
"Sayang, apa kamu sedang hamil? Kenapa suami kamu tiba-tiba aneh sekali ingin makan masakan Mami segala. Apa dia amnesia kalau maminya tidak bisa masak?" tanya Mami Misel dengan antusias menyambut sang cucu yang sudah sama-sama kenal, bahkan Baby Iko saja langsung menendang-nendang kakinya ingin turun dan menghampiri sang nenek. Untuk segera menunjukkan jalan robohnya.
"Hamil? Emang kamu hamil?" tanya Aarav dengan senyum malu-malu.
Lydia yang ditanya oleh Aarav pun mencoba menghiting terakhir dia datang bulan. "Perasaan Lydia datang bulan masih normal tidak ada telat dan tidak ada tanda-tanda hamil," jawab Lydia dengan jujur. Wajah Aarav yang semula senyum-senyum malu pun langsung berubah masam.
"Oh, tidak apa-apa kalau belum hamil mungkin memang Aarav kesambet pengin cobain masakan Mami, atau mungkin dia pengin mengerjai Mami," balas Mami Misel dengan menatap sengit pada Aarav yang kembali menunjukan gigi rapihnya.
"Ini serius Min, Aarav ingin makan masakan Mami, bukan karena mengerjai apalagi kesambet," balas Aarav dengan menunjukan wajah yang serius.
"Ya udah ayok masuk, dan kamu ingin makan masakan apa dari Mami memang?" Wajah Mami Misel benar-benar tegang seperti wajah para peserta kontestan master chef.
"Aarav pingin makan pepes ikan mas, dan tumis kangkung, tapi semuanya Mami yang masak, tidak ada asisten rumah tangga yang bantuin ataupun Lydia." Kembali senyum jahil Aarav mengembang dengan sempurna.
"Gila kamu yah Aarav, masak sambel aja Mami tidak tahu bumbunya, apalagi pepes, yang simpel-simpel aja telur dadar atau atau tempe goreng," tawar Mami Misel.
Aarav yang memang sepertinya sedang mengetes kesabaran maminya laki-laki itu langsung menggelengkan kepalanya pelan, sebagai jawaban kalau dia tidak mau makan dengan telur dadar ataupun tempe goreng.
"Bener-bener Lydia, suami kamu sedang nguji kesabaran Mami yang setipis kulit bawang ini mah. Coba kamu katakan Sayang bumbu pepes apa saja, dan bikinnya seperti apa?" tanya Mami Misel pada sang menantu.
"Idih Mami, kan Aarav tidak mau kalau Mami minta resep sama Lydia dan juga sama Bibi, Mami harus cari resep dan tutorialnya dari youtube." Aarav kembali menolak rencana sang ibu kandung.
__ADS_1
Plakkk.... Mami Misel menggeplak pundak Aarav karena saking gemasnya sang anak yang ada-ada saja, segala ingin makan masakan dari dirinya.
"Awas aja kalau makanan yang Mami masak tidak kamu makan, Mami bakal jejelin ke mulut kamu sampai habis," ancam Mami Misel yang langsung di balas gelak tawa oleh anaknya. Tanpa menunggu lama Mami Misel pun pergi ke dapur untuk menyiapkan bumbu, bahan-bahan yang akan dia kenakan, resep dan tutorial dari youtube, demi anakĀ tercinta wanita paruh baya itu mau memasak hal yang dari jaman dahulu kala hampir tidak pernah dia lakukan, dan kali ini, Aarav pun mampu membuat dia seolah menjadi ibu hebat dalam urusan dapur.
Demi Aarav, wanita paruh baya itu bahkan rela menahan rasa rindunya bermain dengan sang cucu. Padahal biasanya Iko adalah menjadi nomor satu, selalu di ajak bermain.
"Mas, kenapa kamu jahil sekali sih, kasihan Mami Misel dia pasti tidak suka karena kamu yang minta untuk masak. Bahkan Mami beberapa kali bilang kalau Beliau itu tidak suka kalau harus ke dapur, dan sekarang malah kamu minta masak yang cukup sulit. Pepes itu cukup sulit loh Mas, apalagi untuk Mami yang memang tidak suka memasak jadi pasti cukup melelahkan," ucap Lydia yang melihat mami mertuanya masuk ke dapur dengan wajah yang ditekuk, menunjukkan kurang nyaman untuk melayani sang putra.
"Tidak apa-apa Sayang, Mami pasti bisa, lagian Mas itu benar-benar ingin makan masakan Mami," balas Aarav tetap kekeh ingin masak makanan Mami Misel.
Lydia yang tahu kalau keinginan sang suami memang tidak bisa digantikan dengan yang lain sehingga dia membuang nafasnya kasar.
"Kalau gitu Lydia nitip Iko yah, Lydia mau bereskan perlengkapan Jagoan," ucap Lydia padahal wanita itu ingin membuktikan ucapan mami mertuanya. Apakah dia hamil atau tidak. Kebetulan di rumah ini dia menyimpan alat tes kehamilan sehingga dia bisa membuktikan ucapan mami mertua.
"Astaga Mas, bereskan perlengkapan Jagoan kan di kamar, kenapa bisa bantu Mami. Bukanya Mami masaknya di dapur, kecuali kalau masak di kamar baru boleh takut kalau Lydia bakal bantu Mami, kamar dan dapur tempatnya cukup jauh," balas Lydia sembari menggelengkan kepalanya dengan pelan, karena Aarav yang ada-ada saja bagi dia.
"Ya Mas takut saja, nanti kamu malah vidio call dengan Mami menunjukan bumbu-bumbu dan caranya masak." Aarav benar-benar terlalu parno.
"Udah Ah, kalau Mas takut ada yang bantuin, lebih baik Mas temenin Mami ngobrol biar Mami juga tidak bosan di dapur, bukanya Mami masak juga karena kemauan Mas?" ucap Lydia sembari menggerakkan tangannya seperti orang yang sedang mengusir ayam.
"Hei, bukanya kamu yang minta Mas untuk menjaga Jagoan, kalau di dapur terlalu berbahaya untuk Iko, Sayang." Aarav menggunakan seribu cara agar dia tidak ke dapur.
__ADS_1
Yah, Lydia tidak heran karena pada kenyataanya sang suami dan mami mertuanya sama-sama tidak menyukai bau dapur.
"Iko bisa di titipan dengan Bibi, lagi pula Iko yang penting ada yang jaga tidak masalah lah, ayo sana Mas siap-siap bantu Mami untuk masak. Lydia yakin deh kalau Mas bantu Mami masak, pasti Mami akan semakin bersemangat." Kali ini justru Lydia yang sepertinya senang mengerjai sang suami agar ikut andil membantu sang ibu untuk masak.
"Sayang Mas tidak suka dapur," rengek Aarav yang masih berusaha mengelak dari permintaan sang istri.
"Mami juga tidak suka Mas, dan sekarang Mas bantu Mami agar tahu bagaimana harumnya dapur," balas Lydia dengan senyum yang tertahan, karena kini malah dia yang bisa mengerjai sang suami.
Entah berapa kali Aarav melihat ke arah dapur di mana di sana hanya ada sang Mami yang sedang sibuk dengan ponsel dan bahan-bahan yang akan dia gunakan.
"Kamu tidak sedang mengerjai Mas kan?" tanya Aarav dengan suara yang lirih karena dia ragu dengan yang diucapkan oleh sang istri.
"Tidak Mas suami tersayang. Lydia hanya ingin Mas membantu Mami, karena kalau Lydia dan Bibi yang bantu Mas tidak izinkan, jadi lebih baik Mas yang bantu, masak dengan ibu itu seru loh, mungkin ini adalah momen yang tidak akan terulang lagi jadi lebih baik Mas masak dengan Mami biar Lydia jaga jagoan deh." Lydia malah semakin bersemangat untuk melihat sang suami masak dengan sang mami mertua.
"Wah itu kayaknya ide yang bagus. Mas jadi ingin masak dengan Mami," jawab Aarav dengan kembali tersenyum senang, dan tanpa menunggu lama laki-laki itu langsung menghampiri maminya yang sedang masak, dan kini gantian Lydia yang merasa sangat senang karena dia bisa melihat sang suami mau ke dapur mana dengan mami mertua masak bersama, sangat-sangat romantis bukan?
"Iko lihat deh, Papah masak bareng Oma, yuk kita lihat dan kita abadikan momen indah ini," ucap Lydia sembari menggendong jagoannya, yang nampaknya juga tidak sabar untuk melihat sang papah yang sedang masak bersama dengan omanya.
#Wah kira-kira masakan mereka jadi apa yah, apakah akan jadi makanan terlezat atau justru jadi masakan terhoror š¤
Bersambung...
__ADS_1
...****************...