
Hadi ke luar dari ruang pemeriksaan dokter umum, dan duduk di ruang tunggu dengan tubuh lemas. Dalam hatinya bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhnya.
Tadi dia sempat bertanya pada dokter yaang memeriksanya, tetapi dokter tidak berani mengatakan pastinya sakit yang ia alami. Dokter hanya mengatakan kalau sepertinya ada radang dan penyempitan di dinding usus besar, tetapi untuk kejelasan lebih lanjut Hadi harus memastikan melalui pemeriksaan dalam, agar segera bisa diatasi sakitnya.
Laki-laki itu perlahan berdiri, karena memang rasa sakit di bagian perut bagian bawah cukup terasa dan begah. Hadi pun melanjutkan untuk menemui dokter spesialis dalam (Anggap saja kalau di rumah sakit yang Hadi lakukan pemeriksaan dokter spesialis dalam dan lainya buka dua puluh empat jam. Meskipun kalau di dunia nyata pasti harus tunggu sampai keesokan paginya untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Berhubung ini adalah novel jadi bebas.)
Setelah mengetuk pintu Hadi pun masuk dengan mengembangkan senyum.
"Selamat malam Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya laki-laki paruh baya yang berkaca mata dan berperawakan tegap dan atletis.
"Saya barusan melakukan pemeriksaan pada poli umum, tapi disarankan melanjutkan ke sini. Ini adalah hasil riwayat cek saya tadi Dok." Hadi memberikan riwayat pemeriksaan di dokter sebelumnya.
Dokter mengambil hasil pemeriksaan Hadi, dan membacanya dengan teliti. "Kalau gitu kita jalani tes dulu yah. Biar tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Hadi pun menjalani pemeriksaan dari test urin, dan USG.
"Kira-kira apa Dok sakit saya?" tanya Hadi dengan wajah yang pucat.
"Dari hasil pemeriksaan, Anda menderita peradangan di dalam usus besar Anda atau serung disebut usus buntu. Ada menyempitan dinding usus besar Anda sehingga membuat usus Anda terluka, dan mengakibatkan penyumbatan yang cukup parah. Apa sebelumnya Anda tidak merasakan ciri-ciri sakit di bagian perut atau saat buang air besar?" tanya Dokter pada Hadi yang terlihat cukup kaget dengan hasil pemeriksaanya.
Hadi menggelengkan kepalanya. "Saya tidak pernah merasakan gejala adanya sakit apa-apa Dok, baru kali ini saya merasakan di bagian prut seperti ada yang bermasalah. Padahal saya makan selalu sehat, menjaga pola makan dan juga sering olahraga Dok, tapi kenapa bisa bermasalah dengan pencernaan saya yah Dok?"
__ADS_1
Aneh pasti yang Hadi rasakan, karena dia adalah tipe orang yang cukup ketat dengan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Karena ia sadar kesehatan adalah harta yang paling berharga.
"Apa asupan serat Anda cukup?" tanya Dokter, yah sebenarnya kalau dilihat dari tubuh Hadi sudah bisa dilihat dia adalah orang yang cukup ketat dengan pola hidup sehat, badan atletis sudah cukup memperlihatkan kalau Hadi suka dengan olah raga dan hidup sehat dengan menjaga pola makan.
"Saya rasa cukup Dok, untuk makan saya lebih suka cemilan sehat dari pada siap makan." Hadi menjawab dengan yakin. Ya jelas lah program dia dan Aarav adalah mengajak masyarakat hidup sehat hingga membuat supermarket sehat, pasti itu semua berawal dari diri sendiri hingga membuat sesuatu yang mengajak masyaraakat luas akan artinya kesehatan dan pola makan sehat dari pada pola makan enak.
"Kalau memang Anda yakin serat tercukupi, bisa jadi penyebab penyumbatan adalah adanya virus yang masuk ke dalam tubuh Anda dan merusak jaringan usus besar dan perlahan membuat radang. Dan membuat kolestrol yang mengobati luka itu menumpuk dan menjadikan penyumbatan." Dokter menjelaskan dengan layar digital dari hasil USG yang Hadi lakukan.
"Kalau gitu kira-kira apa yang harus saya lakukan Dok untuk pengobatan sakit ini?" tanya Hadi.
"Untuk saran saya lakukan pembedakan dan membuang usus yang luka, karena kalau dilakukan hanya pengobatan takutnya nantinya akan semakin meluas dan menyebabkan tumor atau kangker usus besar. Ini akan semakin sulit untuk dilakukan pengobatan. Selagi belum parah kita lakukan pembedahan. Apakah Anda siap?" tanya balik Dokter.
Ruangan yang tidak terlalu luas itu pun langsung hening, untuk sesaat Hadi pun diam memikirkan ucapan Dokter.
"Paling kita lakukan besok yah, kita akan lakukan test leb dulu untuk keseluruhan tubuh Anda, dan hasilnya baru keluar besok, untuk malam ini Anda opnam saja di rumah sakit hingga besok semua hasil pemeriksaan keluar baru kita lakukan tindakan. Apakah Anda datang sendirian? Kalau bisa ada teman yang menemani Anda saat rawat inap untuk mengurus segala macam yang mungkin nanti dibutuhkan."
Hadi kembali berpikir. Mau telpon Mimin tidak mungkin ini sudah malam dan juga pasti nanti calon istrinya kepikiran dengan sakitnya.
"Saya akaan telpon teman saya Dok, kebetulan keluarga saya tinggal di Kalimatan, dan saya di sini tinggal sendirian, tapi nanti saya akan telpon teman saya untuk menemani saya di sini." Hadi mau tidak mau harus meminta bantuan papah Aarav, meskipun Hadi yakin kalau temanya itu pasti masih kecapean paska mudik, tetapi dari pada meminta bantuan Mimin, mana belum muhrimnya lagi.
Hadi pun mengikuti perawat dan ia malam ini pun harus menginap di rumah sakit. Hingga besok ia menjalani operasi.
__ADS_1
******
Hampir tengah malam, Aarav terbangun setelah beberapa kali suara ponselnya berbunyi. Seperti biasa ia melihat siapa gerangan yang telpon.
Ck .... Calon papah tiga anak itu pun mengecap bibirnya dengan kencang ketika tahu siapa yang telpon dijam malam-malam.
"Ini anak lama-lama kebiasaan banget, kalau malam kerjaannya telpon terus, ganggu orang tidur aja," gerutu Aarav, tetapi laki-laki itu pun mau tidak mau mengangkat telpon dari temannya. Mungkin saja ada yang penting, itu yang Aarav pikirkan. Hadi pun berjalan ke ruangan keluarga agar tidak mengganggu istirahat anak dan istrinya.
[Hallo, As'salamualaiku ....] sapa Hadi dengan suara yang cukup lirih.
[Wa'alaikumussalam, kebiasaan banget deh. Kalau malam pasti ganggu orang tidur. Aada apa lagi?] balas Aarav dengan nada yang ngegas berbeda dengan Hadi yang lemah lembut.
[Rav, gue di rumah sakit. Loe bisa datang ke sini] Hadi tidak memperdulikan celoteh Aarav bagi hadi sudah biasa Aarav seperti itu.
[Hah. Loe serius? Kenapa bisa di rumah sakit] Nada bicara Aarav langsung berubah panik.
[Ceritanya panjang, sekarang loe bisa datang kan? Besok gue kayaknya harus operasi.]
[Ya udah gue sekarang ke sana, loe kirim alamat rumah sakitnya dan kamar rawat berapa gue ke sana sekarang.]
Yah, memang Aarav selalu seperti itu galak sih, tapi dia adalah sahabat yang paling perduli dengan Hadi.
__ADS_1
Bersambung....
...****************...