Pembantu Spesial Untuk Om Duda

Pembantu Spesial Untuk Om Duda
Pesan dari Abang.


__ADS_3

Setelah Hadi beberapa kali menghafal nama Mimin dan juga ayahnya, serta mas kawin untuk calon istrinya, tanpa menunggu lama Julio pun memegang tangan Hadi dengan kuat. Ini adalah pertama kali bagi dirinya menjadi wali untuk adiknya. Julio menatap Mimin yang menunduk masih dengan air mata yang mengembun di matanya.


Laki-laki itu perlahan menjabat tangan Hadi dengan kuat, dengan di bimbingan oleh penghulu Julio pun mulai menikahkan adik kandungnya.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Mulya Hadi Al Hussain bin Ahmad Sulistyo dengan adik kandung saya yang bernama Jasmin Aprilia Mahalini binti Lukman Khan dengan mas kawinnya berupa sepasang perhiasan senilai dua milliar, saham perusahaan PT Healthy Mandi senilai dua puluh persen, dan vila pribadi senilai dua milliar, dibayar tunai."


Julio menghentakkan tangannya dengan kuat agar Hadi segera melafalkan kabul. Jelas Mimin kaget ketika mendengar Mas kawin yang Hadi berikan untuknya.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Jasmin Aprilia Mahalini binti Lukman Khan dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”


" Bagaimana para saksi?"


Sah...?


Sah...


Alhamdulillah.


Ucapan hamdalah pun menggema ketika para saksi menyatakan bahwa kabul yang dibacakan oleh Hadi jelas dan itu tandanya Mimin saat ini sudah resmi menjadi istri dari papah Mulya Hadi.


Pandangan Mimin dan yang lain pun menatap Lukman yang terlihat tersenyum mendengar kalau putrinya kini sudah menikah di hadapannya. Biasanya seorang ayah akan memberikan nasihat pada menantunya tetapi dalam pernikahan ini justru lebih banyak air mata yang tumpah karena haru dengan keadaan Lukman.

__ADS_1


Setelah pernikahan sah, doa pernikahan pun mulai menggema di dalam kamar yang tidak terlalu luas. Tak ketinggalan Lukman pun menggerak-gerakkan bibirnya seolah ia ikut larut dalam doa yang khusu.


Setelah doa selesai. Julio pun menatap Hadi dan menggenggam tangan laki-laki yang baru saja resmi menjadi adik iparnya. Ya meskipun umurnya lebih tua Om Hadi.


"Hadi, aku memang bukan abang yang baik untuk adikku, tapi aku ingin meminta agar kamu bisa menjaga adikku, aku titipkan Jasmin pada kamu. Aku yakin kamu adalah laki-laki terbaik yang telah Tuhan kirimkan untuk menjaga adikku. Aku yakin kamu bisa menjaga Jasmin jauh lebih baik dari pada kami menjaga dia. Namun, kalau di tengah perjalanan kalian ada masalah yang sudah tidak bisa diselesaikan dengan cara baik-baik, kamu bisa pulangkan Jasmin pada kami dengan baik-baik. Meskipun aku sangat berharap jangan sampai hal itu terjadi. Aku berharap kamu adalah jodoh terakhir untuk adikku. Aku berharap semoga kalian diberikan kebahagiaan yang abadi." Julio mengambil tanggung jawab atas adiknya.


Itu semua karena kondisi Lukman sudah tidak mungkin mengucapkan nasihatnya untuk Hadi maupun Mimin.


Hadi mendengarkan nasihat yang keluar dari bibir seorang kakak, sekaligus jeritan hati hampir semua orang tua yang putrinya menikah.


"Kamu tenang saja, aku akan membahagiakan Mimin untuk selamanya. Dihadapan kamu dan juga Ayah, aku berjanji akan menjaga Jasmin dan membahagiakannya dari hal yang kecil hingga yang besar. Aku berjanji tidak akan membuatnya menangis lagi selain tangis bahagia," balas Hadi dengan yakin. Laki-laki itu bergantian menatap Julio dan Lukman secara bersamaan. Siapa yang tidak terharu mendengar jawaban dari Hadi, termasuk Mimin yang terharu dengan jawaban Hadi.


Bahkan orang tua Hadi di belakang Hadi pun terisak bahagia karena putranya cukup bijaksana dan bisa diandalkan untuk membahagiakan wanitanya.


Mendengar ucapan tulus dari Julio, Mimin pun semakin terisak. Bahkan bukan hanya Mimin, Lydia dan Aarav memilih ke luar dari kamar di mana di sana sedang terjadi adegan yang banyak bertaburan irisan bawang. Lydia menilai kalau Mimin memang sangat beruntung memiliki abang yang langsung peka dan meminta maaf dengan semua kejadian yang mereka lewati.


Berbeda dengan dirinya dulu yang justru harus berlarut-larut untuk adik-adiknya meminta maaf bahkan sampai orang tua mereka ikut andil untuk menamakannya. Yah, masalah setiap orang memang berbeda benda.


Mimin terisak, tenggorokannya sakit bibirnya juga rasanya kaku untuk membalas apa yang sebenarnya terjadi.


"Abang .... " Mimin langsung memeluk Julio, dia tidak bisa membalas ucapan Julio tapi dia juga ingin berdamai dengan abangnya. Tidak bisa bohong ia juga rindu bercanda bersama dengan abangnya.

__ADS_1


Laki-laki berusia tiga puluh empat tahun langsung memeluk erat tubuh adik kecilnya dan menghujani ciuman di keningnya. Ia teringat masa-masa kecil mereka yang bisa dibilang mereka adalah adik kakak yang akur. Mereka hampir tidak pernah terlibat pertengkaran. Dan kini Julio berjanji di depan ayahnya yang sedang sakit keras Julio akan menjadi abang yang baik untuk adiknya.


"Jangan nangis lagi malu sama suami dan mertua kamu," ucap Julio dengan mengusap air mata sang adik. Mimin pun di balik niqab tersenyum.


"Ibu pasti sedih kalau kamu nangis kaya gini. Ini hari bahagia kamu nikmati kebahagiaan kamu," ucap Julio yang justru langsung membuat Mimin kembali sedih.


"Bang, apa Abang akan ke makam Ibu?" tanya Mimin dengan suara lirih.


"Yah pasti Abang ingin meminta maaf pada Ibu. Meskipun Abang tahu kalau kesalahan Abang memang sungguh luar biasa besar, tapi Abang ingin sekali ke makam ibu," jawab Julio dengan yakin.


"Kalau gitu Jasmin akan mengantarkannya," balas Jasmin, mencoba berdamai dengan hatinya ternyata cukup membuat Jasmin bahagia.


Di saat ia membuka hatinya untuk bisa menerima takdirnya Mimin pun bisa merasakan ketenangan yang sebelumnya tidak pernah ia dapatkan.


Ucapan selamat pun datang dari orang-orang yang perduli dengan Mimin.


Setelahnya mereka makan-makan, tapi tidak dengan Mimin ia masih duduk merenung di samping ayahnya.


"Ayah apa sekarang Ayah sudah bahagia. Putri Ayah sudah menikah, sudah mendapatkan suami yang baik dan tanggung jawab serta mau menerima dirinya dan juga putra semata wayangnya.


Hadi tidak membedakan Iko, dia bahkan sangat menyayangi Iko layaknya putra sendiri.

__ADS_1


Bersambung....


...****************...


__ADS_2