Pembantu Spesial Untuk Om Duda

Pembantu Spesial Untuk Om Duda
Merajuk Ikatan Cinta


__ADS_3

Demi meraih surga-Nya,  wanita cantik itu memeluk tubuh suaminya dengan mesra. Malam ini ia tenggelam dalam kepungan kenikmatan surga dunia. Jiwa dan raga yang telah lama tidak terjamah, kini kembali merasakan saling bersua penuh cinta.


Kamar yang dingin berubah menjadi ruangan yang panas dan membakar gairah. Janjin setia dan cinta sehidup semati, terucap seiring kenikmatan-kenikmatan yang digapai. Gelap dan sunyinya malam menambah liar dua permainan dari sepasang suami istri yang telah lama tidak menengguk nikmatnya surga dunia. Rasa dahaga terpuaskan dengan permainan yang kian terulang kembali.


Malam ini selimut kehangatan, dan pencapaian kenikmatan cinta, pun tercipta. Mereka berharap akan datangnya generasi penerus, sebagai bukti perjuangan dua insan yang tengah dimabuk cinta.


Cinta bukanlah hal yang mudah. Ia pernah tersungkur, dan jatuh mendarat di lembah derita. Namun, cinta yang kali ini menghampiri, wanita itu yakin bahwa akan bermuara pada bahagia.


Pagi ini suara adzan berkumandang, rasa malas dan juga tubuh yang masih menginginkan istirahat, pun membuat pasangan suami istri yang baru saja beberapa jam memejamkan matanya. Kini ia harus bangun kembali. Ada panggilan yang jauh lebih penting dari sekedar memandu cinta. Mimin pun memaksakan diri untuk bangun. Bibirnya melengkung dengan indah ketika ia kembali teringat betapa indanya malam ini. Pandangan wanita itu pun langsung tertuju pada Hadi yang masih terbaring dengan nyenyak, masih dengan tubuh yang polos hanya berselimutkan bed cover yang tebal.


Mimin menyibakkan selimutnya, tubuh yang lelah, dan sedikit sakit, ia paksakan untuk bangun. Ternyata bukan hanya perawan saja yang merasakan tubuh sakit-sakit ketika telah mengarungi samudra cinta. Seorang janda pun bisa merasakan sakit kembali. Yah, di bawah sana terasa sakit dan perih, dan sedikit mengganggu saat ia berjalan. Ini karena permainan suaminya semalam terlalu liar dan dilakukan berulang kali sehingga ada lecet sedikit yang mengakibatkan bagian sensitifnya sakit dan perih.


Kamar mandi adalah tempat yang Mimin yakini kalau ia akan merasakan sedikit kesegaran. Wanita itu membersihkan tubuhnya dan bersuci. Setelahnya ia membangunkan sang suami agar beribadah wajib bersama. Ini adalah ibadah sholat wajib pertama setelah ia dan sang suami menikah. Mimin ingin semakin dekat dengan Alloh bersama suami yang membimbingnya.


"Mas ... Mas .... " Mimin membangunkan suaminya dengan cara mengusap lembut wajah tampannya. Pandangan Mimin lagi-lagi terganggu dengan adik kecil yang justru lebih dulu bangun. Ia membangunkan suaminya tetapi justru adik kecilnya yang bangun lebih dulu. Doyan banget emang abang duda ini.


"Hem .... " Hadi berdehem dengan mata yang masih tertutup.


"Bangun ..." Mimin berbisik dengan mesra di samping daun telinga Hadi.


"Ini sudah bangun ..." Hadi menujuk adik kecilnya yang seolah tidak ada puasnya, meskipun semalaman sudah dimanjakan beberapa kali oleh pemilik barunya.


"Mas, jangan bercanda sekarang sudah hampir jam lima. Buruan bangun nanti tidak kebagian sholat Subuh," ulang Mimin. Mungkin kalau tidak mepet dengan waktu sholat ia akan kembali memuaskan suaminya, wanita itu juga merasa ketagihan dengan perlakuan Hadi yang sangat romantis, tapi ini sudah mepet waktu sholat sehingga Mimin tidak bisa memberikan apa yang seharusnya diberikan ketika suaminya menginginkan penyatuan.


"Kamu cantik banget. Terima kasih untuk semalam." Hadi mencium bibir Mimin yang berada di hadapanya.

__ADS_1


Kembali wajah Mimin bersemu merah. "Wanita itu memang cantik, udah buruan mandi nanti tidak kebagian sholat," ucap Mimin sembari bersiap bangun, tetapi lagi-lagi ditahan oleh sang suami.


"Kita mandi bareng," ucap Hadi dengan mata mengerling genit.


"Mas, Mimin udah mandi apa Mas nggak lihat rambut Mimin aja masih dibungkus dengan handuk," balas Mimin dengan menunjuk konde handuk yang berwarna putih.


"Please, tidak lama kok. Dari pada nanti sholat adiknya tidak mau tidur lagi." Ah, bukan laki-laki kalau tidak banyak alasan. Yah, hampir di mana-mana namanya lelaki pasti bakal banyak alasan yang dibuatnya.


Mimin tidak langsung menjawab apa yang Hadi minta. "Tapi janji kan kali ini sebentar? Sisa yang semalam juga masih perih dan masih cukup sakit," jawab Mimin dengan suara yang lirih, karena masih merasa malu kalau harus memberitahukan suaminya kalau bagian sensitif-nya lecet udah kaya perawatan aja.


"Iya Mas janji kok, kali ini jauh lebih cepat. Kan kita juga mau ibadah wajib yang lain," balas Hadi dengan semangat empat lima.


"Terus Mimin harus mandi lagi?" tanya Mimin, ah sudah jelas wanita itu tahu jawabannya.


"Ya udah kalau gitu, tapi jangan lama yah!"


Sebagai istri yang baik, patuh, dan ingin disayang terus oleh suaminya sehingga Mimin pun mengikuti apa yang Hadi katakan. Yah, akhirnya pagi ini sebelum menjalankan kewajiban lima waktu. Mimin pun mengerjakan kewajiban yang lain. Bukannya istri wajib melayani suaminya.


Di dalam kamar mandi Mimin dan Hadi kembali melakukan penyatuan yang panas. Mimin pun diperlakukan sebegitu sayang oleh Hadi. Tidak hanya sekedar mandi saja. Hadi pun mengajarkan tata cara mandi junub.


Mulai dari niat, dan aturan lainnya. Meskipun Mimin sudah belajar melalui internet tetapi untuk niatnya Mimin baru bisa yang selesai haid.


Hadi dengan telaten mengajarkan urutan yang benar. Maklum Mimin selama ini tidak ada yang menuntun ke jalan yang jauh lebih baik. Ia hanya belajar lewat internet.


"Mas, apa kalau selam ini kita tidak menjalankan mandi junub dengan urutan yang benar dan niat yang tidak tepat juga kita tak berarti masih kotor dan diharamkan menjalani kewajiban sholat?" tanya Mimin ketika mereka selesai mandi.

__ADS_1


"Tuhan maha pengampun, kalau kamu memang belum tahu dengan benar percayalah Alloh mengampuni semua kesalahan kita. Yang penting niat kita sudah benar," balas Hadi dengan nada bicara yang teduh.


"Alhamdulillah." Mimin kini bisa bernafas lega. Karena ada urutan yang ia tidak jalankan dengan benar.


"Tapi kedepannya karena sudah tahu urutan dan niat yang benar maka jalankan sesuai ajaran Rosulullah yah." Hadi menatap kagum pada sang istri.


"Iya Mas, terima kasih sudah mengajarkan yang benar pada Mimin.


Hadi membalas dengan anggukan dan merek bergegas bersuci dan menjalankan ibadah yang lain.


Senyum semangat pun terlihat di wajah Mimin dan Hadi ketika mereka baru keluar dari kamar mandi. Mimin yang terlihat ogah-ogahan ketika melangkah masuk ke kamar mandi, tetapi terlihat sangat semangat ketika keluar dari kamar mandi. Yah, itu karena Hadi tidak berbohong. Mereka melakukan dengan cepat, dan juga Hadi yang mengajarkan Mimin mandi janabah dengan benar.


Dua pasangan pengantin baru yang berbahagia pun terlihat sangat khusu ketika melakukan ibadan sholat wajib berjamaah. Selesai sholat mereka pun tidak lupa memanjatkan doa untuk rumah tangga mereka. Memanjatkan doa bersama untuk kebahagiaan rumah tangga mereka, keutuhan dan juga keharmonisan bersama. Tidak lupa mereka juga berdoa agar mereka terus bisa menjalani biduk rumah tangga bersama-sama meskipun ujian sedang menghadangnya.


Hadi membalik tubuhnya setelah selesai beribadah. Ia mengulurkan tanganya dan Mimin dengan sigap menyapanya dan mencium dengan takzim. Hadi mencium kening sang istri cukup lama. Kemudian ia bergeser lebih mendekat pada Mimin. Laki-laki itu memeluk tubuh sang istri dengan lembut dan Mimin meletakan kepalanya di dada sang suami. Cukup lama mereka diam dengan perasaan yang bahagia saling menikmati kebersamaan mereka.


"Mas ini sudah siang. Takut Iko mencari kita," ucap Mimin dengan sedikit menggerakan tubuhnya agar Hadi melepaskan pelukan mereka.


"Iko aman bersama Mamah dan Papah. Mereka tidak akan membiarkan Iko menangis. Sekarang adalah waktu kita bersama. Ayo nikmati dengan kebersamaan kita. Biarkan aku memeluk kamu seperti ini lebih lama lagi. Rasanya hati ini damai ketika bisa memeluk tubuh kamu seperti sekarang." Hadi justru menarik tubuh Mimin lebih mesra.


Sehingga Mimin pun tidak bisa lagi menolaknya. Yah, ia pun mau tidak mau membalas pelukan sang suami. Pagi ini mereka mencurahkan kasih sayang mereka dengan bermesra-mesraan tanpa ada yang mengganggu. Yah, Iko sendiri ternyata pagi-pagi sekali pergi bersama kakek dan neneknya untuk jalan-jalan ke taman, untuk olahraga pagi sekaligus menikmati kebersamaan, sembari jajan kuliner kaki lima dan beli mainan untuk sang cucu. Anak kecil itu pun tampak bahagia sekali. Bahkan sampai diajak pulang pun tidak mau karena ingin lebih lama menikmati kebersamaan dan main di lapangan, yang banyak anak sebaya mereka main bersama. Ada yang main bola, layanan bahkan ada yang bermain-mainan anak-anak di wahana permainan yang disediakan di taman komplek rumah mewah Hadi.


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


__ADS_2