah beberapa hari lamanya.


"Ya udah nanti nenek marahin Om Handan. Apa mau nenek telpon. sekarang dan marahi sekarang?" tanya Arum dan langsung dibalas anggukan oleh Iko.


"Iya Nek, Iko mau Nenek malahin Om Handan yang nakal!"


#Nah loh Handan, ponakan kamu sudah pintar ngadu. Siap-siap kamu dijewer emakmu....


Bersambung...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2