Pembantu Spesial Untuk Om Duda

Pembantu Spesial Untuk Om Duda
Memanfaatkan Keadaan


__ADS_3

"Kamu nggak usah takut, David itu hanya menggertak kamu," ucap Hadi dengan memberikan ponsel yang barusan di ambil dari tangan David, pada karyawannya.


"Terima kasih sekali lagi, asal Anda tahu saya tidak pernah takut dengan laki-laki itu. Sekali pun dia benar-benar melaporkan saya ke polisi dengan tuduhan yang mengada-ngada, saya tidak akan gentar, karena selama ini masalah yang saya hadapi sudah jauh lebih berat dari pada ancaman David. Saya akan membuktikan kalau mereka tidak bisa menindas saya lagi," balas Mimin dengan tangan meraih ponsel yang ada di tangan Hadi.


"Tapi, maaf kalau aku ikut campur dengan masalah kalian. Aku hanya ingin tahu, apakah kamu punya bukti yang menguatkan untuk melawan mereka." Hadi menujuk kursi agar Mimin duduk dan mereka ngobrol dengan santai mengenai masalah David dan dirinya. Bagaimanapun mereka sudah kenal satu tahu lebih, dan hubungan mereka sudah cukup dekat. Meskipun Hadi tidak pernah mengatakan ingin menjadi pengganti David di hati Mimin, tapi dari perbuatan dan perhatian pastinya Mimin tahu kalau laki-laki yang saat ini menjadi atasanya, ada niat lain selain hubungan atasan dan bawahan.


"Di ponsel lama saya ada pesan dari Tuan Wijaya, saat beliau meminta saya menggugurkan Iko, bukan hanya itu beliau juga memeberikan jaminan uang dan juga ancaman yang bagi saya cukup menggangu. Saya yakin ponsel saya masih bisa diperbaiki dan bukti chat dari beliau juga bisa saya gunkan sebagai bukti, saya tidak pernah menghapus pesan apapun dari David maupun Tuan Wijaya. David juga pernah meragukan anak itu anak mandor tempat aku bekerja dulu, Bang Jono bahkan pernah didatangi secara langsung untuk meminta kejelasan oleh David, dan saya sangat sakit hati sejak saat itu, karena sekali pun saya tidak pernah berkhianat dari laki-laki itu, apalagi sampai melakukan hubungan terlarang dengan laki-laki lain," jawab Mimin dengan jujur.

__ADS_1


Hadi pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda kalau dia puas dengan jawaban Mimin. "Pantas, aku lihat kamu tidak pernah takut kalau diancam oleh David, karena kamu punya bukti yang kuat. Mohon maaf sekali lagi apa boleh aku membantu mengumpulkan bukti yang kuat untuk mempersiapkan, mungkin saja suatu waktu ucapan David terbukti, dia bakal fakta anak kamu, dan mungkin dia kan membuat masalah. Kita setidaknya satu langkah di depan dia. Meskipun Iko bukan anak aku, tapi aku sudah sangat sayang dengan dia jadi kamu jangan ragu kalau ada apa-apa katakan saja, dengan senang hati aku akan bantu. Kalau kamu izinkan aku bisa cari Jono yang kamu maksud karena orang tua saya kebetulan tinggal di pulau kalimantan dan sangat mudah bagi aku untuk mencari orang yang kamu maksud, tinggal katakan perusahaan tempat kamu bekerja dan nama orang yang pernah dicurigai oleh David, saya akan temukan untuk saksi kalau David telah mencurigainya sebagai ayah anak kamu," ucap Hadi dengan serius.


"Saya sangat senang karena banyak yang perduli dengan saya dan Iko, dan segala bentuk bantuan dariĀ  Anda ataupun Lydia dan keluarganya saya akan terima dengan lapang dada, dan saya sangat bersyukur karena banyak sekali orang baik. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk bantuanya, baik itu kecil maupun besar, bagi saya sangat berarti, karena tanpa bantuan dari Anda dan Aarav saya tidak bisa sekuat ini. Info tentang Jono nanti saya akan berikan pada Anda, dan saya berharap kalau Anda bisa menemukan Bang Jono," balas Mimin, wanita itu sangat tahu bahwa ia tidak punya banyak kenalan dan pihak yang bisa mengumpukan bukti, salah satunya dia tidak boleh gengsi untuk menerima bantuan dari siapa pun yang berniat membantunya, karena melawan David dan keluarganya tidak bisa dihadapi seorang diri.


"Kamu tenang saja, urusan itu InsyaAllah bisa saya lakukan dengan baik. Tugas kamu hanya


a satu, kamu harus tetap fokus pekerjaan, masalah David, Aarav dan aku akan bantu menyelesaikanya. kamu tetap fokus dalam pekerjaan saja, ini sebenarnya waktu yang sangat baik untuk kita memajukan usaha kita. David pasti sedang tidak terlalu fokus dengan bisnisnya, kita bisa gunkan cara ini untuk menarik konsumen dan menjadikan pasar kita nomor satu. Kita jangan pernah lengah dengan masalah luar pekerjaan." Hadi, melihat pelung untuk menjadikan bisnisnya menjadi nomor satu, apalagi David yang bisa dikatakan pesaing terberat mereka sedang banyak masalaah keluarga sehingga dia bisa memanfaakan ini untuk menyelip penjulan mereka.

__ADS_1


"Entahlah, kata orang dendam itu tidak baik, tapi jujur aku suka dengan kamu karena kamu punya dendam itu. Aku hanya bisa berdoa dan mungkin akan membantu sedikit untuk mendukung kamu mewujudkan dendan itu. Meskipun aku tidak tahu seperti apa perjuangan kamu selama beberapa tahu ke belakang, tapi aku sangat yakin, kamu bisa membuktikan kalau kamu adaalah orang yang sangat gigih dan layak untuk mendapatkan kesuksesan itu. Iko pasti sangat bangga punya ibu seperti kamu." Hadi mendukung apa yang Mimin cita-citakan. Bahkan dia akan membantunya untuk menjadikan wanita itu orang yang sukses dengan caranya.


"Terima kasih untuk dukunganya, meskipun mungkin bagi Anda sangat kecil bantuan ini, tapi bagi saya, dengan Anda percaya saya mejadi bagian dari tim yang mengolah usaha Anda dan Aarav, saya sangat beruntung karena diberikan kepercayaan itu, dan saat ini keyakinan saya untuk menujukan kemampuan saya semakin terbuka. Saya akan tetap menghargai dan berterima kasih secara penuh karena Anda dan tim tidak pernah membedakan saya, kepercayaan Anda pada saya saat itu adalah obat paling berharga yang saya dapatkan, karena kepercayaan Anda memberikan saya pekerjaan, saya bisa sembuh dan semakin baik hingga detik ini. Kalau ada yang tanya obat paling hebat, adalah kepercayaan Anda, dan tim, karena sejak saya diberikan kepercayaan itu, saya semakin yakin dan kuat untuk melewati ujian berat satu tahun yang lalu. Sekali lagi terima kasih," ucap Mimin dengan mata berkaca-kaca.


"Sama-sama, aku senang mendengar semangat kamu, dan dari awal aku sudah yakin kalau kamu adalah orang yang hebat, dan satu tahun ini dengan mata kepala aku sendiri bisa melihat kalau kamu memang wanita yang hebat, dan aku tidak pernah menyesal sedikit pun karena telah percaya kamu sebagai tim kami. Malah jujur aku sangat bangga dan terima kasih, karena ide-ide cemerlang kamu dan semangat kamu, mampu membangkitkan semangat buat teman-teman yang lain. Tetap jadi Mimin wanita kuat dan tangguh seperti ini. Dan sekali lagi aku menudukung kamu untuk menjadi wanita hebat untuk menunjukkan pada orang yang telah merendahkan kamu. Semangat terus, kamu pasti bisa."


Sejak saat itu Hadi pun langsung menghubungi orang-orang kepercayaannya yang ada di pulau Kalimantan untuk mencari mandor yang Mimin maksud Bang Jono. Sesuai yang dikatakan oleh laki-laki itu dia akan mengumpulkan bukti kalau keluarga David pernah tidak mengharapkan anak Mimin, dan dia tidak bisa mengambil Iko baik secara baik-baik maupun secara paksa. Lebih baik sedia payung sebelum hujan bukan? Itu yang Hadi dan Mimin siapkan.

__ADS_1


Bersambung....


...****************...


__ADS_2